UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Pernyataan cinta!


__ADS_3

"Bukan Mama yang saya khawatirkan Nadya. Saya justru lebih menghawatirkan diri saya sendiri." Jawab Fathur dengan suara lirih.


Mendengar ucapan Fathur, Nadya mendongakkan kepalanya. Nadya tidak paham dengan maksud dari ucapan laki-laki itu. Fathur menghawatirkan dirinya sendiri?


"Maksud Mas Fathur apa?" Tanya Nadya dengan wajah bingung.


Fathur diam, namun lengannya semakin mengeratkan pelukannya kepada Nadya. Mendengar Nadya meminta bercerai, Fathur merasa sangat takut. Fathur tidak ingin Nadya meninggalkan dirinya.


"Maaf kalau selama ini ucapan saya membuat kamu sakit hati Nadya. Saya sadar kalau kesalahan saya sangat besar. Tapi saya mohon jangan meminta untuk bercerai Nad. Saya tidak bisa." Suara Fathur yang biasanya dominan datar dan dingin, kini terdengar bergetar seperti seseorang yang sedang ketakutan.


Nadya semakin bingung dengan reaksi Fathur ini. Kenapa Fathur bersikap seolah takut kehilangan dirinya? Padahal Nadya tau dengan persis bagaimana selama ini Fathur membenci dirinya karena menyetujui pernikahan ini.


Nadya melepaskan pelukan Fathur dari tubuhnya.


"Kenapa? Kenapa Mas tidak bisa menceraikan aku? Dengan kita terus bersama, itu justru akan membuat kita saling menyakiti satu sama lain. Terlebih aku, aku selalu merasa bersalah kepada Mas Fathur. Aku merasa kalau aku sudah menghancurkan hidup kamu Mas. Mas Fathur selama ini menderita kan menikah sama aku? Ya udah, lebih baik ayo kita bercerai saja." Ucap Nadya dengan suara lantang.


Sepertinya Nadya sudah benar-benar berada pada titik lelahnya. Setiap harinya, sejak Fathur mengatakan hal kejam dimalam setelah pernikahan, Nadya selalu dihantui rasa bersalah kepada Fathur. Nadya selalu merasa dia sudah menghancurkan hidup Fathur. Padahal sudah jelas bahwa semua ini bukan kesalahan Nadya.


Fathur yang mendengar kata cerai lagi-lagi terucap dibibir Nadya seketika langsung tersulut emosi. Fathur frustasi karena tidak tau bagaimana caranya agar Nadya tidak lagi mengatakan cerai.


Padahal dengan Fathur mengatakan perasaan yang sesungguhnya kepada Nadya, mungkin saja Nadya akan paham dan mengerti. Tapi, Fathur tidak berpikir seperti itu. Yang Fathur pikirkan adalah sebuah cara gila yang jika benar dia akan melakukannya, kemungkinan besar Nadya akan sangat membenci dirinya.


Fathur yang sudah hilang akal tiba-tiba saja mengangkat tubuh Nadya dan membawanya naik ke lantai 2.


Sementara Nadya yang terkejut dengan apa yang Fathur lakukan ini tentu saja langsung memberontak. Namun pemberontakan yang Nadya lakukan ini tidak berpengaruh apapun kepada Fathur. Tubuh mungil Nadya membuat Fathur sama sekali tidak mengalami kesulitan saat menggendong dirinya naik ke lantai 2 melewati tangga.


"Mas... Mas Fathur... turunin aku." Nadya terus saja memberontak.

__ADS_1


Fathur memilih untuk diam dan fokus dengan langkahnya. Hingga akhirnya kini mereka sudah berada di kamar Fathur. Fathur menurunkan Nadya dari gendongannya, kemudian dengan cepat dia mengunci kamarnya.


Sekarang apa kalian sudah bisa menebak kira-kira apa yang akan Fathur lakukan kepada Nadya?


"Mas, jangan kaya gini Mas. Aku takut... Mas Fathur mau apa?" Tanya Nadya sembari terisak. Saat ini Nadya terlihat sangat ketakutan.


Fathur hanya diam menatap kearah Nadya. Namun tangannya dengan santai melepaskan seluruh kain yang melekat ditubuhnya. Hanya meninggalkan boxer saja untuk menutupi bagian tubuh pribadinya.


Nadya yang melihat itu langsung saja memejamkan matanya. Nadya saat ini benar-benar semakin ketakutan. Fathur terlihat sangat menyeramkan.


"Apa saya harus melakukan ini supaya kamu tidak lagi berpikir untuk bercerai dari saya?" Tanya Fathur dengan suara datar.


Fathur sadar kalau apa yang dia lakukan ini sangatlah gila. Tapi, ini adalah satu-satunya cara yang Fathur bisa pikirkan agar Nadya tidak bisa meninggalkan dirinya.


Yaitu dengan membuat Nadya hamil anaknya.


"Bicarakan baik-baik seperti apa Nadya? Saya minta kamu untuk tidak lagi mengatakan cerai saja kamu tidak bisa melakukannya. Kamu terus saja mengatakan cerai... cerai... dan cerai..." Jawab Fathur santai.


Sekarang terbukti kan omongan Rony, kalau Fathur ini rajanya setan. Ya mungkin tidak separah itu, tapi saat Fathur marah, itu akan sangat menakutkan.


Nadya menggelengkan kepalanya.


"Enggak... hikss, aku nggak akan bilang gitu lagi." Ucap Nadya masih dengan mata yang terpejam.


Dan hanya dengan mendengar itu, emosi Fathur yang awalnya sangat meluap mendadak langsung mereda.


Fathur berjalan mendekat kearah Nadya, kemudian duduk disamping wanita itu. Dengan lembut Fathur membawa Nadya duduk di pangkuannya dan memeluknya. Dalam pelukannya, Fathur bisa merasakan tubuh Nadya yang bergetar karena mungkin masih merasa takut.

__ADS_1


"Maafkan saya Nadya, maaf karena lagi-lagi saya membuat kamu sakit hati." Ucap Fathur dengan lembut.


"Jangan begini Mas, aku takut." Balas Nadya dengan suara lirih. Nadya sendiri masih belum berani membuka matanya.


"Buka mata kamu Nad." Bisik Fathur ditelinga Nadya.


Meskipun masih merasa takut, Nadya tetap membuka matanya. Nadya khawatir kalau Fathur akan melakukan hal gila lagi kalau Nadya tidak menurutinya.


Kini Nadya dan Fathur saling bertatapan. Keduanya hanya diam. Namun, tangan Fathur dengan lembut mengusap air mata Nadya yang masih menetes.


"Jangan menangis terus Nad, nanti mata kamu sakit." Ucap Fathur dengan lembut. "Maaf karena saya sudah membuat kamu menangis." Fathur sadar, kalau apa yang dia lakukan ini salah besar. Tidak seharusnya Fathur emosi seperti ini. Padahal jelas-jelas Nadya meminta untuk bercerai karena dirinya lah yang salah.


"Saya mencintai kamu Nadya." Ucap Fathur tanpa diduga.


Nadya tentu saja terkejut dengan pernyataan cinta yang sangat tiba-tiba seperti ini. Apalagi mereka sedang dalam kondisi yang bisa dikatakan buruk.


"Kenapa saya tidak ingin kita bercerai, itu karena saya mencintai kamu Nadya. Saya sadar saya salah. Mengenai ucapan saya dulu, kamu lupakan ya. Sampai kapanpun kamu adalah istri saya. Saya tidak ingin kita bercerai Nadya." Dan akhirnya Fathur memilih untuk merobohkan segala rasa gengsinya. Fathur sadar kalau dia tidak mengatakannya, maka Nadya juga tidak bisa paham kenapa dia sampai melakukan hal seperti ini. Dan bisa saja Nadya akan terus meminta untuk bercerai.


"Mass..." Nadya masih tidak menyangka dengan pernyataan Fathur ini.


"Saya mencintai kamu Nadya." Lagi-lagi Fathur mengungkapkan perasaannya kepada Nadya.


Dan...


Kali ini Fathur mencium bibir Nadya dengan lembut. Fathur ingin agar Nadya bisa merasakan kalau perasaan cintanya kepada wanita itu memang benar adanya.


Nadya sendiri tidak lagi memberontak seperti sebelumnya. Setelah mendengar pernyataan cinta Fathur, Nadya merasa beban rasa bersalahnya seketika terangkat.

__ADS_1


Meskipun saat ini Nadya masih merasa takut kepada Fathur setelah apa yang laki-laki itu lakukan tadi. Tapi Nadya juga bahagia karena nyatanya Fathur tidak menderita menikah dengannya.


__ADS_2