Vortice Di Vendetta

Vortice Di Vendetta
Season 2" 005. Memulai Kehidupan Baru


__ADS_3

Aku minta maaf Ayah, karena bersikap keras kepala dan tak mendengarkan penjelasan apapun dari ayah.


Jea paham kalau ayah berniat baik dengan menerimaku sebagai putri Ayah. tetapi itu semua tak akan pernah mengubah takdirku sebagai putri dari seorang psikopat.


Ayah bisa menerima Mama, karena beliau tak melakukan kesalahan hanya karena salah mengenali Surya sebagai Anda. tetapi aku bersalah, karena aku tahu siapa Surya. Dan aku terlibat banyak dalam setiap rencananya.


Aku takkan meminta maaf, karena aku memang tak pantas mendapatkannya. Tolong jangan pernah bermurah hati untuk memberikan maaf Anda kepadaku.


Aku akan menebus semua kesalahanku. Jadi tolong jangan pernah mencariku!


Dan, Kak Yudha. maaf, karena telah memanfaatkan perasaan bencimu kepadaku. Aku akan menganggap perpisahan kita selama dua tahun ini sebagai talakmu untukku. Aku akan menjalani kehidupan baruku tanpa adanya embel-embel nama Wirabraja di dalam identitasku.


Jadi kumohon kepadamu, berbahagialah! Hiduplah bahagia tanpa ada aku di dalamnya, dan aku pun akan melakukan hal yang sama.


Selamat tinggal


Jeana


****


Yudha membuka selembar surat yang berisikan tulisan tangan Jeana. Selembar surat yang bercorakkan bekas tetesan air seolah penulisnya tengah menangis ketika menuliskannya.


Ia terkejut ketika menemukan dirinya dan juga Sanjaya bangun di pagi hari tanpa ada kehadiran gadis itu di tengah-tengah mereka.


"Pa, Jea pergi. Dia pergi dariku untuk kesekian kalinya. Apa yang harus aku lakukan Pa?" rengek Yudha yang tak lagi bisa mengendalikan dirinya.


"Papa juga tak mengerti Nak. Kita harus mencarinya. Aku rasa ini hanyalah emosi sesaatnya saja.” Titah Sanjaya langsung diangguki oleh Yudha.

__ADS_1


Tiingggg!!!


Ada sebuah pesan masuk yang menarik perhatian Yudha. Itu adalah pesan dari ibunya, Chyntia.


“Pulanglah Nak! Aku tahu di mana istrimu berada. Ajak ayah mertuamu.” Ujar Chyntia dalam pesan singkat itu.


Selama keberadaan Yudha di Indonesia Chyntia memang meminta anak buahnya untuk mengawasi putra semata wayangnya itu dalam waktu dua puluh empat jam penuh. Dirinya tahu persis setiap pergerakan Yudha, termasuk dengan kehadiran Jea dan juga Sanjaya bersamanya.


Tidak menunggu lama. Karena kedua pria itu tahu persis bagaimana watak Chyntia mereka sama sekali tidak berfikir untuk mencurigainya.


“Ibumu itu memiliki kekuasaan besar di tangannya. Aku yakin dia memiliki rencana soal putriku, Sebaiknya kita segera pergi. “ujar Sanjaya yang langsung dituruti oleh Yudha.


Mereka melaju menuju pulau pribadi Wirabraja dengan mobil Yudha dan bantuan armada kapal pribadi keluarganya. Pelabuhan saat ini tampak cukup ramai, sepertinya hari ini adalah hari apel bagi para pegawai ayahnya.


“Antarkan aku ke vila!” Titahnya kepada sang nakhoda. Kapal melaju dengan kecepatan tinggi dan mengantar mereka masuk ke kediaman Wirabraja hanya dalam waktu lima belas menit.


“Mas,” lirih Arumi saat melihat kedatangan suami yang sudah sangat ia rindu. Perawakannya jauh lebih kurus dari sosok Surya yang biasa dilihatnya. Matanya sayu, dan ada kasih sayang terpancar di balik matanya.


“Aku yakin itu kamu.” Serunya dengan suara bergetar.


Sebelum drama haru keluarga bahagia itu di mulai, Chyntia menengahi keduanya dan menjelaskan rencana mereka.


“Aku meminta anak buahku menyuntikkan sebuah obat ke tubuhnya. Obat itu berfungsi sebagai penekan ingatan. Ia akan bangun dalam kondisi tidak ingat apapun, aku juga akan mempekerjakan psikiater untuk melakukan therapy padanya. Aku akan menghapus semua memorinya dan aku butuh bantuan kalian.” Jelasnya tanpa berbasa-basi.


“Jika kau berniat menjadikan putriku sebagai bahan eksperimenmu lagi, maka aku menolak keras.” Gertak Sanjaya dengan nada tinggi.


“Mas, dengarkan dahulu. Ini demi kebaikan Jeana, dan aku sudah menyetujuinya.” Bujuk Arumi yang masih tak digubris oleh Sanjaya.

__ADS_1


“Aku tahu kau adalah wanita terhormat yang diberi anugerah untuk melahirkannya. Tetapi aku adalah ayahnya. Aku yang menyelamatkan nyawanya dan merawatnya selama ini. Aku wali sahnya saat ini, dan secara hukum aku berhak atas apapun keputusan atas dirinya. Aku menolak kalian untuk menyakiti putriku.” Sanjaya masih bersikap keras kepala.


Sanjaya hendak meraih tubuh Jeana ke dalam gendongannya, namun Arumi mencegahnya dengan lelehan air matanya yang terlihat tulus.


“Jika kau berpikir aku membencinya dan tidak peduli dengannya, maka kau salah. Aku mempertahankannya bersama Surya, karena aku tahu Surya tak akan pernah menyakitinya. dia aman bersama Surya. Dan sekarang atas dasar pertimbangan yang sama, aku akan membuat keputusan ini untuknya Mas. Kumohon, dengarkan aku dulu.”


“Angela, berhenti bersikap sebagai seorang ibu yang baik jika itu hanya akan berakhir menyakiti anak-anakmu. Seekor induk kucing bahkan tak akan menyerahkan anaknya untuk di susui harimau, hanya untuk melindungi nyawanya.” Suara Sanjaya terdengar lebih bergetar kali ini.


Sebenarnya kedua pasang manusia itu sudah pernah bertemu beberapa waktu setelah kematian Surya. Namun melihat kondisi nahas Jeana yang bersamanya dan karena mengetahui rahasia yang di simpan Arumi selama ini, dirinya justru berakhir kecewa. Ia kecewa karena Arumi memilih untuk melepaskan putrinya bersama Surya.


Mau bagaimana pun seorang Sanjaya adalah pria berhati lembut dan sangat memuliakan anak-anaknya. Jika keputusan itu berhubungan dengan anak-anak, maka ia tak akan pernah bisa dibantah dan berakhir dengan nalurinya yang memiliki dasar lebih lemah dari seorang ibu.


“Mas kumohon, hanya dengan ini maka dia bisa melupakan masa lalunya. Dia harus bahagia, putri kita harus bahagia Mas. Ia akan mengenal kita sebagai orang tua kandungnya mulai sekarang. Ia harus hidup sebagai orang baru dan melupakan setiap lukanya, kumohon.”


Sanjaya bergetar ketika Arumi mengatakan bahwa Jea adalah putri mereka. Meskipun bukan darah dagingnya, tapi kasih sayang yang telah ia curahkan kepada gadis itu selama ini telah cukup untuk membuatnya menyayangi gadis malang itu melebihi anak kandungnya sendiri.


Jantungnya berdebar kencang, darahnya berdesir. Logikanya memang selalu berfikiran salah. Sebagai seorang laki-laki sekaligus kepala rumah tangga, berpikir dengan hati memang bukanlah pilihan yang baik. Sanjaya pun membeku untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia menerima keputusan Arumi tentang putri yang sudah begitu di cintainya itu.


“Aku sudah mengembalikan Goksel dan mengganti namanya. Kantor pusatnya berada di Italia. Kita akan memulai segalanya dari sana. Jea akan memulai semuanya dari awal, tanpa ada yang bisa mengenalinya dan mengungkit kembali lukanya. Kita akan bahagia bersama mas. Aku, kamu, Lucio dan juga Jeana.”


Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Sanjaya pun setuju dengan keputusan yang mereka buat. Ia setuju dengan syarat bahwa mereka akan mengubah semua identitas mereka dan memastikan tidak ada orang dari masa lalu yang kembali.


Kedua keluarga besar itu pun setuju dengan keputusan yang mereka buat. Mereka akan melindungi Jeana dengan jejaring mafia yang dimiliki Wirabraja grup disana. Mereka sadar, bahwa hanya kekuatan yang bisa melindungi  Jeana saat ini.


Sanna Aliandro, begitulah gadis itu kini dikenal. Ia kembali dengan nama baru dan identitas baru seolah dirinya telah terlahir kembali. Namun bukan hal yang cukup bagus bagi Yudha suaminya, karena harus mengulangi semuanya kembali dari awal.


“Tidakkah bisa kalian memperkenalkanku sebagai suaminya?” rengeknya kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


“Talak telah jatuh kepadamu dengan perpisahan selama itu dengan Jeana. Kau harus menikahinya kembali jika masih ingin bersamanya. Jadi berjuanglah anakku.” Goda sang ayah yang langsung membuatnya makin merajuk, namun hanya di balas dengan tawa oleh Chyntia.


__ADS_2