
Mereka menghabiskan sepanjang malam untuk saling berbagi cerita. Cerita tentang betapa rindunya Yudha kepadanya dan sebetapa menggemaskannya ia ketika tertawa. Yudha bahkan juga menceritakan kepada gadis itu tentang jati dirinya sebagai model. Namun ia hanya mengatakan bahwa nama gadis itu adalah Aylana.
Tidak ada siapa pun yang akan mengetahui bahwa dia adalah Jeana, karena perubahannya yang cukup significant sejak menjadi model. Yudha mengarang beberapa kisah tentang gadis itu. Ia juga tidak menyinggung Aksa sama sekali.
Mereka semua juga sepakat untuk memperkenalkannya sebagai ia yang selama ini dikenal oleh media. Ia adalah putri dari Nyonya Arumi yang dikenal sebagai seorang Desainer hebat yang juga menyandang gelar sebagai Dokter. Kakaknya adalah Arsen dan Rayden adalah sahabatnya yang diajak tinggal bersama oleh Nyonya Arumi.
Mereka memang tak pernah membongkar identitas Nyonya Arumi dan Arsen kepada semua orang. Alasan Lio kembali adalah karena dia bekerja bersama dengan Nyonya Arumi dan membawa Rayden bersamanya. Karena itu jugalah Raga kembali ke kediaman pribadi Goksel.
Raga kembali dengan menyimpan semua rahasia tentang Jeana. Ia memanfaatkan itu untuk mengambil posisinya sebagai pewaris Goksel
Semua orang hanya diberi tahu bahwa Yudha sudah membuka jati dirinya dan menyukai gadis lain. Mereka hanya tahu bahwa Jeana melarikan diri dan enggan kembali.
Bahkan Clara ibu tirinya hanya mensyukuri penyebab menghilanganya gadis itu. Karena itu tandanya dia adalah satu-satunya perwakilan Keluarga Goksel. Ia tak mencari tahu lebih jauh.
Mereka benar-benar membereskan semua kekacauan dengan sangat baik. Tak ada pembahasan apapun lagi perihal Jea. Ia menghilang bak di telan bumi. Bahkan berita perceraiannya dengan Aksa pun telah menyebar seantero bumi.
Aku sudah membereskan semua kekacauan terkait masa lalu Jea. Pers juga sudah menutup kasusnya dengan mengungkap bahwa Jeana dan Aylana berbeda. Tidak ada pernikahan sebelumnya. Hanya akulah suaminya. Ia harus bahagia mulai saat ini. Aku akan pastikan itu! batin Yudha.
Jeana dan Aylana adalah orang yang berbeda. Sudah bisa di pastikan. Identitasnya sebagai Aylana Goksel adalah benar. Kami bahkan juga sudah mengonfirmasinya kepada sekolah-sekolah terkait dan mereka membenarkan Aylana sebagai siswi mereka.
dia adalah seorang gadis genius dan juga cantik yang sangat populer di sekolahnya. Jadi bagaimana mungkin tak ada yang mengenalinya.
Begitu banyak spekulasi yang muncul terkait menghilangnya Jeana setelah berita itu di publikasikan. Apalagi berita tentang kecelakaan Aylana yang dirumorkan terjadi karena dia diduga sebagai Jea. Masyarakat menjadi geram. Mereka mengutuk pihak Goksel yang dianggap melenyapkan seorang pewaris.
Keluarga iblis dengan ibu tiri seorang penyihir. Apa ayahnya begitu buta hingga mengorbankan putri mereka sendiri.
Dengan dipastikannya bahwa Aylana bukanlah Jea maka tebakan masyarakat jadi mengacu kepada niat buruk Clara sebagai ibu tiri yang ingin melenyapkan putri tirinya. Ditambah lagi dengan sikap buruknya terhadap Jea selama ini yang perlahan mulai terungkap melalui para pekerja mereka.
__ADS_1
Namun itu sama sekali tidak memengaruhi Jea. Yudha benar-benar protective kepadanya sejak kecelakaan itu. dia bahkan tidak meninggalkannya barang sedetik pun.
Ia benar-benar menunjukkan kepada Jea bahwa pernikahan mereka baik-baik saja dan mereka tumbuh dengan saling menyayangi.
"Kau sudah mengantuk?" Yudha memperhatikan raut wajah Jea yang sedari tadi tampak gelisah.
"Aku hanya sedikit bosan dan juga lelah." ujarnya lesu.
"Kalau begitu istirahatlah! Kau bara saja sadar dan kondisimu belum sepenuhnya baik. Kau benar-benar tidak boleh lelah." Yudha membenarkan posisi Jea dengan menggeser posisi bantalnya agar ia merasa nyaman.
"Kau akan khawatir jika aku tertidur." ujarnya hingga membuat Yudha membeku dalam posisi yang tidak nyaman.
Pemuda itu masih memegang bantalnya dengan posisi kedua tangannya yang bertumpu di sisi kanan dan kiri tubuh Jea.
Posisi yang sangat romantis namun juga terasa canggung. Terutama bagi Yudha yang tengah bersandiwara sebagai pasangan yang penuh kasih.
"Kenapa?" tanyanya gugup. "Kenapa aku harus khawatir?"
Aku tidak ingat apapun. Tetapi anehnya tubuhku benar-benar menerima sentuhan itu dan merasa nyaman. Hanya saja aku tidak memiliki kekuatan untuk membuka mataku saat itu.
Aku ingin sekali membuka mataku dan menghapus air matamu tetapi aku tak berdaya. Karena itulah aku berpikir bahwa kau akan merasa sangat tidak nyaman jika aku harus menutup mataku kembali? Aku takut kau menangis lagi." Yudha menggeleng.
Yudha menarik tubuhnya dan membenarkan selimut gadis itu. Ia menaikkannya sampai menutupi garis bahu gadis itu. Ia ingin agar istrinya bisa merasa hangat.
"Aku lega karena kau sekarang baik-baik saja. Aku tahu seharusnya aku tak perlu khawatir lagi, tetapi karena itu kau. Maka aku akan terus khawatir." jelasnya.
"Kalau begitu kemarilah!" Jea menarik tangan Yudha makin dekat. Ia menggeser posisinya dan menepuk-nepuk sisi tempat tidur di sampingnya.
__ADS_1
"Kakak tidak akan khawatir jika berada disampingku bukan? Kakak pasti takut ketika melihatku tidak membuka mataku dalam waktu yang lama. Dan kakak juga khawatir jika aku tidak beristirahat dengan kondisiku saat ini."
"Jadi?" tanya Yudha memastikan.
"Tidurlah bersamaku di sini! Aku ingin kau memelukku. Hanya dengan mendengarkan deru nafasku dari jarak dekat, maka itu akan mengurangi kegelisahanmu. Kau juga bisa melindungiku dari jarak ini." dia makin menarik Yudha namun pemuda itu masih membeku.
"Kenapa?" tanyanya gugup.
"Kenapa? Tidak ada apa-apa. Kau suamiku, ini bukanlah hal yang salah." ujar Jea memberikan penjelasan yang tidak diperlukan.
Sebenarnya mereka cukup dekat sebelumnya. Bahkan mereka juga sudah tidur bersama meskipun tidak melakukan apapun selain saling memeluk satu sama lain.
Tetapi tetap saja ini adalah rumah sakit, siapa pun bisa masuk. Dan tempat tidur itu sebenarnya cukup kecil untuk dua orang, terutama jika mereka merasa gugup.
Karena itu Yudha merasa sangat canggung dan bingung harus melakukan apa selain membeku di posisinya sambil menatap Jea seolah dia salah tingkah.
"Aku tahu kakak takut aku merasa tidak nyaman karena kondisiku." Yudha mengangguk kencang.
"Tetapi aku yakin akan lebih nyaman jika begitu. Toh, hubungan kita sah. Tidur bersama bukanlah kesalahan."
Yudha pun akhirnya menurut. Gadis itu ada benarnya. Mereka adalah suami istri. Mungkin yang membuatnya canggung adalah karena gadis itu yang memintanya terlebih dahulu.
Padahal sebelumnya ia begitu semangat menggoda gadis itu hingga membuatnya merona. Wah, keadaannya benar-benar berbalik untuknya saat ini.
Yudha naik ke atas tempat tidur itu dan memberikan lengannya untuk menjadi bantal bagi istrinya. Ia menggunakan sebelah lengannya untuk menarik gadis itu lebih dekat dan membenamkan wajah gadis itu di dadanya.
Mereka tidur dalam posisi saling berpelukan. Dengan posisi itu bahkan Jea bisa mendengar dengan sangat jelas, seberapa kencangnya detak jantung Yudha saat ini.
__ADS_1
Pipinya makin merona seiring dia mengeratkan pelukannya kepada suaminya itu. Tubuhnya benar-benar bereaksi sebaliknya. Bukankah seharusnya dia menghindar jika benar-benar merasa gugup?
"Selamat Malam, dan Mimpi Indahlah!" ujar Yudha yang hanya dibalas anggukan oleh gadis itu. Mereka pun saling terlelap dan masuk dalam mimpi masing-masing.