UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Penyesalan mantan


__ADS_3

Saat ini Fathur sedang berada di Mall sendirian. Tujuan Fathur datang kesini adalah karena dia akan mengambil pesanan di salah satu toko. Pesanan apa? Rahasia, yang jelas ini adalah hadiah untuk Nadya. Dan hadiah yang Fathur beli ini, harganya memang tidak main-main. Tapi, harga segini tentu bukan masalah untuk seorang Fathur.


Baru saja Fathur keluar dari toko itu, seorang perempuan memanggil dirinya.


"Fathur..." Ujar suara itu.


Membuat Fathur seketika langsung menoleh. Seorang wanita berambut lurus dengan dress merah selutut berdiri tepat di belakang Fathur.


"Elisa..." Gumam Fathur.


Wanita itu tersenyum saat mendengar Fathur memanggil namanya.


"Haiii... Lama nggak ketemu. Apa kabar, Fath?" Ujar Elisa.


"Baik. Kamu sendiri apa kabar?" Tanya Fathur santai.


"Aku juga baik. Btw kamu sendirian di sini?" Tanya Elisa lagi.


"Ya seperti yang kamu lihat, aku sendirian." Jawab Fathur.


Wanita itu adalah Elisa Sheinara. Elisa adalah mantan terkahir Fathur sekitar 2 setengah tahun yang lalu. Seperti yang dulu pernah Fathur katakan, hubungan dirinya dan Elisa terpaksa harus kandas setelah terjalin selama 4 tahun dikarenakan Fathur yang belum siap untuk menikah.


"Eehh, kita duduk disana yuk, sambil ngobrol-ngobrol gitu, kan kita udah lama nih nggak ketemu." Ujar Elisa.


Fathur dengan santai mengiyakan ajakan Elisa. Karena menurut Fathur tidak ada salahnya juga kalau dia ngobrol sebentar dengan Elisa. Toh sudah lama juga dia tidak bertemu dengan Elisa.


Dan jadilah kini Fathur bersama Elisa duduk disalah satu coffe shop yang ada di Mall. Begitu duduk, pandangan Elisa langsung tertuju pada jari manis tangan kanan Fathur.


"Tumben pakai cincin, Fath?" Ujar Elisa kepada Fathur.


Fathur mengangkat jarinya hingga membuat Elisa bisa melihat dengan jelas cincinnya.


"Iya, ini cincin nikah. Jadi harus aku pakai." Jawab Fathur santai.


Cincin nikah yang sejak selesai ijab kabul langsung Fathur copot dan baru memakainya lagi sekitar sebulanan ini. Untung saja cincin itu tidak hilang. Kalau sampai hilang... Maka Fathur akan mengulang pernikahannya lagi dengan Nadya. Karena dengan begitu mereka jadi punya cincin nikah lagi itu.

__ADS_1


Mendengar jawaban Fathur, tentu saja Elisa terkejut. Karena jujur saja Elisa tidak pernah mengira kalau saat ini Fathur sudah menikah. Bukankah dulu Fathur pernah berkata kalau laki-laki itu tidak ingin menikah?


"Oo iya? Kamu udah menikah? Kapan?" Tanya Elisa seraya memperlihatkan senyumnya. Padahal itu hanya sebuah senyum palsu untuk menutupi rasa sakit dihatinya saat mendengar kabar mengejutkan yang baru saja Elisa ketahui.


"Iya, aku udah nikah. Udah mau 8 bulan." Jawab Fathur. "Kamu sendiri gimana? Udah nikah?" Tanyanya.


Elisa menelan ludahnya dengan susah payah.


"Aku belum nikah." Jawab Elisa.


Fathur mengerutkan dahinya.


"Bukannya dulu kamu minta putus dari aku karena pengen nikah? Aku denger dari Rony kamu juga udah tunangan setelah kita 2 bulan putus." Ujar Fathur.


Bukan maksud Fathur mengejek Elisa. Fathur hanya tidak menyangka kalau ternyata Elisa belum menikah. Padahal yang Fathur tau, 2 bulan setelah mereka putus dengannya Elisa melangsungkan pertunangan dengan pacar barunya. Fathur pikir tidak lama setelah itu Elisa akan menikah.


Tapi, itu bukan urusan Fathur sih. Jadi terserah Elisa mau menikah atau tidak.


"Iya, pertunangan aku batal dan otomatis rencana pernikahan aku sama dia juga gagal." Jawab Elisa.


"Aku kaget loh Fath denger kamu udah nikah. Bukannya kamu pernah bilang sama aku kalau kamu enggak mau nikah?" Ujar Elisa mengubah topik pembicaraan.


"Aku di jodohin sama Mama." Jawab Fathur jujur.


"Ha? Kamu di jodohin? Kok kamu mau sih?" Elisa yang mendengar kalau Fathur menikah karena di jodohkan tentu saja semakin terkejut. Yang Elisa tau, Fathur bukan tipe orang yang suka dan juga mudah dipaksa.


Fathur menyesap kopi di gelasnya.


"Awalnya aku juga nggak mau dan nolak, tapi sekarang ya udah. Nggak ada ruginya juga aku menikah." Jawab Fathur tetap santai.


Jawaban Fathur pasti akan membuat salah paham orang yang mendengarnya. Karena jawaban Fathur terkesan seperti seseorang yang hanya bisa pasrah menjalani pernikahan itu. Padahal maksud dari kata 'nggak ada ruginya aku menikah' adalah bahwa Fathur justru merasa beruntung dengan pernikahannya, Fathur tidak merasa rugi sama sekali telah menerima perjodohan dirinya dengan Nadya.


Begitu juga dengan Elisa, dia berpikir kalau Fathur pasti tidak bahagia dengan pernikahannya. Jadi, apakah itu artinya Elisa memiliki kesempatan untuk kembali kepada Fathur lagi? Elisa tidak masalah kalau dia harus menunggu sampai Fathur menduda. Bahkan Elisa akan dengan senang hati membantu Fathur untuk berpisah dari istrinya.


Tiba-tiba...

__ADS_1


Drrtt... Drrtt... Drrtt...


Ponsel disaku Fathur bergetar.


My Nadya


"Halo, Nad..." Jawab Fathur begitu menerima panggilan itu.


Elisa yang melihat itu mencoba untuk terlihat biasa saja. Padahal saat ini Elisa sedang memperhatikan Fathur. Jujur Elisa merasa menyesal telah meminta putus dari Fathur. Kalau saja Elisa tau Fathur bisa dipaksa untuk menikah melalui perjodohan, harusnya dulu Elisa terus memaksa Fathur untuk menikahi dirinya. Mungkin saja saat ini dia lah yang menjadi istri Fathur.


"Hallo, Mas. Hari ini lembur ya? Kok belum sampai rumah?" Tanya Nadya.


Wajar kalau Nadya menghubungi Fathur. Pasalnya biasanya kalau tidak sedang lembur jam 4 Fathur sudah sampai rumah. Tapi ini sudah jam 5 dan Fathur belum juga sampai rumah. Jadi Nadya ingin tau apakah Fathur lembur atau tidak.


"Enggak, ini udah mau pulang kok. Kamu mau aku bawain apa, Nad?" Tanya Fathur dengan lembut.


Mendengar Fathur berbicara lembut seperti itu, Elisa mengerutkan dahinya. Dengan siapa Fathur berbicara? Apa mungkin istrinya? Tidak mungkin itu istrinya kan? Tadi yang Elisa tangkap dari pembicaraan mereka, Fathur terpaksa menerima perjodohan itu.


"Enggak, aku nggak mau dibawain apa-apa kok. Ya udah, Mas hati-hati dijalan ya." Ujar Nadya.


Setelah itu sambungan telefon diputus.


"Aku pulang duluan ya El. Di rumah udah ditungguin soalnya." Ujar Fathur kepada Elisa.


Elisa menganggukkan kepalanya.


"Oo iya Fath... Ehhmm, aku boleh minta nomor kamu nggak?" Tanya Elisa sebelum Fathur benar-benar pergi.


Elisa tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Karena kapan lagi dia bisa bertemu dengan Fathur kalau dia tidak meminta nomor laki-laki itu sekarang.


Fathur menatap Elisa sebentar dan mengatakan sesuatu.


"Nomor aku masih yang dulu." Jawab Fathur sebelum dia benar-benar pergi meninggalkan Elisa.


Apa yang Fathur rasakan saat dia bertemu kembali dengan Elisa setelah kurang lebih 2 tahun tidak bertemu? Jawabannya Fathur merasa biasa saja. Fathur tidak merasa yang bagaimana. Fathur tidak membencinya tapi juga tidak menyukai atau bahkan masih mencintai Elisa. Fathur benar-benar sudah tidak merasakan apa-apa kepada Elisa. Menurut Fathur, dia sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Elisa. Kalaupun memang ada ya sekedar teman. Tidak ada salahnya berteman dengan mantan kan?

__ADS_1


Lagi pula di hati Fathur sekarang hanya ada Nadya seorang. Dan Fathur pastikan, sampai nanti hanya akan tetap Nadya.


__ADS_2