TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
KEMBALINYA ETHAN HUNT.


__ADS_3

William masuk kedalam villa ia pergi menuju ruang keluarga disana sudah ada Olivia, Clara dan juga ibunya yang sedang mengobrol, William berjalan melewati mereka ia Langsung pergi menuju kamarnya sesampainya di kamarnya ia langsung melepaskan pakaiannya dan lebih pergi menuju kamar mandi, William membasahi tubuhnya dengan air hangat, setelah selesai mandi ia langsung memakai kembali pakaiannya dan langsung pergi menuju ruang makan karena ia dan keluarganya berencana makan malam bersama.


disana sudah ada Andy Murray, Edy norton, Derby Romero, dan juga Leny Lyndon mereka berempat sudah akrab dengan ibu William karena dulu setiap pulang kampus William selalu mengajak mereka nongkrong di rumahnya, William duduk di sebelah kakaknya dan langsung makan bersama mereka, selesai makan William menghubungi Freddy.


" halo Freddy apa kau tahu tentang mermaid resto." tanya William dengan santai.


" tentu saja tuan muda itu adalah restoran milik keluarga Yun, restoran itu dikelola oleh putri Stephen Yun, memangnya ada apa tuan apa tuan dan sekeluarga ingin kesana." tanya Freddy dengan hormat.


"bukan aku Tetapi istriku saat ini ia dan teman kampusnya akan makan malam bersama disana." jawab William dengan tersenyum.


" apa perlu aku menghubungi Stephen agar ia menyiapkan ruangan untuk istri tuan muda." tanya Freddy dengan hormat.


" tidak perlu lagi pula aku tidak mengenali mereka semua." jawab William dengan tersenyum.


" baiklah tuan muda." jawab Freddy dengan hormat.


setelah selesai menghubungi Freddy handphone William kembali berbunyi itu adalah panggilan dari istrinya, William melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam William segera mengangkat teleponnya.


" halo sayang saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju mermaid resto." ucap Chelsea dengan lembut.


" baiklah jam berapa kau akan pulang aku akan menjemputmu disana." tanya William dengan tersenyum.


" aku juga tidak tahu aku rasa sekitar jam sepuluh malam." jawab Chelsea dengan tersenyum.


" baiklah sampai ketemu disana." jawab William dengan santai.


setelah selesai menerima panggilan dari Chelsea William menuangkan sampanye kedalam gelasnya ia mulai meminum sedikit demi sedikit minumannya, saat sedang asik memainkan gelas minumannya Elizabeth bertanya kepada William.


" nak apa kau tidak ingin tinggal di Adenville saat ini ayahmu sangat ingin kau melanjutkan kepemimpinan keluarga Alexander." tanya Elizabeth dengan tersenyum.


" sebenarnya aku ingin tinggal disana tetapi aku belum bisa memberi tahu istriku tentang identitas asliku, aku ingin menangkap pelaku sabotase rem mobilku tiga tahun yang lalu." jawab William dengan santai.


" baiklah jika itu keinginan mu, ayahmu akan kesini mungkin ia akan datang beberapa hari lagi." ucap Elizabeth dengan tersenyum.


" ada sesuatu yang perlu aku bicarakan dengan ayah juga tetapi aku tidak bisa mengatakannya lewat telepon mungkin ketika ia datang aku akan bertanya kepadanya." ucap William dengan tersenyum.


William menghabiskan minuman yang ada di gelasnya dan langsung pergi menuju ruangan kerjanya, William duduk di kursi kerjanya dan mulai menyalakan komputernya William melihat beberapa berita terkini William membaca berita tentang Alpha company.


" bukannya perusahaan ini perusahaan terbesar di Paris mengapa mereka menjual perusahaan ini." ucap William dalam hati.


William mengeluarkan handphone nya dan langsung menghubungi Aurora.


" halo aku ingin kau mendaftarkan perusahaan kita untuk acara pelelangan Alpha company."


" baik CEO aku akan mengurusnya."


" cari tahu siapa saja yang mengikuti pelelangan itu, terutama bagi yang berasal dari negara Nordik."


" baik CEO aku akan mencari tahunya."


William menutup panggilannya dan langsung kembali membaca berita terbaru hari ini, sementara di villa mewah milik keluarga Alexander Wayne Alexander baru pulang dari kantor ia baru turun dari mobil bantley Mulsanne, ketika ingin memasuki villa beberapa mobil tentara negara Nordik memasuki kawasan villa miliknya mobil tentara ini mengawal Sebuah mobil RollsRoyce Pantom berwarna putih dengan plat 001.


semua tentara ini bukan tentara biasa mereka adalah pasukan khusus negara Nordik yang baru pulang dari perang dengan beberapa negara lain yang ingin menyerang negara Nordik, nama pasukan mereka adalah tim alpha sebuah kelompok tentara yang digunakan untuk berperang, pengawalan petinggi negara, dan penjaga perbatasan antara negara, seorang pria bertubuh tinggi dan berbadan besar keluar dari mobil Mercedes Benz G Class berwarna hijau tua seketika semua tentara memberikan hormat kepada pria.


pria ini adalah adik ipar dari Wayne Alexander ia adalah suami dari Sofia Alexander, ia bernama Ethan hunt seorang jenderal angkatan darat.


" kailan boleh kembali bertugas." ucap Ethan hunt dengan dingin.


" siap laksanakan." ucap mereka secara serentak.

__ADS_1


setelah memberikan perintah kepada pasukannya semua pasukan pergi meninggalkan villa Keluarga Alexander, Ethan berjalan menuju Wayne dan segera memberi hormat kepada kakak iparnya.


" selamat malam kak Wayne maaf kedatangan pasukan ku mengganggu anda." ucap Ethan hunt dengan tersenyum.


" tidak apa apa wajar jika mereka mengawal mu kemari ayo kita masuk, sudah lama kau tidak pulang kerumah." ucap Wayne dengan tersenyum.


Ethan hunt memang sudah pergi berperang selama dua tahun jadi ia tidak ada ketika William pulang ke villa keluarga Alexander, mereka berdua telah sampai di ruang keluarga seketika Sofia datang menyambut kepulangan suaminya.


" sayang apa kau baik-baik saja." tanya Sofia dengan khawatir.


" aku Baik baik saja, apa kau masak hari ini aku rindu dengan masakan mu." ucap Ethan hunt dengan tersenyum.


" tentu saja aku masak, hari ini aku masak makanan kesukaanmu." jawab Sofia sambil membawa beberapa tas milik suaminya.


sedangkan Chelsea ia baru sampai di Mermaid resto ia segera turun dari taksi dan berjalan menuju depan restoran di depan restoran sudah ada seorang wanita cantik bertubuh tinggi dan menggunakan pakaian yang sangat ketat setiap pria yang melihatnya pasti akan melihatnya bagaikan seorang model, ia adalah Ivory salah satu sahabat baik Chelsea Chelsea yang melihatnya segera memanggilnya.


" hey Ivory lama tidak berjumpa, kau semakin cantik saja bahkan sampai sampai aku tidak mengenali mu." ucap Chelsea dengan senang.


" Chelsea lama juga tidak berjumpa bagaimana kabarmu dan juga suamimu." tanya Ivory dengan senang.


" kami baik baik saja, kau bagaimana apa kau baik." jawab Chelsea sambil bertanya kembali kepada Ivory.


" aku juga baik, ayo kita masuk kayaknya semua orang sudah ada didalam." jawab ivory sambil mengajak Chelsea masuk kedalam.


Ivory adalah salah satu sahabat Chelsea yang dikenal oleh William bahkan ia dan William juga sudah menjadi sahabat baik, dulu ivory adalah gadis yang tomboi bahkan ia tidak takut kepada pria mana saja yang ada di kampus mereka, Ivory pernah menghajar salah satu senior kampus yang mencoba mengganggu salah satu temannya.


mereka berdua berjalan masuk kedalam sesampainya didalam mereka bertanya kepada resepsionis dimana ruangan yang telah dipesan oleh Linn karter salah satu teman mereka, seketika resepsionis membawa mereka kesebuah ruangan didepan pintu ruangan tertulis ruangan silver.


ruangan silver adalah ruangan tingkat kedua ruangan ini berada di atas ruangan perunggu ruangan ini bisa menampung dua puluh sampai lima puluh orang, untuk memesan ruangan ini harus membayar lima puluh ribu dolar sampai seratus ribu dolar.


mereka sampai didalam ruangan disana sudah sangat ramai ketika semua orang sedang berpesta seorang pria tiba tiba terkejut dan langsung berkata.


" kau benar itu adalah Chelsea bukan hanya tercantik di kelas tetapi ia juga wanita tercantik di kampus kita." ucap salah satu pria yang ada disebelah pria yang tadi bertanya.


" eh tetapi tunggu siapa wanita cantik yang ada disebelah nya nampaknya aku pernah mengenalnya di kampus tetapi siapa yah." tanya pria itu dengan penasaran.


saat semua pria sedang membahas kedatangan Chelsea seorang wanita bertubuh tinggi dan juga berwajah cantik datang menghampiri Chelsea dan juga Ivory, walaupun wajahnya cantik tetapi bagi para pria kaya itu hanya karya buatan manusia atau lebih tepatnya wajahnya sudah banyak kali melakukan operasi plastik, bukan hanya wajah tetapi juga hidung, bibir, dan juga mata.


wanita itu adalah Linn karter dulunya ia adalah wanita yang tidak terlalu terkenal di kampusnya tetapi ia sangat sombong dan juga angkuh, ia sangat iri kepada Chelsea karena Chelsea disukai banyak pria dari pria biasa sampai pria kaya raya, Linn sebenarnya memiliki wajah yang lumayan cantik setelah menyelesaikan kuliahnya ia memutuskan untuk pergi ke kota Monarki kota terbesar ketiga di negara Nordik.


disana ia menjadi wanita penghibur bahkan ia sempat menjadi simpanan seorang pria kaya di kota Monarki tetapi sayang pria tersebut meninggal karena jantung, setelah pria itu meninggal ia bertemu dengan suaminya yang sekarang, suami nya yang sekarang cukup kaya ia bekerja di salah satu perusahaan besar di kota Monarki, beberapa bulan yang lalu suaminya dipercaya memegang salah satu cabang perusahaan yang ada di sini, Karena itu ia kembali dan mengadakan pesta makan malam bersama Teman sekelasnya ketika kuliah dulu.


" lama tidak berjumpa Chelsea bagaimana kabarmu sekarang." tanya Linn dengan tersenyum jahat.


" aku baik baik saja Linn bagaimana kabarmu." jawab Chelsea sekalian bertanya.


" aku baik, mari kita bergabung dengan teman teman yang lainnya." jawab Linn sambung mengajak Chelsea bergabung bersama teman yang lainnya.


Linn yang tidak mengenali Ivory segera memperhatikan ivory dengan tajam, ia melihat ivory dari ujung rambut hingga ujung kaki.


" maaf sepertinya aku mengenalmu tetapi aku lupa siapa kau." tanya Linn dengan tersenyum.


" aku ivory teman sebangku Chelsea ketika dikelas." jawab ivory dengan tersenyum.


" jadi kau Ivory si tomboi pantas saja aku tidak mengenali mu, kau sudah berubah sekarang mari kita pergi bergabung dengan yang lainnya." ucap Linn dengan sedikit keras hingga semua orang mendengar nya.


semua pria yang mendengarnya seketika terkejut cewek yang paling kuat dikelas mereka seketika berubah menjadi cewek cantik seperti bidadari.


William telah selesai dengan komputer nya ia melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam William memutuskan untuk pergi ke Mermaid resto menemui istrinya, William keluar dari kamar dan langsung pergi menuju mobilnya di ruang keluarga ia mendapati Olivia dan Clara yang sedang menonton film di TV lcd ukuran besar.

__ADS_1


" kak sampaikan ke ibu aku pulang dulu." ucap William dengan santai.


" baiklah hati hati dijalan jangan terlalu laju membawa mobil." tegur Olivia dengan tegas.


" baik aku pergi dulu." ucap William sambil berjalan pergi meninggalkan mereka.


William pergi meninggalkan villa William juga tidak lupa memberikan perintah kepada semua penjaga untuk selalu berjaga dia puluh empat jam jika terjadi sesuatu yang mencurigakan laporkan kepadanya.


sementara di villa milik keluarga Alexander Wayne sedang berbincang dengan adik iparnya yaitu Ethan hunt, sambil meminum wine Screaming Eagle Cabernet Sauvignon 1992, wine ini dijual dengan seharga lima ratus ribu dolar perbotol wine ini memang rasa yang sangat menyegarkan dengan aroma blackcurrant yang sangat sensual dan eksotis ditambah aroma pohon oak, proposinya sangat pas dan kemurniannya sangat terjaga.


" jadi bagaimana apa kalian berhasil mendapatkan kembali wilayah negara kita yang telah diambil alih oleh Amerika, Korea Utara, dan juga Israel." tanya Wayne sambil memainkan gelas Wine di tangannya.


" kami berhasil kak bukan hanya itu kami juga berhasil melepaskan beberapa sandera yang digunakan sebagai budak ****, pekerja paksa, dan anak yang ditahan oleh mereka." jawab Ethan hunt dengan tersenyum.


" baguslah, apa kau sedang sibuk Minggu depan." tanya Wayne dengan tersenyum.


" saat ini aku sedang tidak sibuk aku memberikan libur kepada para pasukan ku selama satu bulan penuh." ucap Ethan hunt dengan tersenyum.


" baguslah kami sekeluarga akan berangkat ke berilon mungkin tiga hari lagi kita akan berangkat aku ingin kau juga pergi dengan kami." ucap Wayne dengan tersenyum.


" memangnya ada apa disana kak mengapa kalian semua ingin kesana." tanya Ethan hunt dengan penasaran.


" sudah kau ikut saja kau akan tahu ketika sampai di sana." jawab Wayne sambil berdiri.


" baiklah kak aku akan ikut." jawab Ethan hunt dengan tersenyum.


Wane menghabiskan Wine nya dan langsung pergi meninggalkan Ethan ia merasa lelah karena banyak pekerjaan yang ia selesaikan di kantor walaupun ia mempunyai Sebastian sebagai orang kepercayaannya tetapi ia tidak ingin membuat adiknya mengerjakan semua pekerjaannya.


William telah sampai di Mermaid resto ia mengeluarkan handphone nya langsung menghubungi Chelsea, tetapi Chelsea tidak mengangkat telepon nya, William terpaksa hanya masuk kedalam menemui istrinya, didalam Chelsea sedang berbicara dengan teman teman nya.


" Chelsea aku dengar kau sudah menikah apa pekerjaan suamimu." tanya Linn dengan tersenyum.


" suamiku bekerja di perusahaan milik temannya." jawab Chelsea dengan tersenyum.


seketika seorang pria bertubuh gemuk dan berkepala plontos muncul ia adalah suami Linn karter Arlo Ball ia berbeda Lima tahun dari Linn karter.


" halo sayang maaf aku terlambat tadi aku harus pergi ke Phoenix comporation untuk membahagiakan kerjasama dengan mereka." ucap Arlo dengan bangga.


" sayang kau memang hebat." ucap Linn karter dengan sengaja menyudutkan Chelsea.


" Linn apa perusahaannya Phoenix comporation yang dimaksud suamimu adalah perusahaan terbesar di kota berilon." tanya salah satu wanita yang ada disana.


" tentu saja suamiku juga mengenal tuan muda Alexander dengan baik." ucap Linn dengan tersenyum.


" astaga Linn suamimu sangat hebat, Chelsea perusahaan apa suamimu bekerja jangan jangan itu adalah perusahaan kecil yang tidak masuk dalam kategori." ucap perempuan itu sekalian bertanya kepada Chelsea.


Arlo memandang Chelsea dengan ***** baru kali ini ia melihat wanita secantik Chelsea jika ia bisa meniduri Chelsea ia akan menjadi pria paling beruntung di dunia.


" maaf nyonya apa aku boleh tau siapa namamu." tanya Arlo berlaga sopan.


" sayang ia adalah temanku yang aku ceritakan kepada mu, Chelsea aku dengar kau ditendang oleh keluarga Wilson aku dengar kau tidak memiliki pekerjaan sekarang." tanya Linn menyudutkan Chelsea.


" apa itu benar sayang wanita cantik seperti nyonya tidak memiliki pekerjaan, saat ini di perusahaan ku sedang mencari manejer jika nyonya mau Anda bisa datang ke perusahaan ku besok." ucap Arlo dengan tersenyum.


" Chelsea sebaiknya kau terima tawaran suamiku, jika kau mau aku bisa menyuruh suamiku untuk menerimamu bekerja." ucap Linn karter dengan sombong.


" hey Chelsea kau seharusnya beruntung bertemu dengan tuan Ball bukannya dulu kau hanya bekerja sebagai OB di perusahaannya milik kakek mu." ucap salah satu wanita dengan mengejek.


ivory yang mendengar itu seketika ingin berdiri dan menegur mereka tetapi belum sempat ia berdiri sebuah suara yang sangat dingin mengagetkan mereka semua, Chelsea mengenal suara itu suara yang sangat ia kenal dan sebuah suara yang bisa menenangkan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2