TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
WILLIAM VS ARLO BALL


__ADS_3

seketika Chelsea berbalik ia melihat William sedang berjalan menuju mereka William sangat tampan dengan jas berwarna abu-abu muda dipadukan dengan kemeja berwarna putih dan juga sepatu pantofel berwarna coklat muda, ia memancarkan aura yang mendominasi sekitarnya sampai sampai Chelsea merasa bahwa William berbeda malam ini.


" siapa kau apa kau tahu kalau saat ini kami sedang berkumpul untuk makan malam." tanya Linn karter dengan sombong.


"Linn ia adalah suamiku William, ia datang kesini untuk menjemput ku." jawab Chelsea dengan tersenyum.


" oh jadi kau suami dari nyonya Chelsea kau beruntung juga mempengaruhi istri yayng begitu cantik." ucap Arlo dengan sombong kepada William.


" sayang maaf aku masuk tanpa memberi tahu mu aku tadi menghubungi mu tetapi kau tidak mengangkat telepon ku." ucap William dengan tersenyum.


" tidak apa apa sayang." jawab Chelsea dengan tersenyum.


William sudah dari tadi berdiri di depan pintu ruangan mereka bahkan William mendengar perkataan Arlo tentang kerja samanya dengan Phoenix comporation William juga mendengar ucapan Linn bahwa Arlo dekade dengan dirinya, tetapi Arlo yang ingin terlihat hebat di depan teman teman istrinya terutama Chelsea jadi ia kembali omong kosongnya.


" bro boleh aku tahu dimana kau bekerja." tanya Arlo dengan sombong.


" aku bekerja di perusahaan milik temanku, perusahaan kami bergerak di bidang interior design jika kalian mencari seseorang untuk mendesain rumah atau kantor kalian kalian bisa hubungi aku." jawab William dengan tersenyum.


" kalau boleh tahu apa nama perusahaan kalian." tanya Arlo dengan tersenyum manis.


" nama perusahaan kami Wichel group." jawab William dengan santai.


" Perusahaan apa itu aku baru mendengar nama perusahaan itu bro apa kau bekerja di perusahaan kecil yang tidak masuk dalam daftar perusahaan terbesar." ucap Arlo dengan nada menghina.


" perusahaan kami memang baru berjalan satu bulan tetapi perusahaan kami sudah bekerja sama dengan keluarga Malik, tuan Arlo kalau boleh tahu anda bekerja dimana." jawab William dengan santai sambil bertanya kembali kepada Arlo.


" nama perusahaan ku adalah Era Pasifik sebuah perusahaan yang bekerja di bidang elektronik, jabatan ku disana sebagai manajer personal." ucap Arlo dengan bangga.


William pernah mendengar perusahaan itu tetapi ia lupa dimana ia pernah mendengarnya, William kembali bertanya kepada Arlo.


" aku baru mendengar perusahaan mu." ucap William dengan santai.


"orang seperti mu tahu apa perusahaan ku adalah salah satu anak perusahaan dari Alexander Elektronis perusahaan milik keluarga Alexander." ucap Arlo dengan sombongnya.


" oh jadi seperti itu pantas saja aku tidak tahu tentang perusahaan mu." jawab William dengan tersenyum.


"aku menawarkan pekerja kepada istrimu untuk menjadi salah satu manejer di Peru ku." ucap Arlo dengan bangga.


" oh tetapi maaf aku tidak mengizinkan istriku bekerja di bawah orang lain." jawab William dengan tersenyum.


seketika Linn karter yang mendengar perkataan William menjadi marah."Chelsea apakah suamimu menolak tawaran suamiku masih untung suamiku menawarkan pekerjaan kepada mu." ucap Linn dengan nada marah sekaligus menghina Chelsea.


" aku pikir kau orang pintar ternyata kau hanya orang bodoh." ucap Arlo dengan nada dingin.


" jangan salah paham istriku adalah orang yang pintar aku akan menjadikan dia pemilik perusahaan ternama di kota ini." ucap William dengan tersenyum.


" kau pikir berapa harga sebuah perusahaan, kau pikir kau orang terkaya di dunia." ucap Arlo dengan nada tinggi.


William hanya tertawa mendengar ucapan Arlo, Chelsea yang ada disebelah William ingin menghentikan suaminya tetapi Linn karter tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk mempermalukan William dan juga Chelsea.


" William kau pikir kau adalah putra dari empat keluarga kelas atas atau jangan-jangan kau berpikir kau adalah putra dari sepuluh keluarga terkaya di negara Nordik." ucap Linn karter dengan mengejek William.


"aku memang bukan anak dari empat keluarga kelas atas tetapi aku bisa membuat mereka berlutut di hadapan ku." ucap William dengan tersenyum.


" kau pikir kau siapa kau pikir kau adalah tuan mereka." ucap Arlo dengan marah.


William yang mendengar ucapan Arlo seketia mengeluarkan handphone nya ia menekan. satu nomor yang ada di handphone nya itu adalah nomor milik Stephen Yun kepala keluarga Yun.


" halo aku ada di Mermaid resto aku ada di ruang silver, aku beri kau waktu lima menit untuk kesini jika tidak kau tahu apa yang akan terjadi." ucap William dengan dingin.


mata William sangat dingin bahkan ia ingin sekali membunuh Arlo dengan Linn karter sekarang juga, tetapi ia tidak bisa melakukan itu karena ada Chelsea di sisinya. Arlo dan juga Linn yang mendengar perkataan William seketika tertawa bukan hanya mereka berdua tetapi teman teman istrinya juga ikut menertawakan dirinya.

__ADS_1


" Chelsea suamimu sangat pandai dalam berbohong apa kau mengajarinya." ucap Linn dengan nada menghina Chelsea.


" bro aku rasa kau masih bermimpi sebaiknya kau bangun dari mimpi mu." ucap Arlo dengan tersenyum.


saat mereka semua menertawakan William pintu ruangan terbuka seorang pria paruh baya datang berjalan terburu-buru dengan wajah yang sangat pucat bagaikan salju, seketika semua orang terkejut itu adalah Stephen Yun kepala keluarga Yun orang terkaya nomor empat di kota berilon.


Arlo berjalan menuju Stephen tetapi Stephen menghiraukan dirinya ketika sampai dihadapan William ia langsung berlutut di hadapan William.


" tuan ada yang bisa saya bantu." tanya Stephen Yun dengan takut.


semua orang terkejut menyaksikan adegan itu mereka tidak menyangka seorang Stephen Yun berlutut di depan William, Chelsea juga syok melihatnya.


" tuan Yun apa tuan Yun bisa mengatur ruangan yang lebih bagus untuk istriku dan juga teman temannya." tanya William dengan tersenyum.


" baik tuan aku akan menyiapkan ruangan D gold untuk istri anda." ucap Stephen Yun dengan tersenyum.


ruangan D gold atau diamond gold adalah ruangan tertinggi di Mermaid resto ruangan ini hanya bisa di pesan oleh member diamond gold bahkan mereka harus menunggu satu bulan untuk memesan ruangan ini.


" nyonya Chelsea mari ikuti saya." ucap Stephen Yun dengan tersenyum.


Chelsea dan teman temannya pergi meninggalkan ruangan silver menuju ruangan D gold, ketika mereka pergi William mengeluarkan handphone nya dan menelpon pamannya Lincoln Alexander.


" halo William tumben kau menghubungi paman." tanya Lincoln yang sedang berbaring di tempat tidur.


"pama apa paman tahu tentang Era Pasifik." tanya William dengan tersenyum.


"tentu saja nak perusahaan itu adalah anak perusahaan dari perusahaan elektronik milik kita memangnya ada apa." tanya Lincoln dengan senang.


"tidak ada apa-apa perusahaan ini sedang membuka cabang di kota berilon, apakah paman tahu tentang ini." jawab William sambil bertanya kepada pamannya.


" oh iya paman lupa memberi tahu mu paman menyuruh salah satu orang yang paman utus kesana untuk menemui mu, paman ingin kau membantu perusahaan itu." jawab Lincoln dengan tersenyum.


" baiklah paman apa paman tahu tentang Arlo Ball." jawab William sambil bertanya.


ketika William ingin menjawab panggilan pamannya Chelsea datang menghampiri nya Chelsea memanggil nya untuk bergabung bersama mereka, William pun langsung mematikan handphone nya.


Alexander group adalah perusahaan utama milik keluarga Alexander dibawah Alexander group ada beberapa perusahaan besar lainnya yang masih dimiliki oleh keluarga Alexander, salah satunya adalah Alexander Elektronis perusahaan yang bergerak di bidang elektronik perusahaan ini dikelola oleh Lincoln, Lincoln menjabat sebagai CEO disana.


William dan Chelsea telah kembali ke ruangan D gold disana masih ada Stephen Yun yang sedang mengawasi pelayan menyajikan makanan, ketika William tiba ia segera berlari menuju William.


" tuan apa ada yang kurang." tanya Stephen dengan tersenyum.


" tidak ada tuan Yun bisa kembali ke tempat tuan." ucap William dengan tersenyum.


" baiklah tuan jika butuh sesuatu hubungi aku." ucap Stephen dengan tersenyum.


semua makanan telah siap mereka semua makan dengan lahap sedangkan William ia hanya menikmati secangkir Wine yang telah disajikan, saat William sedang menikmati minuman nya Linn yang penasaran tentang bagaimana Stephen Yun yang begitu menghormati William.


" William apa kau mengenal tuan Yun." tanya Linn dengan tersenyum.


" sebenarnya aku tidak mengenalnya tetapi bos ku dan juga tuan Yun adalah teman baik." jawab William dengan tersenyum.


" cihh jadi ini semua karena temanmu aku pikir ini semua karena mu." ucap Arlo dengan menghina.


"Jika begitu aku juga bisa biarpun bagaimana aku ini adalah orang kepercayaan tuan Lincoln Alexander." ucap Arlo dengan tersenyum.


" oh jadi tuan Arlo adalah orang kepercayaan tuan Lincoln Alexander." ucap salah satu wanita yang ada disana.


" tentu saja tuan Lincoln sangat dekat denganku." jawab Arlo dengan bangga.


William yang mendengar omong kosong Lincoln segera tertawa, Arlo yang melihat William tertawa segera marah dan langsung memarahi William.

__ADS_1


" William apa yang lucu." tanya Arlo dengan nada tinggi.


" hanya lucu saja orang seperti Lincoln Alexander berteman dengan sampah seperti mu." jawab William dengan tersenyum.


" apa kau bilang aku akan menelpon tuan Lincoln biar kau percaya dengan omongan ku Barusan." ucap Arlo dengan sombong.


Arlo segera mengeluarkan handphone nya dan langsung menelpon nomor Lincoln tetapi tidak di angkat sama sekali, seketia wajah Arlo menjadi malu tetapi ia segera menenangkan dirinya.


" oh maaf mungkin tuan Lincoln sedang tidur atau ia sedang ada urusan penting dengan keluarganya." ucap Arlo dengan pura pura.


" apa kau perlu bantuan ku." tanya William dengan tersenyum.


" kau pikir kau siapa, aku saja orang kepercayaan tuan Lincoln tidak diangkat apa lagi kamu yang tidak punya hubungan dengannya." ucap Arlo dengan percaya diri.


" apa salahnya jika belum dicoba." ucap William sambil mengeluarkan handphone nya ia menelepon kembali pamannya, ketika telepon terhubung William menekan tombol speaker.


belum sempat pamanya bertanya William deluan berbicara." halo tuan Lincoln ini aku William orang yang akan merenovasi gedung yang akan kalian pakai sebagai kantor kalian yang ada di kota berilon." ucap William dengan santai.


Lincoln mengerti dan langsung menjawab." oh jadi ini tuan William ada apa, apa yang bisa saya bantu." jawab Lincoln dengan dingin.


" tuan Lincoln saat ini aku sedang bersama dengan orang kepercayaan anda." ucap William dengan tersenyum.


" oh apakah itu orang yang akan bertanggung jawab dengan pembangunan kantor yang ada di sana." tanya Lincoln dengan santai.


" orang ini adalah Arlo ball ia nampaknya kesulitan menghubungi anda, jadi aku berusaha membantunya untuk menghubungi anda." ucap William dengan tersenyum.


seketika wajah Arlo menjadi pucat saat ini rasanya ia ingin mati dan menguburkan kepalanya di dasar tanah, Arlo sebenarnya hanya seorang manajer personal ia bukan orang kepercayaannya Lincoln, apalagi ia sering mengelapkan dana perusahaan tanpa sepengetahuan seseorang, ia yakin tindakannya tidak akan ketahuan oleh keluarga Alexander karena Lincoln jarang mengecek langsung perusahaan mereka.


" Arlo Ball aku tidak mempunyai orang kepercayaan bernama Arlo ball, tuan William bisa anda aku berbicara kepadanya."jawab Lincoln dengan dingin sekaligus bertanya kepada William.


ucapan Lincoln membuat semua orang terkejut mereka tidak menyangka bahwa Arlo adalah seseorang yang pandai berbohong, semua orang menatapnya dengan jijik bahkan mereka juga menatap Linn dengan Sama jijiknya.


William telah menyerahkan handphone nya kepada Arlo, Arlo dengan takut meletakkan handphone di telinga nya sebuah suara yang dingin bergema di telinga nya.


" apa kau Arlo ball mulai besok kau dipecat, kau telah ketahuan mengelapkan dana perusahaan tanpa sepengetahuan ku, kau juga harus membayar denda sebanyak seratus juta miliar aku beri waktu selama tiga hari jika tidak polisi dari kota Monarki akan datang menjemput mu di sana." ucap Lincoln dengan dingin.


seketika Arlo terjatuh kelantai ia tidak menyangka bahwa ia akan berakhir malam ini, ia tidak menyangka kalau William adalah klien Lincoln jika ia tahu soal ini ia tidak akan berani mengganggu William, ia juga harus membayar denda sebesar seratus juta dolar saat ini ia hanya mempunyai uang sebanyak sepuluh juta dolar semua uang yang dia gelapkan telah habis di pakai istrinya untuk bersenang-senang ia juga tidak tahu kalau kartu kredit miliknya telah diblok oleh pihak bank.


Linn yang melihat suaminya yang sedang putus asa seketika menghampirinya.


" sayang apa yang terjadi mengapa kau menjadi panik seperti ini." tanya Linn dengan penasaran.


Arlo yang melihat istrinya seketika menampar linn dengan keras bahkan sampai sampai beberapa gigi depan Linn keluar dari mulutnya, Linn yang melihat suaminya menampar nya kembali bertanya.


" sayang mengapa kau menamparku apa yang terjadi denganmu." tanya Linn yang langsung dipotong dengan tamparan lain dari Arlo.


bukan hanya menampar linn tetapi Arlo juga menendang dan juga memukuli nya dengan kejam.


" dasar wanita pembawa sial jika bukan karena mu aku tidak akan melakukan pengelapan dana perusahaan, mungkin aku sudah hidup bahagia dengan wanita lain." ucap Arlo dengan marah.


semua orang yang menyaksikan kejadian ini menjadi kaget mereka tidak menyangka Arlo akan memukuli Linn karter dengan kejam, Chelsea yang melihat itu seketika menghampiri William.


" kau adalah wanita berwajah plastik jika kau tidak melakukan operasi plastik aku tidak akan melakukan korupsi, aku dipecat dari perusahaan itu semua karena mu karena kau ingin aku memberikan mu tiga puluh juta dolar untuk melakukan operasi wajah dan juga yang lainnya." ucap Arlo dengan marah.


" apa kau dipecat kau juga melakukan penggelapan dana perusahaan." tanya Linn sambil menahan sakit dari pukulan dan juga tendangan Arlo.


" aku akan menghancurkan wajahmu biar semua orang akan jijik melihat mukamu." ucap Arlo sambil mengambil sebuah pisau yang ada dimeja.


William hanya diam saja menyaksikan kejadian itu ia tidak menyangka bahwa Arlo akan berubah menjadi gila seperti ini.


Arlo menghancurkan wajah milik Linn hingga Linn berteriak kesakitan tetapi tidak sampai di situ ketika ia melihat Chelsea dan juga William ia segera maju ingin menyerang William, baginya William adalah penyebab dirinya dipecat, tetapi belum sempat ia mendekati William kaki William lebih dulu menendang pisau yang ada di tangan kirinya tidak sampai disitu William juga memukul wajahnya hingga pingsan.

__ADS_1


semua orang kagum dengan gerakan cepat William.


__ADS_2