
Hari ini, syukuran 4 bulanan Nadya akan dilaksanakan. Tidak di rumah Fathur, melainkan di rumah Mama Resti. Hal ini karena rumah Mama Resti lebih besar, jadi cukup untuk keluarga besar dan juga tamu undangan yang hadir. Nadya sendiri tidak masalah dimana syukuran 4 bulanannya akan dilaksanakan. Karena yang penting buat Nadya, semuanya lancar dan sehat.
Di acara syukuran 4 bulanan ini, ada anak-anak panti. Tentu saja mereka bersama dengan Bunda Sina dan Bunda Titi. Oo iya, ada juga Septi. Nadya mengundang Septi secara khusus untuk datang ke acara 4 bulanannya ini. Sementara Fathur, dia tentu saja mengundang Rony untuk turut serta hadir.
Dan di pertemuan pertama antara Septi dan Rony, mereka terlihat langsung akrab. Nadya sendiri merasa sedikit heran. Pasalnya Septi adalah tipe orang yang sulit akrab dengan orang baru. Tapi sepertinya sifat humoris Rony berhasil membuat Septi langsung dengan cepat mencair.
Oke, mari kita lupakan soal Septi dan Rony yang saat ini sudah akrab. Kita fokus dengan pengajian 4 bulanan kehamilan Nadya.
Pengajian 4 bulanan Nadya berjalan dengan sangat khidmat. Acara pengajian yang dilakukan sehabis Maghrib ini selesai setelah Isya. Dan begitu pengajian selesai, santunan untuk anak-anak juga sudah di lakukan, mereka langsung berpamitan untuk pulang. Hal ini karena mereka besok masih harus sekolah. Secara ini bukan weekend. Kalau mereka disini lebih lama, jam tidur mereka pasti akan kemalaman. Apalagi perjalanan dari rumah Mama Resti ke panti asuhan cukup jauh.
"Oo iya? Aku baru tau kalau Pak Andi itu adek sepupunya Mas Rony." Ujar Nadya dengan wajah terkejutnya.
Selama ini Nadya tidak pernah berpikir kalau Rony dan Andi akan memiliki hubungan sedekat itu. Bahkan berpikir kalau Andi dan Rony saling mengenal saja, tidak pernah Nadya lakukan. Tidak sangka, ternyata dunia benar-benar sempit.
Saat ini Nadya, Fathur, Rony, Septi dan Nabila masih duduk di ruang keluarga sembari mengobrolkan banyak hal.
"Ya faktanya emang gitu, Nad." Jawab Rony seraya memperlihatkan senyum tipisnya.
Rony, kalau di depan orang lain dia terlihat sangat cool dan cenderung tidak banyak bicara. Sangat berbeda dengan saat dirinya hanya berdua saja dengan Fathur.
Walaupun posisinya sebagai sekretaris, nyatanya Rony bisa lebih galak dibandingkan dengan Fathur sendiri. Sampai kadang Fathur sendiri heran, sebenarnya bosnya dia atau Rony.
Tapi untuk soal itu Fathur tidak masalah, karena saat Rony mendad galak dan cere, itu artinya Fathur sudah membuat kesalahan. Dan secara tidak langsung itu artinya Rony menjadi rem untuk Fathur.
__ADS_1
"Tapi Mas Rony sama Pak Andi sama sekali nggak mirip. Makanya aku sama Nadya nggak nyangka banget pas tau ternyata kalian sepupuan." Sambung Septi.
"Ya sepupuan juga berarti mereka mirip Sep. Buktinya Mas Fathur sama Nabila aja mereka nggak mirip. Padahal sepupuan." Ujar Nadya.
"Pak Andi sama Mas Rony ganteng siapa, Mbak?" Tanya Nabila tiba-tiba.
Pertanyaan Nabila tentu saja membuat Fathur dan Rony langsung menatap kearah Nabila.
"Eehh, apa ini kok tanya gantengan siapa. Nggak usah aneh-aneh deh Nab. Kuliah dulu yang bener, baru boleh pacaran." Ujar Fathur dengan tatapan menyelidik.
Membuat Nabila mencebikan bibirnya.
Mendengar jawaban Nabila, sontak Nadya, Rony dan Septi tertawa.
"Kalau kata orang Jawa, itu namanya jarkoni atau ngajar ora nglakoni. Yang artinya ngajarin tapi nggak pernah melakukan." Ujar Nadya.
Mendengar ucapan Nadya, seketika Fathur memasang wajah cemberutnya.
"Iya tuh, sendirinya aja SMA udah pacaran, giliran aku malah nggak boleh. Kan aneh, iya nggak Mbak?" Ujar Nabila.
Akhirnya Fathur memilih untuk diam. Karena kalau dilanjutkan dia pasti akan kembali kalah.
__ADS_1
"Jadi, gantengan mana antara Mas Rony sama Pak Andi, Mbak?" Tanya Nabila sekali lagi.
"Ganteng Mas Rony." Jawab Septi dengan malu-malu.
Jawaban Septi ini berhasil membuat Rony menjadi salah tingkah. Tapi sebisa mungkin Rony menutupinya. Dan tentu tidak ada yang tau kalau Rony salah tingkah kecuali Fathur. Tapi Fathur yang sudah tidak mood memilih untuk diam.
"Kalau menurut Mbak Nadya ganteng mana?" Tanya Nabila sekali lagi.
Nadya tersenyum, tatapannya tertuju kepada Fathur yang terlihat kesal.
"Kalau menurut aku, gantengan Mas Fathur." Jawab Nadya.
Dan jawaban Nadya berhasil membuat Fathur tersenyum. Fathur pikir Nadya akan menjawab salah satu diantara Rony atau Andi.
"Iihh, pilihannya cuma Pak Andi sama Mas Rony doang, Mbak. Mas Fathur nggak diajak." Ujar Nabila.
Sepertinya Nabila memang hoby membuat mood Fathur berantakan.
"Ya terserah Nadya dong. Kan menurut Nadya, Mas yang paling ganteng. Jadi kamu nggak boleh maksa." Ujar Fathur kepada Nabila.
Kalau sudah begini, maka akan terjadi keributan diantara Nabila dan Fathur. Sejak Nabila ketahuan punya pacar beberapa hari yang lalu, selalu ada saja hal yang Fathur dan Nabila ributkan. Ini semata-mata sebagai bentuk protes Fathur yang tidak setuju kalau Nabila memiliki pacar.
Bukankah Fathur sangat menyebalkan? Iya, Nabila merasa begitu.
__ADS_1