TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
POTONG TANGANNYA


__ADS_3

William pergi meninggalkan rumah keluarga Malik, ia langsung pulang ke rumah karena nanti malam mereka harus pergi ke acara reuni kampus ayah mertua nya, sesampainya di rumah william mendapati ayah, dan ibu mertuanya sedang mengobrol di ruang keluarga, William langsung pergi ke dapur untuk memasak, ia hanya memasak untuk makan siang.


" ayah, ibu mari makan." ucap William dengan tersenyum.


" baik nak." jawab Jacob dengan senang.


setelah itu mereka bertiga makan bersama, setelah makan William pergi ke kamar untuk beristirahat saat sedang berbaring handphone nya berdering itu panggilan dari ibunya William segera mengangkat telepon nya.


" halo Bu ada apa." tanya William dengan santai.


" nak besok paman Jhonatan akan datang ke berilon, ibu ingin kau pergi menjemputnya di bandara, tolong siapkan keperluan nya selama ada disana. " jawab Elizabeth dengan tegas.


" ada urusan apa Paman Jhonatan kesini." tanya William dengan penasaran.


" pamanmu ada urusan penting disana, ibu harap kau menjamunya dengan baik." ucap Elizabeth dengan tegas.


" baik Bu besok aku sendiri yang akan menjemputnya." ucap William dengan santai.


setelah itu William tertidur hingga Chelsea datang membangunkannya, Chelsea membangunkan William karena sudah jam enam sore William bangun dan langsung menuju kamar mandi, Chelsea masih membersihkan make up nya, setelah selesai mandi William langsung menghubungi Freddy untuk beberapa orang untuk menemani nya besok.


biarpun bagaimana Jhonatan Taylor adalah kepala keluarga Taylor yang sekarang, keluarga Taylor adalah keluarga terkaya di China mereka menempati posisi kedua keluarga terkaya di dunia, mereka mempunyai beberapa perusahaan besar di dunia, Hermes Taylor ayah Elizabeth menikah dengan seorang wanita asal China, ibu Elizabeth berasal dari Nordik ia adalah seorang artis papan atas, di China mereka menguasai hampir 60 persen sumber daya bisnis disana, sedangkan empat puluh persen di miliki oleh keluarga Lee, bukan hanya dunia bisnis tetapi juga dunia bawah seperti gangster China juga tunduk kepada keluarga Taylor.


Jhonatan hampir menguasai 30 persen saham keluarga Taylor, karena ia bukan anak kandung dari Hermes Taylor, ia adalah anak dari adik Hermes yang telah meninggal pada saat umur Jhonatan masih dua tahun, Elizabeth adalah anak kandung dari Hermes memiliki 50 persen saham keluarga Taylor tetapi ia tidak bisa menjadi kepala keluarga Taylor, maka dari itu ia menyerahkan kepada kakak sepupu nya itu, Hermes mempunyai satu anak angkat yaitu Adrian Taylor ia memiliki 20 persen saham keluarga Taylor yang ada di Amerika.


dirumah mewah milik keluarga Smith Aiden sedang memandang foto Chelsea dengan tersenyum, saat sedang asik memandang foto Chelsea pelayan datang memberi tahu bahwa derryl sedang ada di depan, Aiden menyuruh pelayan untuk membawa nya masuk, beberapa saat kemudian derryl masuk kedalam dan langsung duduk di sofa mewah.


" derryl wilson apa kau yakin rencana mu akan berjalan lancar." tanya Aiden membelakangi derryl.


" aku yakin tuan muda Smith, tetapi aku butuh dana untuk membayar temanku dan anak buahnya." ucap derryl dengan tersenyum.


" berapa banyak yang kau inginkan." tanya Aiden dengan dingin.


" aku butuh lima puluh juta dolar." jawab derryl dengan senang.


" baiklah akan aku berikan padamu, tapi kau harus ingat bahwa aku bisa meniduri Chelsea pada hari itu ." ucap Aiden dengan tersenyum.


" kau tenang saja tuan muda Smith, aku janji jangankan meniduri nya kau bisa menikahi nya hari itu juga." ucap derryl dengan tersenyum.


pada saat berbicara dengan Derryl asisten Back Smith masuk dan langsung berbisik di telinga Aiden, seketika wajah Aiden berubah menjadi dingin, ia langsung meninggalkan derryl dengan terburu-buru, seperti ada sesuatu yang ia takutkan.


" kau bisa pulang sekarang aku sedang ada urusan penting." ucap Aiden sambil berjalan meninggalkan derryl.


William dan yang lainnya telah sampai di kampus ayah dan ibu mertuanya, William tidak sangka bahwa ayah, dan ibu mertuanya pernah berkuliah Braving university kampus terbaik dan terbesar di kota berilon, Chelsea juga pernah berkuliah di sini dan mendapatkan beasiswa di kampus ini, mereka pergi menuju aula kampus karena acara akan dimulai disana.


setelah sampai di dalam Aula mereka pergi mencari tempat untuk duduk, saat sedang mencari tempat duduk seorang pria paruh baya datang menghampiri mereka, ia adalah Ian perch sahabat baik Jacob ketika masih kuliah, Jacob mengajak mereka untuk menemui Ian.


" lama tidak berjumpa bro bagaimana kabarmu, aku dengar kau sedang mencari pekerjaan." tanya Ian dengan tersenyum.


" aku Baik baik saja bagaimana denganmu, kau benar saat ini aku sedang mencari pekerjaan." jawab Jacob dengan tersenyum.


" maaf bro saat ini aku tidak bisa membantu mu." ucap Ian dengan sedikit kasihan.


" tidak apa apa bro." jawab Jacob dengan tersenyum.


saat Jacob sedang mengobrol seseorang datang menghampiri mereka, ia adalah musuh bebuyutan Jacob Jay Chou, Jay Chou berasal dari keluarga kelas dua sama seperti keluarga Wilson tetapi jumlah kekayaan mereka masih dua atas keluarga Wilson, kekayaan mereka mencapai dua puluh milliar dollar, Jay juga bekerja di perusahaan milik keluarga Filan ia menjabat sebagai manajer keuangan di perusahaan obat herbal milik keluarga Filan.

__ADS_1


" aku pikir kau tidak berani datang ke acara ini." ucap Jay Chou dengan dingin.


" lama tidak berjumpa Jay, aku pasti datang untuk menemui ibu Kiana


" terserah kau aku sarankan kau sebaiknya pulang, dan jangan datang kemari." ucap Jay sambil meninggalkan mereka.


William yang mendengar itu hanya bisa tersenyum melihat tingkah Jay, awalnya William ingin membalas perbuatannya tetapi ketika melihat wajah Jacob yang tetap tenang ia membatalkan niatnya, setelah itu seorang wanita paruh baya naik ke atas panggung untuk mengucapkan beberapa kata, ia adalah guru Jacob Kiana Nat, ia adalah guru yang baik Dimata Jacob, setelah menyelesaikan beberapa kata acara dimulai.


William hanya duduk diam bersama Chelsea, dan kedua adiknya, Jacob dan Erina pergi bergabung bersama teman temannya, Jacob mengobrol dengan beberapa teman semasa kuliah, sedangkan Erina ia duduk bersama beberapa teman wanitanya,


saat sedang asik mengobrol Jay datang menghampiri Erina.


" lama tidak berjumpa Erina kau semakin cantik saja ." ucap Jay dengan tersenyum kepada Erina.


" lama juga tidak berjumpa Jay bagaimana kabarmu, aku dengar kau baru saja bercerai dengan istrimu." tanya Erina dengan halus.


" tidak usah membahas masalah itu, wanita itu dia hanya mencintai uangku, bahkan ia berselingkuh dengan pria lain dan membawa lari uang yang telah susah paya aku simpan." ucap Jay dengan berpura-pura sedih.


" aku turut prihatin atas apa yang terjadi pada keluarga mu." ucap Erina dengan kasihan.


" sudahlah lagi pula aku juga tidak mencintai nya, aku terpaksa menikahi wanita itu karena paksaan dari ayahku, di hatiku hanya ada satu wanita yang tidak pernah aku lupakan." ucap Jay sambil tersenyum manis kepada Erina.


rencana Jay adalah membuat Jacob marah kepadanya dengan cara menggoda Erina, setelah itu


ia akan mempermalukan Jacob dihadapan teman temannya, ia juga akan mengambil Erina dari Jacob karena ia masih mencintai Erina sampai sekarang, William yang melihat kelakuan Jay mulai merasa khawatir dengan ayah mertuanya tetapi William tidak bisa berbuat apa-apa saat ini, Ian yang melihat kelakuan Jay langsung memberi tahu Jacob tentang itu.


Jacob melihat bahwa istrinya mulai merasa risau dengan kelakuan Jay ia segera menghampiri nya dan mengajaknya meninggalkan Jay, tetapi Jay menahan tangan Erina.


" Jay lepaskan tangan istriku." ucap Jacob dengan tegas.


" Jacob aku sarankan kau ceraikan Erina semenjak dia menikah dengan lelaki pecundang seperti mu hidupnya menjadi sengsara." ucap Jay dengan sombong.


" aku punya hak biarpun bagaimana Erina adalah cinta pertama ku, aku berhak melihatnya bahagia." ucap Jay dengan ngotot.


" Jay cukup aku menikahi Jacob bukan karena hartanya, tetapi karena aku mencintainya dengan tulus." ucap Erina dengan tegas.


semua mata memandang mereka bertiga yang sedang berdebat, William dan Chelsea tidak tinggal diam mereka langsung menghampiri ayah dan ibu mereka, Jasmine membawa Stefan kembali ke mobil karena Stefan sudah mengantuk.


" Erina jika kau mau menjadi istriku aku akan membuat mu menjadi wanita paling bahagia di dunia." ucap Jay dengan tersenyum kepada Erina.


" lepaskan tangan ibu mertuaku." ucap William dengan tersenyum.


" siapa kau anak muda berani nya kau ikut campur masalah kami." ucap Jay dengan sedikit menantang William.


" aku menantunya, lepaskan tangan ibu mertuaku." ucap William dengan santai.


" ternyata kau menantu tidak berguna milik Jacob, kau sangat terkenal di kalangan anak muda dan orang tua kota berilon,sebaiknya kau tidak ikut campur atau aku akan membunuhmu." ucap Jay dengan sombong.


William yang mendengar ini langsung menangkap tangan Jay dan langsung memutar tangannya dengan cepat, seketika Jay berteriak kesakitan karena tangannya yang sedang di putar William, William hanya memutar nya dengan pelan tetapi jika William menambah kekuatan nya mungkin tangan Jay sudah patah.


" ahhh lepaskan tangan ku, apa kau tidak tahu siapa aku." ucap Jay dengan marah.


William yang melihat Jay masih melawan ia langsung menampar Jay hingga berputar dan terjatuh di lantai.


" memangnya siapa kau beraninya mengganggu ibu mertuaku, kau hanyalah sampah di mataku." ucap William dengan santai.

__ADS_1


" nampaknya kau cari mati anak muda, aku akan menelpon temanku untuk menghajar mu." ucap Jay sambil menghubungi seseorang.


setelah beberapa saat beberapa kelompok pria berbadan besar masuk ke dalam Aula kampus, salah satu dari mereka adalah Dale Carnegie pemegang wilayah sekitar sini, mereka hanyalah gangster biasa di mata William, Dale maju kedepan dan langsung menuju ke tempat William berada, setelah sampai di depan William ia langsung menyapa Jay Chou dengan akrab.


" hey paman Jay ada apa memanggil ku, kemari." ucap Dale dengan tersenyum.


" Dale orang ini telah menampar ku, aku ingin kau memberikan pelajaran kepada nya." ucap Jay dengan tersenyum.


" beraninya kau menampar paman Jay di wilayah ku, apa kau bosan hidup." bentak Dale dengan marah.


" wilayah mu aku baru tahu kalau ini wilayah mu, sejak kapan kau menjadi penguasa di wilayah sini." ucap William dengan tersenyum.


" kau! kalian patahkan kaki dan tangan orang ini." ucap Dale dengan marah.


" aku beri kalian kesempatan berlutut dan minta maaf kepada ayah dan ibu mertuaku, jika tidak aku Pastikan kalian akan menderita setelah ini." ucap William dengan dingin.


" kau pikir kau siapa berani memerintah ku, bahkan semua orang sekitar sini harus berlutut di hadapan ku." ucap Dale dengan sombong


" baiklah itu adalah pilihan mu." ucap William sambil mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Freddy, William menyuruh Freddy agar mengirim salah satu raja dunia bawah ke Braving university.


" nampaknya kau memanggil bantuan, aku ingin lihat sampah seperti apa yang datang membantu mu." ucap Dale dengan tertawa.


" Dale sebaiknya habisi anak ini." ucap Jay marah kepada William.


" baiklah paman, nampaknya teman yang dia panggil tidak berani datang kemari.


Dale langsung memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi William, William hanya tenang saja seperti tidak terjadi apa-apa, William menyuruh ayah mertuanya membawa Chelsea dan Erina pergi deluan ke mobil, tetapi Jacob menolak nya ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada William, namun William memaksa Jacob hingga Jacob pun mengalah kepada William.


" William kau tunggu di sini ayah akan mencari bantuan untuk mu." ucap Jacob sambil meninggalkan mereka.


" ayah tidak perlu mencari bantuan untuk ku, aku bisa mengatasi ini semua." ucap William dengan tersenyum kepada mereka.


akhirnya Jacob membawa Chelsea dan juga Erina kembali ke mobil, ketika mereka sudah masuk ke dalam mobil, Bellamy Blake dan pasukannya masuk kedalam aula, Dale yang melihat Bellamy langsung menghampiri nya dan memberikan hormat kepada Bellamy, tetapi Bellamy hanya menghiraukan nya dan pergi menuju William.


" tuan muda maaf terlambat." ucap Bellamy dengan dingin.


" Bellamy orang orang ini ingin mematahkan kakiku, aku harap kau tahu apa yang kau lakukan." ucap William dengan dingin.


seketika itu Bellamy menjadi marah, ia memancarkan aura membunuh yang sangat kuat hingga beberapa orang ketakutan melihat nya, Bellamy langsung menuju Dale dan langsung menampar nya hingga mengeluarkan darah dari mulut nya, anak buah Dale tidak berani bergerak menyelamatkan bosnya.


" beraninya kau ingin mematahkan kaki tuan muda apa kau cari mati Dale Carnegie." ucap Bellamy dengan dingin.


" maaf tuan Bellamy aku hanya disuruh oleh Jay Chou untuk menghancurkan orang ini." ucap Dale dengan takut.


" Bellamy suruh semua orang keluar dari sini." ucap William dengan dingin.


" baik tuan, siapa saja yang tidak mempunyai hubungan dengan orang orang ini segera keluar, dan ingat Jangan bocorkan ini kepada siapa saja jika tidak aku akan mencari kalian satu persatu." ucap Bellamy dengan dingin.


seketika semua orang berlari keluar dari Aula kampus, mereka tidak diizinkan untuk pergi meninggalkan kampus saat ini juga, William segera berjalan ke arah Jay Chou dan langsung menatap dingin kepada nya.


" Bellamy potong tangan pria tua ini, tangan kotor ini berani nya memegang tangan ibu mertuaku." ucap William dengan dingin.


" baik tuan muda." ucap Bellamy sambil menuju Jay .


anak buah Bellamy datang membawa sebuah katana kepada Bellamy, tanpa banyak bicara Bellamy langsung memotong tangan Jay dengan cepat, Jay langsung meronta kesakitan, dan seketika ia pingsan di tempat.

__ADS_1


" Bellamy eksekusi mereka dan buang mayat mereka ke laut." ucap William dengan dingin sambil meninggalkan mereka.


William berjalan meninggalkan aula ketika sampai di luar semua tamu masih di tahan di luar, tidak lama setelah itu suara tembakan mulai terdengar di dalam Aula Bellamy keluar dan langsung menemui William, William menyuruh Bellamy untuk menyuruh semua orang itu tutup mulut atas semua ini terutama kepada ayah mertua nya, Bellamy pun langsung melakukan perintah William.


__ADS_2