UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Nadya menyerah!


__ADS_3

Setelah Nadya mengingatkan Fathur mengenai kalimat yang pernah dia katakan bahwa Fathur tidak akan pernah menganggap Nadya sebagai istri, kini Fathur jadi dilanda rasa bersalah sekaligus cemas.


Karena itu, untuk sekedar memulai obrolan dengan Nadya saja, Fathur tidak berani melakukannya. Fathur sadar kalau ucapan dirinya diawal pernikahan itu sudah membuat Nadya sangat terluka. Dan kini Fathur khawatir kalau dia akan membuat Nadya lagi-lagi terluka karena ucapannya.


Saat tadi Nadya mengetuk pintu kamarnya dan mengatakan bahwa makan malam sudah siap, sebenarnya Fathur dengar. Namun entah karena apa, Fathur memilih untuk tetap diam. Fathur bahkan berencana untuk tetap berada dikamar dan melewatkan makan malamnya dengan Nadya. Namun, setelah beberapa kali memikirkannya, Fathur merasa kalau dia tidak boleh melakukan hal itu. Karena sudah pasti Nadya akan sangat terluka karena sikapnya ini. Sekarang Fathur benar-benar takut kalau apa yang dia katakan ataupun dia lakukan akan membuat Nadya tambah terluka.


Saat pada akhirnya Fathur memutuskan untuk turun, Fathur melihat bagaimana Nadya yang hanya diam dengan piring kosong didepannya sembari menatap lurus makanan yang tertata diatas meja. Melihat itu membuat Fathur merutuki dirinya sendiri karena lagi-lagi dia sudah dengan sengaja membuat Nadya terluka.


Namun, untuk sekedar mengatakan maaf kepada Nadya, rasanya bibir Fathur sulit untuk terbuka. Fathur justru langsung duduk di kursinya tanpa mengatakan apa-apa kepada Nadya. Sementara Nadya? wanita itu bersikap seolah tidak ada masalah apapun diantara mereka. Meski sebenarnya Fathur bisa melihat dengan jelas ada kesedihan dimata Nadya, tapi Nadya masih terlihat santai seperti biasa.


Saat Fathur baru saja menghabiskan makanannya, tiba-tiba saja...


"Mas Fathur, ada yang mau aku bicarakan sama Mas."


Fathur hanya menatap Nadya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan. Mendadak rasa takut kembali merasuk kedalam diri Fathur. Padahal selama ini bahkan Fathur tidak pernah merasakan hal seperti ini.


"Bicara soal apa?" Tanya Fathur dengan suara datar.


Nadya terdiam sejenak.


"Sebentar, aku ke kamar dulu ambil sesuatu." Jawab Nadya yang kemudian beranjak dari kursinya.


Fathur menatap kepergian Nadya dengan perasaan gelisah. Kenapa Fathur merasa kalau Nadya... Tidak-tidak, Fathur yakin itu tidak akan terjadi.


Setelah beberapa menit menunggunya, akhirnya Nadya turun lagi. Namun, Nadya tidak turun dengan tangan kosong. Tangannya menenteng sebuah tote bag berukuran kecil.


Setelah kembali duduk, Nadya mengeluarkan isi dari yote bag yang dia bawa. Yang ternyata isinya adalah buku nikah dan sebuah kartu ATM yang Fathur tau itu merupakan pemberian darinya. Melihat itu, perasaan Fathur menjadi semakin tidak menentu. Tapi Fathur mencoba untuk tetap terlihat tenang.


"Aku mau kembaliin ini semua ke Mas Fathur." Ujar Nadya membuka suara.


"Maksudnya?" Tanya Fathur dengan suara datar.


"Aku tau kalau pasti berat sekali untuk Mas Fathur menjalani pernikahan dengan aku, yang notabenenya merupakan perempuan yang Mas tidak sukai. Aku juga tau betapa bencinya Mas Fathur sama aku, karena gara-gara aku, Mas Fathur harus menjalani sebuah pernikahan yang tidak diinginkan. Dan untuk itu aku minta maaf." Ujar Nadya.

__ADS_1


Dari raut wajahnya, Nadya benar-benar terlihat sangat tenang.


Sementara Fathur, dibawah meja kedua tangannya sedang mengepal dengan erat.


"Aku rasa 6 bulan pernikahan kita ini sudah cukup. Selama ini Mas Fathur sudah terlalu banyak menderita, jadi, ada baiknya lebih baik pernikahan ini kita selesaikan saja Mas. Dengan begitu, Mas Fathur akan terbebas dari penderitaan ini."


"Kesimpulannya?" Tanya Fathur dengan suara semakin dingin.


"Aku ingin kita bercerai, kartu ATM pemberian Mas Fathur ini aku kembalikan. Dan buku nikah ini, Mas Fathur bisa mendaftarkan gugatan cerainya menggunakan ini. Masalah Mama, biar ak..."


Brakkk....


Dengan keras Fathur memukul meja makan didepan. Matanya terlihat menatap Nadya dengan tajam. Membuat Nadya sangat terkejut dengan apa yang Fathur lakukan itu.


"Mass..." Panggil Nadya dengan suara lirih. Tubuh Nadya mendadak gemetar karena saking takutnya.


"Saya tidak akan menceraikan kamu. Dan selamanya kita tidak akan pernah bercerai Nadya." Ujar Fathur dengan suara datar.


Setelah mengatakan itu, Fathur langsung beranjak dari kursinya. Namun belum sempat dia keluar dari ruang makan, ucapan Nadya membuat langkahnya langsung terhenti.


Mungkin kalian akan bingung kenapa Nadya tiba-tiba saja meminta Fathur untuk menceraikan dirinya. Padahal yang kita tau saat ini hubungan Nadya dan Fathur sudah semakin baik.


Nyatanya, dengan hubungan yang mulai membaik, bukan berarti hati Nadya pun baik. Justru dengan semakin membaiknya hubungan dirinya dan Fathur, Nadya malah merasa semakin sakit. Karena itu membuat Nadya menjadi berharap kepada Fathur. Sementara Nadya semakin terluka karena selalu mengingat dengan jelas ucapan Fathur mengenai dirinya yang tidak akan pernah menganggap Nadya sebagai istri.


Dengan cepat Fathur berjalan kearah Nadya dan meraih wanita untuk berdiri.


"Kamu dengarkan sekali lagi Nadya, SAYA TIDAK AKAN PERNAH MENCERAIKAN KAMU." Fathur menekankan setiap kata yang dia ucapkan.


"Tapi aku mau kita berce..."


Hmmppp....


Sebelum Nadya menyelesaikan ucapannya, Fathur langsung membungkam bibir Nadya menggunakan bibirnya sendiri. Fathur merasa sangat marah karena Nadya terus saja mengucapkan kata cerai. Fathur tidak suka mendengar itu.

__ADS_1


Hingga beberapa lama kemudian barulah Fathur melepaskan ciumannya disaat Nadya sudah mulai kehabisan nafasnya.


Terlihat Nadya terengah-engah setelah apa yang Fathur lakukan kepada wanita itu.


Dengan lembut Fathur mengusap bibir Nadya yang ternyata mengeluarkan darah karena Fathur tanpa sengaja menggigitnya dan membuat terluka.


"Jangan pernah lagi kata cerai keluar dari bibir kamu Nadya. Saya benar-benar tidak suka mendengarnya." Ujar Fathur dengan suara lebih lembut.


Sementara itu, Nadya langsung terisak pelan. Nadya terlalu terkejut dengan apa yang Fathur tiba-tiba lakukan kepadanya. Nadya tidak pernah menyangka kalau Fathur akan mencium bibirnya.


Fathur sendiri langsung membawa Nadya masuk kedalam pelukannya. Jujur saja, Fathur sangat merasa merasa bersalah.


"Jangan ucapkan kata cerai lagi Nadya..." Ujar Fathur berbisik sembari mengulang ucapannya.


"Tapi kenapa? Bukannya dari awal Mas Fathur tidak suka dengan pernikahan ini? Kalau yang Mas Fathur khawatirkan adalah Mama, Mas tenang aja, aku yang akan menjelaskan ke Mama." Ucap Nadya yang masih diselingi dengan isakan kecil.


Fathur memejamkan matanya. Merasa kesal karena Nadya masih berpikir untuk bercerai darinya.


"Bukan Mama yang saya khawatirkan Nadya. Saya justru lebih menghawatirkan diri saya sendiri." Jawab Fathur.


Benar, Fathur menghawatirkan dirinya sendiri. Karena kalau dia berpisah dengan Nadya, Fathur pasti akan kehilangan arah. Sekarang Fathur sadar kalau dia sangat membutuhkan Nadya dalam hidupnya.


.


.


.


Maaf ya belum bisa kasih double up.πŸ™‚


Soalnya sementara ini aku cuma bisa nulis 1 bab untuk setiap cerita.


Oo iya, buat yang mau baca karya aku yang lain, ada juga di apk F**** dengan nama pena Anggifff. Mutiara Samudera juga bakal ditamatin disana, tapi dengan judul yang berbeda😁

__ADS_1


Jangan lupa kritik dan sarannya 😍


Terima Kasih πŸ₯°πŸ˜˜


__ADS_2