
William bangun kesiangan karena minum sampai subuh bersama Peter dan juga Olivia, ia melihat handphone nya ada beberapa panggilan dari Quinton ia menghubungi Quinton karena ia yakin ada yang urusannya sama Chelsea.
" halo dik ada apa, maaf aku bangun kesiangan." tanya William sambil mengusap matanya.
" kak hari ini adalah pembukaan pembangunan perumahan elite kita saat ini aku sedang menuju ke lokasi pembangunan, apa ada pesan yang ingin disampaikan." tanya Quinton dengan tersenyum.
" tidak ada, aku ingin kau menjaga istriku dengan baik."ucap William dengan senang.
" baik kak, oh iya kak aku ingin membeli beberapa pakaian Aku hanya membawa beberapa setelan jas ku, apa kakak tau tempat yang bagus." tanya Quinton dengan tersenyum.
" kalau masalah itu Chelsea yang tahu, kau bisa meminta nya untuk menemani mu tapi ingat jaga dia dengan baik." jawab William dengan tegas.
" oke kak." Jawab Quinton dengan senang.
setelah itu William pergi menuju kamar mandi setelah mandi ia pergi sarapan sendiri karena saat ini semua orang sudah pergi, hanya ada kakeknya dan juga beberapa pelayan dan juga bodyguard yang berjaga di rumah keluarga Alexander, ia melakukan kakeknya sedang asik menonton acara televisi.
" halo kek William pergi dulu, ada urusan penting yang harus aku selesaikan." pamit William kepada kakeknya.
" baiklah hati hati di jalan, jangan ngebut di jalan." ucap Zeus kepada William.
setelah itu William langsung pergi menuju garasi, William pergi menggunakan mobil kesayangan nya yang senantiasa menemaninya kemana saja waktu dulu. William mengambil handphone nya dan langsung menghubungi Vin diesel.
" halo Vin kau dimana, aku ingin bertemu dengan mu." tanya William dengan tersenyum.
" oh saat ini aku sedang berada di kafe tempat aku bekerja akan aku Sherlock lokasi nya." ucap Vin dengan tersenyum.
setelah menerima lokasi Vin William kan menuju kesana, William sampai di sebuah kafe yang tidak terlalu besar William mencari tempat parkir mobil setelah menemukan nya William langsung masuk ke dalam, ia melihat Vin yang hanya menjadi tukang bersih-bersih di kafe itu ia merasa kasian dengan Vin seorang pria lulusan S1 manajemen bisnis malah menjadi tukang bersih-bersih di sebuah kafe kecil, tanpa menunggu lama William langsung masuk dan menyapa nya.
" halo Vin apa kabar." tanya William dengan tersenyum.
" kabar baik bro, kau ada urusan apa hingga mencari ku.," tanya Vin dengan tersenyum.
" Ayo pergi aku sudah mendapatkan pekerjaan yang layak untuk mu, seorang S1 bisnis manejemen seperti mu tidak layak menjadi tukang bersih-bersih di sebuah kafe kecil seperti ini." ucap William sambil menarik tangan Vin.
setelah itu mereka pergi menuju kantor milik Quinton, ia sudah menghubungi Quinton tadi malam dan kata Quinton ia akan menyuruh Alan untuk mengangkat nya menjadi wakil CEO, dalam perjalanan William Bertanya mengapa Vin mau bekerja di kafe kecil seperti itu kawanan Vin adalah karena biaya sekolah adik adiknya, William bingung seharusnya Andy memberikan uang kepadanya William yang melihat pakaian vin langsung singgah di sebuah distrik pembelanjaan.
" bro ada apa mengapa kita berhenti disini." tanya Vin dengan heran.
" mari turun kita cari pakaian untuk mu, kau tidak boleh datang kekantor dengan pakaian kotor seperti itu." ucap William dengan santai.
setelah itu mereka masuk kesebuah toko jas pria William langsung menyuruh pelayan untuk mencari kan jas yang cocok untuk Vin, ,.setelah itu Vin pergi mengikuti pelayan toko William mengambil handphone nya dan menghubungi Andy Murray.
" halo bro ada apa ." tanya Andy dengan tersenyum.
__ADS_1
" Andy apa kau sudah memberikan uang kepada Vin ." ucap William dengan sedikit marah.
" aduh maaf bro aku lupa baiklah aku akan mengirimkan uang nya, aku akan mengirimkan satu miliar dolar kepadanya." ucap Andy Murray dengan senang.
" baiklah kau kirim uang nya, sekarang saat ini dia sedang membutuhkan uang." ucap William dengan santai.
setelah itu Vin kembali dengan setelan berwarna biru tua dan kemeja biru muda, William langsung membayarnya ia juga meminta empat setelan lagi untuk Vin pakai di hari lainnya, Vin merasa sedikit canggung dengan pemberian William, saat sedang berjalan menuju mobil SMS banking masuk di hp Vin.
" William kau lihat ini ada seseorang yang mengirimkan ku uang sebesar 1 juta dolar." kata Vin sambil menyerahkan handphone nya.
" Vin kau lihat baik baik itu bukan satu juta tapi satu miliar dolar." ucap William dengan santai.
" apa, siapa yang mengirimkan ini ." ucap Vin dengan kaget.
" itu dari Andy, sebenarnya aku sudah memintanya dua hari yang lalu, aku mempunyai sedikit rejeki jadi aku bagikan kepada kalian berdua." jawab William dengan santai.
Vin yang mendengar itu hanya bisa berterima kasih kepada William, ia bahkan menganggap William sebagai tuannya sekarang ia ingin berguna bagi William, setelah sampai mereka sampai di kantor Quinton mereka langsung pergi menuju tempat dimana Alan berada , Alan berada di lantai paling atas William dan Vin sampai di sana setelah itu Vin mulai bekerja sebagai wakil Alan.
" Vin aku pamit pergi dulu, ini ada hadiah dariku anggap saja fasilitas dariku, ini ada kunci mobil dan kunci rumah untuk mu , di dalam juga ada kartu ATM yang baru aku buat sebenarnya uang yang masuk tadi masuk ke sini ." ucap William sambil mengeluarkan sebuah amplop.
" terimakasih banyak bro, mulai sekarang aku adalah pelayan mu bro.
" tidak perlu seperti ini kau adalah temanku, anggap saja aku saudaramu." ucap William sambil meninggalkan Vin di ruangannya.
" halo William dimana kau sebentar lagi rapat dimulai, ayah tunggu Lima menit jika sampai lewat ayah akan menghukum mu." ucap Wayne dengan nada tinggi.
William langsung pergi menuju tempat rapat ia melaju dengan kecepatan tinggi, sampai sampai ia hampir menabrak mobil di depan untung saja tidak kena William langsung menancap mobil nya, sesampainya di sana ia langsung masuk kedalam, ia melihat Peter dan juga yang lainnya ia langsung duduk di samping ayahnya, Wayne bertanya kepada William tentang masukkan untuk mereka.
"William apa kau mau menambahkan sesuatu." tanya Wayne dengan tegas.
" ada, ayah aku ingin mengangkat keempat anak buah ku menjadi jenderal baru black dragon, saat ini empat kursi jendral sedang kosong." ucap William dengan tersenyum.
" bos apa maksud mu bukan nya hanya ada dua yang kosong." tanya Albert dengan terkejut.
" Albert aku, Peter, dan juga Quinton sudah berhenti menjadi jenderal, dan satu kursi memang sudah 4 tahun telah kosong aku ingin kalian berempat yang mengisi nya." jawab William dengan tersenyum.
setelah itu Wayne melantik mereka berempat menjadi jenderal baru, sebenarnya ada dua belas jendral di black dragon mereka di urut kan sesuai angka, dari yang terbesar sampai yang terkecil William menempati posisi kesembilan, Quinton di posisi kesepuluh, dan Peter di posisi kesebelas, untuk delapan orang lainnya mereka adalah mantan anak didik Julian yang lain.
Albert menempati posisi ke sembilan, Bryan ke sepuluh , Tyson ke sebelas dan roman terakhir. untuk delapan jendral lainnya mereka tidak tinggal di Adenville mereka menyebar ke berbagai negara hanya Wayne , Sebastian, dan juga Billy yang tahu siapa mereka mereka tidak ingin terekspos oleh orang lain, bahkan William tidak pernah berjumpa dengan mereka.
setelah selesai William berencana untuk pulang ke rumah keluarga Alexander, ia ingin bersiap siap untuk pulang ke berilon besok, sebenarnya hari ini Edy norton, Leny Lyndon, dan juga Derby Romero sudah berangkat ke berilon, William tidak bisa mengantar mereka, William juga punya janji dengan Jenifer untuk makan malam berdua di restoran milik keluarga Lopez, saat malam tiba William pergi ke restoran keluarga Lopez, sesampainya di sana Jenifer sudah menunggu nya dari tadi bahkan ada beberapa anggota keluarga Lopez yang hadir seperti kakak laki laki Jenifer, dan juga beberapa sepupu perempuannya yang seumur dengan nya.
" maaf membuat mu menunggu." ucap William dengan tersenyum.
__ADS_1
" tidak apa apa, lagi pula aku juga baru sampai Ayo masuk beberapa saudara ku sudah menunggu mu." ucap Jenifer dengan sopan.
setelah itu mereka masuk William dan mereka makan malam bersama, sebenarnya malam ini William sudah membuat janji dengan Peter dan yang lainnya ia ingin merayakan pengangkatan ke empat anak buahnya, tetapi Jenifer mengundang nya untuk makan malam bersama mereka, karena Jenifer dan William sudah berteman dari kecil jadi William tidak enak menolaknya.
" halo William lama tidak berjumpa, aku kaget mendengar kabar kalau kau masih hidup." ucap seorang pria seumuran dengan Olivia.
" lama juga tidak berjumpa, bagaimana kabar mu tuan muda Lopez ." jawab William sambil mengulurkan tangannya.
ia adalah Justin Lopez anak tertua dari keluarga Lopez, ia merupakan orang yang jenius, ia digadang gadang akan menjadi kepala keluarga Lopez selanjutnya, William pernah. mendengar nya dari kakaknya kalau Justin bekerja di luar negeri ia mengelola bisnis keluarga yang ada di Belanda, saat itu Wiliam menghabiskan malam bersama mereka hingga ia tersadar kalau sekarang sudah jam 11 malam, William berpamitan dengan mereka, dan Justin mengantarkan William hingga ke mobilnya.
" William semenjak kau menghilang semua tuan muda dari sepuluh keluarga terkaya semakin berkembang, bahkan tuan muda Amstrong dan juga Lencester digadang gadang akan menjadi pemimpin dari sepuluh keluarga terkaya selanjutnya, saat ini tuan muda Amstrong telah menjadi kepala keluarga Amstrong walaupun belum resmi karena sebagian kuasa masih dipimpin oleh ayahnya." kata Justin dengan serius.
William yang mendengar ini tiba tiba berhenti dan langsung mengeluarkan tatapan dingin kepada Justin setelah itu ia berkata.
" mereka tidak akan bisa selama aku masih hidup, jika kau bertemu mereka semua katakan pada mereka aku William Alexander tidak akan pernah membiarkan mereka merebut apa yang seharusnya aku warisi." ucap William dengan dingin kepada Justin.
" William apa kau yakin dengan perkataan mu." tanya Justin dengan dingin.
" Justin aku tahu kau ingin sekali membawa keluarga Lopez menaiki tangga kejayaan."ucap William dengan dingin.
" tentu saja semua orang juga menginginkan itu, kami keluarga Lopez hanya menempati posisi terbawah dari tangga itu." ucap Justin sambil mengambil rokok dari sakunya.
" aku bisa membantu kalian, ketika aku menemukan pelaku yang menimpaku tiga tahun yang lalu aku akan menyingkirkan orang itu, aku yakin pelakunya salah satu dari mereka." ucap William dengan tersenyum.
" baiklah, mulai sekarang aku akan menjadi aliansi mu." ucap Justin sambil menyerahkan rokoknya kepada William.
setelah itu William langsung membakar rokok itu sudah lama ia tidak merokok, setelah itu William langsung pergi menuju tempat dimana anak buahnya sedang berkumpul, itu adalah bar milik Peter setelah sampai ia langsung masuk dan mengapa mereka semua.
" maaf aku terlambat, apa kalian sudah mulai acara nya." tanya William dengan tersenyum.
" belum kak mereka ingin menunggu mu." jawab Peter dengan tersenyum.
" baiklah mari kita mulai acara nya.," ucap William sambil mengambil gelas dan mulai menuangkan wine di gelas.
setelah itu mereka minum bersama menghabiskan waktu terakhir mereka bersama, saat sedang minum mereka semua ingin sekali William tetap di samping mereka, karena biarpun bagaimana William adalah penyelamat mereka, William tidak bisa bersama mereka tetapi William janji bahwa ia akan selalu menghubungi mereka, saat sedang asik mengobrol Bryan meminta William untuk mengizinkan nya berangkat ke kota Amber besok pagi.
" bos besok aku akan berangkat ke kota Amber." ucap Bryan dengan serius.
" baiklah aku akan menghubungi juru bicara keluarga Alexander di kota Amber untuk melayani mu dengan baik, aku juga akan meminta pemimpin black dragon disana untuk menemani mu disana." ucap William sambil memeluk Bryan .
" terimakasih bos." balas Bryan dengan hormat.
setelah itu William dan Peter pulang ke rumah keluarga Alexander, besok pagi mereka harus ke bandara untuk kembali ke berilon.
__ADS_1