Vortice Di Vendetta

Vortice Di Vendetta
BAB 7 : Siswa Baru yang berasal dari Masa Lalu


__ADS_3

“Anak-anak, tolong perhatiannya sebentar.” Ibu Utari yang berperan sebagai wali kelas terkejam pun tiba-tiba muncul dan mengundang sorak-sorai siswa di kelasnya.


“Ibu, hari ini kan tidak ada jadwal.” Keluh anak-anak menolak kehadiran gurunya.


“Tenang, ibu hanya ingin memperkenalkan seorang teman baru.” Jawab Bu Utari membuat semuanya tersenyum lega.


Jika ada yang  bertanya tentang arti Bu Utari bagi mereka, maka jawabannya adalah kuis. Bu Utari tercatat sebagai guru dengan rekor kuis terbanyak di StarHigh. di mana ada Bu Utari, pasti ada kuis, dan itu juga berarti petaka bagi anak-anak yang malas belajar. Terutama bagi para siswa Starhigh.


“Ayo, masuk!” ujar Bu Tari mempersilakannya masuk. “Ayo perkenalkan dirimu.”


Semua siswi di kelas itu pun bersorak. Siswa baru yang hadir ternyata memiliki wajah dewa. Dia begitu tampan dan terlihat kalem. Tipe idaman kebanyakan gadis. Semuanya saling berseru dan bersorak, kecuali Jea.


“Aku Theo Anantha Urdha. Kalian bisa memanggilku Yudha. Aku pindahan dari Galaxy.” Ujarnya memperkenalkan diri.


“Galaxy kan sekolah asalnya Nasha, apa anak disana emang keren-keren ya? Kamu kenal dia juga Sha?” tanya Alicya mencoba memprovokasi.


“Nggak. Kita baru kenal tadi pagi. Aku yang bantu kamu di tangga. Ingat kan? Dan Lo yang duduk di kursi belakang, gue harap lo udah minta maaf sama cewek ini karena udah dorong dia dengan sengaja.” Sela Yudha dengan nada mengintimidasi.


Semua orang di kelas itu saling mencuri pandang ke arah Alicya. Dia benar-benar terjebak dengan kata-katanya sendiri. Dia sudah menjebak orang yang salah, pikirnya.


"Ngapain kalian lihat-lihat gue? Belum pernah lihat cewek cantik?” jawab Alicya ketus sambil membenamkan wajahnya di meja. “Mampus gue!” lirihnya kesal.


Sementara Yudha, dia hanya tersenyum sinis. dia hanya menyunggingkan sudut bibirnya dan menatap Alicya dengan tatapan mengancam.


“Sudah, sudah. Lebih baik kamu duduk di kursi yang kosong Yudha!” perintah Bu Tari ketika seisi kelas mulai gaduh memperbincangkan kelicikan Alicya.


“Kursi kosong, maksud ibu saya duduk di sebelah Nasha kan?” godanya sambil menatap gadis itu yang tengah duduk di kursi paling depan seorang diri.


“Kamu gak apa Sha?” tanya bu Tari mencoba menanyakan persetujuannya.


Hal ini wajar, mengingat gadis itu cukup tertutup dan tidak pernah duduk di sebelah orang lain termasuk Aksa.

__ADS_1


“Oke, gak ada yang kosong juga.” Jawabnya asal sambil memindahkan tasnya yang sebelumnya berada di atas meja sebelah.


“Baiklah, sekarang kalian duduk yang tenang, jangan membuat keributan! Sebentar lagi pelajaran akan dilanjutkan seperti biasa.” Ujar Bu Tari undur diri.


“Hai, Jea.” Goda Yudha begitu Bu Tari menghilang dari balik pintu keluar.


“Bisa gak, berhenti panggil aku dengan nama itu. Atau setidaknya jangan di sekolah ini.” Bisiknya pelan hingga membuat raut wajah kecemburuan tiba-tiba saja terukir di wajah tampan Aksa yang tengah menguping mereka dari kursi belakang.


“Oke, Nashara Adelyn. Sekarang gini, gue mau lo dengerin gue sebelum gue turuti semua kemauan lo.” Ujarnya melakukan negoisasi.


Jea hanya memutar duduknya menghadap ke arah Yudha dan menatapnya malas. dia sengaja menatap ke arah Yudha lekat-lekat karena dia tahu itu adalah hal yang paling di benci oleh seorang Yudha. ‘Ditatap’, apalagi oleh seorang gadis yang sangat di sukainya sejak lama.


“Oke, oke gue kalah. tetapi lo tetap harus dengerin gue.” Ujarnya sambil memutar kepala Jea ke arah bawah. dia menahan tangannya di belakang kepala Jea agar gadis itu tetap menunduk dan mendengarkannya. Sama seperti kebiasaan mereka sebelumnya.


“Pertama, gue lho yang bantuin lo tadi di tangga. Dan lo kebiasaan, kalau jalan itu nunduk aja kayak lagi nyari duit jatoh. Jadi gak lihat ketampanan gue kan?" ujarnya menggoda Jea dan langsung mendapat tatapan tajam dari Aksa. Namun dia berpura-pura tidak memperhatikannya.


"Kedua, gue pindah ke sini karena lo yang gak pernah angkat telepon gue. Bisa gak sih, gak ada yang  berubah di antara kita?” ujarnya panjang lebar.


dia melirik pemuda itu sekilas, sebelum kembali mengalihkan tatapan itu ke arah tangan Yudha yang dia genggam. Sementara itu, justru pemuda itulah yang  ternyata tengah memandangnya tanpa dia sadari.


“Aku tahu itu kamu, tetapi tetap aja rasanya canggung banget. Aku gak yakin kita masih bisa kayak dahulu. Karena itu aku gak pernah bisa angkat telepon kamu.” Lirihnya dengan suara yang bergetar.


“Masih kerasa? Sakit banget ya?” tanya Yudha yang hanya dia jawab dengan gelengan.


Jika kau berpikir kisah dibalik kedekatan mereka berdua adalah cinta, maka itu salah. Karena sesungguhnya mereka berdua di pertemukan dengan cara yang lain.  ‘Kecelakaan Adelio’.


Ada satu part yang sebelumnya aku lewatkan. Kejadian dua tahun lalu, sebelum dia datang ke kediaman Goksel.


Tepatnya sekitar dua tahun lalu, yaitu sekitar beberapa minggu sebelum kedatangan Tn Sanjaya untuk menjemput Jea. Adelio mengalami kecelakaan parah yang menyebabkannya sering kehilangan keseimbangan dan daya fokusnya menurun. dia mengalami cedera otak yang cukup parah.


Kecelakaan itu terjadi karena tubuhnya yang terhempas bersamaan dengan lift yang jatuh. Hal itu terjadi karena dia mencoba menyelamatkan Jea dan Yudha yang terkurung disana.

__ADS_1


Awalnya mereka berdua hanya terlibat dalam susunan panitia yang sama dan dipertemukan dalam kunjungan kerja Perusahaan Akeno Media pada hari ulang tahun yang ke dua puluh perusahaan itu.


Mereka mengusung tema Open Gate bagi para siswa yang tertarik dengan jurnalistik dan ingin belajar secara langsung.


Jea dan Yudha baru saja bertemu di acara itu. Mereka berada di kelas yang berbeda, hingga mengharuskan mereka untuk melakukan penjajakan baru untuk bisa salilng mengenal satu sama lain.


Jeana terlihat begitu pemalu dengan pandangannya yang selalu tertunduk ke arah bawah. Dari sanalah, Yudha mencoba mengakrabkan diri dengan selalu menggodanya dan membawanya untuk berkeliling Akeno Media.


Mereka terlalu asyik berkeliling, hingga lupa memperhatikan papan tanda yang berada di depan pintu lift yang mengatakan bahwa lift itu rusak. Mereka berdua memutuskan untuk masuk dan berakhir dengan terjebak di dalamnya setelah melewati beberapa lantai tanpa ada kendala.


Kebetulan sekali karena Adelio tengah melakukan pekerjaan sukarela di galaxy waktu itu sebagai guru pemandu Class tur mereka.


dia mendengar pemberitaan dari meja informasi yang mengatakan bahwa dua orang siswa yang bernama Jea dan juga Yudha tengah terkurung di dalam lift. dia pun langsung berubah panik dan menghubungi pihak berwenang.


dia tengah berdiri tepat di depan pintu lift yang rusak itu, ketika mendengar suara Yudha yang sedang menekan tombol darurat dan berbicara dari arah dalam.


“Siapa pun tolong kami. Kami adalah siswa perwakilan dari SMP Galaxy, dan kami terjebak. Namaku Yudha dan temanku bernama Jea. Kumohon tolong kami.” Teriaknya dari arah dalam.


Para petugas pun bergegas mengeluarkan peralatan mereka untuk membuka pintu lift. Suasana menjadi begitu tegang ketika Jea mengalami serangan panik dan mulai sesak napas di dalam lift.


Yudha yang berada di sampingnya pun kewalahan. Untung saja pintu berhasil di buka dalam kurun waktu sekitar tiga puluh menit. Namun Jea sudah kehilangan semua tenaganya dan jatuh pingsan.


Adelio yang menyaksikan kejadian itu pun langsung melompat masuk dan menggendong Jea keluar. Namun, kakinya terpeleset yang menyebabkan tubuhnya terjatuh masuk ke dalam lift dan kembali menimbulkan goncangan. Lift pun bergerak turun dengan kecepatan kilat, hingga membuat tubuhnya terhempas dan terombang ambing di dalam.


Untung saja sebelumnya dia sudah berhasil mengeluarkan Jea dan juga  Yudha dari dalam sana. Kini hanya tinggal Adelio. Dan dia pun jatuh dari ketinggian  gedung bersama dengan lift yang terjun bebas sampai ke lantai paling bawah. dia terjun melompati sepuluh lantai gedung dengan kecepatan tinggi.


dia pun divonis mengalami gegar otak yang cukup berat dan juga patah tulang punggung setelah kecelakaan itu. dia kehilangan keseimbangan dan tenaga pada kakinya  pasca operasi. Itulah sebenarnya yang menjadi alasan terberat Jea untuk meninggalkan Adelio dan pergi bersama ayahnya saat itu.


Untung saja, Yudha berbaik hati dan menawarkan diri untuk merawat Lio dengan pindah ke rumahnya. Berhubung dia berasal dari luar kota dan hanya tinggal di rumah kosan. Maka ini juga sekalian menjadi peluang untuknya untuk mendapat tempat tinggal.


Jadi, jika ada yang menanyakan betapa berartinya seorang Yudha untuk Jea.Makanya jawabnya adalah dia begitu penting dan tidak akan pernah bisa tergantikan oleh pria mana pun. Mereka saling terikat karena keberadaan Adelio.

__ADS_1


__ADS_2