UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)

UNWANTED WEDDING (Perjodohan Dengan Nadya)
Berebut Nadya


__ADS_3

"Mas ihh... Aku cuma mau tidur sama Mbak Nadya. Mas kenapa sih? Biasanya juga nggak begini. Kenapa sekarang nyebelin banget sih." Ujar Nabila kesal.


Hari ini Nadya dan Fathur berencana untuk menginap di rumah Mama Resti. Kalau biasanya Fathur cuek-cuek saja Nadya tidur di kamar Nabila, sekarang tidak lagi. Fathur melarang keras saat Nabila meminta Nadya untuk tidur di kamarnya.


"Ya kan tiap nginep disini Nadya selalu tidur sama kamu Nab. Sekarang gantian dong, Mas kan juga mau tidur sama Nadya." Jawab Fathur santai.


Nabila berdecak kesal mendengar jawaban Fathur.


"Gantian? Harusnya aku yang bilang gitu ke Mas Fathur. Dirumah kan Mas Fathur juga tidurnya sama Mbak Nadya terus. Sekarang gantian dong, disini aku yang tidur sama Mbak Nadya. Lagian Mas kenapa sih..."


Sementara Nabila dan Fathur sedang berdebat mengenai dimana Nadya harus tidur. Mama Resti dan Nadya hanya menonton perdebatan sengit yang tengah terjadi itu.


"Ya mas nggak kenapa-kenapa. Mas cuma mau Nadya tidur di kamar Mas." Jawab Fathur tidak mau kalah.


"Ya aku juga pengen Mbak Nadya tidur di kamar aku Mas. Minggu kemarin kan Mbak Nadya nggak nginep disini." Ujar Nabila.


"Pokoknya nggak mau. Nadya harus tidur dikamar Mas." Jawab Fathur semakin tidak mau kalah.


Nabila menoleh kepada Nadya.


"Mbak Nad mau kan nanti malam tidur di kamar aku? Nanti kita nonton drakor lagi. Aku sengaja belum nyelesaiin drakornya biar bisa nonton sama Mbak Nad tau." Ujar Nabila kepada Nadya.


Nadya menganggu kepalanya.


"Iya, Mbak sih mau-mau aja." Jawab Nadya sembari tersenyum tipis.


Jawaban Nadya tentu saja mengundang protes dari Fathur.


"Apaan sih Nad. Enggak enggak, pokoknya malem ini kamu tetap tidur dikamar sama aku." Ujar Fathur kepada Nadya.


Mama Resti menggelengkan kepalanya.


"Ya udah, mending Nadya tidur di kamar Mama aja. Dari pada buat rebutan kalian berdua. Iya nggak Nad?"


Nadya menganggur kepalanya lagi.


"Iya, Nadya mau kok Ma." Jawab Nadya.

__ADS_1


Mendengar jawaban Nadya, kini Fathur dan Nabila sama-sama saling memelototkan matanya.


"Kamu apaan sih Nad, diajak Nabila mau diajak Mama juga mau." Ujar Fathur dengan wajah kesal.


"Iya, kan Mbak Nad udah bilang iya duluan ke aku. Harusnya Mbak Nad tidur sama aku dong. Jangan ngeiyain ajakan Bude." Ujar Nabila.


"Loh... Ko malah jadi kamu? Enggak, pokoknya Nadya tidur sama Mas, ya. Nadya kan istri Mas." Ujar Fathur kepada Nabila.


Sementara Fathur dan Nabila masih saling berdebat memperebutkan Nadya. Diam-diam Mama Resti menggandeng tangan Nadya dan berjalan mengendap-endap naik ke kamarnya meninggalkan ke duanya.


Dan begitu sampai kamar, Mama Resti langsung mengunci pintu kamarnya.


"Udah biarin Fathur sama Nabila ribut, kamu tidur sama Mama aja, Nad." Ujar Mama Resti dengan senyum cerahnya.


Baru saja Mama Resti selesai bicara, pintu kamar sudah diketuk dengan keras oleh seseorang.


"Mama... Buka pintunya, jangan culik istri aku dong. Mama apaan sih..."


Benar, seseorang yang menggedor pintu kamar Mama Resti dengan sangat tidak sopan itu adalah Fathur.


"Nggak mau, kamu tidur sendiri sana. Udah gede juga." Jawab Mama Resti santai.


"Ya tapi aku maunya sama Nadya, Ma... Buka pintunya Ma. Kalau Mama mau tidur sama Nadya, ya udah aku ikut. Kita tidur bertiga." Ujar Fathur.


Sementara itu.


"Nabila juga mau ikut Bude..." Terdengar suara Nabila dari balik pintu.


Mama Resti menoleh kearah Nadya.


"Kamu kasih pelet apa sama Fathur, Nad? Kok sampai nggak bisa lepas banget dari kamu." Ujar Mama Resti heran.


Awal pernikahan saja Fathur dan Nadya masih terlihat saling canggung satu sama lain. Mama Resti bahkan hampir tidak pernah melihat Fathur dan Nadya saling mengobrol. Dan seperti yang sudah dikatakan tadi, Fathur bahkan biasa saja saat Nadya tidur dikamar Nabila. Selama ini setiap menginap, Mama Resti sangat ingat kalau Fathur dan Nadya bahkan tidak pernah tidur satu kamar. Karena memang Nadya selalu tidur dikamar Nabila.


"Enggak Ma, Nadya nggak kasih pelet apa-apa kok. Nadya nggak pernah ke dukun, nggak tau dimana tempatnya malah. Nadya juga nggak tau kenapa Mas Fathur kaya gitu." Jawab Nadya.


Sementara itu Mama Resti tertawa saat melihat Nadya yang sepertinya serius menanggapi ucapannya.

__ADS_1


"Haha... Iya, Mama tau, Nad. Nggak mungkin juga kamu main pelet-peletan dari dukun. Yang ada emang kamu udah kasih pelet cinta buat Fathur, makanya sekarang dia bucin banget dan nggak bisa lepas dari kamu." Ujar Mam Resti.


Mendengar ucapan Mama Resti, membuat wajah Nadya seketika memerah karena malu.


Sampai akhirnya Mama Resti memilih untuk membuka pintu kamarnya karena Fathur terus saja menggedornya. Dan begitu pintu terbuka, langsung terlihat bagaimana masamnya wajah Fathur saat ini. Mama Resti melihat ada sebuah tanda-tanda kefrustasian dari wajah putra tunggalnya itu.


Sementara itu, Nabila sudah masuk ke kamarnya. Nabila menyerah karena sudah tau kalau dia akan kalah dari Fathur. Tapi, untuk lain kali Nabila pastikan dia akan membawa Nadya untuk tidur di kamarnya.


"Cuma tidur sendiri semalem aja kok ributnya kaya disuruh buat pisah ranjang sama Nadya setahun. Lebay banget deh kamu, Fath." Ujar Mama Resti seraya menggeleng-gelengkan kepalanya heran.


"Enak aja setahun, sehari pun aku nggak mau ya. Lagian Mama apaan sih, istri aku dibawa-bawa kesini. Istri itu tidurnya harus bareng suami, bukan malah bareng sama Mama mertuanya." Ujar Fathur.


Mama Resti menoleh kearah Nadya.


"Gimana Nad, mau tidur sama Mama aja atau sama Fathur?"


Nadya tersenyum tipis.


"Sama Mama aja deh." Jawab Nadya.


Tentu saja Fathur yang mendengarnya merasa tidak terima. Apa tadi Nadya bilang? Nadya memilih untuk tidur di kamar Mama Resti dan membiarkan Fathur tidur sendirian di kamarnya? Ooo... Tentu saja Fathur tidak akan membiarkan hal itu.


Tanpa di duga, dengan gerakan yang cukup cepat Fathur langsung menggendong tubuh Nadya dan berlalu keluar dari kamar Mama Resti.


Nadya yang sangat terkejut tentu saja langsung berteriak.


Sementara Mama Resti, beliau hanya mengulum senyum. Mama Resti sangat bahagia melihat hubungan Fathur dan Nadya yang bisa dikatakan sudah lebih baik dari pada sebelumnya. Meskipun Mama Resti tidak tau benar apa yang terjadi dalam rumah tangga Fathur dan Nadya, tapi Mama Resti tau kalau diawal pernikahan hubungan keduanya tidak terlalu baik. Apalagi kecanggungan diantara Fathur dan Nadya begitu terlihat.


Tapi sekarang? Lihatlah bagaimana saat ini Fathur selalu menatap Nadya dengan tatapan penuh cintanya. Siapapun yang melihat tatapan Fathur kepada Nadya, mereka akan langsung tau kalau laki-laki itu sangat mencintai wanitanya.


.


.


.


Buat yang nunggu malam pertama Mas Fathur sama Mbak Nadya, harap sabar ya. Sebentar lagi kok 😆

__ADS_1


Jangan lupa kritik dan sarannya 😍


Terima Kasih 🥰😘


__ADS_2