UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Fathur membuat kehebohan


__ADS_3

Fathur dengan gagah melangkahkan kakinya di area sekolah. Karena jam pelajaran sudah di mulai, suasana di sekolah pun menjadi sangat sepi. Sejujurnya Fathur tidak tau kemana dia harus melangkahkan kakinya ini. Secara Fathur sama sekali tidak mengetahui seluk beluk area-area di sekolah ini. Ditambah, Fathur juga tidak tau Nadya saat ini sedang mengajar di kelas mana.


Tidak ingin semakin bingung, Fathur memutuskan untuk bertanya dengan salah seorang siswa laki-laki yang kebetulan berjalan ke arahnya dari arah yang berlawanan.


"Permisi, saya boleh tanya?" Terlebih dahulu Fathur menyapa siswa laki-laki itu.


"Iya, tanya apa ya Om?" Meskipun tidak bisa dikatakan ramah, tapi siswa itu cukup sopan.


"Kamu tau Bu Nadya? Kalau boleh tau, sekarang Bu Nadya ngajar dikelas mana ya?" Tanya Fathur.


Siswa laki-laki yang Fathur tanyai itu mendadak menatap Fathur dengan pandangan menyelidik. Matanya bahkan seolah sedang memindai penampilan Fathur dari atas kebawah. Dan itu membuat Fathur agak sedikit tidak suka karena melakukan hal seperti itu kepada seseorang yang bahkan tidak kita kenal adalah perbuatan yang tidak sopan. Lupakan mengenai pikiran Fathur tadi yang mengatakan kalau siswa didepannya ini cukup sopan. Namun sebagai orang dewasa, Fathur mencoba untuk tetap bersikap santai dan tentu saja juga sopan.


"Om ini siapanya Bu Nadya? Ada perlu apa?" Bukannya menjawab pertanyaan Fathur, siswa laki-laki itu justru mengajukan pertanyaan balik.


"Saya suaminya, saya kesini mau memberikan ponsel Nadya yang tadi ketinggalan." Jawab Fathur tegas.


"Suaminya Bu Nadya?" Ujar siswa itu dengan pandangan lemas.


Fathur sendiri langsung mengerutkan dahinya bingung? Ada apa? Kenapa siswa di depannya ini terlihat sangat kecewa saat mengetahui kalau Fathur adalah suami Nadya?


Fathur menatap name tag yang terpasang di dada kanan, tertulis Noval Ayus P.


Tunggu-tunggu, sepertinya nama Noval tidak asing untuk Fathur. Setelah beberapa menit mencoba untuk mengingat, akhirnya Fathur bisa ingat dimana dia tau seseorang bernama Noval ini. Benar, di ponsel Nadya. Noval 12 IPS 1, dia adalah salah satu siswa yang Fathur ketahui kalau laki-laki itu menyukai Nadya.


Smirk seketika muncul dibibir Fathur.


"Masih bocah begini. Suka sama Nadya? Nggak cocok banget." Ujar Fathur dalam hati. Sungguh Fathur sangat sombong bukan?


"Iya, saya suami Nadya. Jadi, kamu tau Bu Nadya sekarang sedang mengajar di kelas mana?" Tanya Fathur. Kali ini senyum mengejeknya sudah Fathur sembunyikan.


"Tau Om, mari ikut saya." Ujar Noval kemudian berjalan terlebih dahulu meninggalkan Fathur.


Sepanjang perjalanan senyum tidak bisa Fathur tahan lagi. Fathur juga merasa kasihan dengan ekspresi wajah Noval saat ini. Karena sepertinya Noval sadar kalau dari segi manapun dia jelas kalah dari Fathur. Secara dari tampilan saja Fathur terlihat tampan, gagah, matang, dan juga kaya. Sementara Noval? Hanya bocah laki-laki yang masa depannya saja belum jelas.


Naik ke lantai 3, Noval mengetuk pintu sebuah kelas yang diatasnya tergantu papan dengan tulisan XII IPS 1. Benar, itu adalah kelas Noval.

__ADS_1


"Masuk..." Terdengar suara lembut dari seorang wanita yang mempersilahkan Noval untuk masuk.


"Sudah selesai Val?" Tanya Nadya kepada Noval.


Noval memang baru masuk ke kelas meskipun pelajaran sudah dimulai sejak 1 jam yang lalu. Dan itu tentu saja bukan tanpa alasan, itu karena Noval baru saja menyelesaikan hukumannya untuk membersihkan musholla di bawah karena tadi dia berangkat telat.


"Ada yang cariin Bu Nadya." Ujar Noval tanpa menjawab pertanyaan gurunya itu. Noval langsung saja berjalan masuk dan duduk di kursinya. Kemudian menundukkan kepalanya diatas meja.


Dalam hati...


"Kalah... Udah pokoknya dari segi manapun gue kalah sama suami Bu Nadya. Gue nggak ada apa-apanya dibandingkan dia."


Nadya yang melihat itu pun mendadak merasa tidak enak untuk bertanya kepada Noval mengenai siapa yang mencari Nadya. Pasalnya Nadya bisa melihat kalau suasana hati Noval sepertinya sedang buruk. Mungkinkah karena baru saja dihukum? Tapi biasanya meskipun mendapatkan hukuman, Noval tidak pernah sampai seperti ini. Noval selalu ramah kepada Nadya. Tidak ingin mengganggu, jadi Nadya memutuskan untuk langsung keluar dan melihat sendiri siapa orang yang mencarinya.


Begitu Nadya keluar, langsung saja Nadya dibuat terkejut saat melihat ada Fathur di depan kelasnya. Apa yang Fathur lakukan disini? Kenapa....


"Mas Fathur?" Ujar Nadya memanggil Fathur.


Fathur tersenyum tipis melihat raut wajah bingung Nadya saat melihat dirinya ada disini.


"Ooo, HP aku ketinggalan ya. Maaf ya udah bikin Mas Fathur repot karena harus nganter kesini." Nadya tentu saja merasa sangat tidak enak kepada Fathur. Terlebih karena dirinya, sepertinya Fathur akan telat sampai kantornya. Itu berarti Nadya sudah membuat Fathur membuang-buang waktu berharganya untuk dirinya.


"Nggak masalah." Jawab Fathur santai. "Ini..." Fathur memberikan ponsel Nadya kepada pemiliknya lagi.


"Makasih." Jawab Nadya malu-malu.


Tanpa Nadya tau, saat ini dia dan Fathur menjadi tontonan para siswanya. Karena saat Nadya keluar tadi, mereka langsung merapat ke jendela untuk melihat siapa kira-kira yang datang menemui Nadya. Mereka penasaran, karena saat bertanya kepada Noval, laki-laki itu tidak menjawab sama sekali.


Fathur yang melihat itu hanya tersenyum tipis. Kenapa rasanya sangat menyenangkan ya menjadi tontonan dari murid-murid Nadya. Mendadak Fathur merasa kalau dia sudah memenangkan suatu hal yang besar.


"Kalau gitu saya langsung berangkat Nad." Ujar Fathur.


Nadya menganggukkan kepalanya.


"Iya, hati-hati dijalan. Dan sekali lagi makasih karena sudah mau repot-repot antar HP aku." Jawab Nadya sembari tersenyum tipis.

__ADS_1


Fathur menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia membalikkan tubuhnya hendak berjalan. Namun, ternyata beberapa meter dari tempat Fathur dan Nadya berdiri, ada Andi yang berdiri sedang menatap kearah dirinya dan Nadya. Lagi-lagi senyum smirk muncul dibibir Fathur.


Tanpa diduga, Fathur membalikkan tubuhnya lagi kearah Nadya. Dengan cepat dia meraih pinggang Nadya dan mencium dahi wanita itu. Membuat Nadya tentu saja sangat terkejut.


Sementara itu, murid-murid yang melihat adegan romantis itu tentu saja tanpa bisa ditahan langsung bersorak.


"Ya ampun... Bun Nadya beruntung banget dapet suami ganteng nan romantis kaya gitu. Ya Allah hamba juga pengen jodoh yang seperti itu." Ujar salah seorang siswi dengan dramatis.


Dan masih ada banyak ucapan-ucapan dari lainnya yang kebanyakan didominasi oleh keirian para siswi akan betapa romantisnya Fathur kepada Nadya.


Dan adegan itu tentu saja itu membuat 2 laki-laki disana sangat terbakar cemburu. Siapa lagi kalau bukan Andi dan Noval. Meski Noval tidak melihat, tapi mendengar ucapan teman-temannya, dia tau apa yang saat ini sedang terjadi antara Nadya dan Fathur. Sedangkan Andi? Dialah laki-laki yang paling terbakar cemburu. Secara Andi menyaksikan pemandangan itu secara langsung.


Eeehh, ternyata ada satu orang yang terlewat. Karena ternyata Restu pun juga melihatnya. Dan otomatis, tanpa bisa ditahan dirinya pun juga merasa cemburu. Namun Restu masih sadar kalau dia sama sekali tidak memiliki hak untuk cemburu.


"Mas..." Ujar Nadya dengan suara lirih.


Fathur tersenyum. Tangannya mengusap dengan lembut puncak kepala Nadya.


"Semangat kerjanya, saya berangkat sekarang." Ujar Fathur.


Setelah itu, barulah Fathur benar-benar pergi. Setelah dirinya meninggalkan kehebohan cukup besar untuk Nadya.


Senyum Fathur semakin lebar saat langkahnya semakin mendekat kearah Andi. Dan 2 langkah sebelum dia benar-benar melewati Andi, Fathur menghentikan langkahnya.


"Inget, Nadya itu istri gue. Dari awal lo udah kalah. Jadi stop, jangan berjuang untuk sesuatu yang udah jelas nggak bakal bisa lo dapetin." Ujar Fathur dengan wajah santai namun suaranya terdengar tajam.


.


.


.


Ohoo... Mas Fathur bisa aja deh, udah mulai ngrasa posisinya nggak aman kali ya🤣


Jangan lupa kritik dan sarannya 😍

__ADS_1


*Terima Kasih 😘***🥰**


__ADS_2