UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Aku memang cemburu!


__ADS_3

"Kamu tunggu disini ya, aku ada rapat tapi nggak lama kok, paling cuma satu jam-an. Kalau kamu capek pengen istirahat, tidur dikamar aja. Atau kalau kamu laper, di kulkas juga ada snack buat ganjel perut. Tapi kalau kamu laper banget, pesen pa..." Ucapan Fathur terhenti saat tiba-tiba Nadya menutup bibirnya dengan telapak tangan wanita itu.


Fathur tentu saja syok, tapi bukan syok yang bagaimana. Fathur merasa senang karena Nadya sudah tidak lagi terlihat takut kepadanya seperti sebelumnya.


"Iya Mas, aku paham. Mas langsung ke ruang rapat aja. Tadi bukannya Mas Rony bilang kalau rapat dimulai 10 menit lagi? Ini Mas udah disini lebih dari 10 menit loh." Ucap Nadya dengan lembut.


Fathur tersenyum.


"Ya udah, aku kesana sekarang." Jawab Fathur.


Sebelum benar-benar pergi dari ruangannya, Fathur memberikan sebuah kecupan singkat pada bibir Nadya. Sekarang, selain Fathur menyukai suara Nadya, dia juga merasa candu dengan bibir Nadya.



Setelah Fathur keluar dari ruangan kerjanya, Nadya terpaku seorang diri sembari memegang bibir yang baru saja Fathur cium. Seperti biasa, Nadya masih merasa salah tingkah setiap Fathur memberikan perlakuan manis kepada dirinya.



Dan lagi, setelah tadi Nadya mengungkapkan seluruh unek-unek yang dia pendam selama ini kepada Fathur, sekarang Nadya sudah merasa lebih santai. Nadya merasa kalau saat ini Fathur sudah benar-benar mencintai dan menerima dirinya. Kehawatiran-kehawatiran yang sebelumnya Nadya rasakan sedikit demi sedikit mulai terkikis dan membuat Nadya merasa sedikit lega.



Seperti kata Fathur, mereka akan memulai hubungan ini mulai dari nol lagi. Nadya juga akan berusaha melupakan kejadian-kejadian tidak mengenakan yang terjadi sebelumnya selama pernikahan dirinya dan Fathur 6 bulan ini.



Sembari menunggu Fathur selesai rapat, Nadya memutuskan untuk duduk di sofa yang ada di ruangan Fathur sembari memainkan ponselnya guna mengusir rasa bosan yang menghinggapinya.



Namun meski sudah memainkan ponselnya Nadya tetap merasa bosan. Hingga akhirnya Nadya memutuskan untuk melihat-lihat ruangan kerja Fathur yang cukup besar ini. Terlihat ruangan Fathur sangatlah rapi. Semua tertata sesuai pada tempatnya.



![](contribute/fiction/5569199/markdown/13389695/1665314444585.jpg)



...***photo by Google***...



Tapi yang menarik perhatian Nadya adalah jendela kaca berukuran besar yang berada dibelakang meja kerja Fathur. Dari tempat kerja Fathur, Nadya bisa melihat pemandangan luar yang terlihat cantik dimatanya. Nadya pikir dia tentu tidak akan pernah merasa bosan jika ruang kerjanya seperti ini.



Setelah melihat-lihat semua sudut ruangan Fathur, nyatanya semua itu tidak membutuhkan waktu lebih dari 15 menit. Nadya yang awalnya tidak ingin masuk ke kamar yang tadi Fathur sebutkan, akhirnya memilih untuk masuk. Padahal biasanya Nadya tidak pernah tidur siang, tapi entah kenapa berada di ruangan Fathur yang terasa sejuk ini membuat Nadya merasa mengantuk.



Melihat ranjang berukuran queen size di kamar ruangan kerja Fathur membuat Nadya seketika ingin merebahkan tubuhnya yang terasa lelah disana. Benar, Nadya pikir tidak apa-apa kalau dia tidur sebentar. Karena setelah tadi memberikan ulangan kepada murid-muridnya, sepertinya Nadya memang butuh istirahat.



Perkiraan Fathur, rapat akan selesai dalam kurun waktu 1 jam-an. Tapi yang terjadi, sampai 2 jam lamanya barulah rapat selesai.

__ADS_1


Begitu keluar dari ruang rapat, Fathur tentu saja langsung melangkahkan kakinya menuju ruangannya. Fathur tau kalau Nadya pasti sudah menunggunya terlalu lama.


Sementara Rony, jika biasanya Rony akan ikut ke ruangan Fathur, tapi karena saat ini karena dia tau ada Nadya disana, Rony cukup tau diri untuk tidak ikut. Rony membiarkan Fathur dan Nadya menikmati waktu mereka berdua. Apalagi ini adalah kali pertama Nadya datang kesini.


Sesampainya di ruang kerjanya, Fathur tidak mendapati adanya Nadya disana. Tapi, saat tatapan Fathur tertuju pintu kamar yang terlihat sedikit terbuka, Fathur yakin kalau Nadya ada disana. Dan ternyata memang benar, begitu Fathur masuk ke kamar, terlihat Nadya yang sedang tertidur diatas ranjang.


Dengan langkah pelan yang tidak menimbulkan sedikitpun suara, Fathur berjalan menuju Nadya. Setelah itu berjongkok tepat dihadapan wanita itu.


Sekali lagi Fathur benar-benar dibuat terpukau dengan kecantikan Nadya. Disaat tidur seperti ini saja Nadya tetap terlihat cantik. Apalagi bibirnya, bibir pink Nadya yang terlihat mengatup satu sama lain itu terlihat sangat menggoda dimata Fathur. Hingga tanpa bisa dicegah, Fathur mengusap dengan lembut bibir pink. Dan... sentuhan lembut itu membuat Nadya terbangun. Karena memang pada dasarnya Nadya memang tipe orang yang mudah terbangun saat tidur.


Dengan perlahan mata Nadya mulai terbuka. Tapi Fathur sama sekali tidak berniat untuk menyingkirkan jarinya dari atas bibir istriku itu. Fathur terlalu terpesona dengan bibir Nadya yang ternyata sudah menjadi candu untuknya.


Kini antara Fathur dan Nadya saling bertatapan. Fathur dengan senyum dibibirnya, sementara Nadya dengan raut ekspresi wajah bingungnya. Sepertinya efek baru bangun tidur membuat Nadya belum loading.


"Maaf, aku ganggu tidur kamu ya?" Tanya Fathur dengan suara lembut.


Nadya mengerjapkan matanya.


Cup...


Tanpa meminta izin, Fathur lagi-lagi mengecup bibir Nadya. Rasanya Fathur tidak bisa mengabaikan begitu saja bibir candu Nadya setiap dia melihatnya.


"Masih ngantuk?" Tanya Fathur saat dia melihat Nadya hanya diam saja saat melihatnya.


"Udah enggak." Jawab Nadya dengan suara lirih.


Bagaimana bisa Nadya masih mengantuk disaat begitu bangun saja dia sudah mendapat ciuman dari Fathur. Yang ada rasa kantuknya seketika langsung menghilang begitu saja.





"Kita ke Mall? Mau ngapain Mas?" Tanya Nadya dengan raut wajah bingung.



Masalahnya Nadya tidak bilang kalau dia perlu beli sesuatu yang mengharuskan dirinya untuk pergi ke Mall. Dan Fathur juga tidak mengatakan tujuan kenapa suaminya itu mengajaknya ke Mall.



"Beli celana buat kamu." Jawab Fathur santai



"Celana? Celana apa emangnya? Dan buat apa Mas? Aku kayanya nggak butuh celana baru deh." Ujar Nadya semakin bingung.



"Kamu butuh, Nadya. Kan tadi pagi kamu bilang sendiri kalau kamu nggak punya celana yang warnanya sesuai dengan seragam ngajar kamu. Nah, sekarang kita beli celana itu." Ujar Fathur menjelaskan.



"Aku nggak punya celana seragam karena aku emang bikinnya rok, Mas. Jadi..."

__ADS_1



"No, mulai sekarang kamu nggak boleh pakai rok kaya gini lagi, Nad. Aku nggak suka kaki kamu ini dilihat sama orang lain. Pokoknya semua rok kamu harus diganti sama celana." Ujar Fathur dengan nada tegas.



Mendadak Nadya tersenyum.


"Kenapa? Mas Fathur cemburu kalau kaki aku dilihat orang lain? Padahal rok aku nggak pendek loh, masih sebatas lutut."



Nadya hanya menggoda Fathur. Dia sama sekali tidak berekspektasi kalau Fathur memang cemburu karena masalah rok itu. Tapi ternyata...



"Iya, aku memang cemburu."


.


.


.


*Sejujurnya aku tuh kalau dimintai visual tokoh bingung sendiri. Tapi, ya udah ini aku kasih yang menurut aku pas. Tapi kalau di temen-temen kurang cocok, bisa pakai imajinasi masing-masing aja ya😁😂*



***1. Fathur Renaldi Sudiro***



![](contribute/fiction/5569199/markdown/13389695/1665326108265.jpg)



Photo by pinterest



***2. Nadya Putri Anjani***



![](contribute/fiction/5569199/markdown/13389695/1665326108262.jpg)



photo by pinterest



*Jangan lupa kritik dan sarannya 😍*


__ADS_1


***Terima Kasih 😘🥰***


__ADS_2