
"Cup.. cup.. sayang, udah ya nangisnya, Mama jadi ikut sedih kalau Mas Abi nangis terus," ucap Nadya lirih.
Ya, menjadi seorang ibu nyatanya bukanlah sesuatu hal yang mudah. Meski sebelumnya Nadya mempelajari banyak buku soal parenting dan juga mengikuti kelas-kelas parenting, tapi ada kalanya disaat seperti ini Nadya tetap saja cemas.
Sejak sore, Abi tiba-tiba saja demam. Entah karena apa, Nadya sendiri tidak tau. Dan karena demam itulah Abi menjadi rewel dan terus saja menangis. Padahal Nadya sendiri sudah memberikan obat penurun demam, tapi setelah 2 jam demam Abi belum juga turun. Bayi yang saat ini masih berusia 3 bulan itu terus saja menangis. Bahkan saat Nadya mencoba untuk menyusuinya, Abi tidak mau.
Padahal sebenarnya demam Abi juga tidak terlalu tinggi, sekitar 38 derajat celcius. Itulah kenapa Nadya tidak langsung membawa Abi ke rumah sakit.
Disaat seperti ini, dimana Fathur? saat ini Fathur sendiri sedang berada di Surabaya karena sedang ada pekerjaan disana. Sudah 3 hari Fathur berada disana, dan kemungkinan suaminya itu akan pulang besok. Karena sebelumnya Fathur sendiri bilang kalau dia di Surabaya hanya 4 hari saja.
Btw, setelah melahirkan Fathur dan Nadya untuk sementara memang tinggal bersama dengan Mama Resi. Hal ini karena Nadya merasa membutuhkan sosok ibu untuk membantu dirinya merawat bayi nya.
Lalu dimana Mama Resi? saat ini Mama Resi juga sedang tidak ada di rumah. Sejak kemarin Mama Resi berada Bandung karena urusan keluarga. Sebenarnya Nadya sudah diajak, tapi dia menolak karena selain ada urusan keluarga, Mama Resi juga ada beberapa agenda dengan teman semasa sekolahnya. Jadi Nadya memutuskan untuk tetap stay di rumah saja bersama dengan asisten rumah tangga Mama Resi.
Tanpa bisa ditahan, air mata menetes dipelupuk mata Nadya. Melihat putranya sedang dalam kondisi tidak sehat, mana ada ibu yang tidak sedih? tidak ada.
Disaat Nadya sedang berusaha untuk menenangkan Abi, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka.
"Mas Fathur..," ucap Nadya lirih.
Senyum yang awalnya terkembang dibibir Fathur seketika hilang saat laki-laki itu mendapati kondisi Nadya yang terlihat tidak baik. Terlebih saat ini putranya juga sedang menangis dalam gendongan Nadya.
Buru-buru Fathur langsung mendekati Nadya.
"Ada apa sayang? kenapa kamu sama Mas Abi nangis?" tanya Fathur cemas.
"hikss, Mas Abi demam, mas... dari tadi nangis terus. Aku udah kasih obat, tapi demam nya belum juga turun. Aku bingung, Mas Abi juga nggak mau disusuin," jawab Nadya dengan nada suara terbata karena mencoba untuk menahan tangisnya.
Fathur menganggukkan kepala paham. Sebisa mungkin dia mencoba untuk tetap tenang karena saat ini Nadya sendiri terlihat sedikit kacau.
"Sebentar ya, aku bersih-bersih sebentar," ujar Fathur.
Nadya menganggukkan kepala. Semen itu Fathur langsung masuk ke kamar mandi. Dengan cepat dia mengguyur dan menyabuni tubuhnya. Fathur mandi dengan cepat, bahkan tidak sampai 5 menit, karena yang terpenting dia sudah bersih saat menggendong putranya. Toh dari Surabaya Fathur juga sudah mandi.
Fathur hanya menggunakan celana tanpa atasan. Setelahnya dia mengambil alih Abi dari gendongan Nadya. Fathur melepaskan satu persatu pakaian yang Abi pakai dan hanya menyisakan Pampers. Setelah Abi juga telanjang, Fathur meletakkan putranya untuk tiduran diatas tubuhnya.
Apa yang Fathur lakukan? ini adalah salah satu metode untuk menurunkan demam anak. Fathur juga mengetahui hal ini dari dokter anak pribadinya.
Nadya sendiri menyaksikan semuanya dalam diam. Cukup lega saat tangis Abi langsung berhenti ketika Fathur menidurkannya diatas tubuhnya.
"Hushh, sembuh ya sayang. Jangan bikin Mama sedih kaya gini," bisik Fathur ditelinga Abi.
__ADS_1
Fathur mengusap dengan lembut punggung mungil Abi. Namun tatapannya tertuju lurus kepada Nadya.
"Kamu juga jangan nangis sayang, Abi sebentar lagi sembuh kok," ujar Fathur menenangkan.
Nadya hanya menganggukkan kepala, dia pun sangat berharap kalau demam Abi akan segera turun.
Tidak sampai satu jam, suhu tubuh Abi sudah kembali normal. Dengan hati-hati Nadya memakaikan baju kenapa Abi dan menidurkannya di box bayi agar lebih nyaman.
Kini, Nadya duduk diatas ranjang bersama dengan Fathur.
"Sejak kapan Mas Abi demam?" tanya Fathur kepada Nadya.
"Sejak sore, mas," jawab Nadya.
"Aku takut ganggu kerjaan mas. Dua hari kemarin kan mas kerja sampai malam terus. Aku khawatir kalau aku kasih tau, nanti mas jadi enggak fokus sama kerjaan," jawab Nadya jujur.
Fathur menghela nafas pelan mendengar jawaban Nadya. Dengan segera dia membawa Nadya kedalam pelukannya.
"Lain kali jangan gini ya sayang. Mau aku lagi kerja atau lagi apa, kalau memang di rumah terjadi sesuatu, kamu langsung kabari aku. Untuk keluarga, tidak ada yang namanya mengganggu," bisik Fathur.
"Iya, mas," jawab Nadya penuh penyesalan.
__ADS_1
Diam, keduanya hanya diam seraya berpelukan.
Sampai akhirnya Nadya melepaskan pelukan diantara mereka.
"Mas sendiri kenapa udah pulang? bukannya mas bilang bakal 4 hari di Surabaya?" tanya Nadya.
Fathur tersenyum tipis.
"2 hari kemarin aku lembur terus supaya bisa pulang lebih awal," jawab Fathur, "dan Alhamdulillah berkat lembur kemarin, aku bisa pulang lebih awal 1 hari."
Fathur sengaja tidak memberitahu Nadya perihal kepulangannya ini karena ingin memberikan kejutan. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, sesampainya di rumah malah Fathur yang sedikit terkejut melihat keadaan Nadya dan Abi. Tapi tidak apa-apa, untung saja Fathur pulang disaat yang tepat.
Dan soal Nadya yang tidak memberitahu dirinya tentang Abi yang ternyata sedang demam, Fathur tidak mempermasalahkan atau menyalahkan Nadya. Yang terpenting Nadya sudah tau kalau bagi Fathur tidak ada yang lebih penting dari keluarga.
.
.
.
*Maaf ya karena aku baru bisa nulis extra part sekarang. Semoga temen-temen suka😍*
*Jangan lupa kritik dan sarannya 😍*
__ADS_1
***Terima Kasih 😍😘***