TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
RENCANA JAHAT ADRIAN TAYLOR


__ADS_3

William sedang berada di ruangannya saat sedang melihat data tentang beberapa kliennya handphone miliknya berdering itu adalah panggilan dari ayahnya, William segera mengangkat teleponnya.


"halo nak dimana kau." tanya Wayne dengan dingin.


"saat ini aku sedang berada di perusahaan memangnya ada apa." jawab William sambil bertanya kepada ayahnya.


"tiga hari lagi ayah dan yang lainnya akan kesana." jawab Wayne dengan santai.


"baiklah aku akan menyambut kalian semua di bandara, ayah aku ingin mendaftarkan ayah mertuaku di perusahaan pelatihan CEO keluarga kita apa ayah bisa mengaturnya untukku." tanya William dengan tersenyum.


" baiklah ayah akan menyuruh salah satu mentor yang ada di kota berilon untuk melatih ayah mertuamu." jawab Wayne dengan dingin.


" terima kasih ayah." ucap William dengan senang.


sementara di Wilson compration Freddy sedang bernegosiasi dengan para dewan direksi Wilson compration, kakek wilson yang melihat ini sangat marah tetapi ia tidak berani melepaskan kemarahannya karena ia takut Freddy akan menghancurkan keluarga Wilson.


"apa kalian masih ingin mempertahankan perusahaan yang ini, saat ini perusahaan ini sedang dalam daftar hitam seluruh perusahaan di Korea berilon karena perusahaan ini memiliki utang kepada Phoenix comporation dan juga beberapa bank, jika kalian Masi ingin mempertahankan perusahaan ini maka nasib kalian semua akan berakhir di jalanan." ucap Freddy dengan dingin tetapi tegas.


semua dewan direksi yang mendengar perkataan Freddy seketika menjadi panik terutama keluarga Wilson apalagi kakek Wilson ia merasa dunianya runtuh, Hendrik yang melihat ayahnya segera menghampiri ayahnya dan langsung berbisik kepadanya.


" ayah bagaimana ini apa yang dikatakan Freddy benar beberapa menit yang lalu semua investor dan juga semua partner kerja sama kita memutuskan kontrak mereka jika seperti ini keluarga kita akan menjadi gelandangan." ucap Hendrik dengan muka sedihnya.


kakek Wilson yang tidak mempunyai pilihan apa apa terpaksa menjual tujuh puluh persen saham perusahaan mereka, ia segera maju dan langsung mengambil dokumen yang ada di atas meja.


" baiklah aku akan menjual tujuh puluh persen saham perusahaan ku kepada anda." ucap kakek wilson dengan sedih.


Freddy yang mendengar pernyataan kakek wilson segera mengirimkan pesan kepada William, sementara kakek Wilson ia menandatangani surat perjanjian itu dengan meneteskan air mata perusahaan yang telah susah payah ia rampas dari istrinya harus ia jual kepada orang lain, William yang membaca pesan Freddy langsung tersenyum jahat bagaikan iblis.


setelah selesai menandatangani dokumen kakek Wilson menyerang kembali dokumennya kepada Freddy setelah menerimanya Freddy menyerahkan dokumen itu kepada dewan direksi agar mereka bisa melihatnya dengan jelas bahwa mulai sekarang hak otoritas pergi ada di tangan Jacob dan juga William, kakek Wilson maju kedepan dan langsung bertanya kepada Freddy.


" tuan More kapan anda akan mentransfer uang tersebut." tanya kakek Wilson dengan tersenyum.


" soal itu aku akan mentransfer uang nya siang ini." jawab Freddy dengan dingin.


" tuan more bagaimana dengan utang kami kepada tuan muda Alexander apa utang itu dianggap lunas." tanya Hendrik dengan tersenyum.


"kalau soal itu utang masih berjalan kalian harus tetap ingat untuk melunasi utang kalian dalam Minggu ini jika tidak kalian akan bekerja disini tanpa gaji sepeserpun." jawab Freddy dengan dingin.


keluarga Wilson heran mendengar perkataan Freddy bukannya mereka masih memiliki tiga puluh persen saham di perusahaan ini mengapa mereka tidak mendapatkan gaji sepeserpun dari perusahaan, kakek wilson yang tidak sabar segera bertanya kepada Freedy.


"tuan more kalau soal itu anda tenang saja kami akan melunasi hutang kami dalam Minggu ini, memang sekarang anda pemegang otoritas di perusahaan ini tetapi kami masih memiliki tiga puluh persen saham di perusahaan ini jadi kami berhak mendapatkan gaji dari perusahaan ini." ucap kakek wilson dengan tersenyum.


" apa kalian bodoh kalian sudah menjual seluruh saham kalian sedangkan sisanya dimiliki oleh dewan direksi perusahaan ini." ucap Freddy dengan dingin.


seketika kakek Wilson menjadi syok mendengar perkataan Freddy ia tidak percaya bahwa tiga puluh persen saham perusahaan sudah dimiliki oleh dewan direksi perusahaan, sedangkan Hendrik dan juga yang lainnya juga sama terkejutnya dengan kakek Wilson mereka segera bertanya kepada para dewan direksi.


" apa benar yang dikatakan tuan more." tanya Hendrik dengan marah.


" sebenarnya begini Lima tahun yang lalu saat nyonya wilson masih memegang hak penuh perusahaan ia memberikan kami tiga puluh persen saham perusahaan kepada kami, tetapi itu bukan untuk kami itu diberikan kepada tuan Wilson karena ia berencana untuk memberi hak otoritasnya kepada anak pertamanya Jacob Wilson." ucap salah satu dewan direksi dengan tersenyum.


Freddy yang merasa penasaran dengan semua ini bertanya kepada dewan direksi perusahaan mengapa mereka tidak mengangkat Jacob Wilson sebagai direktur di perusahaan ini mengapa kakek wilson yang menjadi CEO perusahaan ini.

__ADS_1


" mengapa kalian tidak mengangkat Jacob Wilson sebagai direktur utama di perusahaan ini mengapa kakek Wilson yang menjadi direktur utama di perusahaan ini." tanya Freddy dengan dingin.


" karena kami tidak memiliki surat penyerahan kekuasaan itu dan juga nyonya wilson tidak memberikan kami surat itu." jawab salah satu dewan direksi dengan hormat.


Freddy segera memberi tahu hal ini kepada William bahwa tujuh puluh persen saham yang telah William beli adalah milik Jacob karena tidak ada surat penyerahan kekuasaan maka kakek wilson lah yang memegang semua saham perusahaan, William yang mendengar ini langsung menjadi kaget ia segera menyuruh Freddy untuk mencari tahu tentang masalah ini, saat sedang mengirim pesan kepada Freddy Aurora masuk ke dalam ruangan William ia datang membawa sebuah map berwarna hitam, didalam map itu adalah data tentang kota Brewer.


" maaf mengganggu CEO ini adalah data yang telah anda minta." ucap Aurora dengan hormat.


" baiklah kau boleh pergi." jawab William sambil memandang Handphone nya.


William juga menyuruh Freddy untuk menahan uang pembelian saham Wilson compration ia ingin Keluarga wilson merasakan apa yang namanya kesengsaraan, ia ingin Freddy mentransfer uang kepada mereka setelah itu bekukan uang itu setelah mereka menerimanya.


kota Brewer adalah kota yang sangat kecil di negara Nordik kota ini bagaikan kota mati karena di kota ini tingkat kejahatan masih sangat merajalela, kota ini di penuh oke para gangster dan juga beberapa petinggi korup, William berencana akan membangun cabang di kota ini ia berharap kota ini bisa maju seperti kota lainnya, sementara di villa mewah milik keluarga Smith Bian Jean sedang berbicara melalui telepon dengan Todd Jean, tood Jean sangat marah ia tidak menyangka kalau Quinton Alexander membantu keluarga Malik.


" Bian aku beri kau kesempatan sekali lagi aku ingin besok perusahaan itu sudah menjalani milikku jika kau gagal lagi aku akan membunuhnya dan Ju seluler keluarga mu." ucap Todd Jean dengan dingin.


"baik tuan Todd aku tidak akan gagal untuk yang kedua kalinya." jawab Bian Jean dengan gugup.


setelah selesai berbicara dengan tood Jean Bian kembali duduk di sofa mewah milik keluarga Smith didepannya sudah ada Aiden Smith dan juga ayahnya mereka berdua tidak berani duduk di hadapan Bian karena biarpun Bian bukan berasal dari keluarga utama tetapi ia sangat ditakuti oleh mereka, Aiden yang penasaran dengan pembicaraan Bian dan juga tood Jean ia segera bertanya kepada Bian.


" tuan Bian apa yang tuan muda tood katakan." tanya Aiden dengan hormat.


" ia ingin perusahaan itu menjadi miliknya ia memberi kita waktu sampai besok hari jika tidak kita semua akan mati." ucap Bian dengan dingin.


Aiden dan juga Back Smith menjadi takut mendengar perkataan Bian ia tidak menyangka bahwa tuan muda Tood tetap bersikeras dengan perusahaan itu.


sementara William ia pergi meninggalkan ruangannya ia berencana pergi ke villa keluarga Alexander untuk mengecek keadaan ibu dan juga kakaknya ia berencana ingin mengajak mereka makan bersama, sementara Freddy ia telah pergi meninggalkan wilson comporation sementara keluarga Wilson masih tetap berada di ruangan rapat disana hanya ada para anggota keluarga Wilson.


" tidak ada cara lain Hendrik setelah uang ditransfer aku ingin kau membawa utang kita yang ada di bank dan juga denda yang telah Phoenix comporation berikan, katakan kepada mereka kita baru bisa membayar lima puluh miliar dolar sedangkan sisanya akan kita usahakan secepatnya." ucap kakek wilson dengan dingin.


" baik yah." jawab Hendrik dengan hormat.


sementara di Amerika di wilayah midwest sebuah perumahan mewah di bagian barat tengah Amerika serikat di sebuah villa mewah yang sangat besar villa ini dikelilingi O tembok yang sangat tinggi dan juga dijaga oleh beberapa orang berbaju hitam, sebuah mobil RollsRoyce Pantom berwarna hitam memasuki kawasan rumah seorang pria yang masih terlihat muda keluar dari mobil ia adalah Adrian Taylor Adik angkat dari Elizabeth Taylor, ketika Adrian turun dari mobil semua orang memberi hormat kepadanya bahkan membungkukkan badan kepada Adrian.


Adrian adalah orang yang mengambil alih semua bisnis keluarga Taylor yang ada di Amerika bukan hanya di Amerika tetapi juga di beberapa negara lainnya, walaupun tidak semuanya tetapi ia sangat disegani oleh beberapa keluarga lokal lainnya Adrian berjalan memasuki villa ia pergi menuju ruang keluarga disana sudah ada beberapa orang yang menunggunya Adrian duduk di sebuah sofa mewah dilapisi berlian.


" tuan Adrian ada kabar buruk." ucap seorang pria bule.


" apa itu coba katakan." tanya Adrian dengan penasaran.


" tuan muda William masih hidup." ucap Pria itu dengan takut.


Adrian yang mendengar itu langsung mengeluarkan ekspresi wajah yang sangat dingin sorot matanya bahkan sangat dingin ia bagaikan seekor harimau yang ingin menerkam mangsanya.


" jadi anak itu masih hidup Pedahal aku pikir ia sudah di makan buaya dan juga beberapa ikan sungai lainnya." jawab Adrian dengan dingin.


" tuan Adrian apa yang harus kita lakukan." tanya Priangan itu dengan dingin.


" aku ingin kau menyiapkannya pesawat pribadi untukku aku ingin ke China malam ini, nampaknya aku harus mengambil secara paksa kekayaan keluarga Taylor." ucap Adrian dengan dingin.


" siap tuan aku akan menyiapkan nya sekarang juga." ucap Pria bule itu dengan dingin.

__ADS_1


pria bule itu adalah salah satu dari dua belas letnan milik Adrian, dua belas letnan adalah dua belas pembunuh bayaran terbaik dari setiap negara mereka adalah pasukan terbaik milik Adrian setiap letnan memiliki tato angka di setiap anggota tubuh mereka, pria ini bernama Faust Basara ia adalah letnan nomor delapan, Adrian mengangkat tangan kanannya dan seorang pria berwajah Chinese datang menghampiri nya jika diperhatikan pria ini seumuran dengan William ia adalah orang kepercayaan Adrian, jika Adrian pergi ia yang akan menggantikan Adrian sementara waktu.


" aku ingin kau mengumpulkan semua pasukan kita yang ada di setiap negara suruh mereka semua berangkat ke China malam ini juga, aku ingin kau menyuruh semua pasukan kita yang ada di Nordik untuk mengawasi William jika ada kesempatan habisi dia." ucap Adrian dengan dingin.


" baik tuan." jawab pria itu dengan dingin.


William telah sampai di villa milik keluarga Alexander ia masuk kedalam dan langsung menuju kamar ibunya ia mendapati Elizabeth dan jangan Olivia sedang tertidur pulas nampaknya mereka kelelahan sehabis olahraga, William kembali ke depan villa saat berjalan menuju depan handphonenya berdering ini adalah panggilan dari Freddy.


" halo tuan muda saat ini aku sudah mentransfer uang kepada mereka dan aku sudah membekukan uang itu sesuai perintah anda." ucap Freddy dengan hormat.


" bagus aku yakin sebentar lagi salah satu dari mereka akan menelpon mu untuk menanyakan tentang pembekuan uang itu." jawab William dengan dingin.


saat William dan juga Freddy sedang mengobrol melalui telepon uang yang Freddy transfer sudah masuk ke rekening milik keluarga Wilson, Hendrik yang melihat SMS banking yang masuk di handphone nya langsung segera memberi tahu ayahnya.


" ayah uangnya sudah masuk." ucap Hendrik dengan senang.


" bagus ayah ingin kau pergi ke bank sekarang juga untuk melunasi pinjaman kita." ucap Kakek Wilson dengan senang.


Hendrik segera pergi bersama istrinya dan juga kedua anaknya, sementara William ia telah selesai berbicara dengan Freddy melalui telepon saat hendak masuk ke mobilnya sebuah suara yang sangat tegas menegurnya dari belakang itu adalah suara dari Julian kepala pelayan keluarga Alexander.


" mau kemana kau nak." tanya Julian dengan dingin.


" guru Julian aku ingin balik ke kantor." jawab William dengan tersenyum.


" apa kau bisa menemani guru untuk minum bersama." tanya Julian dengan tersenyum.


" tentu saja aku bisa." jawab William sambil berjalan menuju Julian.


mereka berdua pergi ke taman belakang villa sebuah taman yang sangat indah dan juga luas taman ini dilengkapi dengan fasilitas bermain anak anak dan juga ada beberapa lapangan olahraga seperti basket, dan juga tenis William dan juga Julian duduk di sebuah rumah kaca seorang pelayan datang membawa satu botol wine putih yang umurnya sudah satu dekade.


sementara Hendrik ia dan juga keluarganya telah sampai di bank mereka langsung pergi menuju teller dan langsung menyerahkan kartu ATM untuk membayar pinjaman mereka, saat sedang menunggu teller kembali dan langsung mengatakan sebuah kalimat yang sangat mengejutkan Hendrik dan juga keluarganya.


" maaf tuan tetapi uang didalam telah dibekukan oleh seseorang jadi kami tidak bisa menarik uang tersebut." jawab teller dengan tersenyum.


" apa bagaimana bisa kami baru menerima uang itu sekitar setengah jam yang lalu." jawab Hendrik dengan sedikit emosi.


" tapi maaf tuan nampaknya uang ini baru dibekukan sekitar setengah jam yang lalu." jawab teller bank dengan tersenyum.


Hendrik tidak bisa berbuat apa-apa ia segera menghubungi ayahnya agar dapat membantunya saat ini, ketika kakek wilson mendengar masalah ini ia langsung marah dan menyuruh Hendrik menghubungi Freddy tanyakan kepadanya kenapa ia membekukan uang itu, Hendrik segera menghubungi Freddy untuk bertanya tentang semua ini ketika panggilan terhubung sebuah suara yang sangat dingin tersebut di ujung telepon.


" apa ada yang bisa saya bantu." tanya Freddy dengan dingin.


" tuan More mengapa uang yang telah anda transfer dibekukan." tanya Hendrik dengan tersenyum.


" kalau soal itu itu adalah perbuatan tuan muda Alexander ia sengaja membekukan uang itu karena ia takut tujuh puluh persen saham yang telah ia beli adalah milik orang lain jadi ia ingin mencari tahu tentang ini terlebih dahulu, jika tidak ada surat penyerahan kekuasaan maka uang yang telah saya transfer akan tuan tuan muda Alexander kembalikan kepada kalian." jawab Freddy dengan dingin.


belum sempat Hendrik bertanya kembali Freddy sudah mematikan handphone nya ia langsung menghubungi William, William yang sedang minum bersama Julian langsung mengangkat telepon nya.


" halo tuan muda sesuai dugaan anda tadi Hendrik wilson menghubungi ku ia bertanya soal uang yang telah kita bekukan." ucap Freddy dengan hormat.


" sesuai perkiraan ku Freddy aku ingin kau mencari tahu surat penyerahan kekuasaan itu aku yakin surat itu pasti ada kau tanyakan kepada setiap dewan direksi siapa orang yang sering berkunjung ke ruangan ibu ayah mertuaku, aku yakin orang itu adalah orang kepercayaan ibu ayah mertuaku." perintah William kepada Freddy.

__ADS_1


" baik tuan muda akan saya cari tahu." jawab Freddy dengan hormat.


__ADS_2