
Di sebuah istana ditepi lautan kota Amber terlihat seorang pria yang seumuran dengan Wayne Alexander dan lima orang pemuda berkumpul, mereka adalah keluarga Amstrong keluarga terkaya nomor di kota Amber lima puluh persen pasar bisnis kota Amber dikuasai oleh mereka, seorang pria yang seumur dengan Wayne sedang duduk di kursi singgah sananya dan sedang memandang lautan kota Amber, lelaki tua ini memiliki aura yang kuat dan mensomasi ia adalah Oskar Amstrong mantan kepala keluarga Amstrong, walaupun ia sudah pensiun dari kepala keluarga Amstrong, tetapi dia masih mempunyai hak untuk mengatur Keluarga Amstrong.
" jadi benar kabar yang disampaikan oleh Leo, anak itu masih hidup, aku harap kalian tidak kalah sama anak itu." ucap Oskar dengan dingin.
" benar paman, dia secara terang-terangan menantang keluarga kita." ucap seorang pemuda seumuran dengan Clara.
" jadi dia mengira kita ada sangkut pautnya dengan kecelakaan nya tiga tahun yang lalu." ucap Oskar dengan dingin.
setelah itu Oskar meninggalkan mereka semua, Oskar berencana untuk pergi ke Adenville, untuk bertemu dengan sahabat lamanya sekaligus musuh abadi nya, yaitu Wayne Alexander, sebenarnya Oskar belum mau pensiun dari kepala keluarga Amstrong, tetapi dia ingin menguji generasi muda keluarga Amstrong, apakah mereka bisa menjadi keluarga terkaya di negara Nordik bahkan di dunia, ia menciptakan enam pilar keluarga Amstrong masing masing pilar akan mengelola masing masing bidang di kota Amber, sebenarnya keluarga Amstrong bisa menjadi keluarga terkaya nomor dua di negara Nordik tetapi entah kenapa mereka menolak nya.
keesokan harinya William pergi ke perusahaan untuk menemui aurola ia ingin tahu apa Aurora sudah mendapatkan gedung itu, sesampainya di ruangan nya William menghubungi Aurora menggunakan telepon ruangannya, setelah lima menit Aurora pun datang.
" bagaimana apa kau sudah mendapatkan yang aku minta." tanya William dengan tenang.
" CEO sebenarnya kita mempunyai beberapa gedung yang tidak digunakan, apa CEO ingin melihatnya." kata Aurora dengan sopan.
" baiklah bisa kau perlihatkan padaku." Jawab William dengan santai.
setelah itu Aurora menyerahkan sebuah iPad Kepada William, William melihat lihat gedung gedung itu William tertarik dengan sebuah gedung yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, William pun meminta Aurora untuk mengantarkan nya kesana, William meminta Fredy untuk mencari kan nya seseorang yang bisa dipercaya ke gedung itu, William ingin membuka perusahaan kecil yang bergerak di bidang jasa desain interior. sesampainya di sana gedung itu mempunyai tiga tingkat dan mempunyai halaman yaing cukup luas.
" CEO ini adalah salah satu properti kita, apa CEO mau menggunakan nya." tanya Aurora dengan sopan.
" baiklah, aku ingin kau mengurusnya, aku ingin ini menjadi perusahaan baru yang bergerak di bidang jasa desain interior, dan untuk kau aku." ucap William dengan tersenyum.
setelah itu Freddy datang bersama seorang pria muda yang terlihat sopan, ia adalah anak angkat Freddy ia bernama Frank more.
" halo tuan muda apa ada sesuatu yang perlu aku kerjakan, pekenalkan ini anak angkat saya namanya Frank more." ucap Freddy dengan membungkuk.
" baiklah aku ingin dia menjadi CEO di perusahaan baru ku, aku ingin kau pura pura menjadi teman masa kecil ku kepada istriku." ucap William dengan santai.
" tenang saja tuan muda Alexander aku bersedia, tuan muda bagaimana dengan peralatan kantor, dan juga karyawan, apa anda bersedia mengizinkan aku mencari orang orang yang sudah aku kenali." tanya Frank dengan tersenyum.
" baik aku serahkan padamu, gunakan ini untuk membeli kebutuhan kantor kita." kata William sambil menyerahkan kartu ATM berwarna silver kepada Frank.
setelah itu William dan Aurora pergi meninggalkan kantor barunya, ia juga meminta Aurora untuk pergi ke acara perkumpulan pasar investor kota berilon nanti malam, ia akan pergi bersama Frank kesana, ia sudah memberitahu Quinton bahwa mereka akan bertemu disana.
di sore hari di bandara internasional kota berilon kakek wilson, Hendrik Wilson, beserta istri dan kedua anaknya sedang menunggu seseorang yang akan datang, setelah sekian lama menunggu sekelompok pria berpakaian hitam keluar dari pintu keberangkatan, dari belakang mereka ada pria yang seumuran dengan Hendrik, dan juga seorang anak muda yang seumuran dengan derryl Wilson, Hendrik maju dan langsung menyapa mereka.
" lama tidak berjumpa tuan Smith." sapa Hendrik dengan sopan.
__ADS_1
" lama juga tidak berjumpa tuan wilson, bagaimana kabar mu." ucap pria itu dengan dingin.
" aku baik baik saja, ada apa tuan Smith kembali ke kota berilon." tanya Hendrik dengan tersenyum.
" aku datang kemari untuk menghadiri acara perkumpulan para investor kota berilon, kami juga berencana untuk tinggal kembali disini." ucap pria itu dengan tatapan mata yang Dingin.
pria ini adalah Back Smith, keluarga Smith dulu merupakan keluarga terkaya di kota berilon, mereka dulu berada di posisi kelima tetapi entah kenapa mereka pergi ke kota Amber untuk memulai bisnis disana, mereka menjual seluruh properti dan perusahaan mereka kepada keluarga Malik.
" oh iya pekenalkan ini anakku Aiden Smith, bukannya dulu anak kita satu sekolah yang sama." ucap back dengan tersenyum dingin kepada mereka.
" halo tuan muda Smith lama tidak berjumpa." ucap derryl dengan tersenyum.
" oh ternyata kau derryl, bagaimana kabar sepupumu yang cantik itu apa dia sudah menikah, jika belum aku berencana untuk melamar nya." tanya Aiden dengan dingin.
" dia sudah menikah tuan muda Smith, suaminya adalah orang yang paling tidak berguna di keluarga kami." jawab derryl dengan senang.
" apa, Chelsea sudah menikah." jawab Aiden dengan terkejut.
saat mereka sedang berbincang, seseorang datang' dia adalah Carl Cox asisten pribadi back Smith dia sudah datang beberapa hari yang lalu, keluarga Smith membeli sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan bahan bangunan, mereka menjual berbagai jenis bahan bangunan, mereka juga mempunyai pabrik semen di kota Amber, mereka berencana membeli kembali perusahaan mereka yang dulu.
" tuan kita akan pulang ke rumah, karena sebentar lagi acara akan dimulai." ucap Carl dengan sopan.
setelah itu rombongan back pergi menggunakan mobil RollsRoyce phantom berwarna biru, back ingin sekali membeli kembali perusahaan nya yang dulu, maka dari itu ia ingin bertemu dengan tuan Malik,
perusahaan kontruksi milik keluarga Malik dulu milik keluarga Smith, karena mereka akan pindah ke ke kota Amber mereka menjual perusahaannya sebesar 200 miliar dolar kepada Zeyn Malik, mereka juga kembali kesini karena perintah dari seseorang ada sebuah berita bahwa keluarga Smith merupakan kaki tangan salah satu keluarga terkaya di negara Nordik, tetapi itu masih Sebuah kabar miring.
di malam hari di hotel diamond surface telah hadir keluarga keluarga kaya, mulai dari keluarga kelas dua hingga Keluarga terkaya di kota berilon, bukan hanya itu beberapa pengusaha luar juga hadir di acara ini, William dan Chelsea sudah siap untuk pergi ke acara itu, Chelsea memberi tahu William bahwa ia akan dijemput oleh tuan muda Quinton, beberapa saat kemudian sebuah mobil RollsRoyce wraith berwarna putih datang kerumah William, seorang pemuda keluar dari pintu depan dan itu adalah Peter, William langsung menuju pintu rumah dan muka mengetuk pintu dengan hati hati.
" tunggu sebentar." ucap Erina sambil berjalan ke pintu rumah.
" halo bibi apa nona wilson ada, saya Peter Alexander adik dari tuan muda Alexander ingin menjemput nona Wilson." ucap Peter dengan tersenyum.
" silahkan masuk tuan Peter, anakku ada di atas, tunggu sebentar akan aku panggil." ucap Erina dengan gugup.
Erina langsung pergi ke kamar Chelsea untuk memberi tahu nya bahwa tuan Peter ada di bawah, William langsung mengetuk pintu dan memberi tahu mereka bahwa tuan Peter ada di bawah.
" nak tuan Peter sudah ada, cepat turun dia sudah menunggu mu dibawah." ucap Erina dengan halus.
" baik Bu aku akan kebawah sekarang juga." ucap Chelsea dengan senang.
__ADS_1
setelah itu William dan Chelsea pergi menemukan Peter yang dari tadi menunggu mereka, mereka juga melihat Quinton, Clara, William langsung menjabat tangan mereka.
" maaf membuat tuan Quinton dan yang lainnya menunggu." ucap Chelsea dengan sedikit gugup.
" tidak apa apa, apa kita sudah bisa berangkat." tanya Quinton dengan tersenyum.
" tentu saja, sayang aku pergi dulu." ucap Chelsea dengan tersenyum.
" baiklah hati hati disana, jika ada apa apa hubungi aku." ucap William dengan tegas.
setelah itu mobil mereka pergi meninggalkan rumah William, saat sedang melihat mobil mereka sudah menghilang dari pandangan nya tiba tiba handphone William berbunyi, itu adalah nomor yang tidak dikenal.
" halo tuan muda Alexander ini aku Frank more." ucap Frank dengan hormat.
" oh ada apa Frank, apa ada masalah." tanya William dengan dingin.
" tidak ada tuan muda, sebentar lagi aku akan sampai di rumah tuan muda." ucap Frank dengan sopan.
" baiklah tunggu aku di depan rumah saja, aku ingin mengganti pakaian ku dulu." ucap William dengan santai.
setelah itu William langsung pergi menuju kamar, ia langsung mengganti pakaian nya, ia mengambil sebuah jas berwarna biru tua dan kemeja putih, setelah Selesai mengganti pakaian, ia pamit kepada ibu dan ayah mertuanya, William langsung pergi menuju depan rumah, ia melihat Frank sudah menunggu nya di depan rumah Frank menggunakan Porche Carrera GT berwarna hitam.
" tuan muda Alexander mari kita berangkat." ucap Frank sambil membukakan pintu mobil.
" tidak perlu seperti ini, aku bisa membuka nya sendiri." ucap William dengan tersenyum.
" jangan seperti ini tuan muda, biarpun bagaimana aku adalah bawahan mu jadi ini sudah menjadi tugas ku." jawab Frank dengan membungkuk.
setelah itu mereka pergi menuju diamond surface, diperjalanan mereka saling ngobrol satu sama lain, William bertanya tentang perusahaan baru nya apa sudah bisa bekerja secepatnya.
" bagaimana apa kau sudah menjalankan perintah ku." tanya William dengan tersenyum.
" seperti perintah Anda aku sudah melakukannya, tiga hari lagi perusahaan sudah bisa berjalan, apakah tuan ingin menghadiri pembukaan perusahaan kita." tanya Frank dengan tersenyum.
" tentu saja, kita berhenti disini biar aku yang membawa mobilmu, aku tidak ingin istri ku melihat ku curiga dengan mu." ucap William dengan tersenyum.
" baik tuan." jawab Frank dengan tersenyum.
setelah itu William langsung mengambil alih mobil Frank, setelah sampai di sana sudah banyak mobil mewah yang terparkir disana, seperti RollsRoyce, Mercedes Benz Maybach, Lexus, Bentley, dan Beberapa mobil sport lainnya, William juga melihat ada sekolompok orang yang dia kenal mereka adalah keluarga wilson.
__ADS_1