UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Bumil mood swing


__ADS_3

Mengajar dalam keadaan hamil seperti ini, sejujurnya Nadya cukup merasakan kesulitan. Bukan karena tubuhnya yang sudah mulai besar dan berat, bukan karena murid-muridnya juga menjadi lebih nakal atau bagaimana. Tapi karena mood Nadya yang jadi berantakan dan gampang sekali berubah. Nadya yang awalnya merupakan seorang guru yang memiliki kesabaran ekstra untuk menghadapi murid-muridnya, kini seperti kehilangan sedikit kesabarannya. Kalau ada murid yang dirasa membuat Nadya kesal, maka tidak segan-segan Nadya akan langsung memberinya hukuman. Padahal sebelumnya Nadya paling anti sekali memberikan muridnya hukuman. Kalaupun harus, itu karena mereka sudah dirasa cukup keterlaluan. Sedangkan biasanya Nadya hanya memberikan nasihat saja.


"Hufftt..." Nadya menghela nafas pelan saat mendudukkan dirinya di kursi ruang guru. Nadya baru saja mengajar salah satu kelas 11 IPA, dan sekarang dia sedang mengistirahatkan diri sebelum 10 menit lagi dia akan mengajar di kelas 10 IPS.


Sebelum lanjut mengajar, Nadya memutuskan untuk memakan cemilan yang dia bawa dari rumah. Seperti yang kita tau, menjadi ibu hamil membuat kita jadi lebih sering merasa lapar. Oleh karena itu, Nadya selalu membawa cemilan dan makanannya sendiri.


Dirasa perutnya sudah cukup kenyang, Nadya langsung beranjak untuk ke kelas yang harus dia ajar. Meski sedang hamil, Nadya harus profesional, dia tidak ingin hanya karena hamil nantinya malah jadi makan gaji buta.


"Jangan galak-galak Nadya, nanti murid-murid kamu pada takut." Ujar Nadya bergumam kepada dirinya sendiri.


Semoga saja mood Nadya hari ini baik sampai sekolah berakhir ya.




Tidak terasa jam pelajaran terakhir sudah selesai. Itu artinya baik siswa maupun guru sudah boleh pulang ke rumah masing-masing. Nadya, sebelumnya dia tidak pernah merasa sesenang ini hanya karena dia akan pulang. Tapi sekarang rumah menjadi tempat yang sangat Nadya favoritkan. Karena dengan Nadya ada di rumah, dia bisa bebas tidur kapan saja dia mau. Tidur? Ya benar sekali. Sekarang tidur menjadi hoby baru seorang Nadya.



"Saya duluan ya Ibu, bapak..." Ujar Nadya berpamitan dengan guru-guru yang lain.



"Iya silahkan Bu Nadya, hati-hati di jalan ya." Jawab salah seorang guru.



Setelah berpamitan, Nadya melenggang keluar dari ruang guru. Biasan Nadya akan keluar bersama dengan Septi, tapi saat ini wanita itu tidak berangkat mengajar karena memang tidak memiliki jadwal mengajar. Diantara hari-hari dimana para guru memiliki jadwal padat untuk mengajar, selain weekend, biasanya mereka memang memiliki waktu libur 1 hari dalam seminggu.


__ADS_1


Saat Nadya keluar, dia berpapasan dengan Andi. Melihat itu, Nadya hanya menyapa dengan menganggukkan kepalanya seraya memberikan senyum tipisnya. Dan Andi juga membalasnya dengan demikian pula.



Apa Andi sudah move on dari Nadya? Entahlah, tidak ada yang tau dengan pasti. Hanya saja sikap Andi memang sudah mulai berubah sejak kabar kehamilan Nadya di umumkan. Andi sudah tidak lagi mencoba untuk berinteraksi dengan Nadya. Interaksi yang mereka lakukan hanya sebatas sapaan sopan saja. Dan semoga saja Andi memang sudah move on dari Nadya. Karena sejujurnya Nadya juga tidak nyaman kalau dia bekerja dengan seseorang yang terang-terangan memiliki perasaan kepada dirinya. Sebenarnya hal itu tidak masalah kalau saja status Nadya masih single tanpa pasangan. Pendekatan antara laki-laki dan perempuan tentu saja hal yang sangat wajar. Hanya saja saat ini kondisinya kan berbeda, Nadya sudah memiliki suami dan dia sangat mencintai suaminya. Harusnya begitu Andi tau kalau Nadya adalah wanita bersuami, Andi juga harus berhenti menunjukkan perasaannya kepada Nadya. Bukannya malah menunjukkan sikap kalau dia tidak akan menyerah untuk mendapatkan Nadya.



Oke, lupakan soal itu. Setidaknya sekarang Nadya bersyukur karena Andi juga mulai menjaga jarak dari dirinya.



Nadya berjalan ke arah parkiran dimana Fathur biasa menunggunya. Melihat mobil Fathur sudah terparkir disana, senyum diwajah Nadya mengembang. Nadya mempercepat jalannya agar segera sampai di parkiran.



Sepertinya Fathur juga melihat Nadya, karena tiba-tiba saja Fathur keluar dari mobilnya. Dan sekarang Nadya sudah berada dihadapan Fathur.




Nadya hanya tersenyum, kemudian meraih tangan Fathur untuk dia cium. Dan tentu saja dibalas oleh Fathur dengan ciuman di dahi.



Setelahnya Fathur menggandeng tangan Nadya dan membukakan pintu untuknya. Baru kemudian Fathur berbalik dan duduk di kursi kemudinya.



"Capek?" Tanya Fathur seraya memberikan sebotol air mineral kepada Nadya.

__ADS_1



Nadya menerimanya, kemudian menganggukkan kepalanya. Bohong kalau Nadya bilang dia tidak capek. Apalagi Nadya menjadi guru bahasa Indonesia. Dan kebetulan sekali di kelas 11 tadi Nadya mengajar dengan tema puisi. Kalian pasti tau kan kalau sebagai guru, Nadya harus mencontohkan terlebih dahulu? Dan ya, beberapa kali tadi Nadya memberikan contoh. Jadi sekarang Nadya merasa cukup lelah.



"Tapi hari ini mood kami kayanya bagus, sayang." Ujar Fathur.



Nadya menganggukkan kepalanya lagi, kali ini sebuah senyum tersungging di bibirnya.


"Alhamdulillah mood aku hari ini bagus banget Mas. Nggak ada murid yang jadi korban dari mood aku yang nggak jelas ini. Karena memang hari ini semua murid baik." Jawab Nadya.



Fathur tertawa kecil. Membayangkan murid Nadya menjadi korban dari mood swing istrinya ini sepertinya sangat lucu. Karena sejujurnya bukan hanya mereka yang menjadi korban, karena Fathur pun juga sering menjadi korban mood swing Nadya. Tapi meski begitu Fathur tidak pernah kesal apalagi sampai marah. Kalau mood swing Nadya sedang muncul, Fathur hanya harus diam dan mendengarkan omelan Nadya. Karena dengan begitu, maka Nadya akan diam sendiri. Dan jika sudah seperti itu, biasanya Nadya juga akan menyesalinya karena tidak bisa mengontrol emosi. Dan berakhir dengan minta maaf kepada Fathur. Kalau seperti ini gimana Fathur nggak gemes coba? Tapi tidak hanya kepada Fathur loh ya, kalau Nadya merasa dia sudah berbuat salah kepada murid-muridnya, Nadya juga tidak segan untuk minta maaf kepada mereka. Itulah alasan kenapa meskipun Nadya sekarang terkadang menjadi galak, tidak ada murid-murid yang membencinya. Meski terkadang mereka kesal, tapi mereka juga mengerti akan kondisi Nadya yang sedang hamil dan sering mengalam mood swing.



"Itu ada es krim, Sayang, Biar mood kamu hari ini tambah bagus." Ujar Fathur menunjuk sebuah tas berbentuk kotak yang ada dibangku belakang.



Itu adalah tas yang bisa digunakan untuk memperlambat proses perubahan suhu. Kalau diisi es krim, maka es krim jadi tidak cepat meleleh. Dan kalau diisi makanan atau.


minuman hangat, maka makanan dan minuman itu akan tetap hangat dalam jangka waktu lebih lama.



Mendengar kata es krim, wajah Nadya seketika langsung bertambah cerah. Es krim memang makanan yang selalu berhasil membuat mood Nadya menjadi semakin baik.

__ADS_1


__ADS_2