UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Ngidam es krim


__ADS_3

Bulan berlalu dengan cepat, dan kini usia kehamilan Nadya sudah masuk bulan ke 4. Alhamdulillah, kehamilan Nadya benar-benar sehat. Tidak ada kendala apapun selama Nadya hamil. Bahkan Nadya merasa sama saja seperti saat dirinya belum hamil. Nadya tidak mengalami ngidam atau morning sickness. Memang terkadang Nadya mual, tapi itu hanya saat Nadya mencium bau parfum Fathur atau bau-bau yang sekiranya terlalu menyengat. Hal ini karena sejak hamil Indra penciuman Nadya benar-benar sensitif.


Lalu, kalau Nadya tidak mengalami ngidam dan morning sickness, apakah Fathur yang mengalami itu? Jawabannya iya. Fathur lah yang menggantikan Nadya untuk mengalami hal-hal yang biasanya ibu hamil alami. Lucu bukan?


Dan setelah ditanyakan kepada Dokter Karina, hal seperti memang bisa saja terjadi. Karena ternyata banyak juga diluar sana para suami yang mengalami hal seperti yang Fathur alami ini. Meskipun didalam duni kedokteran tidak di ketahui penyebab pastinya apa, tapi kalau orang-orang bilang katanya suami yang mengalami gejala-gejala wanita hamil itu berarti dia sangat mencintai istrinya. Mungkinkah benar? Hmm... Sepertinya memang begitu. Lihat saja betapa saat ini Fathur sangat mencintai Nadya.


Hari ini Nadya dan Fathur sama-sama libur. Karena hari ini memang sudah masuk weekend.


"Sayang... Es krimnya habis ya?" Tanya Fathur kepada Nadya.


Saat ini Fathur sedang berada di depan kulkasnya. Namun sayang sekali, makanan yang dia cari saat ini tidak ada.


"Kemarin masih 2 potong kok Mas. Masa sih udah habis?" Nadya balik bertanya.


Fathur terdiam beberapa saat. Mencoba untuk mengingat-ingat kenapa es krim miliknya mendadak sudah habis. Sampai akhirnya Fathur ingat.


"Iya udah habis. Semalem udah aku makan semua. Terus aku lupa nggak kasih tau kamu." Jawab Fathur.


Semalam menjelang dini hari, Fathur terbangun dari tidurnya karena tiba-tiba saja dia ingin makan es krim. Sebenarnya bukan hal yang aneh kalau tengah malem seperti itu Fathur terbangun karena menginginkan sesuatu. Karena sejak Nadya hamil, itu sudah menjadi kebiasaan Fathur. Meski tidak setiap malam, tapi Fathur sangat sering terbangun dari tidurnya menjelang dini hari karena ingin makan sesuatu. Dan jika seperti itu, Fathur tidak pernah membangunkan Nadya. Sebisa mungkin Fathur mencari sendiri apa yang dia inginkan. Kecuali kalau yang Fathur inginkan adalah buatan Nadya, barulah dengan sangat terpaksa Fathur harus membangunkan tidur Nadya dan minta untuk dibuatkan.


Dan masalah es krim ini, sebenarnya ini bukan sembarang es krim. Karena yang Fathur inginkan adalah es krim buatan Nadya. Fathur tidak mau kalau es krim itu dibeli di luar atau semacamnya.


"Ya udah, kalau gitu aku bikinin lagi. Tapi Mas harus sabar, bikin es krim kan lama. Nunggu es krimnya set dulu. Nggak papa kan?" Tanya Nadya.


Dan jika Fathur sedang dalam mode ngidam seperti ini, maka sebisa mungkin Nadya pasti akan memenuhi keinginan Fathur.


"Ya udah, iya nggak papa, Yang." Jawab Fathur.

__ADS_1


Meskipun sebenarnya Fathur ingin makan es krimnya sekarang, tapi apa boleh buat. Es krim baru akan dibuat. Dan untuk menunggu sampai es krim buatan Nadya benar-benar jadi, Fathur harus menunggu setidaknya 6 jam sampai es krim benar-benar jadi.


Nadya berjalan menghampiri Fathur yang masih berdiri didepan lemari es. Melihat itu, Fathur sedikit menyingkir untuk memberikan Nadya ruang.


"Kali ini mau es krim pakai buah apa Mas?" Tanya Nadya Nadya kepada Fathur.


Nadya memang selalu membuatkan es krim untuk Fathur menggunakan buah asli yang dicampur dengan susu low fat. Hal ini agar meskipun Fathur sering makan, kandungan gula didalamnya tidak terlalu tinggi. Ini juga salah satu hal yang Nadya syukuri, karena Fathur bukan ngidam es krim kemasan. Bayangkan saja, jika setiap harinya saja Fathur bisa makan es krim sampai 5 potong. Berapa tinggi kandungan gula yang akan masuk kedalam tubuh Fathur? Sangat banyak bukan?


"Eehmm..." Fathur melihat stok buah yang ada di lemari es nya. "Pakai mangga sama strawberry boleh." Jawab Fathur.


Nadya menganggukkan kepalanya. Kemudian mengambil buah mangga dan buah strawberry untuk di cuci.


Fathur sendiri dengan sangat pengertian membantu Nadya mengupas mangga itu, sementara Nadya langsung menyiapkan bahan-bahan untuk membuat es krim dengan buah strawberry dulu.


Gampang kok, buahnya hanya tinggal di blender bersama dengan susu, kemudian dimasukan kedalam cetakan dan diberi stik. Benar, semudah itu.




"Mbak, titip rumah sebentar ya. Aku sama Nadya mau ke rumah Mama soalnya." Ujar Fathur kepada Mbak Siti yang ini sedang bersantai menonton siaran televisi.



"Iya, Mas Fathur." Jawab Mbak Sari.


__ADS_1


Fathur dan Nadya tidak pernah menyuruh Mbak Siti untuk bekerja sepanjang hari. Selama pekerjaan sudah selesai, Mbak Siti bebas melakukan apa saja. Mau nonton tv ataupun tidur siang. Fathur dan Nadya tidak pernah melarang.



Sesampainya di rumah Mama Resti, terlihat Mama Resti sedang duduk sembari membaca majalah. Saking fokusnya, Mama Resti bahkan tidak sadar kalau Fathur dan Nadya masuk.


"Assalamualaikum, Ma." Ujar Nadya.


Barulah setelah mendengar salam Nadya, Mama Resti mengetahui kedatangan anak dan mantunya itu.


"Wa'alaikumsalam..." Mama Resti tersenyum melihat Nadya dan Fathur. Dengan segera Mama Resti melepaskan kacamatanya.


Nadya menghampiri Mama Resti dan mencium tangannya. Begitu dengan Fathur.


"Nabila kemana Ma? Biasanya weekend kaya gini di rumah." Tanya Fathur kepada Mama Resti.


"Nabila tadi keluar dijemput sama temennya." Jawab Mama Resti.


Fathur mengerutkan dahinya.


"Temennya? Cewek atau cowok?" Tanya Fathur lagi.


"Cowok." Jawab Mama Resti santai.


Mendengar itu, Nadya tersenyum. Sementara Fathur?


"Kok Mama izinin Nabila pergi sama cowok sih Ma?" Ujar Fathur dengan wajah kesal.

__ADS_1


Mama Resti dan Nadya sendiri sudah menduga akan hal ini. Fathur itu cukup posesif kepada Nabila. Fathur benar-benar menjalankan tugasnya sebagai seorang kakak untuk menjaga adik perempuannya dari predator-predator jahat berjenis laki-laki. Dan terkadang itu membuat Nabila sampai kesal. Karena Fathur, banyak teman laki-lakinya yang sudah bertemu dengan Fathur jadi takut kalau akan menjemput atau mengantar Nabila pulang. Karena Fathur benar-benar menginterogasi mereka dengan berbagai pertanyaan sekaligus ancaman. Padahal diantara mereka semua tidak ada satupun yang berstatus sebagai pacar Nabila. Mereka benar-benar hanya teman. Kalau mereka menjemput atau mengantar Nabila pulang, biasanya karena mereka baru saja mengerjakan tugas bersama. Dan apa yang Fathur lakukan ini membuat Nabila menjadi tidak enak kepada beberapa teman laki-lakinya.


"Enggak papa, Mama yakin teman Nabila baik kok." Jawab Mama Resti santai.


__ADS_2