UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Nasi Padang belum selesai


__ADS_3

Menginjak kehamilan hampir 9 bulan, akhirnya Nadya mengambil cuti. Dan kalian tau? Disaat Nadya cuti, ternyata Fathur juga mengambil cuti. Alasannya karena Fathur ingin menemani Nadya di rumah. Fathur tidak ingin Nadya kesepian karena di rumah hanya bersama dengan Mbak Siti saja. Dan soal apakah setelah melahirkan nanti Nadya akan resign atau tidak, Nadya belum memutuskannya. Disisi lain Nadya juga masih ingin tetap menjadi guru. Tapi disisi lain Nadya ingin sekali mengabdikan hidupnya untuk mengurus keluarga kecilnya ini. Kita lihat nanti saja setelah baby lahir mengenai keputusan apa yang akan Nadya ambil.


"Iihh, berangkat ke kantor aja sana Mas. Dari pada kamu repot sendiri kaya gini. Lagian aku juga enggak papa kok di rumah sama Mbak Siti doang." Ujar Nadya kepada Fathur.


Bagaimana tidak, disaat Fathur masih memiliki banyak pekerjaan, laki-laki itu malah memutuskan untuk cuti dan bekerja di rumah. Jadilah Fathur dan Rony harus repot sendiri karena setiap ada yang harus di kerjakan, Rony harus mengantarkannya ke rumah. Sementara Fathur tentu saja diburu dengan pekerjaan yang menuntut untuk segera diselesaikan. Dan kalau sudah selesai, biasanya Fathur akan meminta Pak Ale untuk mengantarkannya ke kantor.


Fathur hanya tersenyum mendengar omelan Nadya.


"Mas, kamu dengerin aku enggak sih. Udahlah ke kantor aja sana. Aku bukannya enggak suka kamu di rumah, tapi kan kalau kamu kerja di rumah, kamu jadi tambah repot Mas." Ujar Nadya lagi.


Fathur menatap Nadya dengan lembut.


"Aku enggak repot sayang. Aku suka kok kerja di rumah. Apalagi kalau ada kamu yang temenin kaya gini. Jadi santai aja, kamu enggak usah mikirin soal ini. Lagian dalam semingguan kedepan semua pekerjaan aku udah selesai kok. Jadi minggu depan aku bakalan benar-benar cuti tanpa harus mikirin pekerjaan." Jawab Fathur.


"Beneran? Kalau emang kamu kerepotan, jangan maksa buat kerja di rumah terus. Aku beneran enggak papa kalau kamu ke kantor. Lagian HPL adek kan kurang lebih masih 3 mingguan lagi, masih lama juga kok." Ujar Nadya.


Tidak ingin membuat Nadya kesal, Fathur menganggukkan kepalanya.


"Iya sayang iya, kalau nantinya aku udah ngerasa repot, aku bakalan ke kantor. Udahlah, kamu jangan pikirin soal itu, ibu hamil itu harus mikirin hal-hal yang bikin seneng. Seperti contohnya makan, kamu pengen makan apa? Kita delivery order yuk." Dengan pintarnya Fathur mengubah topik pembicaraan dari yang awalnya soal pekerjaan menjadi makanan. Dan Nadya yang pada dasarnya akhir-akhir ini menjadi seorang pecinta makanan, tentu saja langsung tergoda dengan tawaran Fathur.


"Bebas kan? Aku boleh pesen apa aja yang aku mau?" Tanya Nadya dengan semangat.


"Iya bebas, selama itu bukan makanan yang aneh-aneh." Jawab Fathur.


Nadya tersenyum.


"Enggak aneh kok, aku cuma pengen makan es krim Mix*e, terus makan Mie Gac*an yang level 3, terus beli... Ehmm, apalagi ya?" Tampak Nadya sedang berpikir mengenai makanan yang ingin dia beli. "Terus pisang coklat keju sama yang terakhir ayam goreng tepung KFC." Sambung Nadya.


Ini bukan ngidam loh ya, ini memang murni keinginan Nadya. Karena Nadya sudah berhenti ngidam setelah usia kandungannya lewat 7 bulan.


Baiklah, Fathur pikir tidak ada makanan aneh dalam list keinginan Nadya kali ini. Oleh karena itu, semua keinginan Nadya akan Fathur kabulkan.

__ADS_1


"Oke, aku pesen sekarang ya." Ujar Fathur.


Dengan semangat Nadya menganggukkan kepalanya. Rasanya sudah tidak sabar ingin menikmati semua makanan itu. Sebenarnya kalau soal makanan manis, Dokter Karina merekomendasikan Nadya agar lebih sering makan makanan itu, seperti es krim dan coklat, hal ini bertujuan untuk menambah berat badan baby didalam perutnya. Karena terakhir Nadya memeriksakan kandungan, kata Dokter Karina berat badan baby masih kurang.




Tidak sampai 1 jam lamanya, semua makanan pesanan Nadya sudah sampai. Tidak semua milik Nadya sih sebenarnya, karena Fathur juga memesan makanan juga. Tapi pesanan Fathur berbeda dengan Nadya, karena yang Fathur pesan adalah nasi Padang . Tidak heran kan kalau Fathur memesan nasi Padang? Karena nasi Padang memang makanan favorit Fathur. Memang ada banyak makanan yang Fathur suka, hanya saja nasi Padang tetap tidak tergantikan oleh makanan apapun sejauh ini. Tidak lupa Fathur juga memesankan makanan untuk Mbak Siti dan Pak Ale juga. Jangan sampai Fathur dan Nadya makan, mereka tidak makan sama sekali.



Dan sekarang, di meja ruang tengah, semua makanan sudah tersaji diatasnya. Kalian ingat kan apa saja pesanan Nadya tadi? Banyak bukan? Tapi nyatanya mata Nadya justru tertuju kepada nasi Padang milik Fathur. Sudah menjadi hal yang biasa kalau Nadya biasanya akan lebih menyukai makanan yang Fathur pesan daripada makanan yang dia pesan sendiri.



"Kenapa? Mau tukar sama nasi Padang?" Tanya Fathur kepada Nadya.



"Ehhm, emangnya Mas Fathur enggak papa kalau kita tukeran makanan?" Ujar Nadya balik bertanya.



Nadya pikir Fathur akan setuju dan menukarkan nasi Padang miliknya dengan salah satu makanan yang Nadya miliki. Tapi ternyata Fathur menggelengkan kepalanya.



"Enggak mau, aku maunya nasi Padang." Jawab Fathur.


__ADS_1


Mendengar jawaban Fathur, Nadya hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya pasrah. Ya sudah, mau bagaimana lagi. Kalau Fathur tidak mau tukeran dengan makanan miliknya, Nadya juga tidak bisa memaksa. Salah sendiri kan Nadya tadi tidak minta untuk dipesankan nasi Padang juga. Padahal tadi Fathur sudah menawari Nadya sebelum dia memesan.



"Ya udah deh enggak papa, aku makan punya ini aja." Jawab Nadya lirih.



Melihat itu Fathur tersenyum, kemudian dia memberikan sebungkus nasi Padang yang belum dibuka.


"Aku enggak mau tukeran nasi Padang sama makanan kamu karena aku juga beliin nasi Padang juga sayang." Ujar Fathur.



Ya, Fathur sudah memprediksi kalau hal ini akan terjadi. Karena memang bukan sekali atau dua kali saja Nadya seperti ini, sudah sangat sering bahkan. Oleh karena itu, Fathur mengantisipasinya dengan membelikan Nadya nasi Padang juga seperti miliknya. Meskipun tadi Nadya menolak beli juga, tapi lihat sekarang. Prediksi Fathur sangat tepat bukan?



Nadya yang awalnya sudah tertunduk lesu, seketika menjadi semangat lagi saat Fathur memberinya nasi Padang juga.


"Iihhh, makasih. Mas Fathur pengertian banget sih." Ujar Nadya.



Fathur yang mendengar ucapan Nadya tersenyum.


"Dari dulu aku emang pengertian sayang." Jawab Fathur santai.



Jadilah Nadya dan Fathur menikmati nasi Padang mereka. Sementara makanan pesanan Nadya tampak terabaikan. Hanya es krim dan ayam goreng saja yang Nadya makan pada akhirnya.

__ADS_1


__ADS_2