TUAN MUDA SEJATI

TUAN MUDA SEJATI
KEDATANGAN ELIZABETH TAYLOR DI KOTA BERILON


__ADS_3

saat William sedang mengecek mobilnya beberapa mobil Van berwarna hitam datang mendekat ke mereka seorang pria turun dari mobil Mercedes Benz E-class ia yang melihat mobilnya rusak parah langsung menjadi marah dan langsung berjalan menuju William.


" hey apa kau buta apa kau tidak melihat mobilku sehingga kau menabrak mobil ku ini." ucap pria itu yang ternyata adalah Burke Hors.


" maaf bukannya kau yang menabrak ku mengapa kau yang menjadi marah." ucap William dengan tenang.


" kau pikir aku perduli kau harus ganti rugi atas kerusakan mobilku apa kau tahu berapa harga mobilku harga mobilku seharga lima puluh empat ribu dolar sedangkan harga bemper depannya seharga dua ribu dolar kau harus membayar sebanyak lima ribu dolar kepadaku, jika tidak aku akan memukuli mu hingga mati." ancam Burke dengan dingin.


" apa kau mencoba memeras ku seharusnya kau yang ganti rugi kepadaku seharga sembilan ratus enam puluh ribu dolar." jawab William dengan dingin.


" aku tidak ingin tahu kau harus mengganti mobil ku jika tidak aku akan menyuruh anak buahku untuk membunuhmu apa kau mau." ucap Burke dengan tersenyum.


William yang mendengar itu langsung maju menampar Burke dengan keras bahkan hingga Burke terlempar ke belakang menabrak mobilnya sendiri, anak buah Burke yang melihat itu langsung maju melawan William tetapi dalam hitungan detik William melumpuhkan mereka semua dengan cepat bahkan mereka semua mengalami patah tulang di bagian tangan dan kaki mereka, Burke yang kembali bangkit dan langsung mengambil pistol yang ada dibelakang punggung nya dan langsung mengarahkannya kearah William, William yang melihat itu langsung bergerak cepat mengambil tangan burke yang menggenggam pistol, William mematahkan tangan Burke hingga pistol itu terjatuh ke tanah William mengambil pistol itu dan mengarahkannya kepada burke tetapi William tidak menembak burke karena ia rasa ini hanya masalah sepele.


" beraninya kau mematahkan tangan ku apa kau tidak tahu siapa aku bahkan salah satu raja dunia bawah adalah sahabat ayahku, aku akan menelpon paman Jhon untuk datang mematahkan kakimu dan juga tanganmu." ancam Burke dengan marah.


William yang mendengar itu langsung berlutut didepan burke ia memasang senyum mengejek kepada burke." oh ternyata ayah dan juga Jhon berteman aku ingin tahu apa Jhon akan memiliki mu setelah tahu bahwa aku orang yang telah kau singgung." ucap William dengan tersenyum.


" kau pikir kau siapa kau tunggu disini aku akan menelpon paman Jhon." ucap burke sambil menekan sebuah nomor yang ada di handphone nya seketika sebuah suara yang sangat dingin terdengar di ujung telepon.


" halo siapa ini saat ini aku sedang sibuk aku tidak ingin diganggu oleh seseorang." ucap Jhon dengan dingin.


" paman Jhon ini aku burke horse saat ini aku sedang dipukuli oleh seseorang bahkan orang ini mengatakan bahwa paman harus berlutut di hadapannya." jawab Burke dengan sedikit marah.


" apa dimana kau sekarang nak Burke aku akan datang membantu mu." ucap Jhon dengan marah.


" aku ada di daerah pusat perkantoran kota berilon paman tolong selamatkan aku jika tidak orang ini akan menembak kepalaku hingga hancur." jawab Burke dengan sedih.


" baik paman akan kesana sekarang juga." ucap Jhon dengan dingin.


William yang menyaksikan itu hanya bisa menahan tawa ia tidak percaya bahwa Jhon orang yang dikenal sebagai orang yang sangat kejam terhadap siapa saja mau tunduk kepada para badut yang ada dihadapannya, beberapa saat kemudian beberapa mobil land Rover berwarna putih datang sedangkan di paling depan ada sebuah mobil Chevrolet Camaro berwarna biru tua, seorang pria yang sangat mendominasi keluar dari mobil Chevrolet Camaro ia adalah Jhon Hart ia berjalan menuju Burke diikuti beberapa anak buahnya.


" dimana orang yang mematahkan tanganmu akan aku buat orang itu berlutut di depan mu sekarang juga." ucap Jhon dengan dingin sebenarnya Jhon tidak terlalu perduli dengan burke ia hanya merasa bahwa keluarganya masih bisa menjadi penghasil uang buatnya jika itu sudah tidak berguna ia akan membunuh ayah dan anak ini.


William yang sedang bersandar di bawah tiang lampu yang tidak menyala langsung berjalan maju." aku orang yang mematahkan tangannya apa kau keberatan Jhon." ucap William dengan dingin.


Jhon yang mengenal suara ini langsung menjadi takut kakinya terasa lemas hingga tanpa sadar kedua kakinya menyentuh tanah." tuan muda maafkan aku, aku tidak mengenali siapa tuanku yang sebenarnya." ucap Jhon dengan takut.


" Jhon sejak kapan kau menjadi anjing orang lain apa kau mengkhianati ku." tanya William dengan dingin.


Burke yang melihat itu langsung menghampiri Jhon " paman Jhon mengapa paman berlutut dihadapan orang ini ia hanyalah sampah yang tidak penting." ucap burke dengan tersenyum.


Jhon yang mendengar itu langsung menampar burke hingga beberapa giginya keluar dari mulutnya, tidak sampai disitu Jhon juga menendangnya hingga hampir mati, William menghentikan Jhon dan segera maju menghampiri Jhon.


" Jhon kau tahu apa yang harus kau perbuat ketika membuat sebuah masalah." ucap William menyerahkan sebuah pisau kepada Jhon.

__ADS_1


" tentu saja tuan." ucap Jhon dengan dingin sambil mengambil pisau yang diberikan William tanpa ragu sedikitpun Jhon memotong jari kelingking nya, bahkan ia juga menyuruh semua anak buahnya untuk memotong jari kelingking mereka jika tidak Jhon yang akan memotong tangan mereka, semua anak buahnya mengambil pisau yang ada di saku mereka dan langsung memotong jari mereka.


William hanya melihat itu dengan dingin tanpa ada ekspresi wajahnya bagaikan iblis bahkan lebih mengerikan dari iblis, setelah itu ia berbalik badan dan memberikan perintah kepada Jhon.


" Jhon aku ingin kau mengukir kalimat di dahi pria itu kalimatnya adalah aku adalah sampah yang tidak berguna, setelah itu gunting seluruh rambutnya agar tulisan itu keliatan oleh orang lain Pastikan setiap Minggu ia datang menemui mu jika ia berani menghilangkan tulisan itu ukir lebih dalam lagi." ucap William dengan dingin.


" baik tuan, tuan bagaimana dengan anak buahnya apa kita perlu membunuh mereka." tanya Jhon dengan tersenyum.


" tidak perlu hancurkan kaki mereka agar mereka tidak bisa melakukan hal seperti ini lagi kepada orang lain." ucap William dengan dingin.


" baik tuan." jawab Jhon dengan santai.


setelah itu William pergi meninggalkan mereka beberapa saat kemudian William sampai di apartemen ia langsung masuk di dalam sudah sepi nampaknya semua orang sudah tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam William masuk ke kamar ia mendapati Chelsea sudah tertidur pulas, William masuk ke kamar mandi membersihkan diri setelah itu ia langsung tidur dengan pulas, William terbangun keesokan harinya ia mendapati Chelsea sudah tidak berada di tempat tidur William melihat jam yang ada di Handphone nya ternyata jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi ia pun bangun dan langsung pergi menuju kamar mandi.


sedangkan Quinton, Clara, dan juga Peter mereka sudah berada di bandara mereka bertiga pergi meninggalkan villa pada pukul setengah tujuh pagi jadi semua orang tidak mengetahui kepergian mereka, disana sudah ada Freddy beserta beberapa anak buahnya, beberapa saat kemudian seorang wanita berbadan tinggi dan berambut hitam panjang keluar dari gerbang kedatangan ia adalah Olivia Alexander sedangkan dibelakang nya ada seorang wanita yang menggunakan dress berwarna hitam dan dipadukan dengan sepatu high heels berwarna putih ia juga menggunakan kacamata hitam.


semua orang yang melihat kedatangan mereka terdiam mereka seperti melihat ratu kerajaan dan juga putrinya Freddy beserta yang lainnya langsung membungkuk di depan mereka, beberapa saat kemudian guru Julian datang menggunakan jas berwarna hitam ia membawa beberapa koper saat Quinton dan juga Peter melihat itu mereka langsung mengambil koper itu.


" guru Julian biar saya dan Peter yang membawanya." ucap Quinton dengan tersenyum.


" baiklah dimana murid kurang ajar itu beraninya ia tidak menjemput ku." tanya Julian dengan dingin.


" paman Julian saat ini William belum mengetahui kedatangan kita." ucap Elizabeth dengan tersenyum.


" ternyata seperti itu aku pikir ia tidak ingin datang menjemput Kita." ucap Julian dengan dingin.


" baiklah mari kita berangkat." ucap Elizabeth dengan tersenyum.


sementara itu William sudah berada di kantornya ia langsung menuju ruangannya ia menghubungi Quinton tetapi tidak diangkat olehnya William merasa aneh tidak seperti biasanya Quinton terlambat masuk kantor biasanya ia yang paling cepat masuk kantor, William pun menghubungi Peter tetapi sama tidak diangkat oleh mereka, William menghubungi Aurora untuk keruangan nya sekarang juga, beberapa saat kemudian Aurora datang.


" apa Quinton dan juga Peter tidak masuk kantor aku mencoba menghubungi keruangan mereka tetapi tidak ada Jawaban sama sekali." tanya William dengan santai.


" iya tuan bukan hanya tuan muda Quinton dan Peter tetapi nyonya Clara juga tidak masuk kantor hari ini, sedangkan tuan Andy dan yang lainnya ada di kantor." jawab Aurora dengan tersenyum.


William yang mendengar penjelasan Aurora segera menghubungi Andy dan juga Leny untuk keruangan nya sekarang juga, beberapa saat kemudian mereka berdua datang.


" apa kalian tahu kemana perginya adik-adikku tidak seperti biasanya mereka tidak mengabari aku." tanya William dengan dingin.


" bro ketika kami berempat pergi meninggalkan villa mereka bertiga tidak ada keluar kamar sama sekali bahkan Leny yang memanggil Clara untuk sarapan tidak ada jawaban dari dalam kamar." ucap Andy Murray dengan serius.


" Andy benar Will Mereka bertiga tidak keluar kamar sama sekali." ucap Leny dengan dingin.


" baiklah aku akan ke villa sekarang juga Aurora ambil alih kantor, mungkin aku tidak akan kembali ke kantor." ucap William sambil memakai jasnya.


setelah itu William pergi kebawah menuju mobil ia langsung pergi meninggalkan kantor karena ia takutkan mereka bertiga kenapa-napa William menancap gas menuju villa, beberapa saat kemudian William sampai di depan gerbang villa seorang penjaga yang sudah mengenal William langsung membukakan pintu gerbang dengan otomatis, sesampainya di sana William bingung karena terdapat banyak sekali mobil bahkan ia melihat mobil milik Freddy ada di villa nya.

__ADS_1


di depan pintu sudah ada Freddy ia diberi tahu oleh salah satu anak buah nya bahwa tuan muda sedang berada di depan Freddy pun buru buru menyambut kedatangan William, William turun dari mobil dan langsung berjalan menuju pintu.


" apa yang terjadi mengapa Quinton dan juga Peter tidak masuk kantor, apa terjadi sesuatu kepada mereka." tanya William dengan dingin.


" tidak ada apa-apa tuan muda sebaiknya tuan muda masuk dan melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi." jawab Freedy dengan sedikit ragu.


William masuk kedalam didalam ia langsung pergi menuju ruang keluarga William terkejut ketika melihat ibu dan juga kakaknya yang duduk didepannya, bukan hanya itu tetapi disana juga ada gurunya orang yang sangat ia hormati setelah kakek dan juga kedua orangtuanya.


" maaf William ibu dan juga kakakmu tidak memberi tahu kedatangan kami kemari." ucap Elizabeth sambil berjalan menuju William ketika sudah didepan William ia langsung memeluk putra kesayangannya itu.


" ibu kak mengapa kalian ada disini dan mengapa kalian tidak memberi tahu ku biar aku datang menjemput kalian." ucap William sambil memeluk ibunya.


" ayahmu berkata tidak perlu memberi tahu mu ia yakin jika kau mengetahui ini kau akan melarang kami datang kemari, ibu ingin bertemu dengan istrimu dan juga keluarganya." jawab Elizabeth dengan tersenyum.


William yang mendengar perkataan ibunya mengenai hal itu langsung segera mengalihkan pembicaraan." apa ibu, kakak, dan juga guru Julian sudah makan jika belum aku ingin makan bersama siang bersama kalian." tanya William dengan tersenyum.


" kebetulan sekali kami belum makan apa kau tahu restoran enak disekitar sini." tanya Olivia dengan tersenyum.


" baiklah aku akan membawa kalian makan bersama Quinton, Peter, Clara kalian bertiga juga ikut dengan kami." ucap William sambil mengeluarkan handphone nya William menghubungi Richard agar menyiapkan ruangan VVIP di heaven spring.


" halo Richard aku ingin kau menyiapkan ruangan untuk aku dan juga keluarga ku saat ini ibuku dan juga Kakak Perempuanku sedang berada di berilon kami berencana untuk makan bersama apa kau bisa menyiapkan tempat untuk kami." ucap William dengan santai.


" baik tuan muda akan aku siapkan yang terbaik untuk kalian." jawab Richard dengan tegas.


" oke terimakasih." balas William sambil mematikan handphone nya.


" Freddy kau juga ikut bersama kami kau sudah aku anggap seperti keluarga ku sendiri." ucap William dengan tersenyum.


" maaf tuan muda aku rasa aku tidak cocok bergabung dengan kalian, sebagai seorang pelayan aku tidak pantas makan bersama majikan ku." ucap Freedy dengan tersenyum.


" Freddy ini perintah dariku aku tidak ingin kau menolak perintah ku." balas William dengan dingin.


" baik tuan apapun yang tuan perintah kan itu adalah kewajiban bagiku bahkan jika tuan memerintahkan ku untuk memberikan nyawa ku kepada tuan aku bersedia." jawab Freddy dengan hormat.


beberapa saat kemudian mereka berangkat menuju heaven spring William satu mobil bersama ibunya, Olivia, Julian, dan juga Freddy, William menyuruh Freddy untuk membawa mobil mereka beberapa saat kemudian mereka sampai di heaven spring Richard dan juga pasukannya sudah menunggu didepan disana juga ada Jhon, Bellamy, dan juga Pablo, William beserta yang lainnya turun dari mobil dan langsung menuju ruangan VVIP, William dan Freddy berjalan di belakang yang lainya tiba tiba Freddy mengatakan sesuatu.


" tuan apa tuan tahu kalau saat ini keluarga Wilson sedang menjual beberapa saham keluarga mereka." tanya Freedy dengan hormat.


William terkejut mendengar itu ia tidak sangka mereka akan melakukan cara ini demi bisa melunasi hutang mereka kepada William." Freedy aku ingin kau melakukan tugas untuk ku." jawab William dengan tegas.


" siap tuan apa perintah anda." tanya Freedy dengan tersenyum.


" aku akan mengirimkan perintah ku malam ini pastikan kau melakukan nya dengan baik, bagaimana dengan yang aku tanyakan kemarin." jawab William dengan tersenyum.


" belum ada kabar tuan aku rasa keluarga ayah mertua Anda buka. berasal dari negara Nordik dan aku rasa begitu juga dengan keluarga Wilson." jawab Freddy dengan hormat.

__ADS_1


" baiklah cari terus sampai ketemu, jika masih ada salah satu dari keluarga ayah mertuaku yang masih hidup aku ingin kau mempertemukan aku dengan nya." ucap William dengan santai.


__ADS_2