UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Minyak telon


__ADS_3

Nadya yang sama sekali tidak bisa di dekati sejak pagi hingga menjelang malam seperti ini, benar-benar membuat Fathur semakin merana. Beberapa kali Fathur memaksa untuk mendekat, tapi yang ada Nadya kembali mual.


"Nad... Tolong lah jangan giniin aku. Aku benar-benar pengen peluk kamu sayang. Sekaliii ajaa... Udah gitu cukup, itu aja." Ujar Fathur dengan pandangan memelas.


Fathur yang biasanya terlihat rapi dan gagah saat di rumah, kini justru terlihat lesu dan lemas seperti orang yang sudah tidak makan 3 hari.


Nadya yang melihat itu tentu saja kasihan. Tapi mau bagaimana lagi, Nadya benar-benar tidak tahan dengan bau Fathur.


"Ya gimana Mas. Aku mual setiap deket-deket sama kamu." Jawab Nadya.


"Ya penyebabnya apa? Karena badan aku bau? Aku wangi loh Nad... Wangi banget malah." Ujar Fathur.


Nadya menghela nafas.


"Tapi menurut aku kamu bau. Aku nggak suka bau kamu." Jawab Nadya dengan suara lirih.


Nadya benar-benar menjaga jarak dari Fathur. Tidak Nadya biarkan Fathur mendekatinya dalam jarak lebih dari 3 meter. Karena jika Fathur mendekatinya lebih dari itu maka rasa mual akan kembali Nadya rasakan. Dan masalah testpack, Nadya belum sempat membelinya. Karena sejak sore hujan, tentu saja Nadya tidak bisa pergi. Fathur jelas tidak akan membiarkan Nadya menggendarai sepeda motornya ditengah hujan yang pasti membuat jalanan licin. Padahal Nadya hanya akan ke depan saja, tapi tanpa Nadya meminta izin terlebih dahulu pun, Nadya sudah bisa menebak kalau Fathur akan melarangnya. Kalian tau sendiri bagaimana Fathur saat ini menjadi laki-laki yang posesif kan?


Kalau ingat saat awal pernikahan dimana Fathur bahkan sama sekali tidak mau menatap Nadya, kini kalau dipikir-pikir lagi perubahan Fathur ini sangat lucu dan tentu saja drastis. Kalau Nadya pikir, perubahan Fathur dari mode serius dan datar menjadi Fathur mode manja dan posesif, sepertinya begitu tiba-tiba. Sampai sekarang Nadya bahkan tidak tau apa yang membuat Fathur tiba-tiba berubah.


"Mas.. Aku mau deket-deket kamu lagi. Tapi sebelum itu, kamu harus mandi pakai sabun bayi dan pakai minyak telon setelahnya." Ujar Nadya tiba-tiba. Nadya sendiri tidak tau kenapa dia mendadak berbicara seperti itu. Karena tiba-tiba saja Nadya ingin mencium bau sabun bayi dan minyak telon pada tubuh Fathur. "Eehh... Sama jangan lupa pakai bedak bayi juga." Tambah Nadya.


Fathur yang mendengar ucapan Nadya tentu saja merasa bingung sekaligus tidak percaya. Benarkah yang Nadya katakan ini?


"Kamu beneran mau deket-deket aku lagi kalau aku mandi pakai sabun bayi, pakai minyak telon sama pakai bedak bayi?" Tanya Fathur memastikan.


Nadya tersenyum, kemudian menganggukkan kepalanya.


"Iya." Jawab Nadya.


"Oke, kalau gitu aku bakal beli itu semua sekarang juga." Ujar Fathur dengan semangat.

__ADS_1


Fathur sama sekali tidak berpikir macam-macam. Karena yang Fathur pikirkan saat ini hanyalah segera mendapatkan ke 3 benda yang diminta oleh Nadya agar dia bisa secepatnya memeluk tubuh istrinya lagi.


Nadya hanya tersenyum saat melihat Fathur langsung pergi begitu saja setelah Nadya mengutarakan keinginannya agar Fathur mandi dan memakai produk-produk bayi.



Karena di depan kompleks ada supermarket, maka tidak sampai 15 menit Fathur sudah kembali dengan barang-barang yang Nadya katakan tadi. Seperti bedak bayi, sabun bayi, minyak telon, bahkan baby cologne. Dan jangan sedih, karena Fathur membeli setiap jenis dari berbagai merek produk bayi yang dijual di supermarket itu. Kalian tentu tau apa yang terjadi kan? Yap benar sekali, jumlah barang yang Fathur beli bahkan sampai 2 kantung.



"Astaghfirullah, Mas... Kenapa belinya banyak banget? Kan beli satu-satu aja per produk juga bisa. Aku kan cuma minta kamu buat pakai sabun, bedak, sama minyak telon aja." Ujar Nadya dengan tatapan tidak percaya. "Ini pasti kamu beli semua barang yang ada di toko ya?" Tanya Nadya.



Nadya benar-benar syok dengan banyaknya barang yang Fathur beli. Untuk apa coba beli sebanyak ini?




Mendengar jawaban Fathur, Nadya menghela nafas. Kemudian Nadya mencium beberapa produk yang sekiranya dia suka agar Fathur gunakan. Tapi semua aroma dari produk bayi itu Nadya suka.


"Ya udah, pakai yang ini aja." Ujar Nadya memberikan 3 barang kepada Fathur yang baunya paling dia sukai.



Baru saja Fathur hendak berjalan mendekat, Nadya sudah memberikan kode terlebih dahulu agar Fathur menghentikan langkahnya.


"Stop... Di situ aja. Sekarang Mas keluar dulu, aku mau lewat." Ujar Nadya dengan kejamnya.


__ADS_1


Dan kalian tau? Fathur dan Nadya saling mengobrol seperti ini tapi dalam jarang 4 meter. Meskipun Fathur sudah membawakan berbagai produk beraroma bayi, tapi Nadya masih kekeh tidak mau didekati oleh Fathur sebelumnya bau yang menempel pada tubuh Fathur menghilang.



Fathur lagi-lagi hanya bisa mengalah. Dengan berat hati Fathur menyingkir dan membiarkan Nadya lewat.



Setelah Nadya lewat, barulah Fathur mengambil produk-produk yang tadi Nadya pilih. Kemudian bergegas membawanya ke kamar mandi.



Sembari menunggu Fathur yang sedang mandi, Nadya memilih untuk menonton televisi. Tapi meski begitu, Nadya sama sekali tidak fokus dengan acara yang dia tonton. Karena otaknya terus memikirkan apakah dirinya benar hamil atau tidak. Jujur saja, Nadya sangat berharap kalau dia benar-benar hamil. Karena dilihat dari ciri-cirinya, semua mengarah kepada tanda-tanda kehamilan.


Terlalu larut dengan pikirannya, Nadya sampai tidak sadar kalau Fathur sudah selesai mandi. Fathur turun dari tangga dengan wajah yang terlihat sudah segar. Dari tempatnya duduk, Nadya langsung bisa mencium aroma minyak telon berpadu dengan wangi bedak bayi. Dan itu membuat Nadya benar-benar merasa sangat tenang.


"Kami wangi banget, Mas." Ujar Nadya seraya memperlihatkan senyum manisnya.


Fathur? Bibirnya juga langsung menyunggingkan senyum lebarnya. Karena kata-kata yang keluar dari bibir Nadya menandakan kalau Fathur boleh mendekat kearah wanita itu.


"Aku boleh duduk disamping kamu?" Tanya Fathur kepada Nadya.


Nadya menganggukkan kepalanya.


"Boleh." Jawab Nadya.


Dengan segera,. Fathur langsung berjalan mendekat dan duduk disamping Nadya. Kalian tau apa yang terjadi setelahnya? Nadya tidak mual lagi seperti yang terjadi sejak pagi dimana Fathur mendekati wanita itu.


"Udah nggak mual?" Tanya Fathur kepada Nadya.


Nadya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Enggak, sekarang Mas Fathur udah wangi, jadi aku nggak mual lagi. Aku suka bau Mas Fathur yang kaya gini." Jawab Nadya.


__ADS_2