UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Memeriksakan kandungan


__ADS_3

Kini Nadya dan Fathur sudah berada di ruangan Dokter Karina, dokter kandungannya yang akan menjadi dokter pribadi Nadya selama menjalani masa kehamilannya. Dokter Karina sendiri adalah salah satu dokter terbaik di Jakarta. Darimana Fathur tau? Tentu saja dari Rony. Apapun masalah Fathur, maka Rony lah solusinya.


Flashback


Setibanya di kantor, senyum cerah terus tersungging di bibir Fathur. Tentu saja, itu karena Fathur sedang merasa amat sangat bahagia. Hari ini ulang tahunnya, dan Fathur mendapatkan kado terindah sepanjang hidupnya, yakni kehamilan Nadya.


Lagi-lagi apa yang terjadi dengan Fathur ini menjadi sorotan oleh para karyawannya. Karena sekali lagi Fathur melakukan hal yang tidak biasanya. Bahkan, Fathur sempat menyapa beberapa karyawan yang berada didekatnya. Dan sebelumnya hal seperti ini belum pernah terjadi.


Setibanya di ruangannya, ternyata sudah ada Rony dengan kue di tangannya. Tapi Fathur sama sekali tidak terkejut, karena ini adalah hal yang biasa Rony lakukan setiap tahun disaat ulang tahun Fathur.


"Selamat ulang tahun... Nih kuenya." Ujar Rony kepada Fathur.


Sungguh tidak ada manis-manisnya bukan?


"Thanks..." Jawab Fathur santai. "Btw itu kue buat lo aja, semalam gue udah makan kue buatan Nadya." Tambah Fathur.


Apa Rony tersungging dengan ucapan Fathur? Karena biar bagaimanapun Rony sudah repot-repot membelikan kue untuk laki-laki itu. Jawabannya tentu saja tidak. Rony sama sekali tidak tersinggung. Yang ada saat ini sebuah senyum cerah justru tersungging dibibir Rony.


"Widihhh... Tau aja lo kalau gue laper. Makasih yakkk... Lumayan bisa buat ganjel perut. Tadi gue belum sempat sarapan tau nggak. Cuma ngopi doang secangkir." Jawab Rony.


Rezeki tidak boleh di tolak kan?


Tanpa menunggu jawaban Fathur, Rony langsung di sofa dan memotong kue ulang tahun yang awalnya dia peruntukan untuk Fathur. Dengan santai Rony memakannya. Padahal jelas-jelas dia bahkan belum membacakan jadwal kerja Fathur hari ini.


Dan mungkin karena suasana hati Fathur saat ini sedang sangat baik, jadi Fathur sama sekali tidak mempermasalahkan itu semua. Fathur justru malah terlihat santai dengan ponselnya.


"Ron..." Panggil Fathur.


"Hmmm..." Rony menanggapi panggilan Fathur hanya dengan sebuah gumaman saja.


"Cariin gue dokter kandungan paling baik di Jakarta." Ujar Fathur.


Dan...


"Uhukk... Uhukk... Uhukk..." Rony langsung tersedak mendengar ucapan Fathur.


"Air disamping lo." Ujar Fathur dengan santai.


Rony segera meraih botol air mineral yang ada tersusun rapi di meja yang berada disampingnya. Air mineral yang biasanya disuguhkan kepada tamu yang masuk ke ruangan Fathur.


Glekk... Glekk...

__ADS_1


"Rasanya gue mau mati gara-gara keselek ini kue. Seret banget di tenggorokan gue." Ujar Rony dengan nada terengah.


Dan Fathur hanya menatap santai meskipun tau bahwa sekretaris sekaligus sahabatnya ini hampir saja berada diambang kematian karena tersedak kue yang seharusnya menjadi milik Fathur.


"Gue mau siang ini lo harus dapet dokter kandungan terbaik di sini." Ujar Fathur mengulang ucapannya.


"Dokter kandungan? Buat apa?" Tanya Rony dengan bodohnya.


Sudah jelas Fathur mengatakan dokter kandungan. Memangnya dokter kandungan untuk apa? Tentu saja tugas utamanya untuk memeriksa kehamilan dan membantu melahirkan.


"Buat gue nikahin sama lo." Jawab Fathur kesal.


"Serius Fath. Buat apa gue perlu cari dokter kandungan terbaik?" Tanya Rony.


Membuat Fathur menghel nafas.


"Ya buat periksa kandungan Rony." Fathur semakin kesal karena Rony terlihat semakin bodoh saja rasanya.


"Siapa yang hamil?" Tanya Rony lagi.


"Nadya..." Jawab Fathur.


Rony langsung melebarkan matanya.


Fathur menganggukkan kepalanya.


Sebuah senyum kembali tersungging di bibir Rony.


"Ya ampun... Gue nggak nyangka lo bakal jadi Ayah, Fath." Ujar Rony.


Rony benar-benar tidak percaya kalau Fathur akan menjadi seorang Ayah. Rony pikir Fathur tidak memiliki keinginan untuk menjadi Ayah. Ingatkan bagaimana untuk menikah saja Fathur harus dipaksa oleh Mama Resti?


"Iya, makanya gue minta lagi buat cariin dokter kandungan terbaik. Soalnya kandungan Nadya belum sempat diperiksain." Jawab Fathur.


Rony menganggukkan kepalanya.


"Oke, gue bakal cariin sekarang juga." Jawab Rony dengan semangat.


Dengan segera Rony beranjak dari ruangan Fathur untuk melaksanakan tugas yang Fathur perintahkan.


"Tapi jangan dokter laki-laki. Cari dokter kandungan terbaik yang jenis kelaminnya perempuan." Ujar Fathur mengultimatum.

__ADS_1


"Okeeee..." Jawab Rony.


Baru saja Rony keluar dari ruangan Fathur, laki-laki itu masuk kembali, tapi hanya berdiri di depan pintu.


"Buat jadwal hari ini, lo baca sendiri ya, Fath. Itu tabletnya di meja lo." Ujar Rony.


Setelah mengatakan itu barulah Rony benar-benar pergi.


Sementara Fathur hanya bisa mendengus kesal. Kalau saja bukan karena tugas mencari dokter kandungan terbaik untuk Nadya lebih penting, sudah dipastikan kalau Fathur tidak akan melepaskan Rony. Karena sudah pasti gaji Rony bulan ini akan dia potong. Tapi untuk sekarang tidak apa-apa, karena tugas Rony saat ini jauh lebih penting dibandingkan sekedar membacakan jadwal untuk Fathur.


Lalu kenapa Rony terlihat sangat antusias sekali mendengar kabar kehamilan Nadya? Jelas, karena pada akhirnya dia akan memiliki keponakan dari satu-satunya sahabatnya. Oleh karena itu, Rony juga akan melakukan yang terbaik untuk calon keponakannya itu.


Flashback off


"Jadi berdasarkan hitungan HPHT (Hari pertama hari terakhir) pada menstruasi terakhir Ibu Nadya dan juga besarnya ukuran janin, maka bisa di simpulkan kalau usia kandungan Ibu Nadya sudah menginjak 7 minggu. Itu artinya sudah hampir 2 bulan." Ujar Dokter Karina menjelaskan.


Fathur dan Nadya menganggukkan kepalanya paham.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan, baik Ibu Nadya maupun janin didalam kandungannya semuanya Alhamdulillah sehat. Pertumbuhan janin juga sudah sesuai dengan usianya, yakni memiliki panjang tubuh mencapai 1,27 cm. Selain itu, jari-jari tangannya juga sudah mulai terbentuk meski masih berlapiskan dengan selaput." Tambah Dokter Karina.


Lagi-lagi Fathur dan Nadya hanya menganggukkan kepalanya.


Dokter Karina sendiri maklum, ini adalah kali pertama Fathur dan Nadya datang untuk memeriksakan kehamilan. Jadi wajah kalau masih bingung mengenai apa yang harus ditanyakan. Oleh karena itu, Dokter Karina lah yang akan mengajukan pertanyaan. Dengan begini mungkin akan membuat Fathur dan Nadya tidak terlalu bingung.


"Jadi selama kehamilan ini apa yang Ibu Nadya rasakan? Apakah mual, muntah, ngidam mungkin?" Tanya Dokter Karina.


Nadya menggelengkan kepalanya.


"Sebelum saya tau kalau saya hamil, beberapa hari terakhir ini saya merasa jadi lebih sensitif dibandingkan biasanya Dok. Saya seperti sulit mengendalikan perasaan sedih yang biasanya tidak sampai seperti ini. Dan mengenai mual dan muntah, 3 hari yang lalu saya sempat mengalami mual hebat karena mencium aroma parfum suami saya. Dan kalau soal ngidam... Sepertinya saya belum merasakan ngidam. Tapi saat saya mual kemarin, saya meminta mas Fathur untuk mengganti parfum yang biasa dia pakai dengan minyak telon. Apa itu bagian dari ngidam Dok?" Nadya menjelaskan secara rinci mengenai apa yang dia rasakan akhir-akhir ini.


Dokter Karina tersenyum.


"Wajar kok kalau Ibu Nadya menjadi lebih sensitif. Hal ini karena hormon Progesteron sedang meningkat dam membuat seseorang bisa menjadi sangat sensitif hingga menangis." Jawab Dokter Karina. " Dan masalah Ibu Nadya yang mual saat mencium bau parfum Pak Fathur, itu juga di pengaruhi oleh hormon Progesteron. Dan soal Ibu Nadya yang menyukai aroma minyak telon, itu juga bisa menjadi bagian dari ngidam. Karena ngidam tidak harus soal makanan saja." Tambah Dokter Karina.


"Gitu ya Dok, sekarang saya paham." Jawab Nadya.


Dan kini Dokter Karina beralih kepada Fathur.


"Kalau Pak Fathur sendiri, apa ada yang ingin ditanyakan?" Tanya Dokter Karina.


Fathur menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ada Dok, saya mau tanya. Selama Nadya hamil ini, apa kita masih di perbolehkan untuk melakukan hubungan suami istri?"


__ADS_2