
Kini Nadya dan Fathur duduk saling berhadapan diatas ranjang. Nadya menatap Fathur menunggu suaminya itu menjelaskan tentang masalah tadi.
"Jadi?" Ujar Nadya membuka pembicaraan terlebih dahulu.
Fathur menarik nafas panjang untuk mempersiapkan dirinya memberikan penjelasan kepada Nadya.
"Seperti yang aku bilang tadi, Elisa adalah mantan pacar aku." Ujar Fathur.
Respon Nadya? Nadya hanya diam menunggu Fathur memberikan penjelasan. Sementara Fathur sedang melihat apakah Nadya akan mengatakan sesuatu atau tidak. Dan karena Nadya tidak mengatakan apa-apa, kemudian Fathur melanjutkan ucapannya.
"Aku dan Elisa mulai pacaran sekitar 6 tahun yang lalu. Kita berpacaran sekitar 4 tahun lamanya. Dan seperti yang sudah aku bilang juga, aku dan Elisa sudah putus 2 tahun sebelum akhirnya kita menikah." Tambah Fathur. "Mengenai Elisa yang bilang kalau saat ini aku enggak bahagia menikah sama kamu karena perjodohan itu salah.-- Mungkin awalnya iya, karena seperti yang kamu tau, aku sangat menolak perjodohan kita. Aku bahkan sampai melakukan hal jahat ke kamu. Tapi-- tapi itu dulu Nad. Kamu tau sendiri bagaimana sekarang aku sangat mencintai kamu dan aku bahagia menikah sama kamu." Ujar Fathur.
"Aku juga tidak pernah mengatakan kepada Elisa kalau aku tidak bahagia dengan pernikahan kita. Aku hanya mengatakan kalau aku menikah dengan kamu karena perjodohan dan tidak ada yang bisa aku lakukan selain menerimanya karena aku tidak merasa rugi menikah dengan kamu. Dan Elisa sendiri yang membuat opini kalau aku tidak bahagia dengan pernikahan kita. Padahal maksud aku adalah, aku tidak merasa rugi menikah dengan kamu dan aku tidak melakukan apa-apa selain menerima pernikahan ini, karena memang itu yang aku rasakan. Aku beruntung menikah dengan kamu, dan tidak ada alasan untuk aku menolak pernikahan ini karena aku sangat-sangat menerimanya." Ujar Fathur menjelaskan.
Nadya sendiri tetap diam, tapi dia merasa lega setelah mendengar penjelasan dari Fathur. Sampai akhirnya...
"Aku percaya sama Fathur. Aku percaya kalau Mas memang bahagia menikah sama aku. Sama seperti aku yang bahagia karena menikah sama Mas Fathur." Jawab Nadya pada akhirnya.
Tanpa bisa ditahan, Fathur menyunggingkan senyumnya. Kemudian menarik Nadya dengan lembut untuk masuk kedalam pelukannya.
"Makasih... Makasih karena kamu udah percaya sama aku." Bisik Fathur.
Fathur juga merasakan sebuah kelegaan yang sangat luar biasa saat Nadya percaya dengan penjelasan.
"Waktu kamu pergi begitu saja dari restoran, aku taku banget Nad. Aku takut kamu bener-bener ninggalin aku." Ujar Fathur kepada Nadya.
"Aku enggak bakal ninggalin kamu Mas. Seperti yang aku bilang tadi, aku pergi juga cuma buat nenangin diri doang. Tapi kamu malah nyusul kesana." Jawab Nadya.
"Disaat kamu pergi gitu aja dalam keadaan marah. Aku mana percaya kalau kamu nggak bakal ninggalin aku, Nad." Ujar Fathur. "Rasanya aku hampir aja gila waktu mikir kalau kamu bakal ninggalin aku. Aku enggak bakal biarin itu terjadi Nad. Inget! Sampai kapanpun aku enggak akan biarin kami pergi buat ninggalin aku." Tambahnya lagi.
Dan setelahnya... Kalian tau pasti tau kan apa yang terjadi setelah sepasang suami istri yang habis berantem lalu baikan? Yap benar sekali. Memadu kasih. Dan malam ini Fathur benar-benar tidak membiarkan Nadya beristirahat. Fathur mencurahkan semua perasaan yang dia tahan sejak tadi.
Masih hari Minggu, itu berarti hari ini masih dalam kategori weekend. Dan ya, Nadya dan Fathur masih libur bekerja.
Begitu bangun dan mandi, Nadya langsung turun ke dapur untuk memasak sarapan. Pagi ini Nadya memang agak kesiangan, karena dia baru bangun saat jam menunjukkan pukul 8 pagi.
Sementara Nadya memasak di dapur, Fathur saat ini sedang mandi. Tadi Nadya memang bangun lebih dulu dibandingkan dengan Fathur. Setelah Nadya selesai mandi, barulah Fathur bangun. Fathur yang melihat Nadya sudah mandi dan juga keramas langsung saja memasang wajah cemberut.
__ADS_1
Flashback
"Kenapa enggak bangunin aku sih, Nad? Kan jadinya gagal buat mandi bareng." Ujar Fathur.
"Ya aku lupa, aku begitu bangun langsung buru-buru mandi soalnya. Inikan udah siang banget, aku harus masak buat kita sarapan." Ujar Nadya memberikan penjelasan dengan lembut.
"Ya tapi kan..." Fathur masih saja cemberut.
"Ya udah, mandi barengnya diganti nanti sore. Sekarang Mas Fathur mandi sendiri dulu. Aku mau masak buat kita sarapan." Ujar Nadya pada akhirnya.
Dan itu berhasil membuat Fathur langsung menuruti ucapan Nadya.
"Beneran nanti sore mandi bareng?" Tanya Fathur dan langsung mendapatkan anggukan kepala dari Nadya sebagai jawaban.
Untuk sarapan, seperti biasa Nadya hanya memasak menu yang simpel-simpel saja. Menu yang sebenarnya beberapa sudah Nadya persiapkan. Seperti ayam goreng yang sudah di ungkep dan tahu yang sudah di marinasi, Nadya hanya menggorengnya saja. Soal sayur, Nadya hanya perlu menumis kangkung. Dan soal Nasi, Nadya hanya perlu mencolokkannya ke rice cooker. Mudah bukan?
Tidak sampai setengah jam, masakan Nadya sudah selesai. Nadya hanya perlu menunggu nasi di rice cooker matang saja.
Baru saja Nadya meletakkan tumis kangkung-nya diatas meja, Fathur turun dengan pakaian rumahannya. Tapi... Ada sesuatu yang membuat Nadya mendadak merasa sangat aneh.
Nadya menutup hidung dan mulutnya saat rasa mual tiba-tiba menyerang dirinya setelah mencium aroma yang menurut Nadya sangat menjijikan.
__ADS_1
Melihat itu, Fathur menghentikan langkahnya beberapa meter dari Nadya, kemudian mengerutkan dahinya.
"Kenapa Nad?" Tanya Fathur dengan wajah bingung.
Nadya menggelengkan kepalanya, kemudian melepaskan dekapan telapak tangannya pada bibir dan hidung.
"Enggak papa Mas." Jawab Nadya.
Tapi saat Fathur kembali melangkahkan kakinya mendekat kepada Nadya, wanita itu kembali menutup mulut dan hidungnya.
"Kenapa sih Nad?" Tanya Fathur semakin bingung.
Nadya menggelengkan kepalanya.
"Aku nggak tau, tapi Mas Fathur bau banget. Aku sampai mual rasanya." Jawab Nadya jujur.
Benar, Nadya mendadak merasa mual saat mencium aroma yang menguat dari Fathur.
"Apa? Bau? Aku bau, Nad?" Tanya Fathur dengan nada syok.
Fathur tentu saja tidak percaya dengan apa yang baru saja Nadya katakan. Selama ini tidak pernah ada orang yang mengatakan kalau Fathur bau. Bahkan disaat Fathur tidak mandi selama 2 hari pun Fathur tetap wangi. Dan sekarang... Bagaimana bisa Fathur bau? Padahal Fathur baru saja mandi. Fathur juga memakai parfum yang membuat tubuhnya semakin wangi.
"Kamu salah kali Nad, aku wangi loh. Coba kamu cium deh." Ujar Fathur seraya melangkahkan kakinya mendekati Nadya.
Dan kalian tau apa yang terjadi selanjutnya? Nadya langsung berlari menuju kamar mandi. Fathur bahkan bisa mendengar bagaimana Nadya yang saat ini sedang muntah-muntah disana.
__ADS_1
"Apa aku sebau itu?" Ujar Fathur bergumam kepada dirinya sendiri.