
William dan juga Jasmine baru sampai di apartemen karena Jasmine lapar William membawanya makan di warung pinggir jalan, sesampainya di apartemen mereka mendapati Chelsea, Erina, dan juga Jacob sedang menunggu mereka, Chelsea yang melihat kedatangan mereka berdiri dan langsung bertanya kepada Jasmine.
" Dari mana saja kau, apa kau mau tahu ayah dan ibu sangat khawatir kepadamu." Tanya Jasmine dengan sedikit emosi.
Jacob yang dari tadi diam langsung bertanya dengan serius kepada anak keduanya itu, tetapi kali ini Jacob sangat marah kepada Jasmine.
" Dari mana kau, apa kau tahu aturan kau adalah anak wanita tidak pantas bagimu untuk pulang semalam ini, dan juga kau masih sekolah apa kau tidak ingin bersekolah lagi." Tanya Jacob dengan dingin.
Jasmine yang mendengar pertanyaan ayahnya dan juga kakaknya hanya bisa diam karena ketakutan dengan nada bicara ayahnya, sedangkan William ia duduk di sebelah Chelsea sambil melihat handphonenya ternyata ada banyak panggilan masuk dari Chelsea dan juga Zayn Malik, tetapi William tidak bisa meninggalkan Jasmine saat ini Karena ia takut akan ada pertengkaran antara mereka.
"Aku dari tempat karaoke bersama beberapa temanku, aku tidak berbuat macam-macam selama disana." Jawab Jasmine dengan sedikit takut.
" Mengapa kau tidak mengangkat telepon dari kami." Tanya Chelsea dengan tegas.
" Baterai handphone ku habis, dan juga aku tidak membawa cas ku tadi." Jawab Jasmine dengan tertunduk.
" Bukannya sudah beberapa kali aku katakan kepadamu untuk selalu membawa cas ataupun power Bank kemana saja, jika kakak ipar mu tidak ada mau kemana lagi kami mencari mu." Kata Chelsea dengan memarahi adik perempuannya itu.
" Aku minta maaf kak tadi aku terburu buru, lain kali aku janji aku tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Jasmine dengan menahan air mata.
Jacob yang melihat itu seketika menyuruh Chelsea berhenti memarahi adiknya, Jacob melihat Jasmine dan langsung mengatakan sesuatu.
" Mulai sekarang ayah akan membatasi jam keluar mu, kau tidak boleh pulang lebih dari jam sembilan malam, jika kau melanggarnya ayah tidak akan mengizinkan mu pergi kemana mana bersama teman mu." Ucap Jacob dengan tegas setelah itu menyuruhnya kembali ke kamarnya.
Setelah masalah Jasmine selesai Jacob dan juga Erina pergi meninggalkan ruang tamu karena mereka sudah merasa mengantuk sekali saat ini, sedangkan Chelsea ia mengajak William untuk kembali ke kamar tetapi William menyuruhnya kembali deluan, setelah Chelsea pergi William menghubungi Zayn sambil membakar sebatang rokok.
" Halo ada apa tuan Malik menghubungi ku barusan." Tanya William dengan santai.
" Tuan muda tadi Tood Jean menghubungi ku, ia ingin ke perusahaan besok untuk memulai transaksi dengan kita, ia tidak bisa terlalu lama di kota berilon karena tiga hari lagi adalah acara ulang tahun tuan besar Jean." Ucap Zayn Malik dengan hormat.
" Baiklah katakan kepadanya untuk bertemu besok jam dua siang di perusahaan, aku akan kesana besok, tetapi ingat jangan katakan identitas ku yang sebenarnya kepadanya." Ucap William dengan santai.
" Siap tuan muda aku tidak akan membocorkan identitas asli anda." Jawab Zayn Malik dengan sopan.
Setelah selesai menghubungi Zayn Malik ia menghubungi Quinton ia ingin mengajaknya besok kesana, sedangkan Quinton ia sedang berada di kamarnya sambil memainkan game kesukaannya di iPad miliknya, saat sedang asik bermain game Handphone nya berdering itu adalah panggilan dari William awalnya ia marah karena malam malam begini ada yang mengganggunya beristirahat, tetapi ketika melihat nama William yang tertera di handphonenya ia langsung menjadi tenang.
" Halo Quinton pasti kau sedang bermain game saat ini, besok aku ingin kau pergi bersamaku ke suatu tempat.
" Baik kak aku akan menemanimu besok." Jawab Quinton dengan serius.
Setelah menutup panggilan dengan Quinton William tersenyum jahat bagaikan iblis ia akan bermain main dengan keluarga Jean besok, William sama sekali tidak takut dengan keluarga Jean dulu ia sering berdebat dengan anggota keluarga Jean, bahkan seseorang seperti Drake Jean pernah merasakan bagaimana kekuatan William, setelah rokoknya habis ia pergi menuju kamarnya ia terkejut ketika memasuki kamar ia melihat Chelsea yang telah selesai mandi.
__ADS_1
Kali ini Chelsea sangat cantik dan juga seksi dengan baju tidur tipis berwarna hitam yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah, gaun itu sangat menantang memperlihatkan belahan dada milik Chelsea dan juga paha mulus miliknya, bahkan gaun itu juga memperhatikan pakaian dalam Chelsea yang berwarna merah dan juga perut langsingnya, William berjalan menuju istrinya dan langsung duduk di ujung tempat tidur William yang ingin mengalihkan pandangannya dari istrinya merasa matanya tidak bisa berpindah ke arah lain.
Karena nafsunya sudah tidak bisa di bendung ia langsung berdiri dan langsung mencium istrinya dengan mesra bahkan mereka juga melakukan hubungan suami istri dengan penuh hasrat, bahkan mereka melakukannya hingga berkali-kali hingga mereka tertidur lelap dengan saling berpelukan satu sama lain dan tanpa mengenakan sehelai kain pun menutupi badan mereka yang ada hanya selimut putih yang menutupi badan mereka , William terbangun pukul tujuh pagi tetapi ia belum berani bangun dari tempat tidurnya ia memandangi wajah cantik istrinya itu yang sedang tertidur pulas.
Karena Chelsea sedang tertidur pulas di atas dada bidangnya ia hanya memandangi wajah indah istrinya itu William mengambil handphone nya yang terletak di sampingnya ia melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, ketika ia meletakkan handphonenya kembali di sampingnya Chelsea terbangun dan langsung menyapanya dengan mesranya.
" Selamat pagi sayang." Ucap Chelsea dengan mesra.
William bangun dari tempat tidur dan langsung menyapa kembali istrinya itu ia ingin pergi mandi dan bersiap siap untuk pergi ke kantor, tetapi ketika ia ingin meninggalkan istrinya Chelsea membuka selimut yang menutupi tubuh indahnya dan memperlihatkan lekuk tubuh indahnya, William berjalan kepada Chelsea dan langsung ******* bibirnya ia juga mengajak Chelsea untuk melanjutkan kegiatan tadi malam dikamar mandi, setelah selesai melakukannya di kamar mandi mereka mandi bersama dan sambil membersihkan badan mereka berdua.
Quinton, Peter, dan juga Clara telah selesai bersiap siap untuk ke kantor mereka sarapan bersama dengan semua anggota keluarga Alexander kecuali William, setelah selesai sarapan mereka pergi meninggalkan villa kali ini Clara pergi bersama Peter sedangkan Quinton ia seorang diri di belakang mereka ada teman teman dari William yang tinggal bersama mereka di villa milik William , sementara William ia sudah dalam perjalanan menuju kantornya saat sedang membawa mobil ia melihat sebuah toko yang menjual pakaian- pakaian murah.
William singgah di toko itu dan langsung turun dari mobil miliknya William menggenakan jas berwarna abu-abu muda ia juga memakai kacamata hitam semua orang yang melihatnya langsung terpana dengan ketampanannya, William masuk kedalam tokoh dan mulai memilih pakaian untuknya ia mendapati sebuah celana jeans berwarna biru tua dan juga kaos polos berwarna putih ia juga mengambil Hoodie berwarna hitam polos, setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan ia menyerahkannya kepada petugas kasir untuk menghitungnya setelah kasir memberi tahu harganya William mengeluarkan uang kas untuk membayarnya.
Pakaian yang dipilih William bukan pakaian yang mahal dan juga branded ia hanya menghabiskan lima puluh ribu dolar untuk ketiga pakaian itu, setelah selesai berbelanja pakaian ia pergi ke toko sebelah untuk membeli sepasang sepatu kualitas premium ia memilih sepasang sepatu Adidas berwarna putih setelah mendapatkan apa yang dia inginkan William segera pergi menuju perusahaan, sedangkan Quinton dan juga yang lainnya telah sampai di perusahaan mereka mendapati Frank yang sedang menunggu William.
" Halo tuan muda Quinton apa kabar lama tidak berjumpa." Ucap Frank dengan hormat.
" Lama juga tidak berjumpa tuan Frank kabarku baik baik saja bagaimana dengan anda, ada apa tuan Frank berkunjung ke sini apa ada yang bisa kami bantu." Jawab Quinton sekalian bertanya balik kepada Frank.
" Saya sehat tuan tujuan saya kemari karena di panggil oleh tuan muda Alexander." Jawab Frank dengan hormat.
" Baiklah kalau begitu tuan Quinton." Jawab Frank dengan hormat.
Beberapa saat kemudian William telah sampai di Phoenix comporation ia langsung pergi menuju lift VVIP miliknya lift ini langsung menuju ke ruangan kerjanya, setelah sampai di ruangannya ia mengambil telepon genggam yang ada di meja kerjanya dan langsung menghubungi Aurora, Aurora yang sedang bekerja di ruangannya segera mengangkatnya.
" Halo CEO Alexander apa ada yang bisa saya bantu." Tanya Aurora dengan sopan.
" Keruangan ku sekarang juga, ada yang perlu aku bicarakan denganmu saat ini." Perintah William dengan berwibawa.
" Siap CEO saya akan kesana sekarang juga." Jawab Aurora dengan hormat.
Tidak sampai lima detik Aurora masuk kedalam ruangan William ia mendapati William sedang duduk di sebuah sofa mewah di dalam ruangannya.
" Silahkan duduk." Ucap William dengan santai.
" Baik CEO." Jawab Aurora sambil duduk di sofa di depan William setelah duduk ia lakukan bertanya kepada William." CEO apakah ada yang perlu saya kerjakan." Tanya Aurora dengan hormat.
" Aku ingin kau menyiapkan dua ratus tenaga kerja untuk dikirimkan ke kota Brawer dan juga kirim beberapa bahan dan alat yang perlu aku ingin mulai membangun perusahaan baru ku disana, aku ingin kau menghubungi nomor ini tanyakan kepadanya apa ada sebuah gedung kosong yang bisa disewakan atau dijual aku butuh empat atau lima gedung yang tidak terpakai." Perintah William kepada Aurora dengan wibawanya.
" Baik tuan aku akan menyiapkan segalanya sekarang juga dan juga menghubungi nomor ini untuk menanyakan soal gedung yang anda inginkan, jika sudah ada aku akan kesana secara langsung untuk mengecek gedung itu layak atau tidak untuk kita sewa, maaf jika saya lancang CEO memangnya untuk apa gedung sebanyak itu." Jawab Aurora sekali-sekali bertanya tentang gedung yang ingin William sewa.
__ADS_1
" Nanti juga kau tau Jika harganya menurutmu cocok sebaiknya langsung kau beri saja, anggap saja sebagai investasi di masa mendatang." Ucap William dengan santai.
" Siap CEO apa masih ada yang perlu saya bantu." Tanya Aurora dengan sopan.
" Tidak ada kau boleh pergi." Ucap William sambil berdiri dan berjalan menuju kursi kerjanya.
" Tuan muda saat ini di ruangan tuan Quinton sedang ada tuan Frank yang sedang menunggu anda." Ucap Aurora yang sempat melupakan Frank.
"Katakan kepadanya untuk menemui ku, dan katakan kepada OB untuk menyiapkan kopi untuk kami berdua." Ucap William sambil mengecek dokumen pengajuan kerja sama dengan perusahaan miliknya.
Setelah Aurora pergi William masih melanda mengecek dokumen itu ia tertarik pada dua perusahaan, saat sedang asik melihat-lihat dokumen Aurora masuk bersama Frank di belakangnya setelah membawa Frank ke ruangan William Aurora izin pamit untuk melanjutkan pekerjaannya, William berdiri dan langsung mengajak Frank untuk duduk di sebuah sofa.
" Bagaimana kabarmu, maaf jika aku harus menugaskan mu ke Paris untuk mendaftarkan Phoenix compration di acara pelelangan Alpha company bulan depan." Ucap William dengan tersenyum.
" Sama sama tuah muda Alexander aku juga merasa terhormat bisa menjalankan tugas yang anda berikan untuk ayah angkat ku." Jawab Frank dengan sopan.
" Bagaimana kabar perusahaan saat ini, apa ada proyek baru belakangan ini." Tanya William dengan santai.
" Kabar perusahaan sangat baik bahkan kita banyak mendapatkan keuntungan belakangan ini Pedahal perusahaan kita baru berdiri dua bulan lebih, tuan muda saya berencana untuk mengajukan permohonan uji untuk membawa perusahaan menuju perusahaan go publik." Ucap Frank dengan hormat.
" Bagus aku ingin kau memantau perusahaan selama aku tidak mengawasi perusahaan, dan menurutku ide mu barusan cukup bagus saat ini perusahaan kita masih menjadi sebuah perusahaan swasta sudah seharusnya kita menjadi perusahaan go publik." Ucap William dengan serius.
Beberapa saat kemudian seorang wanita cantik masuk kedalam ruangan William ia adalah asisten Frank ia membawa sebuah kotak hadiah berwarna hitam dan di ikat dengan pita berwarna emas, kotak hadiah itu terlihat sangat mewah dan elegan Frank menyerahkan hadiah itu kepada William dengan membungkuk di hadapan William.
" Tuan muda mohon terima hadiah dariku." Ucap Frank dengan hormat.
" Frank seharusnya kau tidak perlu repot-repot memberikan aku hadiah, justru tujuan ku kemari ingin memberikan mu sebuah hadiah sebagai bentuk terima kasih ku kepada mu." Ucap William sambil berdiri dan mengangkat badan Frank agar tidak membungkuk di depannya.
" Tuan muda anggap saja ini sebagai tanda persahabatan walaupun sebenarnya aku tidak pantas bersahabat dengan anda." Jawab Frank sambil menyerahkan hadiah itu.
" Siapa bilang kau tidak pantas bersahabat dengan ku bro, kau adalah sahabat pertamaku di kota ini." Ucap William sambil memeluk Frank.
Setelah mereka berdua selesai William mengambil hadiah pembelian Frank di dalam kotak ada sebuah kunci mobil Lamborghini Veneno, mobil ini adalah keluaran terbaru dari Lamborghini William tidak menyangka bahwa Frank akan memberikan hadiah semahal ini kepadanya, mobil ini dibandrol dengan harga sepuluh sampai dua puluh juta dolar bahkan mobil ini merupakan salah satu mobil tercepat di dunia saat ini.
" Tuan muda mobilnya sudah berada di bawah, tadi aku meminta seseorang untuk mengantarkan nya kesini." Ucap Frank dengan hormat.
" Frank mulai saat ini kau tidak perlu memanggil ku tuan muda, masa seorang sahabat memanggil sahabatnya sendiri tuan muda." Jawab William dengan tersenyum.
" Baik bro aku janji tetapi jika di depan ayah angkat ku aku rasa aku tetap memanggil mu tuan muda." Ucap Frank dengan tersenyum.
Setelah selesai berbicara mereka pergi kebawah untuk melihat mobil baru milik William sebuah mobil berwarna merah terang tepat berada di depan mereka, mobil ini sangat keren dan juga mencolok, tetapi William merasa belum saatnya mengendarai ini di depan istrinya Pedahal ia ingin sekali membawa istrinya berkeliling kota menggunakan mobil mewah seperti ini.
__ADS_1