UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Restoran Padang


__ADS_3

Awalnya Nadya dan Fathur sudah sepakat kalau setelah melahirkan nanti, Nadya masih boleh boleh bekerja sebagai seorang guru. Tapi di kehamilan Nadya yang menginjak 7 bulan ini, Nadya justru sanksi dengan keputusannya itu. Entah kenapa, Nadya justru berpikir kalau lebih baik setelah melahirkan nanti dia langsung resign. Kenapa? Bukankah menjadi seorang guru adalah impian Nadya sejak kecil? Padahal Fathur juga memberikan Nadya izin untuk tetap mengajar setelah melahirkan nanti. Lalu apa alasannya Nadya malah ingin resign? Alasannya karena anak.


Rasanya Nadya tidak tega kalau harus meninggalkan anaknya yang masih bayi untuk diurus oleh baby sitter. Kita tau sendiri, kalau jatah cuti melahirkan biasanya hanya sekitar 2 bulan saja. 2 minggu sebelum melahirkan dan 6 minggu setelah melahirkan. Otomatis nantinya Nadya harus meninggalkan anaknya disaat dia baru berusia sekitar 40 hari.


"Gimana ya, Mas. Aku enggak tega kalau nanti setelah adek lahir, aku tinggal buat ngajar. Apalagi ngajar SMA pulangnya siang banget, bahkan kalau masuk waktu ujian biasanya malah sampai sore karena aku harus ngajar les. Masa aku ketemu sama adek cuma malam hari doang sama pas hari libur." Ujar Nadya mencurahkan kegundahan hatinya kepada Fathur.


Fathur tersenyum.


"Semua terserah kamu sayang. Aku pasti bakal dukung apapun keputusan kamu. Aku yakin, kamu tau dengan pasti apa keputusan yang terbaik." Jawab Fathur.


Bukannya Fathur tidak ingin membantu Nadya menyelesaikan dilemanya ini. Karena kalau Fathur harus menjawab, sejujurnya Fathur ingin agar Nadya resign mengajar. Karena biar bagaimanapun, Fathur sangat mampu kalau harus menghidupi Nadya meskipun istrinya itu tidak bekerja. Tapi Fathur sangat tau, kalau tujuan Nadya selama ini masih bekerja bukan karena soal uang, tapi karena Nadya memang suka dengan pekerjaannya. Karena itulah, Fathur memilih untuk tidak memberikan tanggapan yang nantinya malah membuat Nadya jadi terpengaruh oleh ucapannya. Fathur ingin apapun keputusan Nadya, itu memang diambil dari hati dan merupakan hal yang memang Nadya inginkan.


"Kalau saran Mas Fathur gimana? Aku harus apa? Aku bener-bener bingung loh Mas." Ujar Nadya.

__ADS_1


Nadya tampaknya tidak puas dengan jawaban yang Fathur berikan tadi.


"Kalau menurut aku, kita tunggu sampai adek lahir. Saat adek lahir nanti, kamu pikirkan lagi. Mana yang lebih kamu inginkan. Kamu masih ingin tetap mengajar, atau kamu ingin menyerahkan semua waktu kamu buat ngurus adek di rumah. Tapi apapun keputusan kamu nantinya, aku pasti bakalan tetep dukung." Jawab Fathur.


Kali ini sepertinya Nadya cukup puas dengan jawaban Fathur.


"Benar kaya Mas, kita tunggu dulu sampai adek lahir. Baru setelah itu kita putuskan apa aku harus tetap ngajar atau sebaliknya." Ujar Nadya.


Benar, sepertinya Nadya tidak perlu memikirkan masalah ini sekarang. Karena kalau Nadya memikirkannya sekarang rasanya juga percuma, karena Nadya masih belum tau keputusan yang harus diambilnya.


"Udah jangan pikirin soal itu, makan dulu yuk. Kamu pengen makan apa?" Tanya Fathur.


Saat ini Nadya dan Fathur memang sedang dalam perjalanan pulang sehabis menjemput Nadya. Hari ini sekolah memang lebih awal bertepatan dengan jam istirahat Fathur. Oleh karena itu, Fathur mengajak Nadya untuk makan siang terlebih dahulu.

__ADS_1


Mendengar kata makanan, tentu saja Nadya langsung merasa bahagia. Apalagi akhir-akhir ini Nadya memang sedang senang-senangnya makan. Tidak ada makanan yang tidak bisa Nadya makan. Selama makanan itu layak makan, Nadya pasti akan menyukainya.


"Nasi Padang aja Mas. Aku pengen makan ayam pop." Jawab Nadya.


Fathur tentu saja langsung setuju dengan keinginan Nadya. Dengan segera Fathur mengarahkan mobil ke restoran Padang yang menjadi langganannya selama ini. Kalian tau kan restoran Padang yang katanya sederhana tapi harganya tidak sederhana? Nah itu, Fathur membawa Nadya kesana.


Kalau dulu Nadya biasa makan nasi Padang yang sepaket hanya 10-17 ribu saja, bersama dengan Fathur, Nadya jadwal makan nasi Padang yang satu porsinya saja bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu untuk sekali makan.


Awalnya Nadya bilang dia ingin makan ayam pop kan? Ternyata sampai di restoran Padang, Nadya tidak hanya mengambil itu. Karena Fathur mengambil rendang, secara otomatis Nadya juga menginginkannya.


Kalau sudah berada di restoran Padang seperti ini, sudah pasti Nadya sangat bahagia. Bukan karena Nadya makannya jadi banyak, tidak bukan seperti ini. Meskipun banyak menu yang ada disini, tetap saja Nadya makan sesuai dengan porsinya.


Lalu apa yang membuat Nadya bahagia? Yaitu banyaknya makanan yang tersaji diatas meja. Hanya dengan melihat itu saja sudah membuat Nadya merasa sangat bahagia.

__ADS_1


Fathur yang melihat bagaimana mata Nadya saat ini tampak berbinar tentu saja ikut bahagia. Pokoknya apapun yang membuat Nadya bahagia, maka Fathur juga ikut bahagia.


__ADS_2