Vortice Di Vendetta

Vortice Di Vendetta
BAB 62 : ENDING


__ADS_3

"Jea..." semua orang berduka dengan kepergian gadis malang itu. Semua barang peninggalannya terungkap termasuk surat terakhir yang ia tulis untuk anggota keluarganya.


Kak Yudha,


Kakak apa kabar? Harus baik ya?


Jangan sedih terus, atau aku akan lebih sedih.


Kak Yudha, akhirnya aku berani. Aku punya kekuatan untuk mengakui semuanya dan aku mau Kak Yudha jadi orang yang pertama tahu.


Aku mau jujur, tentang semua perasaan yang selama ini tertahan dan tak pernah bisa ku ungkapkan. Tentang semua moment yang paling membuatku hancur dalam hidupku, tapi aku selalu berpura tegar.


Aku harap, jika ada yang harus tahu tentang rahasia ini. Maka itu adalah kamu.


Kak, hari ini aku hancur. Aku berniat menggugurkan anakku sendiri. Aku ingin menggugurkan anak kita, buah hati kita. Tapi aku bisa menjaminnya bahwa aku melakukannya karena terpaksa. Karena aku tak pernah memiliki pilihan.


Ia akan menyesal jika terlahir dari ibu sepertiku. Perjuanganku masih sangat panjang dan pastinya akan berat. Aku tak ingin menyulitkannya nanti.


Maafkan aku Kak, karena telah berniat mengorbankan seseorang yang bahkan belum bernyawa. Dia adalah bagian dari kamu. Ia adalah seluruh hidupku.

__ADS_1


Biarlah mereka tahu bahwa ia tiada, tapi aku akan selalu menjaganya bersamaku. Bersama seorang ibu yang tak beruntung sepertiku.


Yudha terisak. Ia menghabiskan seluruh waktunya seorang diri di dalam kamarnya. Ia menyusul Jea waktu itu, tapi sudah sangat terlambat. Ia datang di waktu yang tidak tepat.


Ia sudah kehilangannya. Seorang yang sangat dicintainya. Dan itu semua karena sikap lalainya.


Ia membuka helai demi helai buku harian yang ditinggalkan gadis itu. Ia bersikap seolah mengulang kembali moment bersama mereka. Meski hanya dalam khayalannya.


Hari ini, pemotretan hari pertama. Meskipun dikenal sebagai Aylana dan bukan Jea, tapi aku sangat bahagia karena Yudha bersamaku.


Lelaki yang selalu ku idamkan dan ku minta pada Tuhan kehadirannya.


Tuhan, aku tak akan mengeluh karena dilahirkan dalam keadaan seperti ini. Aku tak akan bersedih karena semua anggota keluargaku menjauh. Tapi aku akan sangat sedih, jika kau mengambilnya dariku.


Yudha kembali membalik halaman buku harian itu. Semuanya berisikan tentangnya. Tentang ia yang selalu ada di dalam hati gadis itu, meskipun ia tak pernah mengungkapkannya.


Orang yang melenyapkan Inara adalah kakakku. Ayahku yang melakukannya. Ia merenggut Inara untuk menjadikannya objek praktik.


Ayahku  adalah iblis, dan ia melibatkan kakakku di dalamnya. Bagaimana bisa ia membuat Inara lengah dan

__ADS_1


berhalusinasi separah itu.


Ia memancingnya untuk mengakhiri hidup. Dan kemudian mengulitinya untuk mengambil kontur wajahnya yang begitu indah.


Wajah itu ada pada Diandra. Apa yang akan aku lakukan sekarang? Aku bahkan tidak bisa membenci Diandra karena ia pun tak berdaya. Kak Yudha, kumohon tolong aku.


Ada begitu banyak bekas air mata di halaman itu. Yudha bisa membayangkan dengan sangat jelas bagaimana perasaannya ketika menuliskan semuanya.


“Kamu nggak salah Je. Lahir dari orang yang salah bukanlah sebuah kesalahan.” Isaknya semakin menjadi.


Hidup tanpa Jeana benar-benar terasa berat untuknya. Ia sudah menghabiskan hampir separuh hidupnya dengan gadis itu. Perasaan kehilangan yang tiba-tiba memang sangat menyiksanya.


Tak ada yang bisa menghiburnya. Bahkan keluarganya pun tidak. Ia hanya menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Ia sering menghabiskan waktunya untuk lebur dan sangat jarang pulang.


Terkadang Aksa yang datang untuk menemuinya dan menghabiskan waktu untuk minum bersama. Hanya alkohol yang bisa meredakan luka keduanya. Mereka berdua adalah orang yang begitu jatuh dalam pesona seorang Jeana. Tak ada yang bisa menggantikan kehadiran gadis itu.


******THE END******


Hai teman-teman. Aku memang punya rencana untuk buat Chapter ini gak terlalu panjang. Bakal langsung ke pointnya aja. Mudah-mudahan kalian semua suka.

__ADS_1


Buat selanjutnya aku bakalan lanjut buat detailnya.


Sampai Jumpa di Chapter 2 :)


__ADS_2