UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Fiks, Hamil


__ADS_3

Seperti biasa, Nadya bangun lebih dulu dibandingkan dengan Fathur. Hal ini tidak Nadya sia-siakan untuk dia langsung ke kamar mandi dan melakukan tes kehamilan dengan testpack yang sudah dia beli kemarin.


Jantung Nadya saat ini berdetak dengan sangat kencang. Nadya tidak sabar menunggu hasilnya apakah dia benar-benar hamil atau tidak.


"Semoga positif... semoga positif..." Gumam Nadya saat menunggu hasil testpack keluar.


Dan hasilnya...


Positif


Nadya langsung membekap mulutnya karena saking bahagianya dia saat melihat 2 garis merah muncul pada testpack yang baru saja dimulai gunakan. Iya, Nadya positif hamil.


Ingin rasanya Nadya memberitahu Fathur mengenai kabar bahagianya ini. Tapi... Nadya memutuskan untuk menahannya. Karena kalau Nadya memberitahu Fathur sekarang, bagaimana dengan rencana surprise nanti malam coba? Tidak, Nadya tidak mau rencana surprisenya gagal.



"Kenapa kok senyum-senyum begitu?" Tanya Fathur kepada Nadya.



Fathur merasa heran saja kenapa sejak tadi Nadya terus saja tersenyum. Biasanya Nadya memang murah senyum seperti ini, tapi tidak sampai yang terus-menerus.



"Kenapa emangnya? Mas nggak suka kalau aku senyum?" Ujar Nadya balik bertanya.



Kan, Fathur tanya apa tapi Nadya jawabnya apa. Entah kenapa Fathur merasa kalau Nadya sangat sensitif akhir-akhir ini. Apa mungkin ini terjadi karena Nadya menjelang datang bulan? Setau Fathur perempuan menjelang datang bulan dan saat datang bulan akan lebih sensitif. Iya kah?



Tapi masalahnya setau Fathur selama ini Nadya tidak pernah terlihat sensitif meskipun sedang datang bulan. Nadya tetap menjadi pribadi santai dan ceria.



"Enggak gitu Nad. Aku suka banget kalau liat kamu senyum terus kaya gini. Cuma kamu nggak kaya biasanya aja." Jawab Fathur.



Semoga saja Nadya tidak semakin sensitif saat mendengar jawaban dari Fathur. Tapi yang terjadi...


"Berarti selama ini aku selalu cemberut ya?"



Kan salah lagi... Sudahlah, lebih baik Fathur tidak banyak bertanya.



"Enggak Nad. Kamu selalu senyum, setiap hari kamu selalu cantik. Dan aku setiap hari selalu jatuh cinta sama kamu." Jawab Fathur.



Dan itu berhasil membuat senyum dibibir Nadya kembali terbit. Setidaknya, sekarang Fathur berhasil menghindari terjadi sebuah masalah yang kemungkinan akan timbul dalam rumah tangganya.

__ADS_1



Selesai sarapan, Fathur langsung berpamitan untuk berangkat ke kantor.



"Aku berangkat ke kantor dulu. Kamu di rumah baik-baik. Atau kalau mau main, ke rumah Mama aja." Ujar Fathur kepada Nadya.



Nadya menganggukkan kepalanya.


"Iya, Mas." Jawab Nadya.



Sebelum berangkat, seperti biasa Fathur selalu mencium dahi dan bibir Nadya. Katanya sih buat bekal energi selama di kantor. Ada-ada saja memang alasan Fathur ini.



Setelah Fathur berangkat ke kantor, Nadya mulai melanjutkan aktivitasnya membersihkan rumah. Lou hari ini Nadya tidak berangkat mengajar? Jawabannya tidak. Sebagian guru sedang datang ke sebuah acara seminar. Dan akhirnya hari ini sekolah di liburkan. Nadya sendiri tidak ikut datang ke acar itu. Nadya memilih untuk hari ini lebih baik dia gunakan untuk istirahat dan juga menyiapkan surprise untuk Fathur.



Seharian ini Nadya disibukkan dengan membuat kue ulang tahun untuk Fathur. Benar, Nadya memilih untuk membuatnya sendiri dibandingkan membeli. Nadya rasa akan lebih istimewa kalau dia membuat sendiri. Apalagi ini akan menjadi kue ulang tahun pertama yang akan Nadya berikan kepada Fathur. Tentu saja harus spesial bukan?


Nadya bisa membuat kue, dan kata orang-orang kue buatan Nadya juga enak. Tapi untuk masalah menghias kue, Nadya tidak percaya diri dengan kemampuannya ini. Jadi kue yang Nadya buat hanya dioles dengan butter cream, coklat ganache, dan diatasnya ditambah dengan potongan buah strawberry yang Nadya susun secantik mungkin. Jadilah kue ulang tahun untuk Fathur sudah siap.


Sebenarnya Nadya juga tidak tau dia harus memberikan surprise seperti apa kepada Fathur. Tapi, yang penting tujuan utamanya adalah memberitahu Fathur bahwa sebentar lagi laki-laki itu akan menjadi seorang ayah. Rasanya Nadya tidak sabar ingin melihat bagaimana reaksi Fathur nanti malam.





Rony benar-benar penasaran, masalahnya wangi bayi yang menguar dari tubuh Fathur benar-benar sangat strong. Seolah Fathur sendirilah bayi itu.



"Enggak lah, gue sama Nadya belum punya bayi. Di rumah juga nggak ada bayi." Jawab Fathur.



Jawaban yang sebenarnya tidak memberikan penjelasan apa-apa kepada Rony. Kan pertanyaan utama Rony kenapa sekarang Fathur jadi bau bayi.



"Terus lo bisa bau bayi kaya gini dari mana? Jangan-jangan lo punya bayi di luar ya? Lo hamilin siapa Fath?" Tanya Rinya dengan tatapan menyelidik.



Pertanyaan yang langsung membuat Rony menerima lemparan bolpoin dari Fathur tepat pada dahinya.


__ADS_1


"Awww..." Rony mengaduh sembari mengusap dahinya. "Lo apa-apaan sih Fath. Sakit ogeb..." Ujar Rony.



Fathur sendiri menatap Rony santai.


"Harusnya gue yang bilang begitu. Lo apa-apaan pakai segala berimajinasi kalau gue hamilin cewek di luar dan udah punya bayi? Gila kali Lo ya." Ujar Fathur.



"Ya abis timbang ditanya kenapa lo bau bayi aja lo nggak mau jawab. Kan gue jadi su'udzon ke elo." Ujar Rony membela diri.



Ya kalau dipikir-pikir Rony benar juga sih. Kan Rony penasaran kenapa Fathur bisa bau bayi, padahal Fathur sendiri di rumah belum memiliki bayi.



Fathur menghela nafas.


"Gue bau bayi karena gue mandi pakai sabun bayi, pakai bedak bayi, pakai minyak telon, dan pakai parfum bayi. Puas lo?" Ujar Fathur dengan nada kesal.



Rony yang mendengar jawaban Fathur terdiam cengo. Apa Rony tidak salah dengar?



"Beneran?" Tanya Rony memastikan.



"Ya menurut lo aja gimana." Jawab Fathur ketus.



Seketika tawa Rony langsung pecah. Rony pikir Fathur memang berkata jujur. Tapi... Masalahnya bagaimana bisa Fathur melakukan hal seperti itu? Yang Rony tau selama ini Fathur selalu beraroma maskulin. Aroma yang membuat setiap wanita langsung terpikat kepada laki-laki itu.



"Diem lo, nggak usah ketawa." Ujar Fathur kepada Rony.



Ini nih alasan kenapa Fathur tidak ingin memberitahu Rony dari mana aroma bayi yang menempel pada tubuhnya. Karena kalau Rony tau, laki-laki itu pasti akan langsung menertawakan Fathur.



"Sumpah Fath... Gue nggak nyangka kalau lo bisa bau bayi karena lo emang pakai produk bayi. Bisa-bisanya lo pakai produk-produk bayi. Ngebet punya bayi lo?" Ujar Rony seraya tetap tertawa.



Fathur sendiri memilih untuk tidak menanggapi ucapan Rony.


"Kalau masih mau ketawa, keluar sana. Lo ganggu pekerjaan gue tau nggak." Ujar Fathur dengan nada ketus.

__ADS_1


__ADS_2