Vortice Di Vendetta

Vortice Di Vendetta
BAB 18 : Kediaman Wirabraja Dua Tahun yang Lalu


__ADS_3

"Papa bilang, dia udah cerita semua ke kamu?" tanya Yudha setelah membawa gadis itu kembali ke tempat tidurnya. Ia menyandarkan gadis itu di sandaran tempat tidur dan memberikannya posisi yang cukup nyaman.


Yudha duduk di salah satu kursi yang ia tarik ke sisi tempat tidur gadis itu. Deretan pengawal masih mengelilingi mereka dan itu membuat gadis itu sedikit nampak tak nyaman.


"Mereka akan tutup telinga dan juga mata dengan apa yang terjadi di sini. Mereka hanya diminta untuk menjadi pengawal dan bukan mata-mata" ujar Yudha membuat gadis itu sedikit tenang.


"Papa kamu bilang, kalau kamu sendiri yang terjun ke dunia hitam itu. Kamu berkali-kali membahayakan diri kamu, dan beliau khawatir. Beliau cuma mau abang nerusin usaha keluarga dan berhenti membahayakan diri." ujarnya sambil menggenggam tangan Yudha.


"Apa dia bilang apa alasanku seperti ini?" tanya Yudha dengan sorot mata yang mengisyaratkan dendam.


"Dia yang di culik, di jual dan di lecehkan hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri." ujar gadis itu dengan suara yang tercekat di tenggorokan dan air mata yang tak henti-hentinya menetes.


"Ia memang kakak kamu. Tapi ia juga adalah putri seseorang." sambung gadis itu semakin terisak.


"Aku paham kekesalan kamu, dan perasaan sakit yang kamu rasakan. Tapi dengan melakukan hal yang sama. Menculik dan menjual seorang perempuan, lalu apa beda kamu sama mereka?" tanya Jea dengan hati yang juga sama terluka.


Ia memahami perasaan Yudha, ia hanya membalaskan dendam kakak perempuannya. Ia pun juga sama terlukanya ketika mendengar itu. Tapi Yudha masih sangat muda ketika ia melakukan itu. Ia masih berusia tiga belas tahun ketika kakaknya direnggut dan membuatnya menjadi iblis.


Keputusannya salah dan kedua orang tuanya juga sama terluka hingga berhenti untuk mendampinginya. Mereka mengobati lukanya dengan cara masing-masing.


Kedua orang tuanya membalas itu semua dengan kesibukan mereka bekerja. Ayahnya dan ibunya adalah dokter hebat. Dan mereka tak henti melakukan operasi sejak kejadian itu dengan angan bahwa yang mereka operasi itu adalah putri sulung mereka dan mereka telah menyelamatkannya.

__ADS_1


Mereka sama-sama terluka. Tapi Yudha memilih jalan yang berbeda. Ia memilih jalan hitam. Ia membalaskan dendam kakaknya dengan merenggut gadis-gadis dan wanita yang berada di keluarga orang bejat.


Jika ia mengalami kehilangan seorang wanita yang berharga maka mereka pun juga sama.


Bahkan Jeana pun adalah target baginya. Ia tahu persis betapa hinanya seorang Sanjaya Goksel. Ia bahkan pernah membayar keperawanan seorang gadis dengan sebuah rumah tanpa mengakui anaknya.


Ia ingin membalasnya melalui Jea. Tapi siapa sangka jika kehidupan rumit gadis itu justru malah membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya. Ia ingin melindungi gadis itu selepas ingin menghancurkan ayahnya.


Ia ingin membalaskan dendam seorang Lio yang juga kehilangan kakaknya. Awalnya mereka sama-sama di butakan sampai akhirnya mereka jatuh pada pesona wanita yang sama. 'Jeana Nashara Goksel'. Seorang malaikat yang muncul di hadapannya ketika mereka mulai berkedip dan memandang dunia.


"Jangan jadi iblis untuk membalas mereka. Mereka tak akan pernah jera. Justru kamu hanya menyebabkan korban berikutnya." ujar gadis itu lagi.


"Je, kamu?" tanya Yudha ragu seakan ia telah melupakan kalimatnya dalam sekejap mata.


Rencananya berhasil. Yudha menitikkan air matanya seakan ia benar-benar tersihir dengan mantra gadis itu. Dan inilah yang sebelumnya dibicarakan oleh Tuan Wirabraja dengannya. Untuk membawa putranya kembali ke jati dirinya yang sesungguhnya.


"Kamu adalah titik lemah ku Je." lirih Yudha sambil menarik gadis itu ke dalam pelukannya.


"Karena itu, selalu ada di sini dan jaga aku bang." bisik Jea dalam pelukan Yudha.


Jea tahu persis dengan ia yang mengikatkan diri dalam genggaman Yudha dan juga Lio itu artinya ia hanya bermain-main dengan sekumpulan singa. Tapi baginya itu lebih baik dibanding ia harus mencari aman bersama Aksa dan hatinya malah terluka.

__ADS_1


Setidaknya ia tahu bahwa Lio adalah adik dari ibu kandungnya sendiri. Jadi meskipun pemuda itu menjadikannya senjata, tapi Lio tak akan mungkin menyakitinya. Begitupun Yudha. Ia telah berhasil membangkitkan sisi malaikat dari tubuh iblisnya. Jadi ia sangat yakin bahwa ini akan benar-benar berhasil.


Akhirnya dengan dibantu oleh Tuan Wirabraja, Jea pun akhirnya menemukan strateginya sendiri. Ia menjadi model kelas atas di bawah naungan perusahaan ayahnya sendiri dengan bantuan koneksi dari Wirabraja Group.


Ia berhasil menyelinap masuk ke dalam markas pribadi ayahnya bahkan tanpa dikenali oleh siapapun. Ia mengubah sebagian besar penampilannya termasuk mengubah wajahnya. Ia ingin mengecoh keluarganya meskipun tak bisa sepenuhnya membohongi Aksa.


Ia melakukan perjanjian dengan Tuan Wirabraja untuk bisa membantunya dengan imbalan bahwa Yudha akan kembali dan meneruskan usaha keluarga.


"Ay, makasih udah hadir di acara pengangkatanku." Yudha memeluk Jea di depan semua tamu undangan. Ia sengaja memanggil gadis itu dengan nama Ay, yang mengisyaratkan bahwa ia hadir di sana sebagai Icy Aylana Goksel. Seorang model pendatang baru yang langsung melejit karena sebuah majalah bergengsi yang meletakkannya sebagai wajah sampul dari edisi spesial tahunan mereka.


Hari ini adalah acara pengangkatannya menjadi CEO Wirabrata Group yang dihadiri oleh begitu banyak media dan tamu undangan dari kelas atas.


Yudha pun juga nampak berubah drastis. Sebelumnya ia nampak sangat santai dan juga lusuh meskipun tak mengurangi kadar ketampanannya sedikit pun.


Hari ini, ia berbeda. Ia nampak tampan dengan wajah yang lebih ceria dengan setelan jas yang membuatnya nampak semakin berkelas. Tubuhnya juga tak kalah bagus dari seorang model papan atas. Terlebih lagi dengan identitasnya yang selama ini ditutupi, semakin membuatnya berada dalam sorotan.


"Perkenalkan teman-teman semua nama saya Yudha Sandia Wirabraja dan ini tunangan saya, tentunya Anda semua mengenalnya bukan? Ia adalah Nona Icy Goksel yang kecantikannya tiada tandingannya." ujarnya memuji Jea sambil merangkul pinggang gadis itu menjadi semakin dekat demi pamer di depan pihak media.


"Kalau begitu selamat untuk Yudha dan semuanya ayo bersulang demi kesuksesan CEO muda kita." ujarnya memimpin acara dengan pesona yang mampu mengalihkan semua orang di sana ke arahnya.


Ia mengangkat gelas sampanye nya ke atas seakan memberi isyarat untuk bersulang dan diikuti oleh semua tamu undangan yang hadir.

__ADS_1


Dan anehnya lagi adalah, karena Aksa juga menjadi salah satu tamu undangan yang kehadirannya sama sekali tak pernah ia inginkan kecuali hanya untuk pamer.


__ADS_2