
Jeana mengatasi kecanggungannya dengan menyibukkan diri membereskan rumah. Adegan di meja makan tadi pagi, benar-benar diluar dugaan. Tetapi memang tak bisa dipungkiri bahwa apa yang ia lakukan demi melayani suaminya memanglah tulus.
Bahkan ia melakukan hal yang sama untuk Aksa di pernikahan sebelumnya. Meskipun Aksa tidak pernah tidur satu ranjang dengannya dan menyikapi dirinya hanya sebagai teman.
Bagi Jeana, pernikahan tetaplah pernikahan. Itu adalah sebuah janji sakral yang ia buat dengan Tuhan. Ia takkan pernah meremehkannya.
Ia masih begitu fokus dengan vakum cleaner di tangannya sampai sebuah surel tiba-tiba masuk dan menarik perhatiannya.
"Oh, aku sudah lama tidak menerima email seperti ini." gadis itu penasaran dan langsung membuka surel yang terkirim dari kakak tirinya Raga.
"Abang cuma minta kamu mikirin ini, sebelum kamu benar-benar lengah dan memilih untuk bahagia." begitulah isi pesan dari surel Raga, hingga memancing Jea untuk membukanya.
Surel itu melampirkan sebuah file berbentuk video. Ia memutar video tersebut dengan penyuara telinga nirkabel yang ia pasang di telinganya.
Itu adalah video di malam ibunya pergi meninggalkan kediaman Goksel.
Di situ terlihat jelas bahwa Lucio (nama kecil Arsen) mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan akibat tersiram air panas. Tetapi malangnya, malah ia yang terusir dari rumah besar itu.
Arsen mengalami luka bakar 65% dan sembuh akibat keajaiban tangan Nyonya Chyntia Wirabrata. Mereka sudah terhubung selama ini. Orang tua mereka sudah saling mengenal. Karena itulah pernikahan mereka selama ini bisa berjalan dengan sangat lancar.
"Mertuamu yang menolong abang. Mertuamu juga yang membantu ibu kita untuk mendapatkan identitas baru. Kami semua baik-baik saja sayang." Arsen bersimpuh duduk di hadapan Jeana yang masih sesenggukan di dalam pelukan Yudha.
"Tapi, hisk.. Ini, hiks... Aku sudah terlalu lama berada di dalam dendam ini." jelasnya sambil sesenggukan.
__ADS_1
"Dendam Bang Lio berawal dari sini, hiks. Aku dikirim kesana juga karena ini, hiks. Bang Lio menjadikanku objek balas dendam juga karena ini. Aku sudah terlibat sejak awal, hiks. Karena itu aku juga yang akan menyudahinya dengan tanganku sendiri." lanjutnya.
Arsen meraih kedua tangan gadis itu dan menggenggamnya, sementara Yudha masih terus mempererat pelukannya dan tak mau melepaskan gadis itu.
Aku, akan membantumu menyelesaikan dendam itu Je. tekad Yudha.
"Aku gak benci Bang Lio karena melakukan itu. Aku bahkan menjalaninya dengan sukarela. Tetapi aku hancur melihat abang diperlakukan seperti itu." isakannya masih belum berhenti.
"Abang gak apa-apa sayang. Mama pun gak apa-apa. Kita justru menjalani hidup yang malang karena kamu dan Rayden yang tak ada bersama kita."
"Abang dan Mama juga tahu kalau kalian juga sempat membenci kami. Dan kami menyulitkan diri kami karena itu. Hidup dalam rasa bersalah dan penyesalan karena telah meninggalkan kalian dalam penderitaan itu." Jeana menggeleng. Air matanya masih terus jatuh.
"Sekarang semuanya sudah kembali. Keluarga kita sudah utuh. Kamu juga sudah bahagia, dan Gak ada yang perlu dipikirkan."
Bahkan selama ini mereka juga hidup dengan saling mengenal dan saling melindungi meskipun dari jarak yang jauh. Dan itu semua berkat Nyonya Chyntia. tetapi pertanyaanya adalah kenapa harus dengan wajah baru?
"Abang akan tinggal di sini bersama kalian. Yudha memintanya dan abang setuju. Soal Mama, Rayden yang akan menjaganya. Kita gak akan terpisah lagi Je." jelas Arsen yang langsung diangguki Jea.
Yudha menerima informasi dari anak buahnya bahwa Nyonya Arumi dan Rayden sudah dalam pengawasan mereka. Tetapi berhubung Arsen dan Jeana langsung terlibat dengan Perusahaan Goksel, tidak ada yang bisa menjamin bahwa mereka baik-baik saja. Karena itu Yudha memutuskan untuk menjaga mereka sendiri.
Ia sengaja menyiapkan sebuah apartment kecil dengan dua kamar dan tanpa asistent rumah tangga. Hanya dengan begitu, maka ia bisa terus mengawasi mereka dari dekat.
Tak ada yang boleh mengganggu miliknya. Karena itu ia mengerahkan segala kekuatannya untuk menjaga Jea.
__ADS_1
Malam itu setelah sandiwara penuh air mata itu berakhir, Yudha mengangkat tubuh Jea dan menggendongnya ke meja makan. Lagi-lagi mereka harus terlambat untuk makan. Tubuh Jea juga masih sangat lemah, karena harus menangis seharian. Suhu tubuhnya juga masih tinggi.
Untung saja Arsen memasak sop ayam dan juga tumis daging asam manis kesukaan Jea. Setidaknya ia takkan menolak untuk makan.
Yudha meraih semangkuk sop ayam itu dan fokus untuk menyuapi Jea terlebih dahulu. Ia menyuapinya dan memberinya obat penurun demam. Setelah makan, ia langsung menggendong tubuh ringkih gadis itu dan membawanya masuk ke dalam kamar.
Ia menemani Jea sampai tertidur dan kembali keluar untuk menyelesaikan makan malamnya bersama Arsen.
"Aku tidak yakin bahwa Raga adalah orang baik. Kenapa ia harus mengirim video itu kepada Jea." tanya Arsen membuka pembicaraan.
"Karena itu aku tidak bisa mempercayakannya berada di dekat mereka. Jea terlalu baik dan menjaga mereka sekuat tenaga. tetapi Raga tetaplah putra Clara dan Rayden, kondisi mentalnya memang membaik tetapi ia tak sepenuhnya pulih. Aku hanya bisa mempercayakannya berada di dekatmu. Karena aku tak bisa terus bersamanya." jelas Yudha.
"Apartment ini dan kalian, aku sudah meminta orangku untuk mengawasinya dari jauh. Tetapi tetap harus ada orang di sekitarnya yang bisa menjaganya. Bahkan Bang Lio pun tak lagi bisa dipercaya."
Arsen mengerti. Karena itulah sejak awal ia begitu setia kepada Yudha. Ia juga adalah mata-mata yang diselipkan Nyonya Chyntia untuk menjaga Yudha putranya. Dan sekarang ia dipercaya Yudha untuk menjaga istrinya yang tak lain juga adalah adik kandungnya sendiri.
Posisinya saat ini sangat aman. Tetapi keberadaan Raga selalu mengusiknya. Apalagi dengan kepercayaan yang diberikan Rayden kepadanya.
"Aku mendengar Jea meminta restumu. Dia ingin pernikahan ini menjadi satu-satunya dalam hidupnya. Pernikahan ini juga yang akan menggantikan kebahagiaan palsunya bersama Aksa." Arsen mengangguk dan menatap adik iparnya itu dalam.
"Aku akan menepati janji itu. Dan aku juga barjanji akan menjaganya dan membahagiakannya. Kau tak perlu khawatir." Arsen mengangguk.
Ia sudah kenal Yudha begitu lama. Ia tahu bahwa pemuda itu takkan melepaskan miliknya dengan mudah dan akan terus menjaganya. Kebrutalannya selama ini hanya karena ia terluka akibat kehilangan kakaknya. Dan menurut Arsen itu adalah bukti bahwa dia sangat menyayangi kakaknya.
__ADS_1
Jadi, tidak perlu diragukan lagi. Ia bisa menjaga Jeana untuknya.