
Flashback di Malam Pertemuan Diandra dan Yudha...
"Yudha sayang. Akhirnya kamu datang juga " Diandra bergelayut manja di lengan Yudha begitu pemuda itu menampakkan wajahnya di depan gadis itu.
"Aku cuma bilang kalau istri kamu akan tahu semuanya. Kenapa emosi kayak gitu sih?" Yudha menghempaskan tubuh gadis itu kasar.
"Lihat lagi dong message nya. Betul kan?" Diandra menunjukkan layar ponselnya yang berisikan pesan yang ditujukan kepada Yudha.
Datang atau istri kamu akan tahu semuanya.
"Mau kamu apa?"
"Cuma mau kamu datang dan kita have fun bareng. Gak salah kan?" godanya sambil kembali bergelayutan di lengan Yudha.
"Kamu itu punya Rayden ingat!" bentar Yudha lagi sambil melepaskan tangan gadis itu.
"Kamu lupa kalau aku dan Rayden itu satu ayah. Yud, ingat kalau istri kamu pun juga tahu semua. Aku cuma butuh dia untuk mengembalikan ingatannya dan semua akan kembali seperti semula. Ingat Yud, kamu dan dia itu sama. Kalian sama iblisnya."
Plakk!!
Yudha menampar Diandra dengan mengerahkan segenap tenaganya. Gadis itu terhuyung jatuh, tersungkur tepat di depan kaki Arsen yang ada di belakangnya.
Malam itu, bukan Diandra yang memberitahunya. Bukan juga ia yang telah memulihkan ingatannya. Yudha sendirilah yang memberitahunya.
Jeana diam-diam telah memasang alat penyadap di jam tangan Yudha karena merasa tindakan protective Yudha kepadanya itu sangat aneh.
Ia mendengarnya sendiri. Jeana mendengarnya dan kembali mengingatnya. Ingatan yang berusaha ia blokir dari memorinya setelah kecelakaan itu bukanlah tentang Aksa. Itu adalah kenyataan tentang ayahnya dan Diandra.
"Dia adalah adikku. Aku harap kau mengingatnya. Ia bukan putri Haryadi, ia adalah putri Sanjaya dan dia adikku! Kubur kebenaran itu atau kau yang aku kubur hidup-hidup di pulau ini." gertak Arsen sambil memainkan kakinya di tulang kering gadis itu.
__ADS_1
Ia mematahkan tulang kaki Diandra malam itu. Ia menginjaknya dan memelintirnya hingga tulang itu retak. Namun sayangnya, gadis iblis itu bahkan tak merasa kesakitan sama sekali.
Ia tak gentar apalagi takut. Ia tak bergeming. Tatapan matanya bahkan masih sama dan tak bergerak sedikit pun.
"Entah apa yang kau rencanakan, tapi aku harap kau tidak bermain dengan adik kembarku. Atau aku yang akan melenyapkanmu dengan tanganku sendiri." ancamnya lagi.
Jeana mendengar semuanya. Ia mendengarnya dengan sangat jelas. Mereka bahkan berbohong. Ia tak pergi kemanapun. Mereka masih berada di pulang yang sama dan menyekap Diandra disana.
Jeana tahu mendengar semua dan itu memancing kembali ingatannya tentang rencana balas dendam yang selama ini ia lancarkan secara diam-diam.
Ia menyiksa dirinya sendiri untuk menutupi rasa takut itu. Ia belum bisa menerima kenyataan itu sepenuhnya. Itulah alasan sebenarnya kenapa ia bisa hampir mati karena hipotermia malam itu.
Ia menghabiskan waktunya semalaman untuk berada di bawah guyuran air. Ia sedang mencoba menetralkan rasa sakitnya. Ia berusaha menghilangkan rasa sakit di kepalanya dan memaksa semua ingatan itu untuk kembali.
Karena itulah ia meminta Diandra untuk bertemu keesokan hari. Ia meminta seseorang untuk menjemput Diandra. Ia sengaja merahasiakannya dari Arsen dan juga Rayden. Karena mereka akan membongkar semua kedoknya.
Ia meminta Diandra untuk menjelaskan semuanya, anehnya gadis itu tidak menolak.
Terlepas dari semua yang diceritakan oleh Diandra, gadis itupun mulai mendapatkan kembali ingatannya. Ia hanya meminta Diandra untuk memancingnya. Ia yang akan menyusun semuanya secara rinci.
Dan benar saja, semua ingatannya kembali hanya dalam waktu satu malam. Ia mengingat segalanya dengan sangat jelas. Kenangan saat kecelakaan itu dan juga rentetan masalah sebelumnya.
Memang benar bahwa Raga yang menyerangnya. Memang benar juga kalau Alicya adalah alasan utama. Tapi telfon beserta bukti yang ia terima dari Diandra sebelum kecelakaan itulah yang ingin ia lupakan.
Diandra memberinya foto terbaru tentang keberadaan Sanjaya yang asli. Ia memberikan kebenarannya saat itu. Ia bukanlah putri Sanjaya, tapi putri seorang iblis yang memakai wajah Sanjaya.
Alasan dendam utamanya adalah untuk menyingkirkan Sanjaya palsu dan mengembalikan posisi Sanjaya yang asli. Ia ingin mengembalikan kebahagiaan semua anggota keluarganya. Tapi ia memulainya dengan strategi yang salah.
Dan Aksa, ia juga adalah salah satu korban. Ayah kandungnya dibunuh oleh Surya Haryadi karena berusaha menggagalkan rencananya.
__ADS_1
Ia adalah boneka yang akan dipakai Haryadi sebagai kedok. Ia seorang peneliti di bidang kedokteran dan ia membutuhkan sokongan dana yang sangat besar untuk penelitiannya.
Pilihannya saat itu bergantung pada Perusahaan Akeno Media. Perusahaan itu sedang memiliki prospek jangka panjang yang bisa membantunya.
Tapi sayang karena pemuda malang itu menggagalkannya telat sebelum ia mengetahui kehadiran putranya di rahim sang kekasih.
Rencananya gagal. Ia memilih cara lain, Goksel Kingdom adalah pilihan keduanya. Ia memulai dengan menjadi orang kepercayaan dan menusuk dari belakang. Ia memakai nama Goksel sebagai penyerang keluarga Harrison.
Ia menumbuhkan keraguan dalam diri Angela untuk Sanjaya. Ia berhasil membuat Adelio berpaling, tapi tidak dengan Angela. Ia begitu menyayangi dan mempercayai suaminya.
Tidak boleh ada rencana cadangan karena ia tidak ingin Goksel jatuh sebelum ia sempat menguasainya. Karena itu ia memakai Clara sebagai senjata.
Tepat setelah Clara masuk dan dipercaya. Di saat itulah ia menyingkirkan Sanjaya yang asli dan memulai permainannya dengan wajah baru favoritnya.
Ia memperdaya Angela dan mendapatkan sepasang anak kembar darinya. Anak dari kelengkapan gen genetika yang mendekati kata sempurna. Ayah dan Ibu yang genius. Bibitnya benar-benar berkelas. Ia mengusir Angela dan putra Sanjaya keluar setelahnya.
Tapi Clara menghancurkan rencananya. Ia membuatnya harus mengirim mereka jauh. Ia terpaksa menjauhkan Jea demi menjaga kualitas bibitnya. Tapi Clara memilih bermain aman melalui Jason.
Ia tidak memiliki pilihan. Ia memilih untuk ikut permainan Clara demi melindungi Jeana. Gadis itu adalah bibit terbaiknya.
Ia mengikuti perkembangan gadis itu dan membuktikan sendiri kecerdasannya. Ia bahkan sanggup melawan kelicikan Clara tanpa meninggalkan jejak yang begitu kentara. Gadis itu benar-benar persis seperti dirinya.
Ia bahkan membantu dirinya dengan penyatuan dua keluarga besar. Penyatuan Akeno Media dan juga Goksel Kingdom yang menaikkan harga saham di pasar global.
Tidak salah lagi. Gadis itu adalah hal terbaik yang ia punya sejauh ini. Tapi perhatiannya tiba-tiba saja teralihkan.
Putra sulungnya Theo Urdha yang juga merupakan bibit unggulnya. Ia menciptakan masalah besar yang berujung dengan kehilangan nyawanya sendiri.
Dengan identitasnya yang dicuri oleh Yudha saja sudah sangat buruk. Ditambah lagi dengan kehilangan nyawa. Dan parahnya lagi ia malah menghamili adiknya sendiri.
__ADS_1
Haryadi lengah untuk sesaat. Dan di saat itulah ia mengambil kesempatan untuk menyelamatkan Rayden dari Clara. Gadis kecil itu lagi-lagi berhasil tanpa kendala. Kekecewaannya sedikit terbayarkan. Ia mulai bisa fokus pada proses penelitian lanjutannya hingga saat ini. Ia benar-benar meninggalkan semuanya dan hampir tidak terlihat.