UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Si mesum Fathur


__ADS_3

Selama kehamilan Nadya ini, Fathur benar-benar menjaga Nadya dengan amat sangat. Dan sekarang, untuk urusan rumah selain memasak, Nadya tidak lagi melakukannya sendiri. Karena baik Fathur maupun Mama Resti sepakat untuk mengirim Mbak Siti ke rumah ini untuk membantu Nadya mengurus rumah.


Meskipun sebenarnya Nadya masih merasa kalau dia sanggup untuk mengurus rumah seorang diri, tapi Nadya memutuskan untuk lebih baik dia menurut. Karena dengan begini Fathur jadi tidak terlalu menghawatirkan dirinya.


"Mas... Bangun, udah pagi. Mandi dulu sana, abis itu sholat subuh." Ujar Nadya membangunkan Fathur.


Fathur bukannya langsung bangun, tapi justru malah mendekap pinggang Nadya dan memindahkan kepalanya dari bantal ke paha Nadya yang saat ini dalam posisi duduk di pinggir ranjang.


"Mas..." Nadya memanggil Fathur sekali lagi.


"Heem..." Dan hanya sebuah gumaman yang Nadya dapatkan.


"Cepet bangun, udah mulai siang loh ini. Aku mau turun buat masak. Aku harus bikin sambel juga. Kamu bilang pengen bawa sambel terasi buat dibawa ke kantor." Ujar Nadya.


Benar, ngidam Fathur akan sambel terasi nyatanya belum juga hilang. Bahkan setiap makan harus ada sambel terasi sebagai pelengkapnya. Hal ini membuat Fathur menjadi bulan-bulanan Rony selama beberapa hari pertama. Tapi akhirnya Rony berhenti mengejeknya setelah Fathur mengancam akan memotong gaji Rony 50% jika laki-laki itu masih saja mengejeknya. Dan Rony tentu saja tidak ingin hal itu sampai terjadi. Yang benar saja, 50% itu banyak loh. Bisa-bisa bulan depan Rony tidak bisa foya-foya kalau gajinya di potong sebanyak itu. Mungkin beberapa orang akan menganggap bahwa ucapan Fathur itu hanya ancaman belaka, tapi bagi Rony itu tidak hanya sekedar ancaman. Karena jika Rony tidak berhenti mengejeknya, sudah dapat dipastikan kalau Fathur benar-benar akan memotong gajinya. Karena untuk seorang Rony, Fathur tidak memiliki rasa tega sedikitpun. Ya walaupun bulan depannya gaji yang Fathur potong itu pasti akan dikirim juga.


Mendengar kata sambel terasi, akhirnya Fathur membuka matanya.


"Masih ngantuk, sayang..." Ujar Fathur dengan manja.


Siapa yang akan menyangka kalau Fathur akan semanja ini kepada Nadya? Pasti tidak akan ada yang menyangka.


"Enggak, pokoknya harus bangun sekarang. Waktu subuh udah mau habis loh Mas. Cepetan mandi, aku turun dulu." Jawab Nadya.


Nadya dengan perlahan memindahkan kepala Fathur dari pahanya.


"Tunggu... Cium dulu dong, masa aku ditinggal gitu aja." Ujar Fathur seraya memperlihatkan bibir manyunnya.


Nadya yang melihat itu tertawa kecil, tapi kemudian dia menunduk dan memberikan kecupan dibibir Fathur.


Cup...


Benar-benar hanya sebuah kecupan. Karena setelahnya Nadya langsung beranjak dari sana.


Sementara itu Fathur langsung berteriak dengan kesal.


"Aku mintanya cium sayang... Bukan cuma kecup doang, ini nggak berasa sama sekali." Ujar Fathur.


Nadya tertawa mendengar ucapan Fathur.


"Mandi dulu, nanti aku kasih lagi." Jawab Nadya.


Dan akhirnya Nadya benar-benar turun ke dapur. Sebelumnya Nadya sendiri sudah mandi dan sholat subuh terlebih dahulu sebelum dia membangunkan Fathur. Karena kalau tidak begitu, Fathur akan semakin sulit dibangunkan jika melihat Nadya masih bergelung dengan selimutnya diatas ranjang. Bisa-bisa Fathur meminta jatah seperti semalam.

__ADS_1


Kehamilan Nadya ini benar-benar membuat Fathur semakin bahagia. Karena apa? Karena selama 7 bulan kedepan bisa dipastikan Fathur tidak akan kehilangan jatah malamnya. Karena kata Dokter Karina, selama Nadya dan baby sehat, maka Fathur bisa mendapatkan jatah malamnya setiap hari. Dan Fathur akan memanfaatkan moment ini dengan baik. Karena setelah Nadya melahirkan, Fathur harus berpuasa setidaknya 40 hari.


Kalau pepatah mengatakan bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian, maka Fathur berbeda. Karena Fathur bersenang-senang dahulu baru bersakit-sakit kemudian. Tapi tidak apa-apa... Hanya 40 hari kan? Gampang lah ya.




Selagi Nadya membuat sambel terasi untuk Fathur, Mbak Siti memasak sarapan untuk mereka semua. Sekarang Nadya benar-benar merasa sangat terbantu dengan kehadiran Mbak Siti. Karena ternyata asik juga, selain pekerjaan rumahnya jadi terbantu, Mbak Siti juga bisa menjadi teman mengobrol Nadya jika sedang sendirian di rumah. Setidaknya Nadya jadi tidak terlalu kesepian.



Selesai membuat sambel, Nadya langsung naik ke kamar untuk melihat apakah Fathur sudah selesai mandi atau belum. Dan ternyata Fathur sudah selesai, saat ini laki-laki itu sedang mengancingkan kemejanya.



Fathur yang melihat kehadiran Nadya langsung memanggil istrinya itu untuk mendekat. Dan sebagai istri yang baik, tentu saja Nadya menuruti perintah suaminya itu.



Begitu Nadya ada didepannya, Fathur langsung menarik pinggang Nadya dan mengambil jatah ciuman yang tadi pagi belum dia dapatkan.




"Baru seben aja udah ngos-ngosan." Ujar Fathur dengan nada mengejek.



Hal ini membuat Nadya salah tingkah dan refleks mencubit pinggang sang suami.



"Jangan cubit-cubit di pinggang. Nanti ada yang bangun, kamu sendiri yang kualahan." Ujar Fathur semakin menggoda.



"Emang dasarnya Mas Fathur aja yang mesum." Jawab Nadya menanggapi ucapan Fathur.



Hal ini membuat Fathur tertawa kecil.

__ADS_1


"Ya kalau enggak mesum namanya bukan laki-laki sayang. Apalagi udah punya istri, mesumin istri itu hukumnya wajib. Dari pada mesumin perempuan lain kan?"



"Oo jadi ini ceritanya mau mesumin perempuan lain." Ujar Nadya dengan nada kesal.



Membuat Fathur mendadak panik sendiri.


"Eehh, nggak gitu konsepnya. Orang aku bilang mesumin istri itu hukumnya wajib. Kenapa kamu nangkepnya malah yang lain." Ujar Fathur dengan cepat.



Melihat wajah panik Fathur, Nadya tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Wajah Fathur benar-benar terlihat sangat lucu.



Tau kalau Nadya hanya mengerjainya saja, dengan cepat Fathur kembali membungkam bibir Nadya dengan bibirnya lagi. Membuat Nadya yang terkejut langsung meronta. Tapi setelahnya... taulah ya apa yang terjadi. Enggak, bukan sampai melakukan itu kok. Meskipun Fathur sangat ingin, tapi Fathur masih ingat kalau dia haru berangkat ke kantor. Jadi hanya sampai bibir Nadya menjadi bengkak saja kok.



"Kalau kaya gini, kamu nggak perlu pakai lipstik lagi, Yang. Udah merah banget soalnya." Ujar Fathur mengomentari bibir Nadya yang terlihat sangat merah akibat ulah dirinya.



"Tau ah, sebel sama Mas Fathur." Jawab Nadya.



Fathur hanya tertawa kecil.


"Nggak boleh sebel sama suami kalau lagi hamil. Nanti baby-nya mirip aku loh." Ujar Fathur.



Kini giliran Nadya yang tertawa.


"Ya nggak papa. Bagus dong kalau mirip Mas. Kan Mas Fathur ganteng, jadi aku nggak masalah kalau anak kita mirip Daddy-nya." Jawab Nadya.



Lihat... Lagi-lagi Nadya menggoda Fathur. Kalau begini kan rasanya jadi berat mau berangkat ke kantor. Fathur maunya tetap di rumah dan bermain diatas ranjang bersama dengan Nadya.

__ADS_1


__ADS_2