
Setelah seharian tidak bisa berdekatan Nadya, sekarang Fathur merasa sangat bahagia karena pada akhirnya Nadya mau berdekatan lagi dengan dirinya. Bahkan Nadya begitu menempel kepada Fathur.
Fathur yang sejak tadi sama sekali tidak melepaskan pelukannya pada Nadya, sama sekali tidak membuat wanita itu terlihat keberatan. Nadya terlihat nyaman-nyaman saja didalam pelukan Fathur.
"Mulai sekarang parfumnya diganti minyak telon aja ya Mas. Aku lebih suka bau Mas yang kaya bayi begini daripada bau kamu yang biasanya."
Tidak memiliki pikiran macam-macam, Fathur memutuskan untuk mengiyakan ucapan Nadya. Kalau Nadya suka Fathur menggunakan minyak telon, maka Fathur akan menggunakan setiap hari.
Keesokan harinya seperti biasa, setelah mengantarkan Nadya, Fathur akan langsung menuju kantornya.
Dan dapat Fathur rasakan bagaimana para karyawannya terlihat bingung saat Fathur melewati mereka. Para karyawan Fathur terlihat seperti sedang mencari-cari sesuatu setelah Fathur melewati mereka.
Tanpa Fathur tau kalau sebenarnya para karyawan Fathur mencari sebenarnya siapa yang membawa bayi ke kantor. Secara seharusnya tidak boleh ada karyawan yang membawa bayinya jika sedang bekerja. Mereka tidak tau saja kalau aroma bayi yang tercium oleh mereka adalah aroma yang berasal dari Fathur.
"Hufttt..." Begitu sampai di ruangannya Fathur langsung melepaskan jas yang dia pakai.
Dan tidak lama kemudian Rony masuk kedalam ruangannya untuk membacakan jadwal Fathur seperti biasa. Tapi...
"Selamat pagi Bapak Fathur Renaldi Sudiro... Sebelumnya maaf mengganggu karena saya hendak mem...." Terlihat Rony mengendus-endus ruangan Fathur.
"Kenapa lo?" Tanya Fathur saat melihat Rony melakukannya hal-hal yang terkesan aneh. Bisa-bisanya Rony mengendus-endus ruangan Fathur seperti itu.
"Tunggu-tunggu... Gue kaya ngerasa mencium sesuatu yang aneh tau enggak." Ujar Rony.
Kemudian berjalan mengendus setiap sudut ruangan, hingga akhirnya dia berhenti di depan Fathur dan mengendus atasannya itu.
"Apaan sih..." Fathur menyingkirkan Rony dengan risih.
__ADS_1
"Lo punya bayi di rumah? Kok lo bau bayi banget sih?" Tanya Rony kepada Fathur.
"Iya gue punya bayi." Jawab Rony santai.
Jawaban yang tentu saja sukses membuat Rony terkejut.
"Serius? Lo adopsi anak apa gimana? Bukannya belum punya anak?" Tanya Rony tidak percaya.
Fathur hanya mengangkat bahunya santai.
"Udah, nggak usah dibahas. Sekarang lo bacain aja jadwal gue." Ujar Fathur.
Fathur malas memberikan penjelas lebih lanjut kepada Rony mengenai hal ini. Karena kalau Rony tau Fathur bau bayi ini berasal dari perpaduan bedak bayi dan minyak telon yang Fathur pakai, apa kata sahabatnya itu nanti? Apalagi kalau Rony sampai tau Fathur melakukan itu karena permintaan Nadya. Bisa-bisanya Rony akan menjulukinya pria bucin. Meski pada kenyataannya memang iya, tapi Fathur tidak suka kalau orang lain meledek dirinya.
Membuat Fathur mendengus.
"Ya menurut lo aja gimana." Jawab Fathur santai.
"Ya setau gue Lo nggak punya bayi." Jawab Rony. "Tapi Fath..." Ucapan Rony terhenti saat Fathur menatap dirinya datar.
"Masih mau tanya lagi atau mau gue pecat?" Tanya Fathur kepada Rony.
Dan itu sukses membuat Rony tidak lagi bertanya mengenai masalah bayi. Tentu saja Rony memutuskan untuk menurut. Daripada nanti benar-benar dipecat kan? Mau dimana lagi Rony mencari pekerjaan dengan gaji besar seperti Fathur menggajinya selama ini coba?
__ADS_1
Sementara itu, saat ini Nadya tengah meminta izin dari Fathur untuk dirinya bisa pulang bersama dengan Septi.
^^^to Mas Fathur^^^
^^^Mas, hari ini nggak usah jemput ya. Aku mau pulang bareng Septi soalnya. Boleh kan?^^^
Tidak sampai 5 menit, pesan yang Nadya kirim langsung mendapatkan balasan dari Fathur.
from Mas Fathur
Kenapa nggak mau aku jemput dan malah pilih pulang sama Septi? Kan kamu udah nggak mual lagi deket-deket sama aku. Aku udah pakai minyak telon seperti yang kamu suka loh, Nad.
Nadya tertawa membaca balasan dari Fathur. Fathur ini memang ada-ada saja. Emangnya kalau Nadya ingin pulang dengan Septi, itu karena dia kembali mual saat bersama Fathur? Heyy... Bukan seperti itu konsepnya.
^^^to Mas Fathur^^^
^^^Astaghfirullah... Bukan gitu Mas. Aku mau pulang sama Septi karena aku mau temenin dia belanja bulanan. Soalnya biasanya kan aku yang selalu temenin Septi. Sama sekalian aku lagi pengen makan ayam geprek langganan aku sama Septi. Aku bukan nggak mau dijemput sama kamu karena aku mual lagi. Ya Mas ya, boleh kan? Please...^^^
Setelah membaca balasan yang ke 2 dari Nadya ini, akhirnya Fathur menyetujui permintaan Nadya.
from Mas Fathur
Ya udah iya boleh. Tapi pulangnya jangan kesorean ya.
Begitu bunyi pesan balasan dari Fathur. Membuat Nadya senang bukan kepalang. Akhirnya hari ini Nadya memiliki kesempatan untuk bisa membeli testpack. Karena jujur saja, jika ada Fathur bersama dengannya, Nadya jadi bingung sendiri. Karena kalau Nadya izin buat keluar membeli sesuatu di supermarket depan kompleks pun Fathur akan selalu mengikuti dirinya seperti anak ayam.
Bukannya Nadya risih atau tidak nyaman, Nadya senang kok Fathur melakukan hal itu. Tapi ada kalanya Nadya juga butuh waktu untuk sendiri, seperti sekarang ini.
"Jadi gimana? Di bolehin sama Mas Fathur buat temenin aku belanja bulanan?" Tanya Septi kepada Nadya.
Nadya tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.
"Boleh dong, apa sih yang nggak boleh." Jawab Nadya seraya tersenyum.
"Aseekk nih... Akhirnya setelah sekian lama ya Nad." Septi juga tidak kalah bahagia saat mendengar Nadya mendapatkan izin dari Fathur untuk pergi bersama dengannya. Karena sejak Nadya mulai diantar jemput oleh Fathur, Nadya dan Septi hanya memiliki waktu bersama di sekolah saja. Ya buat Septi sih itu wajar-wajar aja ya. Secara status Septi dan Nadya sangat berbeda. Kalau Septi kan masih single, jadi apapun yang dia lakukan tidak perlu izin selain dari orang tuanya. Itu pun Septi jarang meminta izin kepada orang tuanya kalau akan melakukan apa-apa. Secara jarak Septi dan orang tuanya jauh. Kalian tau sendiri kan kalau disini Septi saja nge-kos. Sementara Nadya sudah memiliki suami, yang ucapannya juga harus ditaati. Apapun yang Nadya lakukan juga harus atas seizin suaminya terlebih dahulu.
"Emang terakhir kita belanja bulanan kapan sih? Aku sampai lupa loh Sep." Ujar Nadya kepada Septi.
"Udah lama banget, mungkin sekitar 2 bulanan yang lalu kali ya? Pokoknya begitu kamu udah nggak bawa motor sendiri deh kayanya." Jawab Nadya.
Nadya tersenyum.
__ADS_1
"Iya, kayanya sejak itu deh. Udah lama banget ternyata." Ujar Nadya.
Dan semoga misi Nadya untuk bisa membeli testpack hari ini berhasil.