UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Modus?


__ADS_3

Selesai mandi dan sholat subuh, Nadya turun langsung turun dan menuju ke dapur untuk memasak sarapan. Pagi ini Nadya sangat semangat untuk membuat sarapannya. Pasalnya kemarin Fathur sudah mulai mau memakan sarapan yang dirinya buat. Dan itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri untuk Nadya.


Untuk menu sarapan kali ini Nadya memutuskan untuk memasak tumis udang brokoli dan ikan filet goreng. Sengaja Nadya filet terlebih dahulu agar memudahkan Fathur saat makan nanti. Namun sebelum memulai semuanya, yang pertama Nadya harus memasak nasi di rice cooker dulu agar nanti bisa matang secara bersamaan.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Nadya menyelesaikan semua masakannya. Di jam yang menunjukkan pukul 6 pagi, baik nasi maupun lauk sudah matang semua. Jadi waktunya Nadya untuk membersihkan peralatan memasaknya.


Saat sedang mencuci, mendadak Nadya teringat akan sesuatu. Bukankah kemarin Nadya kesiangan dan meninggalkan peralatan memasak dan piring bekas makannya dalam keadaan kotor? Mendadak Nadya ingat kalau semalam ketika membuatkan Fathur nasi goreng, dia memasak menggunakan wajan bersih yang ada di rak biasa Nadya meniriskan alat-alatnya ketika sudah di cuci.


Lalu apakah kemarin Fathur yang mencucinya? Secara kemarin Fathur berangkat lebih akhir dibandingkan dengan Nadya. Dan kalau bukan Fathur, lalu siapa lagi? Kan yang tinggal di rumah ini hanya Nadya dan Fathur saja. Tidak mungkin ada ora lain yang masuk lalu mencucikannya.


Fikss, ini pasti Fathur yang mencucinya. Karena Nadya ingat betul kalau dia meninggalkan peralatan memasaknya dalam keadaan kotor. Dan tidak mungkin juga ada hantu yang mencucikannya bukan? Tanpa bisa ditahan Nadya pun tersenyum. Mendadak hatinya terasa hangat dan berbunga-bunga.


Setelah selesai mencuci alat-alat memasaknya, Nadya langsung membuatkan Fathur kopi. Kemarin Fathur meminum kopi buatannya sampai habis, jadi Nadya akan membuatkannya lagi. Baru setelah itu Nadya kembali ke kamar untuk mengganti baju rumahannya dengan seragam guru.




Jam sudah menunjukkan pukul 6 lebih 15 menit, dan Fathur saat ini sudah rapi dengan setelan jas kantornya. Padahal biasanya Fathur baru siap sekitar jam setengah 7 atau jam 7.



Fathur langsung saja keluar dari kamar. Langkahnya langsung menuju ruang makan. Ruangan yang sejak tadi mengeluarkan aroma harum masakan yang sangat menggugah selera Fathur.



Dan benar, sesampainya di ruang makan. Fathur langsung mendapati makanan yang sudah tersaji diatas meja. Fathur sendiri tidak melakukan apa-apa, yang dia lakukan hanya duduk sembari menatap makanan itu dengan pandangan mupeng. Sebenarnya Fathur bisa saja langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi juga lauk, tapi entah kenapa Fathur memilih untuk menunggu sampai Nadya turun. Dan sekarang yang Fathur lakukan hanya sibuk dengan ponselnya.



Hingga tidak lama kemudian, Nadya turun sudah rapi menggunakan seragam gurunya. Rambut panjang Nadya juga sudah dicepol menjadi satu. Hal itu membuat leher putih dan bersih Nadya menjadi terlihat. Sejenak Fathur dibuat terpaku dengan pemandangan itu.



Selama ini Fathur tidak pernah memperhatikan bagaimana penampilan Nadya saat menggunakan seragam gurunya. Dengan kemeja yang dimasukan rapi juga rok span sebatas lutut membuat Nadya terlihat begitu anggun. Entah kenapa Fathur merasa kecantikan Nadya sangat berbeda dari biasanya.



Jadi Fathur berpikir kalau Nadya cantik? Benar, menurut Fathur, Nadya memang cantik. Fathur tidak pernah memungkiri hal itu.



"Lohh, Mas Fathur udah siap?" Nadya agak sedikit heran melihat Fathur yang di jam sepagi ini sudah siap dengan pakaian kantornya. Biasanya Fathur berangkat jam 7an kan? Sedangkan ini masih jam 6 lebih.

__ADS_1



Kalau Nadya sendiri dia memang sengaja akan berangkat lebih pagi karena dia berencana naik angkot untuk ke sekolah. Karena kalau Nadya berangkat ke sekolah di jam seperti biasa, Nadya pasti akan terlambat. Secara biasanya kalau naik angkot pasti akan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kalau naik sepeda motor untuk bisa sampai sekolah.



Nadya sendiri tau kalau sepeda motornya belum diantar ke rumah. Tapi Nadya juga tidak ingin menanyakannya kepada Fathur.



"Sudah." Jawab Fathur singkat.



Respon yang benar-benar singkat bukan?



"Mau sarapan sekarang Mas?" Ujar Nadya.



"Boleh." Lagi-lagi hanya jawaban singkat.




Dengan segera Nadya mengisi piring Fathur dengan nasi dan lauk. Setelah mengambilkan untuk Fathur, Nadya berjalan menuju rak piring untuk mengambil kotak bekal. Dan itu semua tentu saja tidak luput dari pandangan Fathur.



"Kamu emang biasa bawa bekal, Nad?" Fathur tidak bisa menahan rasa penasarannya untuk tidak bertanya.



Nadya menggelengkan kepalanya.


"Biasanya enggak Mas. Ini aku bungkus buat sarapan di sekolah. Soalnya kalau sarapan di rumah aku takut kesiangan. Hari ini aku mau naik angkot aja. Dan kalau agak siang biasanya angkot bakalan penuh. Nanti aku bera...." Nadya beli menyelesaikan kalimatnya dan Fathur sudah memotongnya terlebih dahulu. Apa mungkin hoby Fathur adalah memotong ucapan Nadya? Sepertinya Fathur terlalu sering melakukan hal itu.



"Duduk dan makan sarapan kamu Nad." Ujar Fathur dengan nada suara tegas.

__ADS_1



Mendengar itu refleks Nadya langsung mendudukkan diri dikursi. Kotak bekal yang baru diisi nasi juga Nadya letakkan begitu saja.



Sepertinya Nadya syok karena sepagi ini dia sudah mendengar nada bicara Fathur yang cenderung seperti membentak dirinya.



Melihat itu Fathur menghela nafas.


"Sarapan di rumah. Nanti saya yang akan antar kamu ke sekolah." Ujar Fathur dengan nada suara yang terdengar lebih halus dibandingkan sebelumnya. Fathur sengaja bangun lebih pagi karena sejak semalam dia sudah berencana akan mengantarkan Nadya sekolah. Sebagai bentuk tanggung jawab karena sepeda motor Nadya belum diantar.



Nadya yang awalnya hanya diam kini mengeluarkan suaranya lagi.


"Apa nggak ngrepotin Mas Fathur?" Tanya Nadya dengan suara lirih.



"Enggak." Jawab Fathur singkat.



Setelahnya Nadya tidak mengatakan apa-apa lagi. Entah kenapa mendadak Nadya merasa takut kalau dia menjawab maka akan mendapatkan bentakan dari Fathur lagi. Sejak semalam sudah berapa kali Fathur membentak Nadya? Nadya sendiri tidak berani menghitungnya.



Meski Nadya tumbuh dan besar di lingkungan panti asuhan, tapi selama ini Nadya tidak pernah mendapat bentakan seperti yang Fathur lakukan kepada Nadya akhir-akhir ini. Nadya sendiri tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Fathur. Apa memang yang Nadya lakukan akhir-akhir ini sering membuat Fathur marah? Pasalnya selama ini Fathur selalu diam setiap Nadya mengajaknya berbicara, bahkan cenderung tidak peduli. Dan sekarang Fathur memang tidak terlalu diam seperti sebelumnya, tapi justru menjadi sering marah kepada Nadya.



"Motor kamu belum diambil, jadi hari ini saya yang akan antar kamu." Ujar Fathur menjelaskan. Nada suaranya saat ini kembali datar dan tenang.



"Iya." Jawab Nadya



"Semalam Rony nggak sempet. Tapi nanti siang pasti motor kamu bakal dia ambil ke panti." Ujar Fathur lagi.

__ADS_1



Nyatanya apa yang Fathur katakan itu adalah bohong. Rony belum mengambil sepeda motor Nadya bukan karena dia belum sempat. Tapi karena memang Fathur belum memberitahunya. Jadi apa kesimpulannya? Sepertinya ini hanyalah modus Fathur agar dia bisa mengantar Nadya ke sekolah.


__ADS_2