TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
PENGAKUAN JHONATAN TAYLOR


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul tujuh malam William sedang menyiapkan makan malam untuk keluarganya hari ini ia memasak beberapa makanan kesukaan Chelsea seperti udang goreng tepung, ayam kecap manis, dan juga sayur cap cay, sementara beberapa pria berpakaian kamuflase sedang mengintai apartemen milik Richard bahkan ank buah Richard yang menjaga William secara diam-diam tidak mengetahui keberadaan mereka.


mereka memiliki aura pembunuh yang sangat kuat badan mereka sangat besar dan juga berotot mata mereka tertuju pada apartemen milik Richard mereka memantau menggunakan teropong militer yang dilengkapi dengan fitur yang sangat canggih, William tidak menyadari keberadaan mereka saat ini ia sedang menemani istrinya makan dikamar mereka.


di China Jhonatan sedang makan malam bersama istri dan kelima anaknya tidak seperti biasanya Jhonatan mengumpulkan mereka semua, Zeki sebagai anak tertua ia duduk di sebelah kiri ayahnya sedangkan di sebelah kanan seorang wanita cantik berusia sekitar lima puluh tahun ia adalah Elaine Parker istri dari Jhonatan, keluarga Parker adalah salah satu keluarga terkaya di negara China mereka menempati posisi ke tiga sebagai keluarga terkaya, keluarga ini adalah keluarga yang sangat terpandang kebanyakan dari mereka bekerja di pemerintahan negara China.


Zeki adalah anak tertuanya ia adalah anak yang pintar dan cerdas tetapi sayangnya Zeki mempunyai sebuah sifat yang sangat dibenci oleh ayahnya yaitu sifat sombong, Zeki sangat sombong walaupun sombong tetapi ia adalah anak yang baik ia selalu membantu beberapa orang yang kurang mampu baginya, Zeki memiliki umur tiga puluh tahun ia kakak tiga tahun dari William.


anak kedua Jhonatan adalah perempuan ia bernama Margaretha Taylor ia adalah wanita yang cantik dan juga baik hati ia sangat dekat dengan William, Margaretha mengurus beberapa perusahaan milik keluarga Taylor seperti restoran, real estate, dan juga toko barang antik milik keluarga Taylor, ia juga bekerja di perusahaan utama keluarga Taylor sebagai direktur keuangan.


anak ketiga Jhonatan adalah Ivan Taylor putra kedua Jhonatan Ivan berusia sekitar dua puluh dua atau dua puluh tiga tahun, walaupun ia masih muda ia adalah anak yang sangat berbakat dalam dunia bisnis, ia mengelola beberapa hotel dan juga sebuah anak perusahaan dari Taylor Group.


anak keempat Jhonatan adalah Baron Taylor ia masih sangat muda ia berusia sekitar delapan belas tahun saat ini ia sedang menempuh pendidikan militer negara China, ia sangat mengidolakan kakeknya dan juga Don Lee, ia sama sekali tidak tertarik dengan bisnis keluarga Taylor.


dan anak terakhir dari Jhonatan adalah Josua Taylor ia masih berumur lima belas tahun, ia masih menempuh sekolah menengah pertama, ia adalah anak yang pendiam.


Jhonatan berencana ingin memberi tahu mereka bahwa ia sudah menyerahkan kekuasaan kepada William, Jhonatan meminum seteguk anggur putih dan langsung memulai pembicaraan.


" tujuan aku mengumpulkan kalian semua disini karena ada sesuatu yang perlu ayah katakan kepada kalian semua." ucap Jhonatan dengan serius.


Zeki dan juga Margaretha yang melihat wajah ayahnya seserius ini segera mendengarkan ayahnya dengan serius, Elaine yang penasaran segera bertanya kepada suaminya.


" sayang apa yang ingin kau katakan kepada kami." tanya Elaine dengan penasaran.


" apa kalian ingat saat aku pergi berkunjung ke kota berilon."


Ivan yang sedari tadi diam segera menjawab ayahnya." tentu saja kami ingat ayah, ayah pergi kesana baru satu bulan yang lalu." ucap Ivan dengan serius.


" sebenarnya tujuan ku pergi kesana adalah untuk bertemu dengan sepupu kalian William, bahkan ayah sudah menyerahkan semua aset keluarga Taylor kepadanya mulai sekarang ayah bukan lagi kepala keluarga Taylor." jawab Jhonatan dengan serius.


semua orang yang mendengar pengakuan Jhonatan menjadi kaget dan syok apalagi Elaine Jhonatan pernah bercerita tentang ini kepadanya tetapi sebelum mereka menyerahkan seluruh aset keluarga Taylor William mengalami kecelakaan maut, Zeki yang tidak terima dengan keputusan ayahnya langsung menggebrak meja makan dengan kuat.


" ayah apa ayah sudah gila mengapa ayah menyerahkan semua aset keluarga kepada sepupu William, apa ayah ingin melihat kita hidup miskin di jalanan." ucap Zeki dengan marah.


Jhonatan yang mendengar ucapan anaknya seketika menjadi marah ia langsung berdiri dan menampar Zeki.


" dasar anak bodoh kau pikir kau yang menentukan siapa yang berhak memiliki aset keluarga Taylor." ucap Jhonatan dengan marah.


Zeki yang mendengar perkataan ayahnya seketika terdiam wajar jika ia melakukan ini, ia tidak tahu kalau ayahnya hanyalah keponakan dari Hermes Taylor ia tahu jika ayahnya adalah anak kandung dari Hermes Taylor, Jhonatan berdiri dan menceritakan tentang silsilah keluarga Taylor.


" kalian semua dengar sudah saatnya kalian tahu semua ini ayah dan ibu sudah lama ingin menceritakan ini kepada kalian, ayah dan juga bibi Elizabeth kalian bukanlah saudara kandung ayah hanyalah anak dari adik kakek William, kakek kalian meninggalkan ayah ketika usia ayah masih lima tahun bahkan nenek kalian juga meninggalkan ayah ketika tiga bulan kepergian kakek kalian, kakek William yang saat itu belum mendapatkan anak mengangkat ayah menjadi anaknya tiga tahun kemudian bibi Elizabeth lahir karena bibi Elizabeth, tetapi ibu dari bibi Elizabeth terkena sebuah penyakit dimana ia tidak akan pernah bisa hamil lagi, kakek Hermes mengangkat satu orang anak lagi yaitu paman Adrian, ketika usia ayah lima belas tahun ibu bibi Elizabeth meninggal dunia ketika beberapa tahun ketika usia bibi Elizabeth sembilan belas tahun ia dijodohkan dengan paman Wayne karena kakek Hermes dan juga ayah pernah berutang nyawa kepada paman Wayne, ketika mereka menikah bibi Elizabeth pergi tinggal bersama paman Wayne di negara Nordik ia mempercayai ayah sebagai orang yang menjaga kakek Hermes, ketika bibi Elizabeth mengandung William enam bulan kakek Hermes meninggal dunia ia berpesan kepada ayah untuk menjaga aset keluarga Taylor untuk cucu satu satunya yaitu William, ia berpesan ketika William sudah mencapai dua puluh lima tahun ayah harus menyerahkan aset keluarga kepadanya." ucap Jhonatan sambil mengingat masa lalu.


" kalian tenang saja William sudah berjanji kepada ayah ia tidak akan menendang kalian dari perusahaan , bahkan ia juga tidak akan mengusir kalian semua dari keluarga Taylor ketika ayah sudah tidak ada, Zeki ayah ingin kau berjanji kau harus menjaga ibu dan juga Adik adikmu ketika ayah sudah tidak ada ayah juga ingin kau menghormati William seperti kau menghormati ayah." ucap Jhonatan dengan serius.

__ADS_1


" ayah tenang saja itu sudah kewajiban ku menjadi anak pertama darimu, aku juga akan menghormati William seperti aku menghormati ayah." ucap Zeki dengan hormat.


Jhonatan memandang Zeki dengan bangga ia yakin Zeki akan menjadi orang yang berguna untuk William, Ivan yang sedari tadi mendengar perkataan ayahnya merasa ada yang aneh dengan perkataan ayahnya tetapi ia tidak berani bertanya kepada ayahnya, Jhonatan kembali berkata kepada mereka.


" ayah ingin kalian merahasiakan ini dari orang lain termasuk paman Adrian." ucap Jhonatan dengan serius.


Ivan yang tidak bisa menahan diri lagi langsung bertanya kepada ayahnya." ayah memangnya kenapa paman Adrian tidak boleh mengetahui hal ini." tanya Ivan dengan serius.


" kau tidak perlu tahu, yang penting kalian harus merahasiakan ini darinya." ucap Jhonatan setelah itu ia pergi meninggalkan mereka.


Jhonatan menuju ruangan pribadinya ia mencoba menghubungi William ia ingin William memberi tahu William bahwa ia sudah memberi tahu semua sepupunya, William yang tengah berbicara dengan istrinya segera mengambil handphonenya ia melihat nama Jhonatan yang tertera di handphone nya, ia izin kepada Chelsea untuk mengangkat telepon.


" halo paman bagaimana kabar paman apa paman baik-baik saja." tanya William dengan tersenyum.


" aku baik baik saja nak, kau bagaimana." jawab Jhonatan sambil bertanya balik kepada William.


" aku baik baik saja." jawab William dengan santai.


" William paman sudah memberitahu semua sepupu mu, apa kau tidak keberatan dengan keputusan paman." ucap Jhonatan sambil bertanya kepada William.


" aku tidak keberatan paman, paman sebaiknya paman memperketat keamanan paman dan juga keluarga paman aku takutkan terjadi sesuatu kepada paman atau yang lainnya." ucap William dengan santai.


" paman juga berencana begitu, paman akan meminta Don Lee untuk menambah bodyguard di sekitar paman dan juga sekitar rumah." jawab Jhonatan dengan serius.


" itu perlu paman tidak boleh lengah sedikit pun aku yakin saat ini mereka menunggu pengawasan paman melemah." ucap William dengan sedikit khawatir.


" itu pasti aku juga akan mengajak istriku untuk bertemu paman dan yang lainnya." ucap William dengan tersenyum.


setelah berbicara cukup lama William kembali kepada istrinya ia mendapati Chelsea sedang sibuk dengan handphonenya, saat ini Chelsea sedang berbicara melalui aplikasi WeChat dengan beberapa sahabat baiknya, mereka berencana akan membuatkan pesta kecil untuk ulang tahun Chelsea, William melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam William berbaring di sebelah istrinya Chelsea yang telah selesai dengan handphonenya meletakkan handphonenya di meja di sebelah tempat tidur, William yang menutup matanya bertanya kepada istrinya.


"kalian membicarakan apa tadi di WeChat." tanya William dengan santai.


" tidak ada mereka hanya ingin mengadakan pesta kecil-kecilan untuk acara ulang tahunku nanti." ucap Chelsea dengan sedikit sedih, sebenarnya ia berharap William juga membuatkannya pesta ulang tahun untuknya tetapi ia tidak tahu kalau suaminya itu akan membuatkannya pesta ulang tahun paling meriah dan megah sedunia.


" sebaiknya kau istirahat aku izin merokok sebentar." ucap William sambil berjalan meninggalkan Chelsea.


William berjalan menuju balkon ruang keluarga ia mulai membakar sebatang rokoknya dan mulai menghisapnya perlahan, saat sedang menikmati rokoknya handphone miliknya berdering itu adalah panggilan dari Freddy.


" halo tuan muda apa tuan muda punya waktu sebentar." tanya Freddy dengan hormat kepada tuannya.


" kebetulan sekali aku sedang di balkon, ada apa." tanya William dengan santai.


" tuan muda data tentang keluarga Wilson sudah aku dapatkan apa perlu aku mengirimkannya kepada anda sekarang juga." jawab Freedy dengan hormat.

__ADS_1


"tidak perlu, dimana kau biar aku yang kesana menemui mu ada sesuatu yang perlu aku bicarakan dengan mu." jawab William sambil bertanya kepada Freedy.


" saat ini saya sedang berada di villa milik saya." jawab Freddy dengan hormat.


" kirim alamat villa mu aku akan kesana." ucap William dengan wibawanya.


William mematikan handphonenya dan masuk kedalam kamar ia mendapati Chelsea sudah tertidur pulas, William mengganti pakaiannya ia memakai kaos polos berwarna hitam dan juga sebuah jaket bomber berwarna putih, William keluar dari apartemen dan langsung pergi menggunakan mobilnya baru beberapa menit meninggalkan apartemen Freedy mengirimkan alamat villa miliknya, William melihat alamat ternyata villa Freedy terletak di pinggir kota didekat danau kota berilon disana ada juga sebuah waduk besar.


walaupun Freddy hanyalah sebuah juru bicara keluarga Alexander tetapi ia adalah tuju dari orang kepercayaan keluarga Alexander, Freddy menempati posisi ketiga gaji William pertahun sebanyak sepuluh miliar dolar bahkan itu belum bonus perbulan, tetapi sekarang Freddy hanya memiliki satu tuan yaitu William.


beberapa saat kemudian William sampai di sebuah villa mewah bergaya klasik villa ini sangat besar dan juga dijaga ketat oleh beberapa orang, jika diperhatikan mereka bukan orang biasa mereka adalah beberapa orang kepercayaan Freedy mereka sangat ahli dalam bertarung, William turun dari mobil dan langsung masuk kedalam ketika William hampir mencapai pintu masuk seorang pria yang berjaga menghentikan langkah William.


" maaf tuan apa tuan sudah buat janji." tanya pria itu dengan dingin.


" aku sudah buat janji." ucap William dengan tersenyum.


" kalau begitu boleh kami tahu siapa nama tuan." tanya salah satu pria yang menghampiri William.


" namaku adalah William Alexander." ucap William dengan santai.


seketika semua penjaga terkejut mendengar perkataan William beberapa saat yang lalu Freedy memberi tahu mereka bahwa tuan muda Alexander akan datang kemari, jadi mereka harus menyambut William dengan baik salah satu penjaga segera menghubungi Freddy.


" halo tuan More tuan muda Alexander telah sampai." ucap penjaga dengan hormat.


" baiklah aku akan kedepan sekarang juga." jawab Freddy dengan dingin.


beberapa saat kemudian Freddy datang bersama beberapa pengawal lainnya ia langsung membungkuk di hadapan William dan langsung mempersilahkan William masuk deluan, Freedy dan beberapa pengawal berjalan di belakang William ketika sampai didalam ada tiga orang anak muda yang menunggu mereka, Freddy segera menyuruh pengawal pergi meninggalkan mereka.


" tuan muda silahkan duduk." ucap Freedy dengan hormat..


" kau tidak perlu seperti ini Freddy." ucap William dengan santai.


" bagaimana bisa tuan anda adalah tuan saya tidak pantas bagi saya untuk memperlakukan Anda seperti orang lain." jawab Freddy dengan tersenyum.


" dimana datanya aku ingin melihatnya sekarang juga." ucap William dengan santai.


Freddy mengambil map biru dari meja dan menyerahkan nya kepada William, William yang tidak sabar lagi langsung membuka map itu dan langsung membacanya, William hanya menganggukkan kepalanya sambil membaca dokumen itu, data itu hanya menjelaskan tentang keluarga Wilson disana tidak menjelaskan data tentang keluarga ayah kandung Jacob dan juga nama keluarga dari ibu kandung Jacob, setelah selesai membaca dokumen William memasukkannya kembali kedalam map biru itu dan langsung memberikan perintah kepada Freddy.


" Freddy lusa ayahku dan juga semua keluarga ayahku akan datang aku ingin kau menyiapkan sepuluh mobil RollsRoyce Pantom untuk menjemput." perintah William dengan wibawanya.


" baik tuan akan aku siapkan dari sekarang juga, tuan muda bagaimana dengan pengawalannya." jawab Freddy sekaligus bertanya kepada William.


" aku ingin kau menghubungi Jhon suruh ia untuk membawa Bellamy dan juga Pablo, bawa beberapa anak buah terbaik mereka ke bandara jam sembilan pagi." jawab William dengan santai.

__ADS_1


" baik tuan akan saya laksanakan." ucap Freddy dengan hormat.


William merasa ini sudah cukup lagipula saat ini jam menunjukkan pukul setengah dua belas malam, William pamit kepada Freedy dan juga ketiga anak muda dibelakangnya.


__ADS_2