
Dan kini Dokter Karina beralih kepada Fathur.
"Kalau Pak Fathur sendiri, apa ada yang ingin ditanyakan?" Tanya Dokter Karina.
Fathur menganggukkan kepalanya.
"Ada Dok, saya mau tanya. Selama Nadya hamil ini, apa kita masih di perbolehkan untuk melakukan hubungan suami istri?" Tanya Fathur dengan wajah polosnya.
Nadya yang mendengar pertanyaan Fathur seketika membulatkan matanya. Bahkan secara refleks tangannya mencubit paha Fathur dan membuat laki-laki itu seketika mengaduh.
"Awww... Sakit Nad. Kenapa di cubit sih?" Tanya Fathur dengan ekspresi wajah memelasnya.
Sementara itu Dokter Karina tertawa kecil melihat pasangan di depannya itu.
"Nggak papa Bu Nadya, tidak usah malu. Ini hal yang umum buat ditanyakan kok. Justru kalau nggak ditanyakan malah bisa jadi salah kaprah." Ujar Dokter Karina.
"Eehh... Iya Dok." Jawab Nadya seraya tersenyum malu-malu.
"Tuh kan, emang harus ditanyakan Nad. Ini tuh hal penting." Ujar Fathur kepada Nadya.
Mendengar ucapan Dokter Karina membuat Fathur merasa menang karena ada yang membelanya. Dan itu membuat Nadya menatap Fathur dengan ekspresi wajah sedikit kesal.
"Nah jadi, mengenai pertanyaan Pak Fathur apakah boleh melakukan hubungan badan selama istri hamil, jawabannya boleh-boleh saja. Asal, pastikan kalau sang ibu merasa nyaman. Dan kalau bisa, perhatian ritme dan frekuensinya, jangan terlalu keras dan jangan terlalu nyaman. Pokoknya, asal sang ibu nyaman dan tidak merasa kesakitan, hubungan badan tetap boleh di lakukan." Ujar Dokter Karina menjelaskan.
Fathur menganggukkan kepalanya paham.
"Baik Dok, saya akan inget pesan dokter." Jawab Fathur.
Dan setelahnya Dokter Karina hanya meresepkan vitamin saja untuk Nadya. Karena Kandungan Nadya sendiri sangat sehat dan kuat. Nadya hanya perlu menjaganya dengan banyak makan makanan 4 sehat 5 sempurna. Serta melakukan olahraga ringan seperti jalan-jalan di pagi atau sore hari.
Kini Fathur dan Nadya sedang berada diperjalanan pulang setelah sebelumnya mampir ke apotek untuk menebus vitamin Nadya.
"Kita mampir dulu buat beli susu ya? Kan tadi Dokter Karina bilang kalau kamu harus minum susu biar baby didalam tambah kuat." Ujar Fathur kepada Nadya.
Nadya menganggukkan kepalanya.
"Boleh." Jawab Nadya.
Setelah mendapatkan susu yang sekiranya Nadya ingin coba, Fathur dan Nadya kembali melanjutkan perjalanan pulang.
Fathur dan Nadya tidak akan langsung pulang ke rumah, mereka akan mampir ke rumah Mama Resti terlebih dahulu. Yap, Fathur dan Nadya akan memberitahu Mama Resti mengenai kabar kehamilan Nadya. Pasti Mama Resti akan sangat bahagia karena pada akhirnya dia akan memiliki cucu.
"Aku deg-degan deh Mas." Ujar Nadya kepada Fathur.
__ADS_1
Fathur menoleh sebentar kearah Nadya.
"Deg-degan? Kenapa?" Tanya Fathur.
"Nggak tau, tapi aku lagi mikirin gimana reaksi Mama saat denger kabar kehamilan aku ini." Jawab Nadya.
Fathur tersenyum mendengar jawaban Nadya.
"Yang jelas Mama bakalan seneng banget. Karena ini adalah momen yang udah Mama tunggu sejak bertahun-tahun yang lalu." Ujar Fathur.
Tidak dipungkiri, selain Fathur bahagia karena dia akan menjadi seorang Ayah. Fathur juga merasa sangat bahagia akhirnya bisa mewujud keinginan Mama Resti untuk memiliki cucu.
Sampai akhirnya Fathur dan Nadya sampai di rumah Mama Resti.
"Assalamualaikum..." Ucap Nadya saat masuk kedalam rumah.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab seseorang yang ternyata adalah Nabila. "Eeh Mbak Nadya sama Mas Fathur." Ujar Nabila dengan senyum tipisnya.
"Mama dimana, Nab?" Tanya Fathur kepada Nabila.
"Bude kayanya lagi mandi deh. Sebentar lagi juga pasti turun, Mas." Jawab Nabila.
Fathur hanya menganggukkan kepalanya, kemudian mendudukkan dirinya diatas sofa.
Dan benar apa kata Nabila, tidak beberapa lama kemudian terlihat Mama Resti turun.
"Eehh... Ada Nadya, kapan datang Nad?" Tanya Mama Resti kepada Nadya.
Nadya menghampiri Mama Resti dan mencium tangannya.
"Baru aja sampai, Ma. Ini belum lama kok." Jawab Nadya.
__ADS_1
Mama Resti dan Nadya berpelukan sebentar dan cipika-cipiki. Kebiasaan yang selalu dilakukan setiap Nadya datang ke rumah.
"Ada aku juga loh Ma. Nadya nggak dateng sendiri." Ujar Fathur menyindir. Pasalnya keberadaan Fathur seolah tidak terlihat dimata Mama Resti.
Sindiran yang Fathur lontarkan itu membuat Mama Resti, Nadya dan Nabila tertawa kecil.
"Tau kok, Mama juga lihat ada kamu disitu." Jawab Mama Resti dengan santai.
Karena Nadya dan Fathur sampai di rumah Mama Resti sore hari, jadi mereka memutuskan untuk sekalian makan malam disini dan baru pulang nanti setelah makan. Lagi pula Fathur dan Nadya belum memberitahu Mama Resti mengenai kehamilan Nadya.
Makan malam kali ini ada ayam goreng, terong balado, perkedel, bening bayam dan.... sambel terasi. Bukankah sangat tumben sekali ada sambel terasi di rumah Mama Resti?
Fathur yang melihat itu tentu saja kalap. Hanya dengan makan ayam, perkedel dan sambel terasi sudah membuat Fathur sampai tambah 2 kali dengan porsi banyak. Mama Resti yang melihat itu menggelengkan kepalanya tidak percaya. Begitu juga dengan Nabila. Sementara Nadya yang sudah pernah melihat bagaimana kalapnya Fathur saat makan dengan sambal terasi hanya tersenyum.
Sebenarnya Mama Resti heran kenapa Fathur mau makan sambal terasi, bahkan sampai lahap seperti itu. Mama Resti sudah berniat untuk bertanya setelah mereka selesai makan, mendadak lupa begitu saja.
Sampai akhirnya...
"Ma... Sebenarnya ada sesuatu yang mau aku dan Nadya sampaikan ke Mama." Ujar Fathur dengan ekspresi wajah yang dibuat serius.
"Mau ngomong apa?" Tanya Mama Resti.
Melihat wajah serius Fathur, membuat Mama Resti jadi sedikit berpikiran aneh-aneh. Karena tidak biasa Fathur seperti ini.
Sementara Nadya hanya memperlihatkan ekspresi biasa saja, Nabila justru sama tegangnya dengan Mama Resti.
"Ini..." Fathur memberikan sebuah amplop kepada Mama Resti.
"Ini apa?" Tanya Mama Resti kepada Fathur.
"Mama buka aja, biar Mama tau." Jawab Fathur menolak untuk menjawab.
Dengan perlahan Mama Resti membuka amplop yang baru saja Fathur berikan kepadanya.
Dan...
Mama Resti terdiam sejenak saat melihat sebuah kertas kecil di tangannya. Sampah akhirnya...
"Masyaallah... Nadya hamil?" Tanya Mama Resti dengan tatapan tidak percaya.
Mata Mama Resti terlihat berkaca-kaca saat dia melihat foto USG yang ada didalam amplop.
Fathur dan Nadya tersenyum, kemudian dengan serempak menganggukkan kepalanya.
"Mbak Nadya hamil?" Nabila juga terkejut mendengar kabar itu.
"Iya Nab. Mbak hamil." Jawab Nadya.
__ADS_1
Ucapan syukur langsung keluar dari bibir Mama Resti dan Nabila. Mereka berdua benar-benar sangat bahagia mendengar kabar kehamilan Nadya. Rasanya tidak menyangka kalau penantian panjang yang selama ini Mama Resti nantikan akhirnya terwujud. Sebentar lagi dia akan memiliki cucu.