UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Fathur si kanebo licik


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju SMA Mandiri Bangsa, Fathur terus saja melirik kearah Nadya yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya. Saat ini sebuah senyum bahkan tidak pernah luntur dari bibir Fathur. Karena apa? Karena Fathur berhasil memaksa Nadya untuk berangkat bersama dirinya lagi. Padahal, sepeda motor Nadya sudah Rony antar ke rumah.


Kapan Rony mengantar sepeda motor Nadya? Jawabannya semalam. Hanya saja karena saat Rony akan menyerahkan kunci, pintu rumah tidak kunjung dibukakan. Jadi, Rony meninggalkan sepeda motor Nadya di depan garasi bersama dengan kuncinya yang masih tergantung.


Flashback


"Eehh, motor aku udah diantar ya?" Wajah Nadya terlihat langsung cerah saat mendapati sepeda motornya ternyata sudah ada di depan garasi.


Fathur yang melihat itu langsung saja merutuki Rony. Kenapa juga semalam Rony harus mengantar sepeda motor Nadya ke rumah? Kalau begini kan bisa-bisa dia gagal berangkat bareng sama Nadya.


Fathur sendiri memilih untuk diam. Namun tanpa Nadya ketahui, sebuah rencana jahat sedang Fathur susun untuk menggagalkan aksi Nadya untuk berangkat sendiri naik sepeda motornya.


Dan, saat Nadya naik ke atas untuk mengambil tas. Fathur memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Dengan cepat Fathur langsung keluar rumah dan menggembeskan kedua ban sepeda motor milik Nadya.


Jahat bukan? Fathur tidak masalah dianggap jahat. Yang penting misinya menggagalkan Nadya berangkat dengan sepeda motor itu berhasil.


Setelah itu, Fathur kembali masuk rumah dan melanjutkan acara sarapannya dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa.


Sampai tidak lama kemudian Nadya turun dengan membawa tasnya.


"Mas Fathur nggak papa kan habisin sarapan sendiri? Aku harus berangkat ke sekolah sekarang soalnya." Ujar Nadya seraya menundukkan kepala.


Walaupun Fathur sudah terang-terangan mengatakan kalau dia mencintai Nadya. Dan sekarang sikapnya juga sudah lebih baik dalam memperlakukan Nadya. Tapi tetap saja Nadya masih merasa segan kepada Fathur. Nadya masih bingung mengenai bagaimana dirinya harus bersikap kepada Fathur setelah ini.


"Mau berangkat sekarang ya? Ya udah, ayo aku antar sampai depan." Ujar Fathur kepada Nadya.


Fathur langsung saja beranjak dari kursi makannya dan berjalan mengikuti Nadya keluar rumah.


Begitu sampai di depan rumah, Fathur mengulurkan tangannya.


"Bunda Sina pernah bilang kalau istri mau pergi itu harus cium tangan suami." Ujar Fathur kepada Nadya.


Nadya sendiri hanya bisa tersenyum kikuk. Namun dia juga tetap meraih tangan Fathur kemudian menciumnya.


Cup...


Fathur membalasnya dengan mencium dahi Nadya.

__ADS_1


"Hati-hati ya bawa motornya. Kalau udah sampai sekolah, langsung kasih tau aku." Ujar Fathur.


Sebuah senyum licik tersungging dibibir Fathur. Hanya saja karena Nadya terus saja menundukkan kepalanya, wanita itu tentu saja tidak melihatnya.


Dan...


"Kok semua ban motor aku gembes ya?"


Saat sudah naik ke motornya, Nadya baru sadar kalau kedua ban sepeda motor miliknya gembes semua. Tanpa Nadya tau, saat ini Fathur sedang tersenyum penuh kemenangan.


"Kenapa Nad?" Tanya Fathur kepada Nadya.


"Ini, ban motor aku gembes semua, Mas." Jawab Nadya.


Sebenarnya Fathur agak kasihan saat melihat ekspresi Nadya yang terlihat kebingungan itu. Tapi mau bagaimana lagi, salah sendiri tadi Nadya menolak saat Fathur meminta dengan baik-baik untuk mengantarkan Nadya ke sekolah. Ya terpaksa deh Fathur harus menggunakan rencana liciknya.


"Kok bisa? Tadi waktu kamu liat emangnya udah gembes?" Fathur bertanya seolah dia bersimpati dengan apa yang terjadi kepada Nadya.


"Nggak tau Mas, aku tadi nggak perhatiin." Jawab Nadya lesu. "Ya udah aku naik angkot aja lah kalau gitu. Kayanya waktunya masih cukup." Ujar Nadya sembari melirik ke jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Apa? Naik angkot Nadya bilang? Tidak-tidak, Fathur tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Nggak usah Mas, Mas Fathur kan berangkatnya masih nanti. Habisin dulu aja sarapannya. Aku nggak papa kok berangkat ke sekolah naik angkot." Jawab Nadya menolak.


Nadya masih merasa tidak enak kalau dia lagi-lagi harus merepotkan Fathur untuk mengantarnya.


"Ingat kata Bunda? Istri itu harus nurut apa kata suami selagi yang suami katakan itu baik. Sekarang aku minta kamu tunggu disini, aku mau ambil kunci mobil dulu. Karena aku yang bakal antar kamu ke sekolah." Ujar Fathur dengan nada tegas.


"Untung saja waktu kemarin ke panti Bunda Sina memberikan banyak wejangan yang salah satunya mengenai bagaimana istri harus patuh sama suami." Ucap Fathur dalam hati. Dan itu Fathur jadikan sebagai senjata untuk membuat Nadya menurut kepadanya.


Setelah mengatakan itu Fathur langsung berbalik untuk mengambil kunci mobil. Tanpa Nadya tau, lagi-lagi senyum kemenangan tersungging dibibir Fathur.


Nadya? Apalagi yang bisa Nadya lakukan selain menurut dengan apa kata Fathur. Tentu saja Nadya tidak ingin di cap sebagai istri pembangkang.


Flashback off


"Kamu jangan diam aja dong Nad. Cerita apa gitu." Ujar Fathur kepada Nadya.

__ADS_1


Seketika membuat Nadya langsung menoleh kearah Fathur.


"Bukannya Mas Fathur nggak suka kalau lagi nyetir terus di ajak ngobrol?" Tanya Nadya.


Nadya masih ingat dengan jelas bagaimana dulu Fathur pernah membentaknya karena Nadya mengajak laki-laki itu berbicara saat sedang menyetir. Tentu saja Nadya tidak mau mengulangi kesalahan itu lagi.


Fathur terdiam kaku di kursinya. Karena Fathur juga ingat bagaimana kasarnya dia kepada Nadya selama ini. Ingin sekali Fathur memaki dirinya dirinya sendiri. Memaki kebodohannya waktu itu.


"Sekarang enggak lagi. Aku suka kalau kamu ajak ngobrol. Karena aku suka setiap denger suara kamu." Jawab Fathur.


Fathur sama sekali tidak sedang menggombali Nadya atau semacamnya. Fathur berkata jujur. Entah sejak kapan, Fathur sendiri tidak tau, tapi yang jelas saat ini dia mulai menyukai suara Nadya. Bahkan Fathur ingin setiap saat mendengar suara istrinya ini.


Tanpa bisa dicegah, wajah Nadya langsung saja memerah saat mendengar kalimat yang Fathur ucapkan. Jelas Nadya merasa salah tingkah.


"Kok diem lagi? Ngomong apa gitu dong, Nad." Ujar Fathur.


Fathur bukan tidak tau kalau saat ini Nadya sedang salah tingkah. Fathur sangat tau, namun dia ingin membuat Nadya agar terbiasa dengan perubahan dirinya yang baru ini.


"Ya aku harus ngomong apa Mas?" Tanya Nadya dengan wajah bingung.


"Apa aja, yang penting kamu ngomong." Jawab Fathur yang membuat Nadya semakin bertambah bingung.


"Haha..." Tiba-tiba Fathur tertawa.


"Kenapa Mas?" Nadya tentu saja semakin bingung dengan apa yang Fathur lakukan ini.


"Nggak papa, aku cuma gemes aja sama kamu." Jawab Fathur dengan senyum lebar pada bibirnya.


Nadya yang masih belum terbiasa dengan senyuman Fathur, lagi-lagi dibuat terpesona. Nadya masih tidak menyangka, keinginannya untuk bisa mendapatkan senyum tulus dari Fathur akhirnya Tuhan kabulkan.


"Kenapa kok ngeliatinnya begitu? Aku ganteng ya?" Ujar Fathur dengan rasa percaya dirinya.


Tanpa di duga, Nadya menganggukkan kepalanya.


"Iya, Mas Fathur emang ganteng." Jawab Nadya.


Dan...

__ADS_1


Blushh...


Kali ini giliran Fathur yang mendadak jadi salah tingkah.


__ADS_2