
Hari-hari yang Nadya lalui setelah cuti tentu saja menghabiskan waktunya berdua bersama dengan Fathur sembari menunggu tanda-tanda cinta dari baby hadir. Nadya dan Fathur lebih banyak menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan ke luar rumah. Karena saat baby lahir nanti, untuk 40 hari kedepan kan Nadya dan baby tidak boleh keluar rumah dulu. Loh memangnya iya kalau setelah melahirkan ibu dan bayi tidak boleh pergi keluar untuk jalan-jalan kalau belum 40 hari? Ya setau Nadya sih begitu. Kalian yang orang-orang jawab pasti tau kan adat yang satu ini? Entah benar atau tidak, ya Nadya hanya menjalankannya saja. Toh Nadya bukan tipe orang yang tidak betah di rumah. Apalagi nantinya bersama dengan baby, sudah pasti Nadya akan sangat betah menghabiskan waktunya di rumah.
Kali ini jalan-jalan Nadya lagi-lagi ke Mall. Ya selain untuk mengusir penat, sekaligus untuk hunting baju-baju dan perlengkapan bayi pastinya.
"Cari apa ya Mas? Kemarin kita udah beli apa aja sih." Di baby store, Nadya malah tampak bingung harus membeli apa. Karena di rumah barang-barang bayi sudah ada banyak, dan Nadya lupa apa saja yang belum dia miliki.
"Pompa ASI Yang, kemarin kamu bilang mau beli pompa ASI." Ujar Fathur.
Hampir semua ucapan Nadya, Fathur mengingatkan dengan detail. Dan karena itu Fathur ingat betul kalau kemarin Nadya bilang dia butuh pompa ASI.
"Oo iya, pompa ASI ya." Jawab Nadya.
Nadya membeli pompa ASI bukan karena dia tidak ingin menyusui baby secara langsung nantinya. Nadya tentu saja akan menyusuinya secara langsung juga. Hanya saja siapa tau kan pompa ASI dibutuhkan. Jadi kalau Nadya butuh, dia tidak perlu mencarinya lagi. Lagi pula rata-rata ibu jaman sekarang meskipun sudah menyusui secara langsung, beberapa dari mereka juga tetap menggunakan pompa kan? Apalagi seorang ibu yang bekerja dan harus meninggalkan baby-nya.
__ADS_1
Setelah berkeliling, akhirnya Nadya memutuskan untuk membeli 1 pompa ASI yang dari penjelasan mba-mba pramuniaga disini, itu adalah yang terbaik. Soal anak, sudah pasti Nadya dan Fathur akan memberikan yang terbaik.
Usia kandungan Nadya sudah 9 bulan. Lalu apakah Nadya dan Fathur sudah mengetahui jenis kelamin dari baby? Jawabannya belum. Karena Nadya dan Fathur sepakat untuk merahasiakan jenis kelamin calon anak mereka. Oleh karena ini, sejauh ini barang-barang yang Nadya dan Fathur beli adalah barang-barang dengan warna netral. Ya sebenarnya walaupun nantinya anak mereka laki-laki, kalau masih bayi ya sah-sah aja kan memakai baju atau apapun itu dengan warna mencolok? Tidak akan ada yang mempermasalahkannya juga kan? Dan kalau nantinya anak mereka perempuan, ya masih masuk-masuk aja kalau pakai barang-barang dengan warna gelap. Fathur dan Nadya juga sepakat untuk tidak membeli gaun ataupun baju yang memang khusus untuk anak-anak laki-laki. Karena kalau soal itu gampang, nanti tinggal beli saja saat anak mereka sudah lahir. Toh masih banyak baju-baju yang memang belum Nadya dan Fathur chekout dari aplikasi belanja online mereka.
Setelah membeli beberapa barang yang sekiranya nanti akan dibutuhkan, Nadya dan Fathur memutuskan untuk mampir ke salah satu restoran Jepang. Karena Nadya mendadak ingin makan ramen saat dia melewati restoran itu. Seperti biasa, Fathur sudah pasti akan menuruti keinginan Nadya.
Sembari menunggu makanannya datang, Nadya menatap sekitar. Hanya ada sekitar 5 orang saja termasuk dirinya dan Fathur di restoran ini.
Benar, saat ini masih pagi. Mall bahkan baru buka sekitar 1 jam yang lalu. Karena saat ini jam yang melingkar ditangan Nadya masih menunjukkan pukul 10 pagi lewat 15 menit. Kalau untuk sarapan, sudah pasti jam sarapan sudah lewat. Kalau dihitung jam makan siang, jam makan siang masih lama. Tapi Nadya dan Fathur sudah duduk disini menunggu pesanan mereka.
Fathur tersenyum mendengar ucapan Nadya.
"Enggak papa, kan jadi asik karena enggak terlalu ramai." Jawab Fathur santai.
__ADS_1
Mendengar jawaban Fathur, Nadya juga tersenyum. Sembari menunggu pesanan datang, Nadya dan Fathur mengobrol. Entah apa yang mereka sedang obrolkan. Yang jelas hanya hal-hal random yang membuat keduanya tertawa.
Tidak lama setelahnya ramen yang Nadya dan Fathur pesan pun akhirnya datang. Nadya yang memang sudah sangat ingin makan ramen tentu saja sangat antusias. Tapi... Nadya melihat adanya perbedaan diantara ramen miliknya dan ramen milik Fathur. Dan perbedaannya ada pada telur.
"Kok ramen punya Mas Fathur ada telur setengah matengnya sedangkan punya aku enggak ada?" Tanya Nadya kepada Fathur.
Jujur saja, Nadya merasa ini adalah sesuatu hal yang tidak adil.
Fathur tersenyum.
"Ya kan kamu lagi hamil sayang. Inget kan kata dokter? Enggak boleh makan makanan mentah. Makanya aku pesenin kamu ramen yang enggak ada telur setengah matengnya." Jawab Fathur.
Kalau sudah begini, Nadya tidak bisa membantah. Dokter sudah mengatakan tidak boleh, itu artinya ya Nadya tidak bisa melanggarnya. Ya sudahlah ya, ramen tanpa telur setengah mateng pun juga tetap enak kan?
__ADS_1