UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Ketiduran


__ADS_3

Setelah Fathur berangkat ke kantor, kini Nadya hanya di rumah sendirian. Pasalnya Mbak Siti saat ini sedang pergi ke pasar. Sementara itu, Nadya yang tadinya ingin ikut ke pasar dilarang oleh Mbak Siti dengan alasan jalanan licin. Memang sih tadi sempat hujan, jadi wajar kalau jalanan akan lebih licin dari biasanya. Ya sudah, akhirnya mau tidak mau Nadya memilih untuk menurut.


Loh, memangnya Nadya tidak berangkat mengajar? Jawabannya tidak, karena saat ini sudah masuk libur semester. Jadi murid-muridnya libur, Nadya pun juga ikut libur.


Lalu sekarang apa yang harus Nadya lakukan sendirian seperti ini? Masa iya lagi-lagi menonton drakor.


Tapi nyatanya pilihan Nadya bukan jatuh kepada menonton drakor atau apapun itu. Nadya memilih untuk kembali tidur. Karena entah kenapa tiba-tiba Nadya merasa mengantuk. Mungkinkah ini bawaan baby? Hmm... Sepertinya memang begitu.




Fathur melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Saat ini jam masih menunjukkan pukul setengah 10 pagi. Itu berarti baru 1 setengah jam Fathur berada di kantor. Tapi... Saat ini Fathur sudah sangat merindukan Nadya. Fathur ingin melihat Nadya disini.



"Harusnya tadi aku ajak kamu ke kantor aja. Jadi aku nggak perlu nahan kangen kaya gini." Gumam Fathur.



Setelahnya Fathur mencoba untuk kembali fokus dengan pekerjaannya. Tapi pikirannya terus tertuju kepada Nadya. Fathur ingin sekali mendengar suara Nadya saat ini.



Tanpa menunggu lama, Fathur langsung meraih ponselnya untuk menghubungi Nadya. Yap, benar sekali. Fathur menyerah, dia memilih untuk menghubungi Nadya agar setelah ini bisa kembali fokus dengan pekerjaannya lagi. Karena Fathur yakin, setelah mendengar suara Nadya dia pasti akan kembali bersemangat.



Tut... Tut...



Awalnya Fathur terlihat santai saat panggilannya belum diangkat oleh Nadya. Tapi saat Fathur sudah mengulangnya hingga 3 kali dan tetap tidak diangkat, otomatis Fathur mendadak menjadi panik sendiri.



Dan karena panggilan telefonnya tidak diangkat juga oleh Nadya, jadi Fathur memutuskan untuk menghubungi Mbak Siti.



Tut... tut...

__ADS_1



"Assalamualaikum, Halo, Mas Fathur." Mbak Sari langsung menjawab panggilan telefon Fathur hanya dalam 2 deringan saja.



"Wa'alaikumsalam, Mbak. Saya mau tanya, Nadya ada dimana ya? Kok saya telfon nggak diangkat-angkat." Tanya Fathur to the point.



"Mbak Nadya di rumah, Mas. Kayanya nggak angkat telfon Mas Fathur karena Mbak Nadya ketiduran. Saya sendiri masih di pasar, Mas. Mau pulang tapi kejebak hujan. Lupa nggak bawa mantel soalnya. Tadinya Mbak Nadya mau ikut ke pasar tapi saya larang." Ujar Mbak Siti menjelaskan.



"Oo gitu, kalau gitu telfonnya saya tutup ya Mbak." Ujar Fathur.



Setelah mendengar jawaban iya dari Mbak Siti, Fathur langsung menyentuh ikon merah.



Kalau Mbak Siti ada di pasar, itu berarti Nadya di rumah sendiri kan? Kenapa perasaan Fathur jadi tidak enak sih. Fathur benar-benar cemas dengan kondisi Nadya. Apalagi istrinya itu tidak kunjung mengangkat telfon dari Fathur.




Fathur memainkan pulpennya sembari mengetuk-ngetuk kecil mejanya. Fathur berharap perasaan cemasnya ini akan hilang. Tapi... Nyatanya perasaan cemas Fathur tidak kunjung hilang. Yang ada Fathur semakin mencemaskan keadaan Nadya.



Dengan cepat Fathur langsung meraih kunci mobilnya. Tidak, Fathur tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Fathur tidak bisa menunggu sampai Mbak Siti sampai di rumah dan memberikan dirinya kabar. Apalagi di luar hujan cukup deras. Fathur harus segera memastikan kalau kondisi Nadya baik-baik saja.



Karena jujur saja, pikiran-pikiran buruk tiba-tiba bermunculan di kepala Fathur. Fathur hawatir kalau terjadi sesuatu dengan Nadya, seperti terpeleset di kamar mandi atau jatuh dari tangga. Saat ini Fathur benar-benar tidak bisa berpikir secara positif.



Untung saja kantor ini adalah milik Fathur. Jadi tidak masalah kalau dia sesekali keluar dari kantor meskipun jam belum menunjukkan waktunya istirahat.

__ADS_1



Karena kondisi sedang hujan, Fathur harus ekstra hati-hati menjalankan mobilnya. Apalagi lalu lintas cukup ramai. Meskipun Fathur ingin segera mengetahui keadaan Nadya, tapi dia harus mengutamakan keselamatan dirinya dan juga pengguna jalan lainnya. Fathur tidak boleh egois.



Dan setelah 30 menit lamanya, akhirnya Fathur sampai rumah dengan selamat. Dengan segera Fathur langsung masuk ke rumah. Rumah yang suasananya terasa sangat sepi. Apalagi saat ini hujan turun semakin deras.



Saat melewati ruang keluarga, Fathur melihat ponsel milik Nadya ya g tergeletak begitu saja diatas sofa. Dengan segera Fathur langsung meraihnya.



Kemudian Fathur kembali melangkahkan kakinya menuju kamar. Begitu pintu terbuka...



Terlihat Nadya yang sedang bergelung dibawah selimut dan terlelap dengan sangat nyenyak. Fathur yang melihat itu tentu saja langsung merasakan sebuah kelegaan yang sangat luar biasa.



Nyatanya pikiran-pikiran buruk Fathur ini salah semua. Sementara ucapan Mbak Siti yang benar, Nadya ketiduran.



Tentu saja Mbak Siti tau dengan kebiasaan Nadya yang satu ini. Karena semenjak hamil, Nadya memang jadi lebih sering merasa mengantuk. Dan kalau sedang tidak ada yang harus Nadya lakukan, maka wanita itu akan lebih memilih menggunakan waktunya untuk tidur.



Fathur menghampiri Nadya. Tangannya dengan lembut mengusap puncak kepala istrinya itu.



"Kamu bikin aku cemas banget tau nggak, Nad. Bisa-bisanya aku telfon nggak diangkat dan malah HPnya ditinggal di bawah. Udah gitu tidur nyenyak banget kaya gini. Benar-benar bikin aku gemas tau nggak." Gumam Fathur.



Tanpa bisa ditahan, Fathur mendaratkan sebuah ciuman dibibir Nadya. Dan ini sukses membuat Nadya terbangun dari tidurnya.


__ADS_1


"Mas Fathur..." Panggil Nadya saat melihat ada Fathur didepannya.


__ADS_2