UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Akal bulus Fathur


__ADS_3

Sejak Nadya dan Fathur pulang dari panti, kini Fathur selalu mengantar dan menjemput Nadya setiap kali dia berangkat dan pulang mengajar. Jadilah sepeda motor Nadya sendiri hanya terparkir di rumah dan jarang dipakai. Sekarang Nadya memakai motornya hanya untuk ke depan kompleks jika dia butuh sesuatu untuk dibeli.


"Mas kenapa aku nggak boleh naik motor lagi sih? Padahal kalau aku naik motor kan Mas nggak perlu repot-repot buat antar jemput aku." Ujar Nadya kepada Fathur.


Kini Nadya dan Fathur sedang dalam perjalanan pulang. Seperti biasa, Fathur sendiri yang menjemput Nadya.


"Kenapa? Kamu nggak suka kalau aku antar jemput?" Bukannya menjawab pertanyaan Nadya, Fathur malah mengajukan pertanyaan lain.


Nadya menggelengkan kepalanya.


"Enggak, bukan gitu. Aku cuma nggak mau ngrepotin Mas Fathur aja. Aku tau kalau Mas Fathur pasti sibuk banget, dan pasti repot banget kalau harus jemput aku disela-sela kesibukan Mas di kantor." Ujar Nadya menjelaskan.


Nadya tidak ingin kalau Fathur salah paham dengan maksud ucapannya ini.


Fathur menghela nafas pelan.


"Biar kamu lebih aman, Nad. Karena kalau kamu naik motor itu resiko keselamatan kamu rendah. Aku nggak mau sampai terjadi sesuatu sama kamu. Dan aku juga nggak repot kalau harus antar jemput kamu." Jawab Fathur.


Nadya hanya menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Fathur. Hatinya menghangat karena Fathur memberikan perhatian kepadanya sebesar ini.



Setelah mengantarkan Nadya pulang, Fathur langsung kembali ke kantornya.



Sementara itu, setelah selesai mengganti seragamn dengan baju rumahan, Nadya mulai menyibukkan diri dengan membersihkan rumah.



Seperti yang kita tau, Nadya dan Fathur tidak memiliki asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan rumah. Jadi Nadya harus pintar-pintar mengatur waktu agar semua pekerjaan rumahnya bisa dia kerjakan dan selesai dengan baik.



Di mulai dari menyapu, kemudian mengepel, Nadya lakukan secara bergantian. Untung saja untuk mencuci baju Nadya menggunakan mesin cuci. Jadi Nadya menjadi sangat terbantu.



Hampir 2 jam lamanya Nadya berkutat dengan pekerjaan rumahnya. Dan kini Nadya baru bisa beristirahat. Dengan kaos yang terlihat basah oleh keringat, Nadya duduk di kursi makan dengan segelas air es untuk menyegarkan diri.



Tiba-tiba...



Drrtt... drrtt...



Ponsel Nadya yang tergeletak diatas meja bergetar karena ada panggilan masuk. Siapa yang menelfon? Tentu saja Fathur.



"Assalamualaikum, halo, Mas." Ucap Nadya begitu mengangkat panggilan telefonnya.



"Wa'alaikumsalam... Kamu lagi apa, Nad? Aku kangen." Ujar Fathur.



Kangen? Bagaimana bisa Fathur kangen kepada Nadya. Sedangkan mereka saja baru bertemu tidak lebih dari 2 jam yang lalu.


__ADS_1


"Kangen? Bohong banget. Kita baru aja ketemu loh Mas." Jawab Nadya seraya tertawa kecil.



"Beneran, aku tuh kangen sama kamu. Emangnya kamu nggak kangen sama aku?" Tanya Fathur.



Fathur lebay? Iya memang, Nadya pun juga merasa begitu. Tapi tidak apa-apa, Nadya suka kepada Fathur yang seperti ini. Daripada Fathur yang dulu, dingin, cuek, dan ya bisa dikatakan agak jahat. Mending Fathur yang sekarang kan?



"Enggak, aku nggak kangen." Jawab Nadya sembari menahan tawa.



"Sayang... Kok kamu gitu sih, awas ya nanti malem. Bakal aku kasih pelajaran." Ujar Fathur dengan nada mengancam.



Bukannya takut, Nadya justru malah tertawa.


"Iihh apaan ngancem-ngancem gitu. Aku kan jawab jujur Mas. Dari pada aku bohong coba? Nanti yang ada malah jadi dosa." Jawab Nadya.



"Ya tapi... iihhh pokoknya kamu harus kangen sama aku dong. Masa aku doang yang kangen sama kamu." Ujar Fathur sewot.



"Ya kalau kita nggak ketemunya udah beberapa hari, baru aku kangen. Ini kan kita baru ketemu 2 jam yang lalu, Mas."



"Tapi 2 jam itu lama sayang..." Fathur masih tetap tidak terima dengan jawaban Nadya.




Nadya memilih untuk mengalah, karena kalau tidak yang ada pembahasan mengenai kangen ini tidak akan ada selesainya.



"Nah gitu dong... Kamu lagi apa, Nad?" Tanya Fathur.



"Aku habis selesai bersih-bersih rumah, Mas." Jawab Nadya kalem.



Terdengar Fathur yang saat ini menghela nafas.


"Kita cari asisten rumah tangga aja ya, Nad. Aku nggak suka kalau kamu kecapean gini." Ujar Fathur.



"Eehmm... Kayanya buat sekarang belum perlu deh, Mas. Aku masih bisa handle semuanya kok." Jawab Nadya lembut.



Nadya tau kalau saat ini Fathur sedang mengkhawatirkan dirinya. Tapi memang benar, Nadya merasa untuk saat ini dia belum memerlukan bantuan untuk mengurus rumah. Nadya masih sanggup dan masih memiliki banyak waktu untuk mengurus rumah. Lagi pula kan tidak ada setiap hari juga Nadya mengajar sampai sore. Bahkan Sabtu dan Minggu juga Nadya libur.


__ADS_1


"Beneran? Tapi kalau kamu capek langsung bilang sama aku ya...," Ujar Fathur.



"Iya Mas, aku bakal bilang kalau aku capek." Jawab Nadya menenangkan.



Setelah obrolan singkat itu, Nadya yang merasa sudah cukup istirahatnya kembali melanjutkan aktivitasnya.



Kali ini Nadya akan membuat camilan untuk Fathur. Kira-kira Nadya akan membuat apa ya? Baiklah, mari kita lihat bahan-bahan apa saja yang Nadya miliki.



Dan setelah menimbang-nimbang, sepertinya membuat puding buah adalah pilihan yang tepat. Kebetulan sekali Nadya masih memiliki anggur, strawberry, dan mangga.



"Nadya, Sayang..." Begitu sampai rumah yanh Fathur langsung lakukan adalah memanggil Nadya.


Tidak mengucap salam atau apapun itu, benar-benar Fathur itu.


Sementara itu, tidak ada sahutan dari Nadya. Sepertinya Nadya ada di kamar dan tidak mendengar panggilan dari Fathur.


Dengan segera Fathur langsung naik ke lantai 2, tujuan utamanya tentu saja kamar Nadya.


Kalau kalian bertanya apakah Nadya dan Fathur masih pisah kamar, jawabannya tentu saja tidak. Nadya dan Fathur setiap malam selalu tidur di kamar yang sama, tepatnya kamar yang dulu merupakan milik Fathur. Lalu kenapa Fathur mencari Nadya di kamar istrinya? Itu karena Nadya menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar itu. Secara disanalah semua perlengkapan milik Nadya berada. Dan kamar itu juga menjadi ruang kerja Nadya jika malam-malam dia mengoreksi hasil ulangan para siswanya.


Untuk sementara barang-barang Fathur dan Nadya masih dipisah. Tapi nanti rencananya Fathur akan merenovasi dengan menggabungkan kamarnya dan juga kamar Nadya menjadi satu. Hal ini agar Nadya tidak terlalu repot harus bolak-balik antara kamar utama dengan kamarnya.


Dan seperti dugaan Fathur, memang benar saat ini Nadya sedang ada di kamarnya, tepatnya di kamar mandi.


Gemericik air terdengar ditelinga Fathur.


Tok... tok... tok...


"Nad... Kamu lagi mandi?" Ujar Fathur sembari mengetuk pintu kamar mandi.


Suara shower yang berhenti menandakan kalau Nadya mematukann.


"Iya Mas, kenapa?" Terdengar suara Nadya dari dalam.


Fathur mengulu senyum, sebuah rencana licik tersusun didalam kepalanya.


"Aku mau ngomong sesuatu." Jawab Fathur terdengar serius.


"Sebentar Mas, aku selesaiin mandi dulu." Ujar Nadya.


"Enggak bisa Nad, kita harus ngomong sekarang, ini penting. Bisa tolong buka pintunya sekarang?" Ujar Fathur dengan suara datar.


Karena Nadya juga penasaran dengan apa yang ingin Fathur katakan, maka dengan segera Nadya mengambil dan memakai handuknya. Nadya khawatir kalau dia sudah membuat kesalahan tanpa disadari. Karena Nadya merasa Fathur seperti sedang marah kepadanya.


Ceklek...


Begitu pintu kamar mandi terbuka, yang terjadi setelahnya adalah...


Fathur dengan cepat memeluk Nadya dan membawa istrinya itu kembali masuk ke kamar mandi. Tanpa mengatakan apa-apa, Fathur langsung membungkam bibir Nadya menggunakan bibirnya.


Nadya yang masih tidak siap dan juga terkejut hanya bisa menurut. Sampai akhirnya pasokan oksigennya mulai menipis. Membuat Nadya meronta dan akhirnya Fathur melepaskan ciumannya.


"Tadi Mas Fathur bilang katanya ada yang penting..." Ujar Nadya dengan nafas terengah.


Fathur tersenyum sembari jempolnya mengusap bibir Nadya yang basah olehnya.

__ADS_1


"Iya, penting banget. Aku kangen sama kamu, Nadya." Jawab Fathur.


Setelah mengatakan itu Fathur kembali melanjutkan aksinya dengan menciumi Nadya. Dan... Tentu saja tidak hanya itu yang dia lakukan. Apalagi saat ini Nadya masih dengan penampilan yang sangat menggoda. Fathur tentu saja tidak bisa menahan diri dengan menyia-nyiakan kesempatan itu.


__ADS_2