UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Surprise yang gagal


__ADS_3

Nadya terbangun dari tidurnya saat jam menunjukkan pukul 12 kurang 10 menit. Hal ini karena Nadya sengaja memasang alarm dengan mode getar dan dia letakkan di samping bantalnya. Jadi saat ponselnya bergetar, Nadya langsung bangun. Untung saja Nadya bukan orang yang sulit terbangun kalau sudah tidur.


Dengan perlahan, Nadya beranjak dari ranjang. Untuk menghilangkan rasa kantuknya, Nadya memutuskan untuk mencuci wajahnya di kamar mandi yang ada di kamarnya dulu. Hal ini agar tidak menimbulkan suara-suara yang bisa saja membuat Fathur terbangun dari tidurnya.


Setelah selesai cuci muka, Nadya langsung turun ke dapur untuk mengambil kue yang sudah dia buat tadi siang. Dimana Nadya menyimpan kue yang dia buat? Nadya menyimpan kue buatannya di lemari es. Apa tidak ketahuan oleh Fathur? Untungnya tidak. Karena Fathur sangat jarang membuka lemari es. Dan kebetulan sekali kemarin Fathur sama sekali tidak membuka lemari es itu.


Setelah memasang satu lilin pada kue, Nadya kembali naik ke kamar dengan membawa serta kue buatannya. Baru saja Nadya hendak membuka pintu, ternyata pintu sudah lebih dulu terbuka. Dan kini Nadya dan Fathur berdiri saling berhadapan di depan pintu kamar.


Bagaimana bisa Fathur mendadak terbangun? Ya karena Fathur menyadari ketidak adanya keberadaan Nadya di kamar. Seperti yang kalian tau, Fathur sudah tidak bisa jauh dari Nadya lagi. Biasanya kalau Nadya bangun meskipun hanya untuk ke kamar mandi saja, Fathur pasti juga ikut terbangun. Dan sepertinya Nadya lupa dengan kebiasaan Fathur yang itu.


Setelah keduanya sama-sama terkejut, Nadya yang lebih dulu sadar langsung menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Fathur.


"Happy Birthday to you... Happy Birthday to you... Happy birthday... Happy Birthday... Happy Birthday to you..." Ujar Nadya.


Fathur yang mulai sadar langsung tersenyum. Fathur baru ingat kalau hari ini dirinya ulang tahun.


Dan di depan pintu kamar lah akhirnya Nadya melakukan surprisenya untuk Fathur. Setelah lilin di tiup, Nadya mengajak Fathur turun untuk menikmati kue yang sudah dia buat.


"Maaf ya Mas, mungkin kuenya agak kurang cantik. Soalnya aku buat sendiri. Tapi kalau soal rasa, aku yakin pasti enak kok." Ujar Nadya kepada Fathur.


Sudah Nadya bilang, kalau soal rasa sih Nadya percaya kue buatannya enak. Tapi kalau soal hias-menghias, Nadya memang tidak pintar.


Fathur tersenyum.


"Cantik nggak cantik atau enak nggak enak, kalau itu buatan kamu, ini bakal kelihatan sempurna buat aku, sayang." Jawab Fathur. "Makasih ya kamu udah repot-repot buatin surprise kaya gini. Aku bahkan lupa kalau hari ini aku ulang tahun loh." Tambah Fathur.


Nadya tersenyum malu-malu mendapatkan pujian dari Fathur.


"Makasih Mas... Sekali lagi, selamat ulang tahun. Semoga di usia Mas Fathur yang ke 33 tahun ini, jadi tambah berkah. Dan semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya." Ujar Nadya.


"Aamiin... Makasih sayang." Jawab Fathur dengan senyum yang terlihat semakin cerah.


Kini Nadya dan Fathur menikmati kue itu di jam tengah malam seperti ini. Terlihat Fathur sangat menikmati kue buatan Nadya. Beberapa kali Fathur melayangkan pujian dengan mengatakan kalau kue buatan Nadya sangatlah enak.


"Mas Fathur mau kado apa dari aku?" Tanya Nadya kepada Fathur.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Fathur tersenyum. Karena sebentar Fathur tidak menginginkan kado apa-apa Nadya. Kehadiran Nadya sudah lebih dari cukup untuk dirinya. Fathur tidak menginginkan hal lain.


"Enggak ada, dengan kamu menjadi istri aku, itu sudah menjadi kado untuk aku, sayang." Jawab Fathur dengan lembut.


Nadya juga ikut tersenyum. Wajahnya memerah karena ucapan Fathur.


"Tapi kalau aku mau kasih Mas kado, Mas Fathur mau minta apa sama aku?" Ujar Nadya tetap mengulang pertanyaannya. Nadya ingin mendengar jawaban apa yang akan Fathur berikan.


Dan ternyata jawabannya sangat diluar dugaan. Karena yang Fathur minta adalah...


"Aku nggak minta apa-apa kok. Aku cuma minta besok kamu bikinin sambel terasi, terus dikasih lalapan timun sama daun kemangi." Jawab Fathur.


Kalian pasti ingat dong kalau keinginan Fathur yang satu ini belum terkabul karena saat itu Nadya sempat kabur ke panti.

__ADS_1


Kali ini Nadya tertawa kecil. Bisa-bisanya Fathur hanya meminta untuk dibuatkan sambel terasi dengan tambahan timun dan kemangi.


"Oke, besok aku bikinin." Jawab Nadya.


Dan kalian tau? Fathur langsung bersorak bahagia setelah mendengar jawaban Nadya.




Kenyang menikmati kue, kini Fathur dan Nadya memutuskan untuk kembali ke kamar. Mereka memutuskan untuk melanjutkan tidur lagi. Karena saat masih jam setengah 2 dini hari. Sedangkan untuk menuju pagi masih cukup lama.



"Sebenarnya aku udah siapin hadiah buat kamu, Mas." Ujar Nadya kepada Fathur.



Saat ini Fathur sudah duduk diatas ranjang, sementara Nadya belum naik sama sekali.



"Oo iya? Kado apa?" Tanya Fathur dengan wajah penasaran.



"Sebentar, aku ambil dulu." Nadya langsung berjalan menuju lemari dimana dia menyimpan kotak hadiah yang akan diberikan kepada Fathur.




"Ini... Semoga Mas suka ya." Ujar Nadya saat memberikan kotak putih kepada Fathur.



"Boleh aku buka sekarang?" Tanya Fathur kepada Nadya.



Nadya menganggukkan kepalanya. Dalam hati Nadya tidak sabar ingin melihat respon dari Fathur.



Saat Fathur membuka kotak itu, ada 1 kotak lagi yang ukurannya lebih kecil. Selain itu, ada juga hadiah lain yang saat Fathur angkat ternyata baju bayi.



Fathur mendadak bingung sendiri. Apa Nadya sedang terobsesi dengan bayi? Kemarin Nadya meminta Fathur untuk menggunakan segala sesuatu yang beraroma bayi. Sekarang Nadya malah memberi Fathur baju bayi.

__ADS_1



"Ini maksudnya apa, Nad?" Tanya Fathur kepada Nadya.



Nadya tersenyum.


"Mas coba buka kotak yang satunya." Ujar Nadya.



Fathur memilih menurut. Dan saat dia membuka kotak kecil yang juga berwarna putih itu, Fathur mengerutkan dahinya. Diambilnya sebuah alat berbentuk persegi panjang itu.



Selama beberapa detik Nadya menunggu respon Fathur dengan harap-harap cemas. Sampai akhirnya...



"Ini apa Nad? Termometer?" Tanya Fathur dengan wajah polosnya.



Nadya tergelak.


Apa? Termometer, Fathur bilang? Yang benar saja. Apa Fathur benar-benar tidak tau kalau itu adalah testpack? Padahal Nadya juga sudah memberikan klue lain dengan memberi Fathur baju bayi.



Karena hal itu, mood Nadya jadi berantakan. Sudahlah, Nadya tidak mood lagi. Tanpa mengatakan apa-apa, Nadya langsung keluar dari kamar dari kamar Fathur. Membuat Fathur yang melihat itu semakin bingung.



Apa Fathur berbuat salah? Fathur kan hanya tanya tentang benda apa yang ada ditangannya ini. Fathur benar-benar tidak tau. Yang Fathur tau, benda ini seperti termometer, alat pengukur suhu.


.


.


.


*Aku kok ya gemes sama Fathur ya, jadi laki-laki nggak peka banget. Dulu kanebo kering, sekarang kanebo nggak pekaan🤣*



*Jangan lupa kritik dan sarannya 😍*


__ADS_1


***Terima Kasih 😘🥰***


__ADS_2