
Sampai tiba dimana hari perkiraan lahiran tiba, nyatanya sampai sekarang Nadya belum merasakan adanya tanda-tanda cinta dari sang baby kalau dia akan segera lahir. Sepertinya baby masih betah bermain didalam perut Mama nya. Awalnya Nadya dan Fathur agak sedikir cemas karena sudah tiba HPL tapi baby belum juga lahir. Tapi karena Dokter Karina bilang tidak apa-apa, jadi sekarang mereka menjadi lebih santai. Kata Dokter Karina wajar kalau bayi lahir lewat dari HPL yang sudah ditentukan. Selagi kondisi baby maupun kondisi Nadya baik-baik saja, semua aman.
Flashback
“Semua baik-baik saja kok, Mbak Nadya sama Mas Fathur tidak perlu cemas. Mungkin baby masih pengen puas-puasin main dulu didalam perut Mamanya.” Ujar Dokter Karina.
Fathur dan Nadya menganggukkan kepalanya paham.
“Apa ada cara buat bikin baby bisa cepat lahir dok? Soalnya saya juga udah pengen banget ketemu sama baby.” Ujar Nadya.
Dokter Susan tersenyum mendengar pertanyaan Nadya.
“Ada Mbak.” Jawab Dokter Susan. “Diantara banyak cara untuk memancing kontraksi yaitu sering-sering jalan kaki dan berdiri, dari penelitian itu bermanfaat untuk melancarkan proses melahirkan dan mengurangi rasa sakitnya. Stimulasi payudara juga bisa dilakukan, yaitu dengan menggunakan pompa ASI atau bisa juga dengan bantuan pasangan.” Ujar Dokter Susan.
Baru sampai disini penjelasan yang Dokter Susan berikan, wajah Nadya sudah memerah menahan malu. Maksudnya stimulasi payudara dengan bantuan pasangan itu maksudnya apa ya? Apa iya Fathur harus menghisap emm… . Sementara Fathur, senyum cerah tersungging dibibir laki-laki itu saat mendengar Dokter Karina mengatakan bahwa stimulasi payudara bisa juga dengan bantuan pasangan. Kalau ada dirinya yang siap sedia membantu, kenapa juga harus menggunakan pompa ASI ya kan?
Dan masih banyak lagi cara-cara yang Dokter Karina jelaskan mengenai bagaimana cara merangsang kontraksi agar baby mau cepat lahir. Dan cara terakhir yang Dokter Susan jelaskan ini adalah cara yang paling Fathur sukai selain stimulasi payudara.
“Nah yang terakhir bisa denga sering-sering melakukan hubungan suami istri.” Ujar Dokter Karina.”Karena hormon oksitosin yang keluar saat pelepasan dapat merangsang kontraksi rahim. Dan hormon prostaglandin dari air mani bisa membantu mematangkan serviks untuk mempercepat persalinan.” Tambah Dokter Karina.
“Berarti sekarang saya boleh keluar di dalam lagi, Dok?” Tanya Fathur tanpa malu-malu.
Berbeda dengan Nadya yang wajahnya erlihat semakin merona karena menahan malu. Tapi ya sudahlah ya, pembahasan seperti ini memang sangat wajar dilakukan pasangan suami istri. Tidak perlu merasa malu juga.
Dokter Karina menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Betul Mas Fathur, sekarang sudah boleh lagi keluar di dalam. Tapi tetp saya sarankan agar tetap berhati-hati saat melakukan hubungan suami istri.” Jawab Dokter Susan.
Senyum di bibir Fathur semakin terlihat cerah. Bahagia? Ooo sudah pasti. Soal itu jangan ditanya lagi. Setelah berbulan-bulan lamanya dia harus mengeluarkannya di dalam, mulai sekarang dia sudah mulai bisa mengeluarkannya lagi di dalam. Ya walaupun akhirnya nanti Fathur harus berpuasa sampai kurang lebih 40 hari lamanya.
Flashback off
“Sayang…” Ujar Fathur memanggil Nadya.
Nadya yang sedang membaca novel menoleh kearah Fathur.
“Kenapa Mas?” Tanya Nadya.
Fathur memperlihatkan senyum yang Nadya rasa agak sedikit aneh. Karena sangat tidak biasanya Fathur tersenyum tanpa alasan seperti ini.
“Udah jam 9.” Jawab Fathur.
“Iya aku tau Mas, tapi aku belum ngantuk. Nanti sebentar lagi, ini tinggal sedikit doang kok.” Jawab Nadya.
Nadya pikir Fathur mengatakan itu karena sekarang sudah jam tidurnya. Tapi ternyata dugaan Nadya salah.
“Kamu bilang pengen cepet-cepet ketemu sama baby Yuk, aku mau jengukin baby lagi.” Ujar Fathur.
Ternyata Fathur bukan mau mengajak Nadya untuk tidur, melainkan mengajak Nadya untuk menjenguk baby bersama-sama.
“Tapi bukannya kemarin udah Mas?” Tanya Nadya dengan malu-malu.
__ADS_1
Nyatanya pembahasan seperti ini masih membuat Nadya sampai sekarang masih merasa malu.
Fathur tersenyum lembut.
“Iya, tapi kan semakin sering semakin bagus sayang. Jadi biar baby juga cepat lahir.” Jawab Fathur. “Lagian kalau baby udah lahir kan kita harus puasa dulu sampai nifas kamu selesai. Ya sayang, itung-itung buat bekal aku.” Tambahnya lagi.
Fathur ini memang ada-ada saja. Selalu ada alasan yang dia gunakan agar Nadya mau menuruti keinginan dirinya. Kalau sudah seperti ini ya Nadya juga tentu saja tidak bisa menolak. Padahal sejak 1 minggu yang lalu sejak mereka berkonsultasi dengan Dokter Karina, mereka malakukannya setiap malam. Ya, setiap malam tanpa ada yang terlewat satu hari pun. Fathur benar-benar memanfaatkan kesempataan yang dia miliki dengan amat sangat baik.
Jam setengah 6 pagi Nadya turun kebawah bersama dengan Fathur. Rencananya pagi ini Nadya mau jalan-jalan pagi, dan Fathur sebagai suami yang sigap tentu saja selalu menemaninya. Begitu sampai bawah, hanya ada Mbak Sari dan Mbak Siti yang sedang memasak di dapur. Sementara Mama Resti dan Nabila sepertinya belum turun.
Loh, Nadya dan Fathur sedang menginap di rumah Mama Resti? Sebenarnya bukan menginap sih, lebih tepatnya untuk sementara waktu ini akan tinggal di rumah Resti. Menjelang Nadya melahirkan, tentu saja mereka tidak bisa kalau hanya berdua. Sebagai orang tua baru, Nadya dan Fathur masih memerlukan bantuan Mama Resti untuk mengajari mereka akan beberapa hal.
“Ughhh… Seger banget udaranya.” Ujar Nadya.
Di jam yang baru menunjukkan pukul setengah 6 pagi, matahari belum sepenuhnya muncul. Bahkan langit pun masih tampak sedikit gelap. Tapi meski begitu udara benar-benar terasa sangat menyegarkan.
__ADS_1
Fathur yang mendengar ucapan Nadya tersenyum. Tangannya yang berada di pinggang Nadya mengusap dengan lembut. Sampai jam menunjukkan pukul setengah 7, barulah Nadya dan Fathur kembali ke rumah. Sebenarnya Nadya tidak terlalu lama jalan kaki kok, karena hampir separuhnya Nadya gunakan untuk duduk. Jadi ya aman lah ya, Nadya tidak sampai kecapean.