UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Masih belum menyerah?


__ADS_3

Selesai mengajar, Nadya langsung bergegas untuk membereskan barang-barangnya. Karena Nadya tau kalau saat inj Fathur pasti sudah menunggunya. Dan benar bukan? Saat Nadya keluar dari ruang kelas 10 IPA 3 yang baru dia ajar, Nadya melihat mobil Fathur sudah terparkir di parkiran sekolah. Melihat itu, Nadya tersenyum.


"Udah ada yang dijemput sama suami tuh." Ujar suara dari belakang.


Siapa? Yap, Septi lah orangnya. Septi baru saja mengajar kelas 10 IPA 4 yang kelasnya tepat berada disamping 10 IPA 3. Nadya sendiri hanya tersenyum menanggapi ucapan Septi.


Apa Nadya sudah memberitahu Septi mengenai kehamilannya ini? Tentu saja belum. Nadya masih merahasiakannya. Nadya ingin keluarganya terlebih dahulu yang mengetahui kabar kehamilannya. Baru setelah itu Nadya akan memberitahu Septi, atau mungkin memberitahu guru-guru yang lain juga?


Setelah mengambil tasnya yang ada di ruang guru, Nadya berpamitan lebih dulu kepada guru-guru yang lain, terutama Septi. Karena Septi masih mengobrol dengan guru-guru yang lain.



"Aku duluan ya Sep, udah ditungguin soalnya." Ujar Nadya.



"Iya Nad... Hati-hati dijalan ya." Ujar Septi.



Nadya menganggukkan kepalanya.



Nadya keluar dari ruang guru, dia baru berjalan beberapa meter. Tiba-tiba seseorang memanggil Nadya dan otomatis membuat Nadya menghentikan langkahnya.


"Bu Nadya...."



Nadya menoleh.


"Iya, Pak Andi. Ada apa ya?" Tanya Nadya kepada orang yang memanggilnya, yang ternyata adalah Andi.



"Nggak papa Bu Nadya, sama cuma mau kas..." Ucapan Andi harus terhenti karena seseorang.



"Sayang...."

__ADS_1



Nadya yang hafal dengan suara itu seketika langsung menoleh. Dia adalah Fathur. Tadi, saat Nadya keluar dari ruang guru, Fathur juga langsung keluar dari mobilnya untuk menghampiri Nadya. Tapi ternyata ada laki-laki yang menjadi saingan Fathur yang juga menghampiri Nadya. Jelas saja Fathur tidak akan membiarkan hal itu terjadi.



Jujur Fathur masih tidak habis fikir. Apakah Andi belum menyerah untuk mendekati Nadya? Kaka benar seperti itu. Lihat saja apa yang akan Fathur lakukan.



Fathur berjalan kearah Nadya tanpa menghiraukan keberadaan Andi. Tiba-tiba dia langsung memberikan kecupan di dahi Nadya. Tentu saja ini salah satu cara Fathur untuk membuat Andi merasa cemburu. Fathur akan menunjukkan kepada Andi bahwa yang memiliki hak atas Nadya adalah dirinya.



"Ayo Yang. Aku tadi udah bikin janji sama dokter kandungan. Jadwalnya jam 3 soalnya, kita harus cepet-cepet kesana, nggak enak soalnya kalau dokter kelamaan nunggu kita." Ujar Fathur dengan lembut.



Nadya tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Tapi sebelum itu...


"Oo iya, Pak Andi tadi mau ngomong apa sama saya?" Tanya Nadya kepada Andi.


Bukan apa-apa, hanya saja siapa tau apa yang akan Andi katakan adalah hal penting.




"Iya, Nadya lagi hamil anak saya. Kenapa memangnya?" Tanya Fathur dengan santai.



Andi sendiri hanya diam. Sepertinya dia benar-benar syok mendengar kabar yang baru saja dia dengar ini. Memikirkan fakta bahwa Nadya sudah menjadi istri laki-laki lain saja, Andi masih merasa belum terima. Ini Andi harus menerima fakta lagu bahwa nyatanya saat ini Nadya sedang hamil anak dari laki-laki lain.



Andi sungguh aneh bukan? Padahal laki-laki lain yang menjadi ayah dari anak yang Nadya kandung adalah suaminya sendiri. Kenapa Andi harus merasa tidak terima coba?



"Kalau nggak ada yang mau Pak Andi bicarakan, saya sama Mas Fathur permisi dulu, Pak." Ujar Nadya dengan sopan.

__ADS_1



Setelahnya Fathur menggandeng tangan Nadya dan berjalan meninggalkan Andi begitu saja. Apa Fathur merasa kasihan melihat wajah melas Andi? Tentu saja Fathur sama sekali tidak merasa kasihan. Kalau bisa Fathur malah ingin membuat Andi lebih memelas daripada ini.



Fathur tentu saja tidak terima kalau Andi masih terang-terangan menyimpan perasaan kepada Nadya. Apa Andi ini sebenarnya hanya terobsesi kepada Nadya? Harusnya kalau Andi sudah tau bahwa Nadya sudah memiliki suami bahkan akan memilik anak dari suaminya, harusnya dia menyerah. Bukan malah kekeh ingin cintanya terbalas oleh Nadya.



Padahal kalau Fathur lihat, tampang Andi masuk dalam kategori tampan. Walaupun ketampanan Andi tidak sampai 20 persen dari ketampanan Fathur. Tapi ya lumayan lah untuk menggaet hati perempuan lain selain Nadya. Karena Nadya sudah menjadi hak paten seorang Fathur.


"Huftt..." Fathur menghela nafas begitu masuk ke mobil.


Dengan segera Fathur meraih air mineral dingin yang tadi sempat dia beli di supermarket. Fathur benar-benar merasa panas. Meskipun sudah bisa dipastikan kalau Fathur menang segalanya dibandingkan dengan Andi, tetap saja Fathur merasa cemburu saat mengetahui ada laki-laki lain yang mencintai Nadya selain daripada dirinya.


Nadya sendiri hanya diam. Nadya memilih untuk memberikan Fathur waktu untuk menenangkan diri. Karena Nadya tau kalau mood Fathur saat ini sedang cukup berantakan setelah pertemuannya dengan Andi tadi.


" Kalau di sekolah Andi masih sering deketin kamu, Yang?" Tanya Fathur kepada Nadya.


Nadya menggelengkan kepalanya.


"Enggak, biasanya nggak pernah. Karena setiap hari aku bareng sama guru-guru yang lain. Pak Andi nggak berani deketin aku kalau ada mereka. Tadi itu baru pertama kalinya Pak Andi coba buat interaksi lagi sama aku." Jawab Nadya jujur.


Apa yang Nadya katakan ini jujur. Andi sama sekali tidak berani mendekati Nadya secara berlebihan kalau sedang berada di sekolah. Secara Nadya selalu bersama dengan guru-guru yang lain. Dan semua guru juga tau kalau Nadya sudah memiliki suami. Andi tentu saja tidak ingin citra baiknya hancur karena dia mendekati Nadya secara terang-terangan. Bisa-bisa julukan pebinor akan tersemat kepada dirinya.


"Ternyata dia emang laki-laki pengecut. Beraninya deketin kamu kalau lagi sendirian." Ujar Fathur.


"Mas Fathur jangan marah kaya gini, aku takut liat Mas Fathur marah. Muka Mas jadi serem tau." Nadya mencoba untuk mencairkan suasana dengan mencoba untuk bersikap manja kepada laki-laki itu.


Dan ya, tentu saja apa yang Nadya lakukan ini berhasil. Karena seketika wajah Fathur langsung melunak setelah mendengar ucapan Nadya.


"Kan aku marahnya bukan ke kamu, sayang." Ucap Fathur dengan lembut.


"Iya, aku tau. tapi aku takut kalau liat wajah Mas kaya gitu." Jawab Nadya.


"Takut? Perasaan wajah aku tetap ganteng walaupun lagi marah." Ujar Fathur dengan percaya dirinya.


Membuat Nadya tertawa. Kalau sudah begini, itu artinya kemarahan Fathur sudah mulai reda.


"Iya, dalam kondisi apapun Mas Fathur emang ganteng." Jawab Nadya.

__ADS_1


Fathur? Mendadak menjadi salah tingkah setelah mendengar ucapan Nadya.


__ADS_2