TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
MEMBELI SAHAM PERUSAHAAN WILSON


__ADS_3

saat ini Arlo dan juga Linn sedang pingsan William mengirimkan pesan kepada Stephen untuk datang membawa beberapa penjaga kedalam ruangan D gold, saat ini Stephen Yun yang sedang bersama anak perempuannya ketika ia membaca pesan dari William seketika ia menghubungi kepala penjaga.


" halo tuan Yun apa ada yang bisa saya bantu." tanya seorang pria dari ujung telepon.


" aku ingin kau ruangan D gold sekarang juga, bawa beberapa orang kesana aku akan."jawab Stephen Yun dengan dingin.


" baik tuan aku akan membawa lima orang kesana."ucap pria itu dengan hormat.


beberapa saat kemudian Stephen Yun beserta anaknya datang keruangan d gold yang Stephen dan anaknya terkejut melihat wajah milik Linn yang telah hancur, tidak lama setelah itu kepala penjaga datang bersama lima orang temannya.


" tuan William ada apa ini mengapa wajah wanita ini menjadi seperti ini." tanya Stephen dengan penasaran.


" ia dipukuli oleh suaminya bahkan suaminya ingin menyerang aku dan juga istriku jadi aku memukulnya hingga pingsan, tuan Yun aku ingin minta tolong kepada mu aku ingin kau membawa wanita ini kerumah sakit terdekat dan untuk suaminya kau bisa menahannya disini." ucap William sambil memberikan perintah.


" baiklah tuan William aku akan menyuruh anak buahku untuk membawa wanita ini kerumah sakit terdekat." ucap Stephen Yun dengan tersenyum.


"Banks hate bawa wanita ini kerumah sakit terdekat, dan untuk suaminya aku ingin kau menaham di ruang bawah tanah restoran ini." peringatan Stephen kepada Banks hate kepala penjaga mermaid resto.


" siap tuan besar, kalian berlima bawah mereka." ucap Banks sambil menyuruh anak buahnya.


Linn dan juga Arlo telah dibawa oleh penjaga mermaid resto sedangkan William ia pergi menyusul Stephen Yun keluar dari ruangan itu, tetapi ketika ia ingin pergi keluar Chelsea menahannya.


" sayang mau kemana kau." tanya Chelsea dengan tegas.


"aku ingin ke toilet sebentar aku pasti akan kembali, sebaiknya kalian makan kembali habiskan makanan nya." jawab William dengan tersenyum.


William keluar dari ruangan ia pergi menuju tempat Stephen Yun saat berjalan menuju tempat Stephen William mengeluarkan handphone nya ia menghubungi Bellamy.


" halo aku ingin kau datang ke Mermaid resto ada sesuatu yang harus kau kerjakan." ucap William dengan dingin.


" baik tuan muda kebetulan saat ini aku dan juga kak Jhon habis mengantarkan kak Richard ke bandara." jawab Bellamy dengan hormat.


" oh jadi Richard sudah berangkat." ucap William dengan dingin


" iya tuan kak Richard sudah berangkat menggunakan pesawat pribadi milik anda." ucap Bellamy sambil berjalan menuju mobil.


" baiklah aku tunggu kau disini." ucap William sambil mematikan handphone nya.


William masuk kedalam ruangan Stephen Yun saat ini Stephen sedang minum bersama anak perempuannya, ketika ia melihat William masuk ia langsung membungkuk kepada William.


" Stephen apa beri tahu anak buah mu untuk menahan kedua suami istri itu." ucap William dengan dingin.


" baik tuan." ucap Stephen mengeluarkan handphone nya ia langsung menghubungi Banks hate, saat ini Banks masih berada di mobil Van milik restoran, ketika mereka akan berangkat panggilan dari Stephen Yun masuk.


" Banks tahan wanita itu jangan bawa dia ke rumah sakit." perintah Stephen dengan dingin.


" baik tuan aku akan menempatkan nya bersama suaminya." jawab Banks dengan hormat.


" Stephen ketika Bellamy sampai suruh dia untuk membawa mereka berdua ke ruang tahanan milik Richard Marx, aku harus kembali ke tempat istriku aku takut ia akan pergi mencari ku." ucap William sambil berjalan pergi.


William telah sampai di ruangan tempat Chelsea dan teman temannya sedang makan malam ia mendapati banyak dari mereka sedang bersiap-siap untuk pulang karena Wak sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, ketika William sampai ia mengajar Chelsea untuk pulang.


" sayang ayo kita pulang." ucap William dengan tersenyum.


" iya ayo kita pulang, Ivory kau kesini naik apa." jawab Chelsea sambil bertanya kepada ivory.


" aku naik taksi." jawab ivory dengan tersenyum.

__ADS_1


William tidak menyangka kalau cewek tomboi yang ia temui tiga tahun yang lalu sekarang berubah menjadi wanita cantik dan juga seksi.


" sebaiknya kau ikut dengan kami biar kami yang mengantarkan mu pulang, sayang apa kau tidak keberatan kalau ivory menumpang dengan kita." ucap Chelsea dengan tersenyum.


"tentu saja tidak baik juga seorang wanita pulang sendiri jam begini, kalau begitu ayo kita pergi." ucap William dengan tersenyum.


seketika mereka semua pergi menuju tempat parkir William pergi mengambil mobilnya ia menyuruh Chelsea dan juga Ivory menunggu di depan publik restoran, William datang dengan bantley miliknya, Chelsea dan juga ivory masuk kedalam mobil dan langsung meninggalkan restoran.


"lama tidak berjumpa ivory." ucap William dengan santai.


" lama juga tidak berjumpa William." ucap ivory dengan tersenyum.


" ivory apakah kau sudah bekerja jika boleh tahu dimanakah kau bekerja." yang Chelsea dengan penasaran.


"aku belum bekerja aku juga baru pulang dari Lancaster, aku mengambil S dua, sebenarnya aku sudah selesai dari satu tahun yang lalu tetapi kakakku menyuruh ku untuk tetap tinggal disana, tetapi karena aku bosan disana aku kembali kesini." ucap ivory dengan tenang.


" apa kau sudah mencari pekerjaan di kota ini." tanya William dengan santai.


" aku sudah melamar di perusahaan Phoenix comporation, besok aku disuruh datang oleh nyonya Aurora untuk melakukan interview." jawab ivory dengan tersenyum.


William yang mendengar ini seketika terkejut memang benar belakangan ini ia sedang mencari beberapa karyawan yang memiliki kualifikasi yang bagus, tetapi ia tidak menyangka bahwa ivory adalah salah satu orang yang diterima oleh Aurora, memang saat ini di perusahaan sedang kekurangan manajer pabrik dan juga manejer pemasaran dan beberapa ketua divisi lainnya.


beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah villa mewah William pernah mendengar cerita tentang Ivory kalau kedua orang tuanya sudah meninggal sejak usianya masih lima tahun, dan sekarang ia tinggal bersama kakaknya.


" ivory apa kau tinggal seorang diri di rumah." tanya Chelsea dengan khawatir.


" sebenarnya aku tinggal bersama kakakku ia jarang pulang ia hanya menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengawasi dan menjagaku di rumah." jawab ivory dengan tersenyum.


" ivory kami pergi dulu jika terjadi sesuatu hubungi aku." ucap Chelsea dengan tersenyum.


setelah pamit kepada Ivory William dan Chelsea pergi menuju rumah mereka, beberapa saat kemudian mereka sampai di apartemen milik Richard, Chelsea berjalan deluan menuju apartemen sedangkan William ia harus menyimpan mobil-mobil di basemen, ketika William turun dari mobil handphone nya berdering itu adalah panggilan dari Tyson Lynch.


" baiklah layani ia dengan baik jika ia butuh sesuatu beri tahu kepada ku." jawab William dengan dingin.


" baik tuan." jawab Tyson tetapi belum selesai ia menjawab William sudah menutup panggilan.


William naik menggunakan lift untuk pergi menuju apartemen milik Richard sesampainya di depan apartemen William langsung masuk kedalam didalam sudah ada Chelsea dan juga ayahnya yang sedang berbicara, William yang penasaran duduk bersama mereka.


" sayang, ayah ada apa mengapa wajah kalian menjadi sedih seperti itu." tanya William dengan tersenyum.


" nak saat ini ayahku sedang menjual tujuh puluh persen saham perusahaan biarpun bagaimana perusahaan itu adalah peninggalan ibuku, aku tidak ingin perusahaan itu jatuh ke tangan orang lain." jawab Jacob dengan sedih.


" aku juga dengar tentang itu jika mereka menjual tujuh puluh persen saham perusahaan berarti itu sama saja menyerahkan hak otoritas kepada pemilik saham yang lebih besar." ucap William dengan tersenyum.


" kau benar sayang, seandainya aku punya banyak uang aku akan membeli saham itu agar perusahaan tidak jatuh Kepada orang lain." ucap Chelsea dengan sedikit sedih.


"tidak usah dipikirin aku dengar tiga puluh persen dari saham itu adalah milik paman Hendrik, sedangkan sisanya dimiliki oleh kedua adiknya, sedangkan saham tiga puluh persen yang tidak dijual adalah milik kakek wilson." ucap William dengan tersenyum.


William pergi meninggalkan mereka ia pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, sebelum mengganti pakaiannya ia menghubungi Freddy.


" halo tuan muda ada yang bisa aku lakukan." tanya Freddy dengan hormat.


" Freddy aku besok kau pergi ke Wilson compration aku ingin kau membeli tujuh puluh persen saham mereka, aku ingin memberikan itu untuk ayah mertuaku." perintah William kepada Freddy.


" baik tuan besok aku akan kesana, apa ada sesuatu yang perlu aku kerjakan."jawab Freddy dengan hormat dan langsung bertanya kepada William.


" aku ingin kau mengatur menyiapkan ruangan VVIP di Le Taillevent besok pagi aku akan membahas kerja sama dengan Wang Chuanfu disana." jawab William dengan santai.

__ADS_1


" baik tuan anda tenang saja aku akan menyiapkan ruangan untuk anda besok jam sembilan pagi." jawab Freddy dengan hormat.


setelah menutup telepon dan mengganti pakaian ia kembali ke ruang keluarga ia mendapati Chelsea dan Jacob sedang menonton TV, William menyerahkan jam tangan yang sudah ia beli tadi siang kepada Jacob.


" apa ini nak." tanya Jacob dengan terkejut melihat kotak itu.


" itu hadiah dari ku, itu adalah jam tangan rolex aku lihat jam tangan ayah sudah rusak jadi aku memberikan yang baru untuk ayah." jawab William dengan tersenyum.


" nak kau tidak perlu memberi aku jam mahal seperti ini cukup yang murah saja ayah sudah senang." ucap Jacob dengan terharu.


" ayah tenang saja hari ini aku mendapat banyak proyek besar, tadi aku menemani klien Ku untuk membeli jam tangan jadi ia juga membelikan aku sebagai rasa terima kasih." ucap William dengan tersenyum.


" sayang aku kembali ke kamar deluan aku mengantuk sekali." ucap Chelsea kepada William.


setelah William rasa Chelsea sudah pergi ke kamar ia mulai berbicara tentang saham perusahaan Wilson yang akan ia beli besok hari.


" ayah mulai besok ayah akan menjadi CEO baru Wilson compration aku sudah menyuruh orang kepercayaan ku untuk pergi membeli tujuh puluh persen saham keluarga Wilson." ucap William dengan dingin.


" apa kau serius nak." tanya Jacob dengan senang.


" aku serius ayah tetapi ayah harus menjalani khusus dari perusahaan pelatihan keluarga ku." ucap William dengan tersenyum.


" baiklah nak, William ayah rasa sudah seharusnya kau memberi tahu identitas asli mu kepada Chelsea ayah takut Chelsea akan mengetahui identitas mu dari orang lain, itu akan membuatnya kecewa kepada mu." jawab Jacob sambil memberikan nasihat kepada William.


" ayah benar aku juga berencana memberi tahu dia tentang semuanya tetapi aku belum menemukan saat yang tepat." jawab William dengan sedikit sedih.


" ayah sarankan secepatnya." ucap Jacob dengan tenang.


" aku ke kamar dulu." ucap William sambil berdiri dan langsung meninggalkan Jacob seorang diri.


keesokan harinya William sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju diamond surface ia keluar dari apartemen dan pergi menemui mobil William melihat jam tangannya waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi, ia mengeluarkan handphone nya dan langsung menghubungi Aurora.


" halo Aurora beri tahu kepada Wang Chuanfu bahwa tidak perlu ke kantor, suruh ia ke Le Taillevent di diamond surface dilantai delapan puluh aku akan membahas kerja sama dengannya disana." ucap William dengan santai.


" baik CEO, CEO kemarin sore ada perwakilan dari Era Pasifik katanya mereka ingin bertemu dengan tuan." jawab Aurora sambil menyampaikan informasi kepada William.


" aku sudah tahu tentang itu, aku akan menyuruh Quinton untuk mewakili aku bertemu dengan mereka." jawab William dengan santai.


selesai menghubungi Aurora ia menghubungi Quinton." halo aku ingin kau mewakili aku bertemu dengan perusahaan Era Pasifik." ucap William dengan santai.


" kak bukannya itu salah satu anak cabang dari Alexander Elektronis." tanya Quinton dengan tersenyum.


" kau benar paman Lincoln ingin kita membantu mereka, siapkan apa yang mereka perlukan di kota ini rencananya mereka akan membuka cabang di kota ini." jawab William dengan santai.


" baik kak aku akan mewakili mu bertemu mereka." ucap Quinton dengan santai.


setelah menghubungi Quinton William berangkat menuju diamond surface beberapa saat kemudian William sampai disana ia langsung menyuruh petugas valet untuk memarkirkan mobilnya, William naik kelantai delapan puluh disana sudah ada Freddy yang sedang mengawasi pelayan, ketika William sampai Freddy langsung membungkuk di hadapan William.


" tuan muda mengapa anda tidak menghubungi saya, saya bisa menjemput anda di depan." ucap Freddy dengan hormat.


" tidak perlu aku tahu kau sedang sibuk bagaimana apa ruangan sudah bisa dipakai." tanya William dengan dingin.


" sudah tuan muda mari ikuti saya." jawab Freddy dengan hormat.


William dan Freddy berjalan menuju ruangan VVIP William masuk dan langsung duduk di kursi utama sedangkan Freddy ia berdiri tegak di belakang William, William menyuruh Freddy untuk memesan kan nya teh, Freddy pun segera pergi memesan


Teh Da-Hong Pao satu kati teh ini dijual seharga satu juta dua ratus ribu dolar.

__ADS_1


teh ini sudah ada sejak zaman dinasti Ming sekarang teh ini sudah ditetapkan menjadi warisan Nasional China dan pembuatan teh ini sangat dirahasiakan oleh negara China, setelah menunggu beberapa saat seorang pria paruh baya berbadan tinggi dan bertubuh kurus datang ia ditemani oleh seorang wanita cantik di belakangnya, ia adalah Wang Chuanfu dan wanita di belakangnya adalah adiknya sekaligus asisten nya ia bernama Mey Mey Wang.


__ADS_2