TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
RENCANA JAHAT DERRYL WILSON


__ADS_3

seketika Jacob, Chelsea dan juga Erina merasa ini seperti mimpi, William berhasil membuat kakek wilson masuk kedalam permainan nya.


" tuan Kurt apa tuan bisa membuat surat penyerahan lima puluh persen saham keluarga Wilson sekarang juga." tanya William dengan tersenyum.


" aku bisa membuat nya tetapi ini membutuhkan waktu sekitar tiga hari, apa tuan William mau menunggu nya." ucap Kurt dengan tegas.


" baiklah aku ingin kau membuat nya, karena surat penyerahan belum jadi maka derryl akan menjadi anjing ku selama tiga hari kedepan." ucap William dengan tersenyum.


" William kakekku sudah mau menyerahkan lima puluh persen saham perusahaan kepada mu, mengapa kau masih menjadi kan ku anjing mu." ucap derryl dengan marah.


". kau pikir aku bodoh seperti mu, jika aku melepaskan mu, kau bisa pergi setelah ini dan setelah itu kakek tidak akan menandatangani surat perjanjian." ucap William dengan santai.


" tapi William." ucap derryl langsung dipotong William.


" jika kau masih banyak bicara, aku akan menitipkan mu kepada Richard agar kau menjadi anjing yang penurut." ucap William sambil menatap dingin kepada derryl.


derryl Hanya bisa diam mendengar peringatan William, setelah itu William menyerahkan kedua orang itu kepada, Richard Marx.


" Richard bawa mereka berdua aku ingin mereka berdua pergi menjadi penambang pasir liar, jika mereka kabur bunuh mereka berdua dan seluruh keluarga mereka." ucap William berbisik kepada Richard.


Richard hanya mengangguk sambil memerintahkan anak buahnya untuk membawa mereka berdua, setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah William, Freddy dan Kurt juga pergi meninggalkan rumah William, saat ini tinggal keluarga Wilson.


" kalian boleh pulang, tetapi untuk derryl dia akan berjaga di depan rumah ku." ucap William dengan tersenyum.


setelah itu semua orang pergi meninggalkan rumah William, Hendrik hanya bisa menatap William dengan kesal, sementara Derryl ia berjaga di depan rumah William seperti seekor anjing, Jacob, Chelsea, dan juga Erina Hanya bisa diam melihat kejadian ini, Chelsea langsung menarik tangan William untuk pergi menuju ruang keluarga Jacob dan Erina hanya bisa mengikuti mereka dari belakang.


" sayang apa semua ini tidak keterlaluan, derryl adalah sepupu ku mana mungkin aku membiarkan dia seperti ini." ucap Chelsea dengan sedikit khawatir.


"menurut ku dia pantas mendapatkan ini, berani nya dia menipu ayah." ucap William dengan dingin.


" sayang kita tidak boleh seperti ini, biarpun bagaimana ia masih sedarah dengan ku, jadi aku mohon biarkan dia pergi." ucap Chelsea dengan memohon.


" baiklah tapi aku masih harus memberi nya pelajaran agar dia tidak berani menggangu kita


lagi." ucap William dengan tersenyum.


setelah itu William langsung pergi menuju derryl, ia melihat derryl sedang menunggu mereka, ia langsung menyuruh nya untuk membersihkan rumah mereka, bukan hanya itu William juga menyuruh nya untuk membersihkan toilet rumah mereka.


" derryl tolong bersihkan rumah kami, aku belum sempat membersihkan rumah sejak tadi pagi, aku juga kau membersihkan WC rumah kami hingga bersih." ucap William dengan santai.


" William apa kau bisa memberikan aku makan, sejak tadi pagi aku belum makan." ucap derryl sambil memohon.


" kau kerja dulu setelah itu kau makan." jawab William dengan santai.


" William aku mohon tadi pagi aku hanya makan sepotong roti." ucap derryl dengan sedikit memeras.


" jika kau tidak melakukannya sekarang aku akan memanggil Richard untuk melatih mu." ucap William dengan dingin.


derryl yang mendengar ancaman William hanya bisa melakukan semua itu, dalam hatinya ia ingin sekali mencekik leher William hingga mati, tetapi saat ini ia tidak berani melakukan itu, setelah beberapa jam melakukan perjalanan rumah ia pun menemui William .


" William aku sudah melakukan apa yang kau inginkan, apa aku bisa makan sekarang." ucap derryl dengan tersenyum.


" kau cuci dulu piring piring ini , setelah itu kau bisa makan." ucap William dengan acuh.


derryl yang mendengar itu langsung mengerjakan perintah William saat ini ia sudah sangat lapar, dari pagi hingga malam ia belum ada makan , ia hanya memakan sepotong roti buatan ibunya, setelah selesai dengan mencuci piring William langsung membawakan sepiring nasi dengan lauk pauk.

__ADS_1


" nih makan aku tidak ingin kau mati bodoh dirumah ku, jika bukan karena istriku aku sudah menyiksa mu hingga mati." ucap William dengan dingin.


setelah itu derryl menyantap makanan itu dengan lahap, William yang melihat itu hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku derryl, setelah selesai makan derryl pun pergi ke depan rumah untuk berjaga, William yang melihat itu langsung mengikuti Nya.


" kau boleh pulang, tetapi ingat jika sampai kau macam macam dengan keluarga ku aku pasti kan kau tidak bisa melihat hari esok." ucap William dengan tersenyum.


"terimakasih William aku janji tidak akan menggangu kalian lagi." ucap derryl dengan senang, setelah itu ia pergi, meninggalkan rumah William dengan mobilnya.


William yang melihat kepergian derryl dari depan pintu tiba-tiba terkejut dengan suara telepon nya, ini adalah panggilan dari Freedy, William memperhatikan sekeliling nya agar tidak ada yang mendengar omongan nya.


" halo tuan muda, apa tuan muda sedang sibuk." tanya Freddy dengan sopan.


" tidak memangnya ada apa Paman." ucap William dengan tersenyum.


" jika tuan muda punya waktu aku ingin bertemu tuan muda." jawab Freddy dengan tersenyum.


" baiklah dimana kau, aku akan segera kesana." jawab William dengan santai.


" saat ini saya sedang berada di hotel." jawab Freddy dengan hormat.


" tunggu aku disana." jawab William sambil mematikan handphone nya.


setelah itu William langsung pergi mengambil kunci mobil di kamar ia juga pamit kepada Chelsea, setelah itu ia pergi menuju hotel, setelah. beberapa saat William sampai di depan hotel ia langsung turun dan memberikan kunci mobil kepada petugas valet, William kan pergi menuju lift pribadi milik Freddy lift ini langsung terhubung dengan ruangan Freddy, ketika William datang Freddy, Kurt dan juga Frank langsung berdiri dan membungkuk kepada William.


" selamat datang tuan muda." ucap mereka secara bersamaan.


" ada apa Paman memanggil ku, apa ada suatu masalah." tanya William dengan dingin.


" tuan ini adalah Kurt Schneider pengacara keluarga Alexander di kota berilon, tetapi mulai sekarang dia adalah pengacara anda." ucap Freddy dengan hormat.


" bisa tuan besok aku akan mengantarkan nya kerumah tuan." jawab Kurt dengan gugup.


" tidak perlu, Frank kau ambil besok dan bawa ke perusahaan baru." jawab William dengan santai.


" baik tuan." jawab Frank dengan hormat.


saat sedang mengobrol seorang pelayan datang membawa kan beberapa botol anggur putih untuk mereka minum bersama, setelah melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam William pergi meninggalkan mereka bertiga, William pulang ke rumah karena ia khawatir Chelsea menunggu nya.


derryl yang baru datang di rumah keluarga Wilson segera pergi menemui ayah dan juga kakeknya, disana sudah ada bibi dan juga pamannya dan beberapa sepupu nya yang lain, Hendrik yang melihat anaknya telah kembali LAN bertanya kenapa anaknya.


" nak mengapa kau bisa pulang, apa William melepaskan mu." tanya Hendrik dengan senang.


" iya dia melepaskan ku, aku akan membalas perbuatannya." ucap derryl dengan marah.


" apa yang akan kau lakukan kak." tanya Angela dengan penasaran.


" sebelum aku kemari aku sudah meminta bantuan dengan temanku yang merupakan seorang preman di sekitar sini, aku meminta nya untuk menculik Stefan dan Jasmine, setelah itu kita akan membatalkan perjanjian itu bahkan aku akan meminta Chelsea untuk menyerahkan enam puluhan persen saham kerja sama dengan Phoenix comporation, jika tidak aku menyuruh temanku untuk membunuh Stefan dan juga memperkosa Jasmine." ucap derryl dengan dingin.


"bagaimana jika William mengetahui rencana mu, dan meminta bantuan kepada Richard untuk menemukan mereka." ucap Kakek Wilson dengan khawatir kepada derryl.


" kakek tenang saja aku akan menyuruh temanku untuk mengancam mereka agar tidak memberi tahu William, jika tidak Stefan dan Jasmine tidak akan selamat." ucap derryl dengan bangga.


" kau memang anakku, tidak sia-sia aku memanjakan mu." ucap derryl dengan bangga.


" kakek setelah rencana kita berhasil aku ingin kakek menendang mereka dari keluarga wilson, lalu kita ambil Rumah yang mereka tempati." ucap derryl dengan tersenyum.

__ADS_1


" jika untuk mengusir mereka dari keluarga Wilson kakek sudah lama memikirkan itu bahkan kakek berencana mengusir mereka tepat ulang tahun kakek yang kemarin, kalau masalah rumah kita tidak bisa mengambil nya rumah itu adalah pemberian nenekmu kepada paman pertama mu." ucap kakek wilson dengan senang.


" kalau begitu kita bakar saja rumah mereka, biar mereka hidup seperti pengemis di jalan." ucap derryl dengan tersenyum licik.


setelah itu mereka tertawa bersama mendengar rencana derryl, bahkan mereka berencana merayakan rencana itu ketika berhasil, kakek wilson memang tidak perduli dengan Jacob dan keluarga nya, bahkan ia masih menyimpan suatu rahasia tentang Jacob, hanya ia dan Hendrik yang tahu rahasia ini.


keesokan paginya Chelsea sudah berangkat menuju lokasi pembangunan, William masih cuti karena ia masih ingin menghabiskan waktu di rumah, William pergi menuju pasar untuk membeli beberapa keperluan dapur ia berencana memasak makanan kesukaan orang rumah, saat sedang ingin menuju mobil handphone nya berdering itu adalah telepon dari Zeyn Malik.


" halo tuan muda apakah tuan muda sedang sibuk." tanya Zeyn dengan sopan.


" kalau untuk sekarang aku tidak sibuk, memangnya ada apa." tanya William dengan santai.


" tuan ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu." tanya Zeyn dengan sopan.


" baiklah aku akan kerumah mu sekarang juga." jawab William dengan santai.


" terimakasih tuan muda." jawab Zeyn dengan sopan.


setelah itu William langsung pergi menuju tempat Keluarga Malik, sebuah vila mewah di kawasan perkebunan teh, semua kebun teh ini adalah milik keluarga Malik, mereka juga memiliki kebun anggur dan juga beberapa kebun sayur-sayuran, William memakirkan mobil nya dan segera masuk ke dalam rumah keluarga Malik, di dalam sudah ada beberapa orang seperti seorang pria paruh baya dan tiga orang anak muda, dua laki laki dan satu perempuan.


" selamat datang tuan muda." kata Zeyn dengan membungkuk.


" tidak perlu seperti ini tuan Malik, aku tidak terbiasa dihormati oleh orang yang lebih tua dari ku." ucap William sambil duduk di sebuah sofa mewah.


" tuan muda sebenarnya tujuan saya memanggil tuan muda karena kami sedang mengalami masalah, keluarga Smith Baru saja kembali ke kota ini, mereka berencana membeli kembali perusahaan mereka yang kami beli, sebenarnya salah satu perusahaan kami yang bekerja di bidang real estate sedang mengalami masalah keuangan, solusi satu satunya adalah menjual salah satu perusahaan kami perusahaan yang paling cocok adalah perusahaan keluarga Smith yang lama, tetapi jika kami menjual itu maka separuh kekayaan kami akan berkurang dan jika itu terjadi keluarga Smith akan mendominasi pasar bisnis kota berilon, masalah nya Keluarga Smith adalah kaki tangan salah satu keluarga terkaya di negara Nordik jika itu dibiarkan maka separuh pasar bisnis akan dikuasai oleh orang luar.


" tuan Malik benar memang nya berapa harga yang ditawarkan keluarga Smith." tanya William dengan tersenyum.


" mereka menawarnya lebih rendah dari harga yang mereka jual beberapa tahun lalu, aku membeli perusahaan itu seharga 80 miliar, sedangkan mereka ingin membeli nya dengan harga 40 miliar, mana mungkin aku membiarkannya nya." jawab Zeyn dengan sedikit sedih.


" berapa kalian kekurangan dana perusahaan." tanya William dengan tersenyum.


" sekitar 80 miliar, apa tuan muda berencana membantu kami." tanya Zeyn dengan sopan.


" baiklah aku akan membantu kalian, aku akan memberi kalian 100 miliar kepada kalian, tetapi aku ingin separuh saham kalian atas nama Phoenix comporation." jawab William dengan santai.


" berapa persen yang tuan muda ingin kan." tanya Zeyn dengan sopan.


" aku mau empat puluh persen saham real estate kalian, dan tiga puluh persen saham perusahaan kontruksi bangunan kalian, dan untuk setiap perusahaan kalian yang lainnya aku hanya minta sepuluh persen." jawab William dengan tersenyum.


" baiklah tuan muda saya bersedia." jawab Zeyn dengan sopan.


" baiklah mulai sekarang kalian adalah partner Phoenix comporation." jawab William sambil menjabat tangan Zeyn Malik.


" oh iya tuan muda pekenalkan ini adalah ayah saya Abraham Malik , dan mereka bertiga adalah anak saya, ini adalah anak pertama saya Miller Malik, ia adalah direktur di perusahaan salah satu perusahaan real estate kami, ini adalah anak kedua saya Nola Malik ia adalah direktur di perusahaan disainer milik kami dia juga mengelola beberapa restoran, dan juga bar milik kami, dan ini adalah anak terakhir saya ia adalah Byron Malik ia masuk sekolah dan sebentar lagi masuk perguruan tinggi." ucap Zeyn dengan sopan.


" Senang berkendara dengan kalian." ucap William dengan tersenyum.


setelah itu William pamitan untuk pulang kepada mereka, saat ingin pulang Nola memberikan sebuah kartu Askes kepada William, William hanya bisa tersenyum menerima hadiah dari Nola, adalah wanita yang cantik dia memiliki body yang aduhai bagi setiap pria, dia juga merupakan wanita yang pintar dan cerdas, jika dibandingkan dengan Chelsea mereka berdua hampir sama cantiknya.


" tuan ini adalah kartu Askes VVIP di klub baru milik kami, sebenarnya klub ini belum buka ini adalah klub terbesar di kota berilon, saya


ingin tuan datang di acara pembukaan klub kami." ucap Nola dengan malu malu.


" saya pasti akan datang, paman besok paman bisa datang ke perusahaan saya untuk membahas tentang kontrak kerja sama kita." jawab William dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2