UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Bertemu Elisa lagi


__ADS_3

Rencana Fathur untuk mengusir Rony sepertinya gagal. Karena lihat saja bagaimana saat ini Rony justru ikut bergabung makan siang bersama dengan Fathur dan Nadya.


Dan seperti tadi, wajah Fathur terlihat tidak bersahabat setiap dirinya menatap Rony. Sementara Rony jelas tau akan hal itu, dan ya seperti tadi Rony tetap bersikap bodo amat.


Nadya sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi diantara Fathur dan Rony. Karena memang saat ini mereka terlihat seperti kakak adik yang sedang bertengkar. Fathur sebagai adik yang tukang ambekan, sementara Rony sebagai kakak yang bodo amat dengan apapun tingkah adiknya.


"Lo kenapa jadi ngintil terus sih Ron? Pergi sana, lo ganggu waktu quality time gue sama Nadya tau enggak." Ujar Fathur dengan nada kejam.


Dan nada kejam itu tentu saja sama sekali tidak berpengaruh untuk seorang Rony. Karena Rony bahkan sudah pernah melihat bagaimana menakutkannya kemarahan seorang Fathur. Kalau masih seperti ini ya aman lah... Rony masih bisa selamat.


"Lo jangan gitu dong Fath. Sekali-kali lah kasian sama gue. Kalau weekend kaya gini tuh gue selalu sendirian. Dan mumpung gue ketemu lo sama Nadya disini, ya setidaknya lo berbaik hati buat ajakin gue gabung bareng kalian gitu. Biar gue jadi ada temannya." Ujar Rony yang justru malah menjadi curhat.


Melihat wajah memelas Rony, mau tidak mau akhirnya Fathur memilih untuk membiarkan laki-laki itu bergabung. Ya biar bagaimanapun Rony adalah sahabatnya, selama Rony tidak mengganggu hubungan dirinya dengan Nadya, maka Fathur tidak akan masalah.


Lagi pula Fathur percaya kalau Rony tidak akan melakukan hal rendahan seperti itu dengan merebut Nadya dari dirinya. Toh sekarang Rony sudah sangat tau bagaimana Fathur saat ini sangat mencintai Nadya.


Fathur, Nadya, dan Rony makan siang sembari mengobrolkan hal-hal random. Nadya yang awalnya masih agak sedikit sungkan kepada Rony menjadi lebih nyaman karena Rony pandai mencairkan suasana.


Sampai akhirnya tiba-tiba...


"Fathur..." Panggil seorang perempuan.


Fathur yang merasa namanya dipanggil otomatis menoleh.


"Elisa..."


Ya, secara kebetulan lagi Fathur bertemu dengan Elisa.

__ADS_1


Nadya dan Rony juga menoleh kearah sumber suara. Rony tentu saja langsung tau siapa Elisa. Sementara Nadya menatap biasa saja, walaupun dalam hati Nadya bertanya-tanya siapa kiranya perempuan itu. Apalagi yang perempuan itu panggil hanya Fathur.


Tanpa di persilahkan, Elisa langsung duduk di salah satu kursi kosong yang ada di samping Rony, dan itu berhadapan langsung dengan Nadya.


Nadya jelas terkejut dengan apa yang Elisa lakukan. Sementara Fathur tampak tenang dengan tatapan datarnya.


"Lo balik kapan El?" Ujar Rony membuka suara.


Mendengar ada suara seseorang, Elisa menoleh ke samping, kemudian tersenyum.


"Rony... Ya ampun, gue kira siapa." Ujar Elisa. " Gue balik udah 2 bulanan ini." Jawab Elisa.


Kini tatapan Elisa kembali kearah Fathur.


"Nggak nyangka kita ketemu lagi ya Fath. Jangan-jangan kita jodoh." Ujar Elisa dengan percaya diri.


Belum sempat Fathur menjawab ucapan Elisa, tiba-tiba terdengar suara tawa dari Rony.


"Haha... Lo jangan halu deh El. Nggak mungkin banget Fathur jodoh lo. Secara sekarang Fathur udah punya istri. Lo nggak tau?" Ujar Rony kepada Elisa.


Elisa mengangkat kedua bahunya santai.


"Gue tau kok kalau Fathur udah punya istri. Tapi mereka nikah karena perjodohan kan? Fathur aja bilang sama gue kalau dia nggak bahagia dengan pernikahannya." Jawab Elisa.


Kali ini tangan Nadya yang berada di pangkuannya mendadak terasa dingin dan sedikit bergetar. Rasanya Nadya sangat ingin menangis dan pergi dari sini sekarang juga.


Apalagi keberadaan Nadya diantara mereka seperti tidak terlihat dimata Elisa. Terbukti dengan sejak datang Elisa sama sekali tidak menatap kearah Nadya.

__ADS_1


"Kapan gue bilang nggak bahagia di jodohin sama istri gue? Lo tau apa?" Ujar Fathur dengan suara yang amat sangat dingin. Matanya bahkan menatap tajam kearah Elisa.


Elisa tentu saja terkejut melihat raut wajah dan nada suara Fathur saat ini. Semakin terkejut saat Fathur berbicara dengan dirinya menggunakan lo dan gue.


"Loh kan waktu beberapa hari yang lalu kita ketemu kamu ngomong gitu, Fath. Kamu bilang kamu awalnya nolak dijodohin, tapi akhirnya terima karena kamu terpaksa. Ya pasti kamu nggak bahagia sama pernikahan kamu kan?" Elisa masih dengan percaya diri mengatakan apa yang menjadi opininya.


Rony benar-benar tidak percaya Elisa bisa mengatakan hal itu.


"Dasar bocah prik..." Bisik Rony dalam hati.


Kini tatapan Rony tertuju kepada Nadya yang sejak tadi hanya diam menundukkan kepalanya tanpa mengatakan apa-apa. Rony merasa gemas karena Nadya justru tidak melakukan pembelaan apa-apa dan hanya diam. Tapi ya mau bagaimana lagi, Nadya orangnya terlalu kalem dan menerima. Lihat saja bagaimana selama ini Nadya bertahan meskipun Fathur dulu tidak mencintainya, bahkan cenderung menyakitinya. Dan apa yang Nadya lakukan? Nadya hanya diam.


"Jadi ini bukan kali pertama Mas Fathur ketemu sama perempuan ini." Ucap Nadya dalam hati. Semakin sakit saja rasanya. Apalagi perempuan di depannya ini mengetahui kalau Fathur sempat tidak menerima perjodohan dengan dirinya. Apa perempuan di depannya ini merupakan teman curhat Fathur? Ya, itu yang sedang Nadya pikirkan.


Nadya tiba-tiba beranjak.


"Aku izin mau ke kamar mandi." Tanpa menunggu persetujuan yang lain, Nadya langsung pergi meninggalkan mejanya begitu saja.


Fathur, Rony, dan Elisa langsung menatap kearah Nadya yang sudah mulai melangkahkan kakinya.


Fathur paham kalau saat ini pasti Nadya sedang salah paham karena ucapan Elisa. Tapi sebelum Fathur memberikan penjelasan kepada Nadya, terlebih dahulu dia harus mengurus Elisa.


"Itu siapa?" Tanya Elisa kepada Fathur dan Rony.


"Dia Nadya, istri gue." Jawab Fathur dengan dingin. "Dengar ya El, gue sama sekali nggak nyangka kalau lo bakal berpikir seperti itu setelah mendengar ucapan gue. Tapi sekarang gue akan menjelaskan sejelas-jelasnya dan gue mohon lo dengerin omongan gue baik-baik." Ujar Fathur. "Gue awalnya emang nggak mau menerima perjodohan ini dengan Nadya. Tapi itu dulu, saat dimana gue masih menjadi laki-laki bodoh dan dungu. Sekarang, gue sangat menerima perjodohan ini. Gue bahagia menikah dengan Nadya, dan gue sangat beruntung bisa memiliki Nadya sebagi istri gue-- Fathur menghela nafas -- Satu hal lagi yang perlu lo tau El, gue amat sangat mencintai Nadya. Dan asal lo tau aja kalau omongan lo itu udah bikin istri gue sakit hati."


"Maksud kamu?" Entah Elisa bodoh atau bagaimana. Elisa masih bertanya apa maksud dari ucapan Fathur.

__ADS_1


"Maksud gue, gue akan buat perhitungan sama lo kalau Nadya sampai meninggalkan gue hanya omong kosong Lo yang nggak jelas ini." Jawab Fathur semakin dingin.


__ADS_2