TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
TUJUH BERSAUDARA


__ADS_3

William dan Freddy sedang makan bersama di restoran termewah di diamond surface saat sedang makan William teringat lagi dengan kata-kata Elvin ia tidak menyangka anak yang dulu sangat baik berubah menjadi seseorang yang cukup merepotkan seperti ini, setelah selesai makan mereka kembali ke ruangan milik Freddy mereka duduk berdua sambil menikmati segelas Wine kualitas premium yang sudah disiapkan oleh Freddy William teringat dengan orang yang telah menyerangnya tadi di rumah sakit dan langsung bertanya kepada Freddy tentang mereka.


" Oh iya aku hampir lupa bagaimana dengan orang yang tadi menyerang ku di rumah sakit apakah mereka sudah berada di ruangan rahasia." Tanya William dengan serius.


" Maaf tuan muda bukannya saya tidak ingin memberi tahu anda tetapi ketika dalam perjalanan orang orang itu bunuh diri mereka menelan sebuah obat hitam yang diduga sebuah racun." Jawab Freddy dengan hormat.


" Sial Pedahal aku belum mengetahui siapa orang yang menyuruh mereka." Ucap William dengan kesal.


" Maafkan kami tuan muda kami tidak bisa menghentikan mereka untuk menelan racun." Ucap Freddy dengan sedikit menyesal.


" Tidak perlu minta maaf ini semua bukan salah kalian." Ucap William dengan tersenyum.


Sedangkan di kediaman keluarga Jean Drake Jean sedang bertemu dengan tujuh orang pria berbadan besar mereka adalah tujuh bersaudara salah satu kelompok petarung terkuat milik keluarga Jean, Drake duduk dan melemparkan sebuah map kepada mereka salah satu pria mengambil map itu dan mengambil sebuah foto dari dalam dokumen itu adalah foto milik William.


" Aku ingin kalian mencari orang itu, orang itu sudah menculik anak dari adikku aku ingin kalian membawa keponakanku pulang dengan selamat tanpa cedera sedikitpun." Ucap Drake dengan dingin.


" Anda tenang saja tuan Jean kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada keluarga Anda." Jawab pria itu yang merupakan pemimpin dari bersaudara.


" Untuk soal transportasi, keperluan, dan juga biaya kalian aku akan menanggung semuanya, kalian bisa menggunakan jet pribadi milik keluarga Jean untuk berangkat ke Berilon malam ini." Ucap Drake dengan dingin.


" Baiklah kalau begitu kami akan berangkat ke Bandara sekarang juga." Ucap pria itu dengan tersenyum.


Setelah meninggalkan Drake Jean seorang diri mereka pergi menuju depan villa disana sudah ada dua mobil land crusher berwarna hitam yang telah menunggu mereka, disaat mereka ingin memasuki mobil seseorang Damian datang menghampiri mereka Damian menyerahkan sebuah kartu ATM kepada pemimpin mereka itu adalah uang yang akan mereka gunakan selama di berilon, sementara kembali ke diamond surface William masih asik berbicara dengan Freddy.


" Tuan muda bagaimana dengan Wilson comporation apakah anda jadi membeli tujuh puluh persen saham perusahaan mereka." Tanya Freddy dengan hormat.


"Aku rasa tidak perlu aku ingin kau menghubungi mereka katakan kepada mereka bahwa aku tidak jadi membeli saham perusahaan mereka." Ucap William dengan santai.


" Bukannya tuan muda berencana ingin memberikan saham perusahaan Wilson kepada ayah mertua anda." Jawab Freddy dengan hormat.


" Aku rasa jika aku membelai perusahaan mereka itu sama saja membuat mereka merasa senang dengan begitu mereka bisa membangun perusahaan baru, tetapi jika aku mengambil perusahaan itu dari mereka dan membuat mereka bekerja di bawah kepemimpinan ku mereka akan menjadi menderita." Jawab William dengan dingin.


Freddy yang mendengar perkataan William merasa William benar-benar mengerti cara membuat seseorang menjadi merasakan penderitaannya, saat sedang mengobrol handphone milik William berbunyi ia meraih handphonenya dan melihat layar handphonenya ada nama Quinton yang tertera disana.


" Halo Quinton ada apa." Tanya William dengan santai.


" Kak baru saja kita kedatangan seseorang dari keluarga Lington mereka ingin mengundang anda untuk menghadiri acara pelelangan barang antik terbesar sepanjang kota Beliron." Ucap Quinton dengan tersenyum.


" Oh iya kapan acaranya dan dimana akan dilaksanakan." Tanya William dengan santai.


" Di salah satu properti milik perusahaan kita mereka juga tadi sekaligus meminta izin kepada kita untuk dapat menggunakan gedung itu sebagai tempat penyelenggaraan pelelangan barang antik mereka, untuk acaranya akan dilaksanakan besok dari jam empat sore hingga jam sepuluh malam." Jawab Quinton dengan tersenyum.


" Katakan kepada tuan Lington jika tidak berhalangan aku akan hadir dalam acara itu, karena sudah lama juga aku tidak pergi ke acara seperti itu dulu jika kakek mendapatkan undangan pelelangan barang antik aku yang selalu ia ajak untuk menemaninya pergi." Jawab William dengan tersenyum.


" Baik Kak aku akan memberi tahu kepada Aurora untuk memberi tahu tuan Lington tentang ini." Jawab Quinton dengan tersenyum.


Dulu William sering menemani kakeknya untuk hadir di acara pelelangan barang antik karena Zeus Alexander sangat hobi mengoleksi berbagai macam barang antik, mulai dari kaligrafi, lukisan, guci, dan juga senjata antik dan juga benda antik Zeus juga sangat ahli dalam menilai barang antik karena ia berteman dengan seseorang yang sangat ahli menilai barang antik, ia juga menjadikan orang itu sebagai penilai barang antik pribadinya William juga belajar darinya cara menilai barang antik bahkan kemampuan William dalam menilai barang antik sudah melebihi kemampuannya.


Orang itu sudah pensiun dari dunia barang antik ia sekarang memutuskan untuk bermeditasi di suatu tempat yang tidak diketahui oleh orang lain, jika Zeus membutuhkan bantuannya dalam menilai barang antik yang cukup sulit ia ketahui keasliannya Zeus akan menghubungi orang itu dengan cara melakukan video call, William juga berencana akan mengajak kakeknya untuk pergi menghadiri acara itu karena kakeknya sangat tergila-gila dengan barang antik apalagi itu adalah barang peninggalan sejarah negara mereka, Zeus rela menghabiskan uangnya hanya untuk mendapatkan barang itu ia tidak rela barang peninggalan sejarah negara Nordik jatuh ke tangan negara lain apalagi mereka mengakui barang itu sebagai barang peninggalan negara mereka.


Setelah mematikan handphonenya William bertanya kepada Freddy tentang acara itu.


" Apa kau mengatahui acara pelelangan keluarga Lington." Tanya William dengan santai.


" Tentu saja tuan muda acara itu adalah acara paling ditunggu setiap tahun bagi para pencinta barang antik, tidak semua orang yang bisa hadir dalam acara itu hanya dua ratus tamu undangan yang cukup besar yang diundang untuk menghadiri acara itu, mereka adalah orang-orang yang berasal dari keluarga kaya, pemerintah, dunia bawah kota berilon yang akan hadir di acara itu, dan yang istimewa dari tahun sebelumnya acara kali ini akan dilaksanakan di Neptunus aula Sebuah gedung pertemuan terbesar di kota berilon gedung itu adalah salah satu properti milik perusahaan anda." Ucap Freddy dengan hormat.

__ADS_1


" Wow ternyata acara ini sebesar itu." Jawab William dengan takjub." Apa kau akan hadir di acara itu." Tanya William dengan santai.


" Tentu saja tuan muda aku juga akan datang ke acara itu dan acara ini dibuat oleh empat keluarga penjual barang antik terbesar di kota berilon." Jawab Freddy dengan hormat.


" Empat aku pikir keluarga Lington cuma satu satunya keluarga yang sangat dihormati dalam penjualan barang antik." Ucap William dengan sedikit penasaran.


" Walaupun keluarga Lington yang paling terkenal di antara mereka tetapi tiga keluarga lainnya juga merupakan keluarga yang cukup terkenal di kota berilon, mereka adalah keluarga Morningstar, Green, dan keluarga Mose, keempat keluarga ini sangat kuat dalam bisnis barang antik." Ucap Freddy dengan hormat.


" Oh iya kembali ke keluarga Wilson bagaimana kabar mantan pengacara ibu ayah mertuaku." Tanya William dengan tersenyum.


" Kabar terakhir aku dengar dari orang kita yang berada di sana ia sedang berada di kota Amber, menurut kabar ia sudah tinggal di sana semenjak tiga tahun Kematian nyonya Wilson." Jawab Freddy dengan tersenyum.


" Aku ingin kau menjemputnya nanti siapa tahu ia tahu tentang ayah kandung ayah mertuaku." Ucap William dengan tersenyum.


" Baik tuan muda." Jawab Freddy dengan hormat.


" Aku harus kembali ke kantor ada sesuatu yang perlu aku kerjakan." Ucap William sambil berdiri dari tempat duduknya.


" Apa perlu saya antar sampai kedepan tuan muda." Tanya Freddy dengan hormat.


" Tidak perlu kau disini saja aku bisa sendiri." Jawab William dan langsung menutup pintu ruangan Freedy.


Beberapa saat kemudian William telah sampai di kantor di depan juga ada Andy dan juga Derby yang baru saja pulang dari proyek pembangunan pabrik, William turun dari mobilnya dan langsung berjalan menuju mereka berdua sekedar untuk menyapa mereka berdua.


" Bagaimana proyek pembangunan pabrik Wang Chuanfu apakah ada masalah dalam pembangunan pabrik." Tanya William dengan tersenyum.


" Tidak ada masalah bro, hanya saja tadi kami menemani tuan Wang dan juga nona Mei untuk makan bersama karena mereka harus kembali ke China Siang ini karena ada urusan pekerjaan disana." Jawab Andy dengan tersenyum.


" Baguslah kalau begitu sudah sampai dimana pembangunan saat ini." Tanya William dengan santai.


" Baguslah kalau begitu mudah-mudahan kita bisa menyelesaikannya dalam waktu yang sudah kita janjikan." Jawab William dengan tersenyum.


" Oh iya bro baru saja kami berdua ingin ke ruangan mu kami ingin menyerahkan ini, ini adalah data pembangunan pabrik saat ini, aku sudah mencatat semua bahan pemasukan selama enam bulan kedepannya dan juga gaji pekerja selama enam bulan kedepannya." Ucap Andy Murray dengan tersenyum.


"Baiklah terimakasih aku ke ruangan ku dulu jika aku sudah selesai mengeceknya aku akan menghubungi mu kembali." Ucap William sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.


Sementara di Heaven springs Niel sedang makan bersama Eren saat sedang menikmati makanannya handphone milik Niel berbunyi itu adalah panggilan dari Kevin, awalnya Niel ingin menolak panggilan dari adiknya itu tetapi karena Kevin terus menelponnya ia terpaksa mengangkat teleponnya.


" Halo ada apa." Tanya Niel dengan dingin.


" Apa aku mengganggu waktu mu." Tanya Kevin dengan tersenyum.


" Tentu saja saat ini aku sedang makan jika tidak ada sesuatu aku akan mematikan teleponnya." Ucap Niel dengan kesal.


" Keluarga Jean mengirimkan tujuh bersaudara untuk memburu William karena menurut informasi yang aku dapatkan Tood Jean telah diculik oleh William." Ucap Kevin dengan dingin.


Seketika Niel tertawa mendengar perkataan adiknya itu ia tidak menyangka bahwa William akan berbuat hal senekat itu.


" Hahahaha apakah dia tidak memikirkan apa yang akan terjadi apakah ia tidak takut jika keluarga Jean akan memburu dirinya setelah ia melakukan hal ini." Kata Niel dengan tersenyum.


" Kak apakah kakak masih ingin mengetes kemampuan William." Tanya Kevin dengan tersenyum.


" Aku rasa masih aku takut ia tidak seperti yang dulu lagi." Jawab Niel dengan dingin.


" Baiklah kak aku yakin kau pasti bisa menghadapi William." Ucap Kevin dengan tersenyum.

__ADS_1


Setelah mematikan handphonenya Kevin tersenyum sambil bersandar di kursi kerjanya saat sedang asik melihat-lihat pemandangan kota Amber seseorang datang mengejutkannya, seorang wanita cantik dengan rambut panjang dan juga pakaian kerja yang sangat memperihatinkan lekukan tubuhnya wanita ini adalah asisten pribadi Kevin ia bernama Sion Quill.


" Tuan muda sebentar lagi rapat akan dimulai semua orang sudah menunggu anda di ruangan rapat." Ucap Sion dengan hormat.


" Terimakasih Sion mari kita kesana sekarang juga." Ucap Kevin sambil merapikan jasnya.


Keluarga Quill adalah keluarga terkaya keempat di kota Amber mereka adalah keluarga yang sangat dekat dengan keluarga Amstrong, Sion adalah orang yang paling dipercaya Oskar untuk menjadi asisten pribadi milik Kevin Sion adalah teman dekat Mary sedari SD hingga kuliah ayah Sion dulu adalah asisten pribadi Oskar bahkan sampai sekarang , bagi keluarga Quill Oskar adalah orang yang paling banyak membantu mereka dalam membangun bisnis mereka walaupun ayahnya sudah mempunyai perusahaan sendiri ia masih rela menjadi asisten pribadi Oskar.


William yang telah berada di ruangannya membuka dokumen yang telah diberikan oleh Andy setelah ia rasa semuanya bagus ia kembali menghubungi Andy ia juga menghubungi Edy karena Edy adalah direktur keuangan, setelah selesai menghubungi mereka Aurora masuk kedalam ruangan William karena ada sesuatu yang perlu ia sampaikan kepada William.


" CEO aku berencana akan pergi ke Brewer mungkin empat hari lagi aku akan berangkat kesana." Ucap Aurora dengan hormat.


" Bagus aku juga ingin secepatnya kita membuka cabang perusahaan baru di sana karena semakin cepat semakin bagus, aku akan meminta Peter untuk pergi menemani mu kesana atau aku akan meminta salah satu dari empat raja dunia bawah." Jawab William dengan tersenyum.


" Baik CEO terima kasih atas perhatiannya." Ucap Aurora dengan sopan.


" Tidak perlu seperti itu kau adalah asisten pribadi ku aku tidak ingin kau kenapa Napa disana." Ucap William dengan santai.


" Tuan muda saya pamit kembali bekerja." Ucap Aurora dengan hormat.


" Oh baik silahkan." Ucap William dengan tersenyum.


Ketika Aurora ingin meninggalkan ruangan William Andy dan Edy masuk secara bersamaan Aurora pergi meninggalkan mereka bertiga William menyerahkan dokumen itu kepada Andy, Andy mengambil dokumen itu dan langsung memasukkannya kedalam tasnya.


" Edy berapa dana perusahaan saat ini." Tanya William dengan santai.


" Saat ini dana perusahaan sebesar dua triliunan." Jawab Edy dengan tersenyum.


" Aku ingin kau mencairkan dana sebesar lima ratus juta dolar setelah itu kau berikan uang itu kepada Andy." Ucap William dengan tersenyum.


" Baiklah sekarang juga aku akan pergi ke bank untuk mencairkan dana yang kau inginkan." Jawab Edy dengan hormat.


" Andy setelah kau mendapatkan uang dari Edy aku ingin kau langsung membagikan uang itu kepada para pekerja pabrik, aku tidak ingin mereka semua tidak mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan." Ucap William kepada Andy.


"Kau tenang saja bro aku akan membayar upah kerja mereka seperti yang telah kita janjikan kepada mereka." Jawab Andy dengan hormat.


" Baiklah kalian berdua boleh pergi." Ucap William dengan tersenyum.


" Baiklah aku izin pergi dulu ada sesuatu yang perlu aku selesaikan saat ini." Ucap Andy dengan hormat dan langsung pergi meninggalkan ruangan William


Sedangkan Edy ia masih berada di ruangan William ada sesuatu yang perlu ia bicarakan dengan sahabatnya itu.


" Bro ada sesuatu yang perlu aku bicarakan denganmu." Ucap Edy dengan sedikit malu-malu.


" Ada apa kau boleh cerita kepada ku, siapa tahu aku bisa membantumu." Jawab William dengan santai.


" Begini bro aku dan Leny rencananya ingin izin selama satu Minggu kami harus kembali ke Adenville Minggu depan karena kedua orang tua kami ingin membicarakan sesuatu." Ucap Edy dengan sedikit malu-malu.


" Baiklah kalian berdua boleh pergi, kalau boleh tahu apa yang ingin dibicarakan oleh kedua orang tua kalian." Ucap William sekaligus bertanya kepada Edy.


" Ini soal hubungan kami berdua, mereka ingin kami berdua segera melasungkan pernikahan, Karena saat ini Leny sedang mengandung satu bulan anak dariku." Jawab Edy dengan sedikit malu.


" Selamat bro sebentar lagi kau akan menjadi ayah aku senang mendengar tentang ini, kedua orang tua kalian memang benar sudah saatnya kalian berdua menikah kalian sudah lima tahun bertunangan aku rasa ini sudah saatnya untuk kalian berdua menikah." Ucap William sekaligus menasehati sahabatnya itu.


" Terimakasih bro atas ucapannya aku senang bisa mempunyai pasangan seperti Leny." Ucap Edy dengan hormat.

__ADS_1


__ADS_2