
William telah sampai di depan Heaven theme park setelah selesai memarkirkan mobilnya ia langsung pergi menuju dalam, didalam masih banyak orang yang ingin menikmati kemewahan mall baru tersebut William mengeluarkan handphonenya dan lain menghubungi Pablo kembali untuk menanyakan keberadaan Jasmine.
" Halo Pablo di mana adik ipar ku." Tanya William dengan dingin.
" Tuan muda adik ipar anda sekarang berada di lantai tiga, di sebuah tempat karaoke bernama happy puppy di ruangan silver satu." Jawab Pablo dengan hormat.
" Ok terima kasih aku akan kesana untuk menjemputnya." Ucap William dengan santai.
Setelah mengetahui keberadaan Jasmine William langsung pergi menuju tempat yang dimaksud oleh Pablo, sebuah tempat karaoke yang lumayan besar dan mewah William masuk kedalam dan langsung mencari room yang sedang dipakai oleh Jasmine beserta teman-temannya, William yang ingin memastikan apa benar Jasmine sedang berada di dalam ternyata benar Jasmine sedang berada di dalam dengan lima belas teman sekolahnya.
Delapan di antaranya adalah pria sedangkan sisanya adalah wanita yang semuanya seumuran dengan Chelsea, William Mel wajah Jasmine yang mulai merasa risau dengan tingkah teman temannya itu, bahkan salah satu anak pria sedang memaksa Jasmine untuk meminum segelas minuman keras, William yang telah tahan melihat adik iparnya diperlakukan seperti itu ia langsung masuk kedalam ruangan itu.
Ketika mereka melihat William masuk secara tiba-tiba mereka semua menjadi kaget karena tidak ada salah satu dari mereka yang mengenal William, Jasmine yang melihat William langsung berdiri William berjalan menuju Jasmine dan langsung menarik tangannya, tetapi pria yang tadi memaksa Jasmine untuk meminum segelas minuman keras langsung menahan tangan Jasmine yang satunya.
" Hey apa kau tidak melihat bahwa kami sedang bersenang-senang." Ucap pria itu dengan tatapan merendahkan Kepada William.
" Maaf tetapi Jasmine harus pulang sekarang juga, besok ia harus sekolah sebaiknya kalian semua pulang dan beristirahat dengan tenang karena besok kalian harus kembali ke sekolah." Ucap Chelsea dengan acuh tak acuh.
Salah satu wanita berpenampilan menarik berdiri ia langsung menatap William dengan tatapan yang sama, yaitu sebuah tatapan yang merendahkan orang lain.
"Hey kau pikir kau siapa Beraninya membawa Jasmine tanpa seizin kami, apa kau tahu siapa pria yang ada dihadapan mu saat ini." Ucap pria itu dengan dingin kepada William.
"Aku adalah kakak ipar dari Jasmine sedangkan kalian apa berhak kalian menahan adik ipar ku disini bersama kalian, dan satu lagi aku tidak mengenalnya." Jawab William dengan senyum yang dipaksakan.
"Dasar bodoh dia adalah Coby Webb putra dari Heller Webb kepala keluarga Webb." Ucap wanita itu dengan sombong kepada William.
Keluarga Webb William baru ini mendengar tentang keluarga itu, memang keluarga Webb tidak cukup terkenal di kawasan kota berilon tetapi mereka adalah keluarga yang menempati Piramida tertinggi di kota Molland sebuah kota tepat di ujung selatan negara Nordik, kota Molland hampir sama besarnya dan kota berilon keluarga Webb mempunyai kekayaan bersih sebanyak tiga ratus miliar dolar, Coby adalah putra kedua dari Heller ia masih mempunyai seorang kakak laki-laki yang seumuran dengan William.
Keluarga Webb hampir sama besarnya dengan keluarga Lington tuan besar Lington dan juga tuan besar Webb adalah rekan bisnis lama, bahkan setelah mereka pensiun mereka masih menurunkannya kepada anak - anak mereka, berkat bantuan dari keluarga Lington keluarga Webb berhasil menduduki Piramida tertinggi di kota Molland.
" Aku tidak perduli dengan latar belakang mu, tetapi maaf kami harus pergi sekarang juga." Ucap William dengan santa.
William menarik Jasmine meninggalkan tempat itu Coby yang melihat William tidak menghormatinya langsung menjadi marah dan langsung menelpon seseorang, setelah William telah sampai di depan pintu keluar sebuah suara langkah kaki mendekat ke arah mereka beberapa pria berbadan besar sedang mendekat di depan mereka ada seorang wanita yang menggenakan blazer wanita berwana hitam dan dipadukan dengan rok hitam pensil.
Coby dan para pengikut keluar dari dalam ruangan ketika wanita itu melihat Coby ia langsung membungkuk di hadapan Coby.
" nona Latoya ini orang yang menggangu kami saat sedang asik bernyanyi." Ucap Coby dengan tersenyum.
Latoya Yarrow adalah pemilik dari tempat karaoke selain di Heaven theme park ia masih mempunyai lima tempat lain di kota berilon, bahkan ia juga mempunyai beberapa cabang di negara Nordik, Latoya bukan berasal dari keluarga kaya tetapi ia berhasil membangun bisnisnya dengan sukses setelah ia selesai menempuh kuliah nya di kota Adenville, menurut rumor yang beredar Latoya sering tidur dengan beberapa orang penting di kota Adenville tetapi rumor itu belum dapat dipastikan.
" Apa kau yang menggangu tamuku." Tanya Latoya sambil memandang rendah kepada William.
" Aku tidak menggangu siapapun tetapi aku hanya ingin membawa adik ipar ku pulang, karena ini sudah terlalu malam untuk anak sekolahan sepertinya." Jawab William dengan acuh tak acuh.
Jasmine yang dari tadi hanya diam seketika langsung mengangkat suaranya.
" Maafkan kakak ipar ku, tetapi memang yang dikatakan kakak ipar ku benar aku harus pulang karena besok aku harus kembali sekolah." Ucap Jasmine dengan tersenyum.
" Jasmine kau tidak perlu khawatir tentang urusan sekolah, aku bisa menelpon kepala sekolah untuk memberikan mu libur besok, asal kau mau menemaniku minum bersama malam ini." Ucap Coby dengan meyakinkan Jasmine.
" Tetapi maaf aku rasa itu tidak perlu, karena besok aku harus masuk sekolah karena ada sebuah kuis penting yang harus aku hadiri." Jawab Jasmine dengan tersenyum.
Sementara Chelsea ia telah sampai di apartemen ia masih mendapati ayahnya dan juga ibunya yang sedang khawatir menunggu adiknya, Chelsea yang datang langsung menenangkan mereka berdua karena ia yakin William akan membawa Jasmine pulang malam ini, Chelsea mencoba menghubungi William tetapi tidak diangkat olehnya ia mencoba menghubungi Jasmine tetapi nomornya tidak aktif sama sekali.
" Nampaknya handphone William sedang tertinggal di mobil, karena tidak seperti biasanya ia tidak mengangkat telepon ku." Ucap Chelsea kepada ayahnya dengan sedikit khawatir.
" Hey bung sebaiknya kau tidak ikut campur dengan urusan kami, jika tidak aku akan memukuli mu hingga mati." Ucap Coby dengan dingin.
"Apa semua orang kaya sebodoh dirimu." Ucap William dengan tersenyum.
" Apa kau bilang beraninya kau menghinaku tepat dihadapan ku, apa kau sudah bosan hidup!." Ucap Coby dengan marah.
" Sebaiknya kau pergi dari sini tempat ini tidak pantas untuk orang seperti mu, lihat saja pakaian mu pakaian murah yang kau beli di kios pinggir jalan bisa masuk ketempat semewah ini." Ucap Latoya dengan nada menghina.
" Terus jika aku tidak pantas berada di sini, apa kalian pantas." Ucap William dengan tersenyum.
__ADS_1
" Tentu saja kami pantas." Jawab Latoya dengan nada dingin.
" Hahahaha kalian memang lucu, bagiku babi seperti kalian tidak pantas menginjakkan kaki di mall milikku." Ucap William sambil tertawa.
Coby dan juga teman temannya yang mendengar perkataan William seketika langsung tertawa terbahak bahak, bahkan Latoya dan juga anak buahnya pun sama mereka tidak menyangka akan bertemu orang yang tidak tahu malu seperti ini.
" Kau pikir kau siapa jika kau memang pemilik mall ini aku akan berlutut dan memanggil mu ayah sekarang juga." Ucap Coby dengan tertawa mendengar ucapan William.
Jasmine yang berada di samping William seketika langsung merasa sangat malu ia tidak menyangka kakak ipar nya akan mengatakan hal yang sangat konyol, tetapi William ia mengeluarkan handphone nya dan langsung menghubungi sebuah nomor.
" Halo aku sedang berada di happy puppy saat ini aku mau kau kesini dalam lima menit, jika kau terlambat kau akan tahu apa yang akan terjadi." Ucap William dengan dingin.
Belum sempat pria yang di ujung telepon menjawab William sudah mematikan handphone nya, tidak sampai lima menit seorang pria paruh baya datang dengan terburu buru pria itu sangat berwibawa dan juga sangat mendominasi sekitarnya, ia adalah Delton Brown orang yang bertanggung jawab atas Heaven theme park ia juga adalah juru bicara keluarga Taylor di kota berilon.
Latoya yang melihat kedatangan Delton segera berjalan menghampirinya biarpun bagaimana Delton adalah orang yang kedudukannya hampir sama di kota berilon, tetapi ia tidak menyangka Delton tidak memperdulikannya sama sekali justru Delton berjalan kearah William dan langsung membungkuk di hadapan William.
" Maaf tuan muda mengapa anda tidak memberi tahu saya bahwa anda ingin berkunjung, jika anda memberi tahu ku saya bisa menyiapkan segalanya untuk anda." Ucap Delton dengan hormat.
Seketika semua orang terkejut melihat kelakuan Delton kepada William Jasmine yang berada di samping William juga merasa kan hal yang sama, Latoya yang kembali sadar segera berjalan kepada Delton.
"Tuan Brown mengapa anda membungkukkan badan di hadapan pria ini." Ucap Latoya dengan penasaran.
Tetapi bukan jawaban yang ia terima melainkan sebuah tamparan keras dari Delton.
PLAK!
" Jaga ucapan mu apa kau tidak tahu siapa orang ini, ia adalah William Alexander pemilik tempat ini.," Ucap Delton dengan dingin kepada Latoya.
" Delton aku tidak ingin melihat tempat ini berada di sini lagi." Ucap William sambil menelpon seseorang lagi." Freddy aku ingin tempat karaoke bernama happy puppy bangkrut malam ini juga." Ucap William dengan dingin.
" Baik tuan akan saya lakukan sekarang juga." Jawab Freddy dengan hormat.
Tidak lama setelah sebuah telepon masuk di handphone milik Latoya setelah selesai menerima telepon wajah Latoya berubah menjadi pucat seperti seprei, ia tidak memiliki bisnis yang ia rintis dari awal akan hancur hanya dalam hitungan menit, seketika kaki Latoya menjadi lemas seperti jelly ia jatuh di lantai dan langsung menangis histeris, ia baru saja menerima panggilan dari kepala pengelolaan bisnis bahwa bisnis karaoke miliknya melanggar hukum semua bisnis miliknya akan di sita oleh mereka.
" Kau tidak perlu tahu siapa aku, yang penting jika kau berani macam-macam dengan Jasmine aku akan menghancurkan keluarga Webb seperti aku menghancurkan Latoya." Jawab William dengan dingin.
Latoya yang masih melihat penyelamat hidupnya segera berlutut dan bersujud di hadapan William, ia bahkan membenturkan kepalanya ke lantai hingga berdarah.
" Tuan muda aku mohon ampuni aku, aku telah bodoh aku mohon kembalikan bisnis ku seperti semula." Ucap Latoya dengan menangis.
" Jika tadi aku tidak bisa melakukan ini, pasti kau sudah menyuruh anak buah mu membunuh ku." Ucap William dengan dingin.
" Tuan muda tolong kasihanilah aku, aku masih mempunyai orang tua yang harus aku nafkahi." Ucap Latoya sambil memegangi kaki William.
" Delton usir dia dari sini." Ucap William sambil berjalan meninggalkan mereka.
" Baik tuan muda akan saya lakukan." Ucap Delton sambil memberikan perintah kepada pengawal pribadi nya.
William, Jasmine, dan juga Delton pergi keluar dari Heaven theme park karena William harus membawa Jasmine pulang secepatnya, setelah sampai di dalam mobil William menyalakan mesin mobil Delton yang berada di berdiri di sebelah kursi pengemudi langsung membungkuk ketika William pergi meninggalkannya, Jasmine yang sangat terkejut dengan identitas William langsung menatap William dengan tersenyum.
" Ada apa kau menatapku seperti itu." Tanya William dengan fokus membawa mobil.
" Aku tidak menyangka saja bahwa kakak ipar adalah pemilik dari Heaven theme park, dan juga kakak ipar memiliki nama belakang Alexander apakah kakak ipar kerabat dari mereka."ucap Jasmine sekaligus mempertanyakan identitas William.
" Karena kau sudah mendengar semuanya baiklah aku akan memberi tahu mu semuanya, tetapi kau harus menyimpan rahasia ini dari kakak mu." Ucap William dengan santai.
" Kenapa begitu bukannya sudah sepantasnya kakakku tahu semuanya." Ucap Jasmine dengan penasaran.
" Kau benar tetapi ini adalah salah satu hadiah di hari ulang tahunnya nanti, bagaimana apa kau setuju." Jawab William sekaligus bertanya kepada Jasmine.
" Baiklah aku janji." Jawab Jasmine dengan sedikit kesal dengan sikap William.
" Sebelum aku adalah tuan muda Alexander, tetapi karena suatu kecepatan aku terpaksa mengasingkan diri di kota ini." Ucap William dengan dingin.
Seketika Jasmine terkejut dengan perkataan kakak iparnya itu ia tidak menyangka orang yang selama ini dihina oleh keluarga kakeknya adalah orang yang ingin di capai oleh semua orang, sementara Peter ia telah habis mengantarkan Amanda ke apartemen pribadi milik Amanda setelah sampai di depan pintu villa ia duduk sebentar sambil menikmati sebatang rokok ia tidak menyangka gadis kecil yang dulu sangat cengeng sekarang berubah menjadi wanita yang sangat cantik dan seksi.
__ADS_1
Saat sedang asik memikirkan Amanda seseorang mengagetkannya dari belakang Peter berbalik dan ternyata itu adalah Quinton dan juga Clara yang sudah berada di belakangnya.
" Bagaimana apa kau sudah bertemu dengan Amanda." Tanya Quinton dengan tersenyum.
" Sudah dia sangat berbeda sekarang." Ucap Peter dengan tersenyum.
" Apanya yang berbeda." Tanya Quinton dengan penasaran.
"Ia semakin cantik saja, Pedahal dua puluh satu tahun yang lalu ia sangat cengeng dan manja tetapi sekarang ia menjadi wanita yang cantik dan seksi." Ucap Peter dengan tersenyum.
Quinton dan Clara hanya bisa tersenyum melihat tingkah Peter yang cepat sekali berubah bukannya tadi siang ia paling menentang keputusan ayahnya untuk menjodohkan dia dan Amanda, tetapi sekarang nampaknya ia mulai jatuh cinta dengan Amanda setelah rokoknya habis ia masuk kedalam untuk beristirahat di kamarnya, sementara di China Adrian sedang menikmati segelas teh kesukaannya.
" Teh ini dulu adalah kesukaan ayahku, dulu aku dan juga kedua kakakku selalu menikmati teh ini bersamanya setiap sore di belakang villa." Ucap Adrian dengan lirih kepada Kung Law.
" Pantas saja bos selalu meminumnya setiap saat, bos pasukan kita yang berada di berilon sudah menunggu perintah untuk menghabisi William." Ucap Kung Law dengan hormat.
Mendengar pertanyaan Law Adrian hanya diam sambil meminum teh kesukaannya sebenarnya Adrian juga sempat berpikir seperti itu, tetapi ia belum bisa melakukan itu karena William adalah orang yang tidak kenal ampun pada siapapun lawannya, beberapa saat kemudian salah satu anak buahnya datang membawakan handphonenya, Adrian mengambil handphone-nya dan langsung memerintahkan anak buahnya untuk pergi meninggalkan mereka berdua.
" Halo ada apa, mengapa kau menghubungiku apa ada sesuatu yang perlu kau katakan." Tanya Adrian kepada seseorang di telepon.
" Adrian Elvin akan pergi ke kota berilon, mungkin lusa ia akan berangkat kesana, sebagai ayah apa ada yang ingin kau katakan kepadanya." Ucap wanita di ujung telepon.
"Untuk apa ia kesana sebaiknya ia tetap di Amerika mengurus perusahaan miliknya." Ucap Adrian dengan dingin.
" Adrian Taylor Elvin adalah anak mu biarpun bagaimana ia adalah orang yang akan menggantikan mu selanjutnya." Ucap wanita itu dengan marah.
" Ia memang anakku tetapi aku tidak pernah menjanjikan tentang kekayaan ku kepadanya." Ucap Adrian dengan dingin.
" Adrian apa kau ingin mewariskan kekayaan mu kepada anak dari wanita simpanan mu, jika sampai itu terjadi aku akan membunuh wanita itu beserta anaknya jangan kau lupa aku adalah putri dari keluarga Simpson, aku bisa menyuruh ayahku untuk menggerakkan anak buahnya untuk memburu wanita itu." Ucap wanita itu dengan dingin.
" Edmonia Simpson kau pikir kau bisa mengancam ku, jangan kau pikir aku takut dengan keluarga mu itu walaupun keluarga mu adalah keluarga paling terhormat di Texas aku tidak pernah takut dengan kalian." Ucap Adrian dengan nada yang menekan istrinya.
" Adrian kau pikir aku tidak mengetahui rahasia mu, kau adalah orang yang menyebabkan ayahmu meninggal, Bahkan kau juga orang yang telah menyabotase rem mobil William tiga tahun yang lalu." Ucap edmonia dengan marah.
Adrian yang mendengar perkataan istrinya seketika langsung menjadi marah ia mengepalkan tangannya saking kuatnya kuku tangannya sudah menembus telapak tangannya, tetapi ia tidak berani melakukan hal yang membuat istrinya membocorkan rahasia itu.
" Baiklah katakan kepada Elvin untuk jangan bertindak gegabah, aku akan menyuruh empat petarung sejati untuk menemani nya." Ucap Adrian dengan dingin.
Empat petarung sejati adalah empat petarung yang dimiliki oleh Adrian mereka adalah pengawal Adrian semenjak ia masih muda, Adrian merekrut orang orang ini ketika ia pergi meninggalkan China dan semenjak lord Taylor meninggal dunia, mereka berempat tidak termasuk anak buah keluarga Taylor mereka hanya menuruti perintah Adrian, karena Adrian adalah penyelamat hidup mereka bahkan Don Lee dan juga Jhonatan tidak bisa memerintahkan mereka tanpa seizin Adrian.
" baiklah aku ingin kau juga mengurus keperluan anak kita ketika disana." Ucap Edmonia dengan senyum kemenangan.
"Kalau soal itu, itu adalah tugas dari asisten Elvin aku tidak punya waktu untuk mengurus hal kecil seperti itu." Ucap Adrian dengan malas.
Belum sempat Edmonia berkata Adrian sudah mematikan handphone nya dan langsung melemparkannya ke atas meja di hadapannya, Kung Law yang melihat muka ayah angkatnya itu seketika mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan.
" Bos apa perlu aku menghabisi Elvin beserta nyonya Simpson." Ucap Law dengan dingin.
" Tidak perlu biarkan saja mereka bertindak sesuai kemauan mereka, Law dari dulu kau selalu memanggil ku bos Pedahal aku sudah memerintahkan mu untuk memanggil ku ayah." Ucap Adrian dengan dingin.
" Mana pantas aku memanggil anda ayah, walaupun anda sudah memerintahkan ku dan mengangkat ku sebagai anak tetapi aku tetap adalah anak buahmu."jawab Law dengan hormat.
" Terserah apa mau mu, siapkan mobil aku ingin pergi." Ucap Adrian sambil berdiri dan berjalan meninggalkan law seorang diri.
" Baik aku akan menyiapkan mobil dan juga pengawal." Jawab Law dengan hormat.
" Tidak perlu pengawal aku ingin pergi seorang diri." Ucap Adrian dengan dingin.
" Baik bos." Jawab Adrian dengan sedikit heran.
Karena bagi Law tidak biasanya Adrian ingin pergi seorang diri biasanya ia akan meminta pengawalan untuknya, tetapi kali ini ia tidak ingin ditemani oleh siapapun, Law mengeluarkan handphone nya dan menyuruh salah satu anak buahnya untuk menyiapkan mobil untuk Adrian, Adrian telah keluar dari dalam kamar kali ini ia menggenakan jas berwarna hitam dan juga kemeja putih sesama di depan sebuah mobil BMW seri empat sudah menunggu nya di depan pintu.
Adrian memang masih terlihat muda ia berusia empat puluh tahun saat ini ia memiliki tubuh tinggi dan juga wajah tampan yau tanpa ekspresi, setelah masuk ia langsung pergi meninggalkan villa mewah miliknya salah satu anak buah law bertanya kepada law apa perlu kita mengikuti secara diam-diam, tetapi Law melarang-larang untuk melakukan itu ia tahu Adrian seseorang yang memiliki insting yang sangat tinggi.
Sudah beberapa kali mereka berdua pergi bersama dan diikuti oleh beberapa orang tetapi Adrian selalu mengetahui itu semua, bahkan ia sempat membunuh salah satu dari orang yang mengikutinya secara diam-diam, law takut Adrian akan sangat marah kepadanya karena masalah ini jadi ia tidak ingin mengecewakan bos-nya itu.
__ADS_1