
William pergi menemui Chelsea dan orang tuanya ketika mereka melihat William kembali dengan baik-baik saja mereka merasa lega dan senang, Chelsea segera berlari ke arah William dan langsung memeluknya dengan erat, Jacob juga menghampiri William dan bertanya tentang orang-orang itu kepada William.
" bagaimana dengan mereka." tanya Jacob dengan khawatir.
" mereka tidak melakukan apa-apa, mereka hanya gangster gadungan untuk menipu orang orang lemah." ucap William dengan tersenyum.
" untunglah ayo kita pulang." ucap Jacob dengan senang.
" ayah aku minta maaf temanku baru saja menelpon ku, katanya di kantor ada pekerjaan mendadak jadi aku harus lembur malam in, ayah bawah saja mobil ku untuk pulang aku bisa pergi naik taksi kesana." ucap William dengan tersenyum
" apa tidak apa-apa, sebaiknya kami yang naik taksi." ucap Jacob dengan takut.
" tidak perlu sungkan ayah, biar aku saja yang naik taksi." ucap William dengan santai.
" baiklah kau hati-hati jika mereka datang lagi hubungi ayah." ucap Jacob dengan tegas.
" baik yah." jawab William dengan tersenyum.
setelah itu mereka pergi meninggalkan William seorang diri di tempat parkir kampus, William mengirim pesan kepada Bellamy untuk memerintah kan teman ayah mertuanya untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, setelah itu Bellamy datang menghampiri William.
" Bellamy antar aku ke villa ku, aku ingin tidur di sana malam ini." ucap William dengan santai.
" baik tuan." jawab Bellamy dengan hormat.
setelah itu Bellamy pergi mengambil mobilnya sebuah mobil range Rover hitam datang di hadapan William, William masuk kedalam dan langsung pergi menuju villa mewah milik nya, ketika di perjalanan William menghubungi Freddy.
" halo tuan muda sesuai perintah Tuan muda semua sudah siap." ucap Freddy dengan tersenyum.
" terimakasih paman." ucap William dengan tersenyum.
" Bellamy aku ingin kalian berempat ikut bersama ku besok, datang ke villa jam tujuh pagi." ucap William dengan santai.
" baik tuan muda." jawab Bellamy dengan hormat.
setelah itu William sampai di villa miliknya William mengecek semua mobil yang akan di gunakan besok, sesuai perintah William semua adalah mobil Lexus RX, keluarga Thuram sangat menyukai mobil Lexus karena mobil itu sangat mewah menurut mereka, setelah itu William langsung masuk ke dalam villa ia mendapati Peter yang sedang minum sendiri, William menghampiri nya dan langsung bergabung minum dengan nya.
" di mana yang lainnya." tanya William mengagetkan Peter yang sedang melamun.
" mereka sudah tidur, tumben kak William kemari." tanya Peter dengan penasaran.
" besok aku ada urusan penting jadi terpaksa aku tidur di sini." ucap William sambil mengambil sebotol Wine.
setelah selesai minum bersama Peter William pergi menuju kamarnya, kamar yang sangat luas dan mewah William segera menghempaskan tubuhnya di atas kasur mewah milik nya, William membuka handphone nya dan memastikan bahwa Chelsea dan yang lainnya sudah sampai di rumah dengan selamat, William memasang sebuah GPS di handphone milik Chelsea agar ia dapat menemukan istrinya jika terjadi sesuatu kepada istri nya, William pun tertidur pulas hingga keesokan paginya.
William terbangun karena Clara masuk ke kamarnya dan membuka gorden kamarnya, hingga matahari langsung menyinari mata indah milik William William langsung memeriksa handphone nya bahwa saat ini sudah pukul tujuh pagi, ia segera bergegas ke kamar mandi untuk mandi, setelah mandi ia mengambil pakaiannya di dalam lemari pakaian, ia memilih jas berwarna hitam bergaris putih untuk ia kenakan, William pergi ke bawah untuk sarapan disana sudah ada Quinton, Peter, Clara dan juga teman-teman nya dari Adenville.
" kak mari sarapan." ucap Clara dengan tersenyum.
" aku sedang terburu-buru, aku pergi dulu." ucap William sambil mengelus kepala Clara.
didepan sudah ada Richard, Bellamy, Jhon, dan juga Pablo mereka sudah dari tadi menunggu William, William langsung masuk kedalam salah satu mobil Lexus RX mereka berempat segera masuk kedalam mobil mereka masing-masing dan langsung pergi menuju bandara, Richard menjadi sopir William, sedangkan Bellamy ia ada di paling depan, di belakang William ada Jhon Hart, dan di belakang Jhon ada Pablo, mereka melaju dengan cepat hingga orang orang memperhatikan mereka.
" tuan muda memangnya siapa orang yang akan kita jemput di bandara." tanya Richard dengan penasaran.
" oh dia adalah paman ku kakak dari ibuku." ucap William dengan santai.
__ADS_1
mereka sampai di bandara dan langsung menuju waiting room pribadi keluarga Alexander, beberapa saat kemudian seorang pria tinggi berbadan besar keluar dari koridor ia memiliki aura yang mendominasi, pria ini menggunakan jas berwarna biru tua dan juga sebuah sepatu yang sangat mengkilap di belakang pria ini ada seorang pria berwajah Chinese ia juga memiliki aura yang kuat, beberapa pria berpakaian hitam berjalan di samping mereka, William langsung berjalan menuju mereka dengan santai.
" ayo kita temui mereka." ucap William kepada mereka berempat.
William langsung menjabat tangan pria paruh baya itu, ia adalah Jhonatan Taylor paman William, sedangkan orang berwajah Chinese adalah Don Lee penguasa dunia bawah di China , ia menguasai semua gangster di China bahkan para pejabat di China harus berlutut di depannya ketika bertemu.
" ternyata Elizabeth benar kau masih hidup keponakan ku William." ucap Jhonatan sambil memeluk William.
" lama juga tidak berjumpa paman." ucap William dengan tersenyum.
"nampaknya kau semakin besar saja William." ucap Jhonatan sambil tertawa.
" mari ikuti saya paman." ucap William dengan tersenyum.
mereka pun pergi menuju mobil, Jhonatan dan Don Lee duduk di mobil yang di bawah oleh William sedangkan yang lainnya mereka duduk di mobil yang lainnya, William menelpon Freddy untuk memberi tahu bahwa mereka sedang menuju ke hotel.
" Lee dia adalah William anak anak dari Wayne Alexander dan juga adikku Elizabeth Taylor, dia adalah calon kepala keluarga Taylor nanti." ucap Jhonatan dengan tersenyum.
" paman mana mungkin aku menjadi dua kepala keluarga sekaligus, bukannya paman masih mempunyai Zeki dan juga Elvin." ucap William dengan tersenyum.
Zeki adalah kakak sepupu William ia adalah anak pertama Jhonatan Taylor, sedangkan Elvin ia adalah Adik sepupu William ia adalah anak dari Adrian Taylor. karena William adalah cucu satu satunya Hermes Taylor maka semua kekayaan keluarga Taylor adalah milik William.
" William aku ini hanya keponakan dari kakek mu, dan sedangkan Adrian ia adalah anak angkat dari kakek mu ia tidak punya hak atas kekayaan keluarga Taylor." ucap Jhonatan sambil tersenyum.
William yang mendengar itu hanya bisa terdiam, karena ia baru tahu kalau paman Jhonatan hanya kakak sepupu ibunya, William segera mengalihkan pembicaraan karena sebentar lagi mereka sampai di hotel diamond surface, saat sedang mengalihkan pembicaraan handphone William berbunyi itu adalah panggilan dari Quinton.
" halo kak tuan Zeyn Malik ada disini, ia ingin bertemu dengan mu." ucap Quinton dengan tersenyum.
" bawa mereka keruangan ku, katakan aku sedang ada urusan sebentar lagi aku akan kembali ke kantor." ucap William dengan santai.
" baik pak Quinton." jawab Wendy dengan tersenyum.
William mengantar Jhonatan menuju kamar mereka, Freddy mempersiapkan sebuah kamar presidential suite room untuk Jhonatan dan juga Don Lee kamar mereka hanya bersebelahan jadi jika terjadi sesuatu kepada Jhonatan Don Lee bisa dengan cepat datang ke kamarnya, sedangkan untuk anak buah lainnya mereka menempati kamar di sebelah kanan, William pamit untuk kembali ke kantor, William juga sudah menyuruh Pablo dan anak buahnya untuk berjaga di depan Pablo akan menjadi sopir Jhonatan ketika berada di berilon.
" tuan apa kita perlu memberi tahu tuan muda bahwa saat ini anda sedang di buru oleh orang yang tidak dikenal." ucap Don Lee dengan hormat.
" itu pasti aku rasa ini ada hubungannya dengan percobaan pembunuhan kepadanya beberapa tahun yang lalu." ucap Jhonatan dengan serius.
William meninggalkan hotel dengan sendirinya karena Richard dengan yang lainnya ia suruh kembali ke tempat mereka masing-masing, William pergi menuju perusahaannya, ia menghubungi aurola untuk menyiapkan cek sebesar 100 miliar untuk ia berikan kepada Zeyn Malik, setelah itu William menancap gas mobil nya menuju perusahaan, William sampai di perusahaan dan langsung memberikan kunci mobil kepada petugas valet parking, William segera berjalan menuju ruangan nya.
" maaf membuat kalian menunggu lama tuan Malik." ucap William dengan tersenyum.
" tidak apa apa tuan muda." ucap Zeyn dengan sopan.
pintu ruangan diketuk oleh seseorang, William pun menyuruh untuk masuk, aurola masuk membawa cek yang diminta oleh William, William langsung mengambil cek itu dan langsung menyuruh aurola kembali melakukan pekerjaan nya.
" paman sesuai janjiku ini adalah cek senilai 100 miliar dolar paman bisa mencairkan nya di bank sekarang juga." ucap William sambil tersenyum.
" terimakasih tuan muda kami keluarga Malik akan menjadi pelayan anda mulai sekarang." ucap Zeyn dengan membungkuk.
" tidak perlu seperti ini paman, sudah seharusnya aku membantu kalian, kalian adalah teman dari ayahku." ucap William dengan sopan.
setelah itu Zeyn dengan asistennya pergi meninggalkan ruangan William, William duduk di kursi kerjanya dan langsung mengecek laporan pekerjaan selama ia tidak masuk kantor, semua laporan bekerja bagus, tidak sia sia William mempercayai mereka, saat sedang bersantai di ruangannya handphone William berbunyi itu adalah panggilan dari Frank.
" halo tuan muda lusa adalah pembukaan perusahaan baru kita, apa tuan ingin mengundang beberapa orang." tanya Frank dengan hormat.
__ADS_1
" oh aku hampir lupa aku ingin kau mengundang empat keluarga terkaya di kota berilon, dan juga empat raja dunia bawah, aku ingin kau mengirimkan undangan kepada istriku Chelsea wilson." ucap William dengan tersenyum.
" baik tuan." jawab Frank dengan hormat.
" Frank aku ingin kau menyuruh seseorang untuk membawakan surat perjanjian penyerahan kekuasaan yang dibuat oleh Kurt." ucap William dengan tersenyum.
" baik tuan aku akan mengirimkan nya kepada Anda sekarang juga, dimana lokasi tuan muda." tanya Frank dengan sopan.
" aku ada di Phoenix comporation." jawab William dengan santai.
setelah beberapa saat Frank sudah berada di depan Phoenix comporation ia ditahan oleh petugas keamanan, ia mengatakan ia sudah membuat janji dengan tuan muda Alexander ia pun diizinkan untuk masuk kedalam, aurola menjemput Frank dan membawa nya keruangan William, Frank masuk dan langsung menyerahkan surat itu, karena Frank sedang ada urusan ia tidak bisa berlama-lama di perusahaan William ia segera pamit untuk pergi.
William langsung melihat surat itu ia merasa puas dengan pekerjaan Kurt, William tersenyum jahat dan membayangkan hancurnya keluarga Wilson, Jika mereka tidak menindas Chelsea dan keluarga nya maka William tidak akan melakukan ini.
waktu sudah menunjukkan pukul Lima sore William ingin mengunjungi pamannya di hotel diamond surface, ia segera pergi menuju bawah mobilnya sudah berada di depan pintu perusahaan, William masuk dan langsung menancap gas menuju hotel, ia juga mengirim pesan ke pada Chelsea bahwa ia akan pulang sedikit terlambat, William sampai di depan hotel dan langsung menuju kamar Jhonatan didepan sudah ada beberapa anak buah Pablo berjaga, William langsung masuk kedalam kamar didalam sudah ada Jhonatan dan Don Lee sedang membicarakan sesuatu.
" William kebetulan kau kesini ada yang ingin paman bicarakan denganmu." ucap Jhonatan dengan serius.
" memangnya apa yang ingin paman bicarakan dengan ku." tanya William dengan penasaran.
" William sebenarnya saat ini paman sekeluarga sedang di teror oleh seseorang yang tidak dikenal, dan paman rasa ini ada sangkut pautnya dengan percobaan pembunuhan kepadamu beberapa tahun yang lalu." ucap Jhonatan dengan serius.
William terkejut mendengar perkataan pamannya, ia tidak sangka kalau bukan dirinya saja yang diinginkan oleh orang itu tetapi juga keluarga pamannya, William langsung menunjukkan video sabotase rem mobil nya kepada pamannya, ketika Jhonatan dan Don Lee melihat video itu wajah mereka berubah menjadi dingin dan Don Lee langsung memberi tahu sesuatu kepada William dengan serius.
" tuan muda mereka adalah kelompok pembunuh bayaran paling di takuti di China, dulu mereka adalah anak buah tuan besar tetapi semenjak kematian tuan besar mereka menghilang dari China dan entah apakah mereka masih aktif atau sudah bubar." ucap Don Lee dengan wajah serius.
William dan Jhonatan yang mendengar itu menjadi kaget dengan ucapan Don Lee apalagi Jhonatan ia baru tahu kalau ayahnya pernah memimpin kelompok pembunuh bayaran paling di takuti senegara China, ia hanya tahu kalau ayahnya memegang semua gangster yang ada di China, tetapi ia tidak pernah mendengar tentang ini.
" berarti kau tahu siapa orang ini." tanya William dengan dingin.
" maaf tuan muda walaupun aku adalah pemimpin gangster di China tetapi aku bukan pemimpin dari mereka, pemimpin dari mereka adalah orang yang sangat misterius bahkan aku tidak mengenalnya aku hanya mengetahui namanya saja." ucap Don Lee dengan ragu.
" siapa namanya." tanya William dengan menatap dingin kepada Don Lee.
" namanya adalah Li Wei, tetapi itu juga belum tentu nama aslinya." ucap Don Lee dengan hormat.
" Paman pernah mendengar kakek mu menyebutkan nama itu, tetapi paman hanya menguping pembicaraan kakek mu dengan Seseorang karena saat itu kakek mu sedang berbicara dengan seseorang yang paman tidak tahu." ucap Jhonatan dengan wajah dingin.
saat mereka sedang berbincang serius pelayan masuk membawa makanan yang sudah di pesan oleh Jhonatan dan Don Lee, setelah itu mereka makan bersama dan sambil mengobrol, William menyuruh pelayan itu untuk kembali ke tempat nya jika William membutuhkan sesuatu William akan memanggil nya kembali.
" paman apa Paman mencurigai seseorang belakangan ini." tanya William dengan dingin.
" William tujuan Paman kemari ada dua, yang pertama paman ingin kau mengambil alih semua aset dan kekayaan keluarga Taylor kau tenang saja selama paman masih hidup mereka tahu paman yang masih menjadi kepala keluarga Taylor tetapi ketika nanti paman mati di tangan mereka paman ingin kau mengambil alih Keluarga, yang kedua paman datang ke sini karena Heaven theme park." ucap Jhonatan dengan serius.
" paman bukannya aku tidak ingin menjadi kepala keluarga tetapi aku tidak bisa meninggalkan kota ini karena aku sudah menikah, dan untuk Heaven theme park bukannya itu pusat pembelanjaan dan taman hiburan terbaru di kota ini." ucap William dengan serius.
Heaven theme park adalah pusat pembelanjaan dan taman hiburan terbaru di kota berilon, saat ini tempat ini menjadi pusat pembelanjaan dan taman hiburan terbesar di kota berilon, banyak toko toko branded dari segala Dunia ada di tempat ini, dan bukan hanya itu tempat ini juga sangat bagus dan populer di kalangan masyarakat kota berilon.
" kau harus menjadi kepala keluarga karena paman mencurigai paman kedua mu yaitu Adrian Taylor, dan untuk pusat perbelanjaan itu adalah milik keluarga kita sebenarnya itu milik salah satu keluarga terkaya di China tetapi entah mengapa mereka menjualnya kepada paman jadi paman membelinya dari mereka." ucap Jhonatan sambil meneguk segelas wine.
" baiklah paman aku bersedia tetapi untuk saat ini aku ingin paman yang menjadi kepala keluarga untuk sementara." ucap William dengan terpaksa.
seketika Don Lee membawa beberapa surat surat penting Jhonatan menandatangani surat itu dan setelah itu William yang menandatangani nya, mulai sekarang William resmi menjadi kepala keluarga Taylor, Don Lee segera berlutut kepada William dan memberikan hormat kepada William.
" mulai sekarang nyawaku adalah milik anda tuan muda." ucap Don Lee dengan hormat.
__ADS_1