TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
KEDATANGAN TOOD JEAN


__ADS_3

William turun dari mobil dan langsung membukakan pintu untuk kakek dan juga kedua orangtuanya semua anggota keluarga Alexander turun dari mobil dan langsung menuju kedalam villa, Julian yang berdiri segera menghampiri mereka dan langsung membungkuk di hadapan Zeus dan juga Wayne.


" selamat datang lord Alexander dan juga tuan besar Alexander." ucap Julian yang masih membungkuk seratus delapan puluh derajat.


"Julian lama tidak berjumpa bagaimana kabarmu disini." ucap Zeus dengan tersenyum.


" aku baik baik saja lord Alexander, tuan muda Alexander menyambut kami dengan baik." jawab Julian dengan tersenyum.


" cucu kesayangan ku memang bisa diandalkan soal beginian." ucap Zeus dengan tertawa


" kakek bisa saja, sudah menjadi kewajiban ku melayani guruku." ucap William dengan tersenyum.


" ayo kita masuk kedalam aku sudah sangat lapar saat ini." ucap Zeus dengan tersenyum.


mereka semua masuk kedalam dan langsung menuju meja makan, sementara di villa milik Stuart Niel sedang duduk didepannya ada dua orang pria Mereka adalah Fraser Horse dan juga putranya Burke Horse, kondisi Burke kali ini sangat memprihatinkan di dahinya terdapat sebuah tulisan yang sangat dalam yaitu aku adalah sampah yang tidak berguna, Niel yang melihat tulisan itu tidak kuasa menahan tawanya begitu juga dengan Stuart dan semua anak buahnya.


" tuan muda Amstrong aku ingin kau membantu kami membunuh Jhon Hart, kali ini ia sudah keterlaluan ia sudah membuat anak kesayangan ku seperti ini aku tidak akan memaafkannya aku akan mengukir tulisan di dahinya setelah itu aku akan membunuhnya." ucap Fraser dengan emosi.


" aku pikir ini adalah perbuatan William, ternyata ini semua ulah orang lain." ucap Niel dengan tersenyum.


" tuan muda Amstrong sebenarnya William yang menyuruh Jhon melakukan itu, jika bukan karena William orang itu tidak akan melakukan perbuatan ini." jawab Burke dengan sedih.


" Stuart bantu mereka suruh beberapa anak buah mu untuk mengikuti mereka." ucap Niel dengan dingin.


" baik tuan muda Amstrong aku akan memerintahkan salah satu dari tiga bersaudara." jawab Stuart dengan tersenyum.


tiga bersaudara adalah tiga orang terkuat milik Stuart salah satu dari mereka menguasai bela diri yang tinggi, ada Muay Thai, karate, dan juga taekwondo, mereka bukan saudara kandung tetapi mereka sudah seperti saudara kandung mereka berasal dari tiga negara yang berbeda, nomor tiga ia berasal dari Thailand, nomor dua ia berasal dari Jepang, dan yang pertama ia berasal dari Korea Selatan.


Niel berdiri dan langsung pergi meninggalkan mereka ia ingin pergi istirahat karena dari tadi pagi ia sibuk berlatih bersama Stuart dan tiga bersaudara, setelah sampai di kamarnya ia langsung tidur nyenyak, sementara William dan keluarganya sedang menikmati makanan buatan ibunya, Freddy berjalan menuju William dan langsung membisikkan sesuatu.


" tuan muda Tood Jean telah sampai di kota berilon." ucap Freddy dengan hormat.


" bagus beri tahu Zayn Malik untuk tidak bertemu dengannya sekarang, dan beri tahu ia kalau saat ini aku sedang sibuk." ucap William dengan tersenyum.


" baik tuan muda akan saya sampaikan." jawab Freddy dengan hormat.


" bagaimana dengan Frank apa ia sudah melakukan tugas yang aku berikan." tanya William dengan penasaran.


" sudah tuan muda Frank Sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik, malam ini ia akan kembali kesini." jawab Freddy dengan hormat.


Frank di beri tiga oleh William untuk pergi ke Paris mendaftarkan Phoenix compration di acara pelelangan Alpha company bulan depan, sebelum Freddy yang harus pergi tetapi karena ia masih dibutuhkan oleh William ia menyerahkan tugas ini kepadanya, Frank adalah anak angkat kepercayaan Freedy ia juga dipercaya Freddy untuk mengelola beberapa restoran milik Freddy, dulunya ia hanyalah anak yatim-piatu di panti asuhan yang sering Freedy berikan sumbangan Freddy melihat Frank sangat berbeda dengan anak lainnya ia sangat pintar dan juga kuat seumuran anak kecil.


Freddy mengangkat Frank menjadi anaknya bukan hanya Frank tetapi tiga anak lainnya juga, Freedy menyekolahkan mereka di luar negeri dan membiayai kehidupan mereka sehari-hari disana, ketika mereka lulus Freedy membelikan mereka masing-masing Sebuah villa mewah dan juga kendaraan pribadi, Frank selalu mendengarkan nasihat Freedy bahkan ia tidak pernah membantah perkataan Freddy.


" baguslah kalau begitu, aku mencoba menghubunginya Beberapa kali tetapi handphone nya mati." ucap William dengan santai.


"tuan muda Frank memang seperti itu jika aku memberikan ia tugas ia akan fokus kepada tugas itu , ia akan mematikan handphone nya agar tidak menggangu konsentrasinya." jawab Freddy dengan tersenyum.


"aku tidak menyangka Frank sampai seroyal itu, Freedy jika nanti ia sudah sampai suruh ia menghadap kepadaku, aku ingin memberinya hadiah atas kerja kerasnya." ucap William dengan kagum kepada Frank.


" baik tuan muda akan saya sampaikan kepadanya." jawab Freddy dengan hormat.


sementara Tood Jean telah sampai di villa mewah milik keluarga Smith ia dijemput oleh Bian Jean menggunakan mobil RollsRoyce Pantom berwarna biru milik keluarga Smith, Bian turun dan membukakan pintu untuk Tood walaupun mereka seumuran tetapi Tood berasal dari keluarga utama sedangkan Bian ia hanyalah anak dari keponakan lord Jean kakek dari Tood.


Tood sangat sombong dan juga sering menghina orang miskin bahkan Damian merasa Tood akan mendapatkan sebuah masalah besar suatu hari nanti, Tood datang bersama asisten pribadi milik ayahnya dan juga seorang wanita kupu kupu malam, Todd turun bersama wanita itu dan langsung masuk ke villa milik keluarga Smith didalam sudah ada Aiden dan juga ayahnya yang menunggunya dari tadi, Tood duduk di sebuah sofa dan perempuan itu duduk di pangkuannya dengan mesra.


" Bian hubungi keluarga Malik aku ingin menyelesaikan urusan ini secepatnya." ucap Tood Jean dengan sombong.

__ADS_1


" baik tuan muda kedua." ucap Bian dengan hormat sambil mengeluarkan handphone nya.


sementara Zayn Malik telah selesai berbicara dengan Freddy belum lama ia meletakkan handphonenya, handphonenya kembali bergetar itu adalah nomor Bian Jean.


" halo ada apa." tanya Zayn Malik dengan dingin.


" tuan muda kedua ingin bertemu sekarang." jawab Bian dengan dingin.


" aku sedang sibuk katakan kepadanya besok kita akan bertemu." ucap Zayn Malik dengan dingin.


Bian segera menyampaikan apa yang di bilang Zayn Malik kepada Tood Jean, Tood yang mendengar itu langsung menjadi kesal dan langsung mengambil handphone milik Bian.


" halo ini aku Tood Jean aku ingin bertemu sekarang." ucap Tood dengan sombong.


"maaf tuan muda kedua aku sedang sibuk saat ini aku sedang di Malik Corporation." jawab Zayn dengan datar.


"sial apa kau ingin menunda waktuku, apa kau tahu aku sedang sibuk." ucap Tood dengan kesal.


" bukan cuma kau yang sibuk aku juga sedang sibuk, jika kau masih memaksa aku akan membatalkan penjualan perusahaan ku kepada mu." ucap Zayn sambil mengancam Tood dengan dingin.


tanpa menunggu jawaban Tood Zayn Malik langsung mematikan handphonenya begitu saja, Tood yang mendengar panggilan terputus langsung menjadi marah.


" sial ia pikir ia siapa Beraninya ia mengancam ku seperti ini." ucap Tood dengan menendang meja dihadapan nya.


meja kaca di hadapannya pecah berhamburan Aiden,Bian dan juga ayahnya langsung terdiam mendengar perkataan Tood, yang mereka takutkan Tood akan melampiaskan amarahnya kepada mereka, sebenarnya Tood hanyalah anak manja yang hanya tahu menghabiskan uang Keluarganya, ayahnya selalu memanjakan nya begitu juga dengan ibunya, Drake sebagai paman tertuanya selalu memarahi Tood dengan keras bahkan ia juga sering menamparnya karena tidak becus dalam mengurus perusahaan keluarga Jean.


" tuan muda kedua saya sudah menyiapkan kamar untuk anda mari ikuti saya menuju kamar anda." ucap Beck Smith dengan tersenyum.


" tidak perlu aku akan menginap di hotel, aku ingin kau mengantarkan aku ke hotel terbaik di kota ini, villa kalian tidak pantas untuk aku tinggali." ucap Tood dengan menatap rendah Beck dan juga Aiden.


" keluarga Alexander bukannya mereka Keluarga terkaya di dunia dan juga negara ini." ucap Tood dengan tersenyum.


" anda benar tuan muda kedua itu adalah hotel yang dikelola oleh salah satu juru bicara terbaik keluarga Alexander." ucap Bian dengan tersenyum.


" siapa orang itu mengapa aku tidak pernah mendengar namanya." tanya Tood Jean dengan sombong.


" namanya adalah Freddy More ia adalah orang paling ditakuti di kota ini, sebaiknya anda tidak mencari masalah dengannya." jawab Bian sambil memperingati Tood Jean.


" hanya seorang juru bicara bagaimana bisa aku harus menghormatinya, bagiku ia hanyalah anjing milik keluarga Alexander." jawab Tood dengan sombong.


Bian tidak bisa lagi berkata kepada Tood karena Tood sangat keras kepala mereka pergi meninggalkan villa Keluarga Smith menuju diamond surface, beberapa saat kemudian mereka sampai di diamond surface Tood turun bersama wanitanya dan juga asisten pribadi milik ayahnya di belakang mereka juga ada pengawal pribadi milik Tood, jika dilihat mereka adalah ahli beladiri milik keluarga Jean, mereka ada dua puluh orang dan semuanya mengenakan setelan berwarna hitam.


aura mereka sangat kuat walaupun tidak sekuat aura milik anak buah William dan juga keluarga lainnya, mereka masuk kedalam dan langsung menuju meja resepsionis Tood maju dan langsung berbicara dengan resepsionis.


" aku ingin memesan. dua kamar terbaik milik kalian." ucap Tood dengan dingin.


" maaf tuan apa anda bisa menunjukkan kartu member milik anda." tanya resepsionis dengan tersenyum.


memang diamond surface hotel hanya memperbolehkan anggota VVIP yang menginap di kamar terbaik milik mereka, kamar terbaik mereka disebut sebagai presidential diamond gold kamar ini sangat mewah dan juga besar biaya untuk menyewa kamar ini sebesar lima ratus juta dolar, kamar ini hanya bisa dipesan oleh pelanggan VVIP yang mempunyai kartu diamond gold kartu member hotel ini.


" aku tidak mempunyai nya, tetapi aku bisa membayarnya sekarang juga." ucap Tood dengan sombong.


" maaf tuan sesuai peraturan hotel, kami tidak mengizinkan orang yang bukan pelanggan VVIP kami menempati kamar itu tanpa mempunyai kartu Askes." ucap resepsionis itu dengan masih sopan.


Tood yang mendengar itu seketika menjadi kesal ia tidak menyangka akan dipersulit hanya untuk memesan hotel di kota kecil ini.


" aku ingin kau menghubungi atasanmu beri tahu kepadanya tuan muda kedua keluarga Jean ingin memesan kamar terbaik kalian." ucap Tood dengan dingin.

__ADS_1


resepsionis yang mendengar Tood menyebutkan keluarga Jean segera menjadi panik, ia langsung mengeluarkan handphone nya dan menghubungi Freddy, saat ini Freedy sedang minum bersama Sebastian dan juga William, ia mengecek handphonenya ternyata itu adalah panggilan dari karyawan nya.


" halo ada apa." tanya Freedy dengan dingin.


" tuan More saat ini di hotel sedang kedatangan seseorang yang mengaku sebagai tuan muda kedua dari keluarga Jean ia meminta kami untuk menyiapkan kamar presidential diamond gold." jawab resepsionis dengan tersenyum.


Freddy yang mendengar itu seketika memberi tahu William tentang ini, ia tidak menyangka Tood Jean akan menginap di diamond surface.


" tuan muda saat ini Tood Jean sedang berada di hotel, ia meminta resepsionis untuk menyiapkan kamar presidential diamond gold." ucap Freddy sambil berbisik kepada William.


William tersenyum dan langsung menyuruh Freddy." beri tahu kepada mereka untuk melayani ia dengan baik, berikan apa yang dia inginkan." ucap William dengan tersenyum.


" baik tuan muda." jawab Freddy dengan hormat.


" berikan mereka kamar terbaik, layani mereka dengan baik tetapi ingat jika sampai ia berbuat macam-macam laporkan kepada ku." ucap Freddy kepada resepsionis.


" baik tuan More akan saya antar mereka ke kamar mereka." jawab resepsionis dengan tersenyum.


resepsionis mengambil telepon yang ada dihadapannya dan langsung menghubungi seseorang setelah selesai, seorang pria berbadan tinggi dan berpakaian rapi datang menghampiri mereka.


" tolong antar tuan ini ke kamar presidential diamond surface delapan dan sembilan." ucap resepsionis dengan tersenyum.


" baik, mari tuan silahkan ikuti saya." ucap pria itu dengan tersenyum.


" tuan muda saya tidak menyangka Tood Jean akan masuk kedalam kandang singa." ucap Freddy dengan hormat.


" kau benar aku juga tidak menyangka soal ini, Freddy aku ingin kau memerintahkan anak buah kepercayaan mu untuk mengawasi setiap gerakan mereka, jika mereka berbuat sesuatu yang tidak pantas aku ingin kau memberi tahu ku." ucap William dengan berwibawa.


Sebastian yang melihat William merasa William akan melampaui kakaknya dalam segi kepemimpinan, bagi Sebastian dan Billy tidak ada yang pantas menggantikan posisi Wayne saat ini sebagai pemimpin keluarga, Wayne bisa membuat beberapa keluarga kaya di luar negeri bisa tunduk dibawah kakinya, Wayne adalah orang yang paling penting di keluarga Alexander saat ini jika ia pensiun banyak keluarga kelas atas yang akan menyerang keluarga Alexander, tetapi Sebastian merasakan William bisa menggantikan ayahnya suatu hari nanti.


" baik tuan muda akan saya hubungi anak buah saya sekarang." ucap Freddy dengan hormat.


saat sedang mengobrol dengan Sebastian dan juga Freddy Wayne, Billy dan juga Lincoln datang bergabung dengan mereka, William langsung mempersilahkan ayahnya duduk setelah Wayne duduk William mengungkapkan rencananya tentang memperluas jaringan Phoenix comporation ke berbagai kota kecil lainnya.


" ayah aku ingin pergi ke kota Brewer untuk membuka cabang Phoenix comporation disana." ucap William dengan tersenyum.


" kota Brewer William kota itu bagaikan kota mati saat ini, kota itu hanya berisikan kumpulan gangster dan juga beberapa bandar narkoba apa kau yakin Ingin membuka cabang di kota seperti itu." tanya Wayne dengan santai.


" aku yakin ayah, aku ingin membuat kota itu menjadi kota pariwisata, aku akan membuka beberapa tempat hiburan di kota itu, dan juga akan membangun beberapa perusahaan disana." jawab William dengan tersenyum.


" tuan Wayne maaf jika aku ikut campur dalam pembicaraan kalian, aku rasa jika tuan muda berhasil membuat kota itu maju akan banyak pengusaha asing yang akan masuk ke pasar bisnis kota itu." ucap Freddy dengan hormat.


" kalau itu keputusan mu ayah akan mendukungnya, kapan kau akan berangkat." tanya Wayne dengan tersenyum.


" entahlah aku juga tidak tahu kapan, mungkin setelah pesta ulang tahun Chelsea." jawab William dengan tersenyum.


" tuan muda kota Brewer Sangat dekat dengan kota berilon, jika anda menggunakan mobil mungkin akan memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam, tetapi jika anda menggunakan helikopter anda akan memakan waktu sekitar satu jam saja." ucap Freddy dengan hormat.


" oh ya apa seperti itu, aku ingin kau menemaniku besok kesana aku ingin mengecek keadaan kota itu." jawab William dengan santai.


" siap tuan muda saya akan menyiapkan helikopter untuk anda." jawab Freddy dengan hormat.


" kau bisa menunggu ku di Phoenix comporation besok pagi kita akan berangkat dari sana." ucap William dengan tersenyum.


" siap tuan muda." ucap Freddy dengan hormat.


setelah membahas tentang rencananya ia minum bersama mereka dengan senang.

__ADS_1


__ADS_2